Mengapa Sebagian Yahudi Menolak Nabi Muhammad ﷺ Padahal Mereka Mengenalnya? Pelajaran Besar bagi Umat Islam
Mengapa Sebagian Yahudi Menolak Nabi Muhammad ﷺ Padahal Mereka Mengenalnya? Pelajaran Besar bagi Umat Islam
Pendahuluan
Nabi Muhammad ﷺ adalah penutup para nabi dan rasul yang telah diberitakan kedatangannya jauh sebelum beliau lahir. Bahkan, para ulama Yahudi mengetahui ciri-ciri Nabi terakhir dari kitab Taurat yang mereka pelajari. Mereka mengetahui sifat-sifatnya, akhlaknya, tempat hijrahnya, hingga tanda-tanda kenabiannya.
Karena itulah, sebagian besar kaum Yahudi berpindah ke Yatsrib (Madinah) sebelum kedatangan Nabi Muhammad ﷺ. Mereka berharap dapat menjadi pengikut nabi yang dijanjikan itu, bahkan berharap beliau berasal dari keturunan mereka.
Namun ketika Allah mengutus Nabi Muhammad ﷺ dari bangsa Arab, keturunan Nabi Ismail 'alaihis salam, banyak di antara mereka justru menolak dan mendustakannya. Padahal mereka mengetahui bahwa beliau adalah nabi yang benar.
Kisah ini bukan sekadar sejarah. Di dalamnya terdapat pelajaran berharga bagi umat Islam agar tidak terjerumus ke dalam sikap menolak kebenaran karena hawa nafsu, fanatisme, atau kepentingan dunia.
Perlengkapan Ibadah
PAKET HEMAT HIJAB BERGO SALAT JERSEY PREMIUM |
ZAYANA DRESS / GAMIS BROKAT TREN TERBARU |
KOKO MODERN JASCO EXCLUSIVE AL MULK |
Kaum Yahudi Menunggu Kedatangan Nabi Terakhir
Allah Ta'ala berfirman:
وَلَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ ۚ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِينَ
"Dan setelah datang kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka selalu memohon kemenangan atas orang-orang kafir. Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka mengingkarinya. Maka laknat Allah atas orang-orang kafir."
(QS. Al-Baqarah: 89)
Dalam tafsir Ibnu Katsir, Ath-Thabari, dan Al-Baghawi disebutkan bahwa sebelum diutusnya Nabi Muhammad ﷺ, kaum Yahudi sering mengancam kaum Aus dan Khazraj di Madinah.
Mereka berkata bahwa akan datang seorang nabi akhir zaman dan ketika nabi itu muncul, mereka akan mengikutinya lalu memerangi musuh-musuh mereka bersamanya.
Hal ini menunjukkan bahwa mereka memang mengetahui berita tentang Nabi Muhammad ﷺ dari kitab yang mereka miliki.
Mereka Mengenal Nabi Muhammad ﷺ Seperti Mengenal Anak Sendiri
Allah Ta'ala berfirman:
الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
"Orang-orang yang telah Kami beri Kitab mengenalnya sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Dan sesungguhnya sebagian dari mereka menyembunyikan kebenaran padahal mereka mengetahui."
(QS. Al-Baqarah: 146)
Ayat ini sangat kuat menunjukkan bahwa para ulama Yahudi yang jujur sebenarnya mengenali Rasulullah ﷺ dengan sangat jelas.
Mereka mengetahui sifat-sifat beliau yang tertulis dalam Taurat. Mereka mengetahui bahwa beliau adalah nabi yang dijanjikan.
Namun Allah juga menjelaskan bahwa sebagian dari mereka sengaja menyembunyikan kebenaran yang telah mereka ketahui.
Nabi Muhammad ﷺ Sudah Disebut dalam Taurat dan Injil
Allah berfirman:
الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ...
"Yaitu orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi, yang mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka."
(QS. Al-A'raf: 157)
Allah juga berfirman tentang Nabi Isa 'alaihis salam:
وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ
"Dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang sesudahku yang namanya Ahmad."
(QS. Ash-Shaff: 6)
Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa kedatangan Nabi Muhammad ﷺ bukanlah sesuatu yang mendadak. Para nabi sebelumnya telah mengabarkan kedatangan beliau.
ROSLINA MUKENA LUXURY JUMBO SILK MOTIF PREMIUM |
SAJADAH BULU RASFUR BUSA HDP |
KAOS TUNIK LONG SLEEVE HIJAB FRIENDLY |
Mengapa Banyak yang Menolaknya?
Salah satu sebab terbesar adalah hasad atau dengki.
Mereka berharap nabi terakhir berasal dari kalangan Bani Israil. Namun Allah memilih Nabi Muhammad ﷺ dari keturunan Nabi Ismail 'alaihis salam.
Allah Ta'ala berfirman:
أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَىٰ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ
"Ataukah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang Allah berikan kepadanya?"
(QS. An-Nisa': 54)
Para ulama tafsir menjelaskan bahwa salah satu bentuk kedengkian tersebut adalah karena Allah memberikan kenabian kepada Rasulullah ﷺ yang berasal dari bangsa Arab.
Mereka mengetahui kebenaran, tetapi tidak rela menerimanya.
Riwayat Ancaman Yahudi kepada Aus dan Khazraj (Tafsir Ibnu Abbas)
كَانَتْ يَهُودُ قَبْلَ مَبْعَثِ النَّبِيِّ ﷺ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الْأَوْسِ وَالْخَزْرَجِ بِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ، فَلَمَّا بَعَثَهُ اللَّهُ مِنَ الْعَرَبِ كَفَرُوا بِهِ وَجَحَدُوا مَا كَانُوا يَقُولُونَ فِيهِ
"Kaum Yahudi sebelum diutusnya Nabi ﷺ meminta kemenangan atas Aus dan Khazraj dengan menyebut Rasulullah ﷺ. Ketika Allah mengutus beliau dari bangsa Arab, mereka mengingkarinya dan menolak apa yang dahulu mereka katakan tentangnya."
Abdullah bin Salam: Ulama Yahudi yang Jujur
Riwayat Abdullah bin Salam
Ketika Umar bertanya kepadanya:
أَتَعْرِفُ مُحَمَّدًا كَمَا تَعْرِفُ ابْنَكَ؟
"Mungkinkah engkau mengenal Muhammad sebagaimana engkau mengenal anakmu?"
Abdullah bin Salam menjawab:
نَعَمْ، وَأَكْثَرُ، أَنْزَلَ اللَّهُ نَعْتَهُ فِي كِتَابِهِ فَعَرَفْتُهُ، وَأَمَّا ابْنِي فَلَا أَدْرِي مَا كَانَ مِنْ أُمِّهِ
"Ya, bahkan lebih dari itu. Allah telah menurunkan sifat-sifatnya dalam kitab-Nya sehingga aku mengenalnya. Adapun anakku, aku tidak tahu apa yang terjadi pada ibunya."
Hadis Abdullah bin Salam Saat Pertama Melihat Nabi ﷺ
فَلَمَّا اسْتَبَنْتُ وَجْهَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ عَرَفْتُ أَنَّ وَجْهَهُ لَيْسَ بِوَجْهِ كَذَّابٍ
"Ketika aku memperhatikan wajah Rasulullah ﷺ, aku mengetahui bahwa wajah beliau bukanlah wajah seorang pendusta."
(HR. At-Tirmidzi)
Di antara ulama Yahudi yang menerima kebenaran adalah Abdullah bin Salam radhiyallahu 'anhu.
Beliau adalah seorang ulama besar Yahudi di Madinah. Ketika melihat Nabi Muhammad ﷺ pertama kali, beliau berkata:
"Ketika aku melihat wajah beliau, aku mengetahui bahwa wajah itu bukan wajah seorang pendusta."
(HR. At-Tirmidzi)
Abdullah bin Salam kemudian memeluk Islam dan menjadi salah seorang sahabat Nabi yang mulia.
Beliau lebih memilih kebenaran daripada kedudukan, kehormatan, dan fanatisme golongan.
"Aku Lebih Mengenal Muhammad daripada Anakku Sendiri"
Tentang QS. Al-Baqarah ayat 146, diriwayatkan bahwa Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu bertanya kepada Abdullah bin Salam:
"Wahai Abdullah, apakah engkau mengenal Muhammad sebagaimana engkau mengenal anakmu sendiri?"
Beliau menjawab:
"Aku mengenal Muhammad lebih daripada aku mengenal anakku sendiri. Muhammad adalah Rasul Allah yang dijelaskan sifat-sifatnya dalam Taurat. Adapun anakku, aku tidak mengetahui apa yang dilakukan ibunya."
Riwayat ini disebutkan oleh para ulama tafsir ketika menjelaskan QS. Al-Baqarah ayat 146.
Jawaban ini menunjukkan betapa jelasnya tanda-tanda kenabian Muhammad ﷺ dalam kitab yang mereka pelajari.
Sifat Nabi Muhammad ﷺ dalam Taurat (Hadis Shahih Bukhari)
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا، وَحِرْزًا لِلْأُمِّيِّينَ، أَنْتَ عَبْدِي وَرَسُولِي، سَمَّيْتُكَ الْمُتَوَكِّلَ، لَيْسَ بِفَظٍّ وَلَا غَلِيظٍ وَلَا سَخَّابٍ فِي الْأَسْوَاقِ...
Ini adalah teks yang dibacakan oleh Abdullah bin Amr bin Al-Ash tentang sifat Rasulullah ﷺ yang tertulis dalam Taurat, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari.
Dalil terakhir ini sering terlupakan, padahal sangat kuat untuk menunjukkan bahwa sifat-sifat Nabi Muhammad ﷺ memang dikenal oleh para ulama Ahli Kitab sebelum beliau diutus.
Pelajaran untuk Umat Islam Masa Kini
Kisah ini bukan hanya untuk dibaca sebagai sejarah. Ia merupakan peringatan bagi umat Islam.
Jangan sampai seseorang mengetahui kebenaran tetapi menolaknya karena fanatisme, kepentingan dunia, jabatan, kelompok, atau hawa nafsu.
Saat ini banyak pemikiran, budaya, dan gaya hidup yang bertentangan dengan ajaran Islam dipromosikan secara besar-besaran. Sebagian kaum muslimin bahkan tanpa sadar mengikuti cara berpikir orang-orang yang memusuhi agama Allah.
Padahal seorang mukmin diperintahkan untuk menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman hidup.
Allah berfirman:
"Jika kamu berselisih tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul."
(QS. An-Nisa': 59)
Seorang muslim hendaknya menilai segala sesuatu berdasarkan wahyu, bukan berdasarkan tren, tekanan lingkungan, atau pendapat manusia semata.
Penutup
Kaum Yahudi pada masa Nabi Muhammad ﷺ bukan tidak mengetahui kebenaran. Banyak di antara mereka justru mengenal Rasulullah ﷺ sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Mereka mengetahui sifat-sifat beliau dari Taurat dan telah lama menantikan kedatangannya.
Namun ketika Nabi yang dijanjikan itu datang bukan dari golongan mereka, sebagian memilih hasad dan menolak kebenaran.
Sebaliknya, orang-orang yang jujur seperti Abdullah bin Salam menerima Islam dan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah.
Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa keselamatan bukanlah sekadar mengetahui kebenaran, tetapi menerima, mengimani, dan mengikutinya dengan penuh ketundukan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang apabila datang kebenaran, segera menerimanya, mengamalkannya, dan istiqamah di atasnya hingga akhir hayat. Aamiin.
Minyak Urut Dayak Asli – bantu meredakan pegal & nyeri sendi.
👉 Klik di sini untuk lihat produk

Comments
Post a Comment