Mengapa Sebagian Yahudi Menolak Nabi Muhammad ﷺ Padahal Mereka Mengenalnya? Pelajaran Besar bagi Umat Islam Pendahuluan Nabi Muhammad ﷺ adalah penutup para nabi dan rasul yang telah diberitakan kedatangannya jauh sebelum beliau lahir. Bahkan, para ulama Yahudi mengetahui ciri-ciri Nabi terakhir dari kitab Taurat yang mereka pelajari. Mereka mengetahui sifat-sifatnya, akhlaknya, tempat hijrahnya, hingga tanda-tanda kenabiannya. Karena itulah, sebagian besar kaum Yahudi berpindah ke Yatsrib (Madinah) sebelum kedatangan Nabi Muhammad ﷺ. Mereka berharap dapat menjadi pengikut nabi yang dijanjikan itu, bahkan berharap beliau berasal dari keturunan mereka. Namun ketika Allah mengutus Nabi Muhammad ﷺ dari bangsa Arab, keturunan Nabi Ismail 'alaihis salam, banyak di antara mereka justru menolak dan mendustakannya. Padahal mereka mengetahui bahwa beliau adalah nabi yang benar. Kisah ini bukan sekadar sejarah. Di dalamnya terdapat pelajaran berharga bagi umat Islam agar tidak terjerum...
Nasehat Islami Tentang Cobaan Dunia dan Keteguhan Hati Menjaga Keimanan di Tengah Senang dan Susahnya Hidup, karena tidak semua ujian hidup datang dalam bentuk kesusahan. Kadang manusia justru diuji ketika sedang sehat, memiliki harta, berada dalam kemudahan, atau mendapat kedudukan tinggi di mata manusia. Karena itu menjaga keimanan di zaman sekarang menjadi perjuangan besar bagi setiap Muslim. Dunia semakin penuh godaan, sementara hati manusia mudah berubah. Tulisan ini sekadar nasehat dan pengingat untuk diri sendiri dan sesama Muslim agar tetap menjaga iman di tengah cobaan hidup, baik ketika susah maupun ketika senang. Hidup Dunia Adalah Tempat Ujian Allah SWT menjelaskan bahwa kehidupan dunia memang tempat ujian bagi manusia. QS. Al-Mulk : 2 الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا Artinya: “Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” Setiap manusia akan diuji dengan keadaan yang berbeda...