'cookieChoices = {};' Nasihat Islami Untuk Kesehatan Jiwa dan Raga.

Thursday, February 2, 2023

Berbuatlah Adil Kalian Semua



Berbuat adil  dalam hal sebagai saksi dalam suatu peristiwa, dalam keadaan normal bisa berjalan dengan baik. Tapi dalam situasi dimana orang yang membutuhkan saksi kita, itu bermasalah terhadap kita, orang nya kelakuannya memang buruk pernah pula menyakiti hati kita. Atau yang bermasalah masih ada hubugan kerabat dengan kita, akan timbul konflik kepentingan.

Tapi apapun itu hukum adalah hukum yang harus ditegakkan. Beruntungnya kita orang Islam punya pegangan peraturan dari Allah Swt dan juga hadist hadist seperti kisah Rasulullah SAW dalam menegakkan keadilan harus jadi pegangan umat Islam, khususnya yang menjadi penegak hukum di negeri ini. Karena,dalam agama Islam untuk berbuat adil tidak pernah pandang bulu,

Wahai orang-orang yang beriman jadilah kalian orang yang menetapi karena Allah orang yang menjadi saksi dengan adil. Jangan mendorong dari kalian marahnya kaum kelakuan kaum atas bahwa tidak berbuat adil kamu sekalian. Adapun berbuat adil mendekatkan diri kepada ketaqwaan, dan takutlah pada Allah, Sesungguhnya Allah maha waspada dengan apa-apa mengerjakan kamu sekalian.(QS. Al-Ma'idah Ayat 8)

Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya, seandainya Fatimah puteri Muhammad mencuri, aku akan memotong tangannya." (HR. Bukhari )

Dari hadist tersebut kita bisa ikuti riwayatnya. Ketika itu Urwah bin az-Zubair, salah seorang sahabat Nabi, bercerita kepada Az-Zuhri tentang kejadian yang ia saksikan sewaktu Nabi hidup. Pada waktu itu, Urwah melihat bahwa seorang wanita bernama Fatimah al-Makhzumiyyah, putri dari pemimpin suku Al-Makhzumi, pada hari Fathu Mekah, itu kedapatan mencuri.

Kaumnya minta tolong kepada Usamah bin Zaid yang diketahui dekat dengan Nabi.

Ayahnya Usamah, Zaid bin Haritsah, adalah anak angkat Nabi. Karena itu mereka menemui Usamah dan memintanya agar bisa menolong putri kepala suku itu agar nantinya tidak akan dihukum oleh Nabi. Singkat cerita Usamah mau beramal solih sehingga datanglah Usamah menemui Nabi dengan menceritakan maksud dan tujuan kedatangannya. Mendengar apa yang dikatakan Usamah, wajah Nabi berubah marah.

Nabi bersabda, ''Apakah engkau akan mempersoalkan ketentuan hukum yang sudah ditetapkan oleh Allah?'' Usamah kemudian berkata, ''Maafkan aku ya Rasul Allah.''

Rasulullah SAW berdiri di depan para sahabatnya sambil berkhutbah dengan terlebih dahulu memuji Allah karena Dialah pemilik segala pujian: ''Sesungguhnya kehancuran umat-umat sebelum kalian semua adalah disebabkan oleh perbuatan mereka sendiri. Ketika salah seorang yang dianggap memiliki kedudukan dan jabatan yang tinggi mencuri, mereka melewatkannya atau tidak menghukumnya. Namun, ketika ada seorang yang dianggap rendah, lemah dari segi materi, ataupun orang miskin yang tidak memiliki apa-apa, dan orang-orang biasa, mereka menghukumnya. Ketahuilah, demi Zat yang jiwa Muhammad berada di dalam kekuasaan-Nya, seandainya Fatimah putri Muhammad mencuri, aku akan memotong tangannya.'' (HR Bukhari, No. 4.304).

Nabi ingin mengajarkan kepada umat manusia untuk tidak membeda-bedakan satu orang dengan yang lainnya dalam hukum. Semua orang sama, tidak ada yang kebal hukum. Karena, pembedaan dalam hukum merupakan sumber kehancuran umat-umat sebelum kita. Krisis ekonomi berkepanjangan, bangsa yang selalu dirundung persoalan, gejolak sosial yang hebat, merupakan imbas dari adanya hukum yang tidak adil. Hukum harus menjadi hukum, ia harus mengenai siapa pun yang terkait dengannya. Ini yang diterap oleh Nabi Muhammad SAW dengan tujuan mencapai keadilan yang haq senantiasa sesuai petunjuk Allah.


"Sesungguhnya telah membinasakan umat sebelum kalian, ketika di antara orang-orang terpandang yang mencuri, mereka dibiarkan (tidak dikenakan hukuman). Namun ketika orang-orang lemah yang mencuri, mereka mewajibkan dikenakan hukuman hadd. Demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya, seandainya Fatimah puteri Muhammad mencuri, aku akan memotong tangannya." (HR. Bukhari no. 4304 dan Muslim no. 1688


“Sesungguhnya yang telah membinasakan umat sebelum kalian adalah jika ada orang terhormat dan mulia di antara mereka mencuri, mereka tidak menghukumnya. Sebaliknya jika orang rendahan yang mencuri, mereka tegakkan hukuman terhadapnya. Demi Allah, bahkan seandainya Fatimah putri Muhammad mencuri, niscaya aku sendiri yang akan memotong tangannya!”.

Tidak ada yang berubah pada ketetapan Allah dan Rasul-Nya. Wanita dari keluarga yang terhormat itu tetap harus menjalani hukuman potong tangan.

Aisyah RA istri Rasulullah saw menuturkan, “Wanita itu kemudian bertobat , memperbagus tobatnya, dan menikah. Ia pernah datang dan menyampaikan hajatnya kepada Rasulullah.”

Setelah itu, Nabi menyuruh untuk memotong tangan Fatimah al-Makhzumiyyah tersebut. Dan setelah pelaksanaan hukuman itu selesai, Nabi menyatakan bahwa tobatnya telah diterima oleh Allah. Dan, perempuan itu menjalani hidupnya secara normal, menikah, dan bekerja seperti biasa. Hingga suatu ketika ia datang kepada Aisyah untuk mengajukan suatu kebutuhan pada Nabi dan beliau menerimanya.

 

Kita berkeyakinan andai negeri ini punya pendekar-pendekar hukum yang didalam jiwa terpateri ilmu dari Allah dan RasulNya, tidak nanti mereka menghukumi secara hawa nafsu, Insya Allah negeri kita bisa damai dan tentram. Siapa tahu, mudah mudahan.

 

 Doing justice in terms of being a witness in an event, under normal circumstances can work well. But in situations where people need our witnesses, that's a problem for us, people whose behavior is bad have also hurt us. Or those with problems still have relatives with us, conflicts of interest will arise.


But whatever the law is a law that must be upheld. Luckily we Muslims have a handle on rules from Allah SWT and also hadiths such as the story of Rasulullah SAW in upholding justice must be a guideline for Muslims, especially those who become law enforcers in this country. Because, in Islam, to do justice is never discriminating,


O you who believe, be of you who are faithful, because Allah is a witness in justice. Don't push the anger of the people over the behavior of the people that you don't do justice to all of you. As for doing justice, draw closer to piety, and fear Allah. Indeed, Allah is aware of what you are doing. (QS. Al-Ma'idah Verse 8)


Be ye upholders of justice because of Allah, (when) bear witness fairly. And let not your hatred of a people encourage you to act unjustly. Be fair. Because (fair) is closer to piety. And fear Allah, verily, Allah is Aware of what you do.

For the sake of Muhammad's soul in His hands, if Fatimah the daughter of Muhammad steals, I will cut off her hands." (Narrated by Bukhari no. 4304 and Muslim no. 1688)


From this hadith we can follow its history. At that time Urwah bin az-Zubair, one of the Prophet's companions, told Az-Zuhri about the events he witnessed when the Prophet was alive. At that time, Urwah saw that a woman named Fatimah al-Makhzumiyyah, the daughter of the leader of the Al-Makhzumi tribe, was caught stealing on the day of Mecca's Fathu.

His people asked for help from Usama bin Zaid who was known to be close to the Prophet.

Usamah's father, Zaid bin Harithah, was the adopted son of the Prophet. Because of that they met Usama and asked him to help the daughter of the chief of the tribe so that later the Prophet would not punish him. In short, Usamah wanted to do good deeds so that Usamah came to meet the Prophet by telling him the purpose and purpose of his arrival. Hearing what Usama said, the Prophet's face turned angry.

The Prophet said,''Are you going to question the legal provisions that have been established by Allah?'' Usamah then said,''Forgive me O Messenger of Allah.''

Rasulullah SAW stood in front of his friends while preaching by first praising Allah because He is the owner of all praise: ''Indeed, the destruction of the peoples before you all was caused by their own actions. When someone who is considered to have high rank and position steals, they either skip it or don't punish them. However, when there is someone who is considered lowly, weak from a material point of view, or a poor person who has nothing, and is an ordinary person, they punish him. Know, for the sake of the Substance in whose power Muhammad's soul is in His power, if Fatimah the daughter of Muhammad steals, I will cut off her hands.''


The Prophet wanted to teach mankind not to discriminate between one person and another in law. Everyone is equal, no one is above the law. Because, differences in law are the source of the destruction of the people before us. The prolonged economic crisis, the nation which is always dogged by problems, the great social turmoil, is the result of the existence of unfair laws. Law has to be law, it has to be about whoever is related to it. This was implemented by the Prophet Muhammad SAW with the aim of achieving fair justice always according to God's instructions.

From 'Urwah bin Zubair, he said that the Prophet SAW once preached and said,

"Indeed, it has destroyed the people before you, when among the respected people who steal, they are left unpunished. But when weak people steal, they oblige to be subject to hadd punishment. By the soul of Muhammad who is in His hands, if Fatimah the daughter of Muhammad stole, I will cut off her hand." (Narrated by Bukhari no. 4304 and Muslim no. 1688

There is a woman who has stolen. He came from a respectable and respected family from Bani Makhzum.

Because of his actions, he also had to be punished according to the rules applied at that time, namely by cutting off his hands. However, the woman's people and family objected. Because of that, they made every effort to forgive the woman and cancel the punishment of cutting off her hands.

After that, the Prophet ordered to cut off Fatimah al-Makhzumiyyah's hand. And after the execution of the sentence was completed, the Prophet declared that his repentance had been accepted by Allah. And, the woman lived her life normally, married and worked as usual. Until one day he came to Aisyah to submit a need to the Prophet and he accepted it.


We believe that if this country had legal warriors whose souls were imbued with knowledge from Allah and His Messenger, they would not judge them based on lust, God willing, our country would be peaceful and peaceful. Who knows, hopefully.


 

 

 

 

 


Saturday, January 28, 2023

Dunia itu Cobaan Hidup.



Dunia itu merupakan cobaan hidup, baik itu merupakan kebaikan maupun hal-hal yang buruk. Karena hal itu sudah menjadi suatu sunnatullah, bahwa manusia akan di uji dengan segala sesuatu, baik yang menyenangkan hatinya maupun yang membencikan hatinya.

Maka jadikanlah diri kita pandai-pandai menyikapi cobaan, terhadap Allah. 

Qodar semua makhluk telah tertulis lima puluh ribu tahun sebelum langit dan bumi diciptakan. Semua yang terjadi, baik itu cobaan baik dimana kita dalam keadaan sehat, rezeki lancar, usaha baik, anak istri baik baik, alhamdulillah itu namanya cobaan baik, maupun sebaliknya kita menghadapi cobaan yang buruk, badan sakit sakitan, rezeki seret tidak lancar, anak anak bermasalah, istri bermasalah, itu cobaan. 

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.(QS Al-Anbiyaa(21):35)
Menurut Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma mengatakan, tentang ayat ini dimaksudkan,“Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan serta maksiat, petunjuk dan kesesatan.”

Dan biasanya orang mengira yang buruk-buruk itu barulah namanya cobaan. Kalau yang baik-baik bukan cobaan. Keliru. Itulah sebabnya orang suka lupa pada Tuhannya, ketika mereka mendapat cobaan baik. Persangkaan mereka bahwa Allah sedang sayang kepada mereka, dapat berkah banyak, punya kedudukan yang bagus, semua usaha sukses. Ketika pendapat itu ada pada diri manusia, mereka bisa lupa aturan Tuhan. Selagi aturan Allah dan Rasul saw tidak dipatuhi orang akan berbuat sekehendaknya tak terkecuali pada orang yang beriman apalagi yang tidak beriman.

Orang tidak menyadari bahwa dunia itu adalah cobaan, ketika dia sedang dalam kesuksesan dalam segala hal. Baru ketika menghadapi masalah , barulah dia akan menyadari dia sedang mengalami cobaan. Karena  salah paham yang namanya cobaan adalah hal-hal buruk yang menimpa dirinya itu sebagai cobaan, kalau sedang mengalami hal-hal yang baik bukan cobaan.

Namun seberapa jauh orang memahami dunia itu cobaan hidup, hubungannya dalam menjalani kehidupan. Bagaimana pula kita menyikapi hidup ketika mendapatkan cobaan. 

Keyakinan tentang kehidupan itu adalah cobaan harus dipahamkan sungguh. Masalahnya dampak cobaan dunia terhadap masing masing diri sangat besar. Ada yang berakhir dengan kebaikan yang banyak ada juga yang tragis. Semua tergantung seberapa jauh orang membina keimanannya.

Kehidupan di dunia adalah kehidupan yang fana, kehidupan yang membujuk, kehidupan fatamorgana, sedang kehidupan yang hakiki adalah kehidupan akhirat sebagus-bagusnya kehidupan dan kekal. Orang hanya bisa merasakannya bila dia menempa keimanannya menjadi lebih baik.

Kalau orang mau hidup di akhiratnya baik dia harus berbuat baik kehidupan di dunia.

Sebagian orang berlari mencari motivasi dirinya agar bersabar dengan merenungkan ayat ayat seperti "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Q.S Al-Baqarah, ayat 286). 

Atau mengambil hikmah dari ungkapan bahwa "Cobaan itu pasti akan berakhir". Ungkapan ataupun ayat itu benar semuanya.

Ada banyak hal yang dapat kamu jadikan sebagai tambahan kekuatan jiwa, saat menghadapi cobaan atau masalah yang datang menghampiri, satu di antaranya dengan membaca dan merenungkan kata-kata motivasi Islami, nasihat Islami.

Kata-kata motivasi Islami  banyak berisi nasihat baik dari tokoh terkenal atau pedoman Islam, yaitu Al-Qur'an dan Hadis.

Dalam menjalani hidup ini kita tidak dapat lepas dari percobaan dari Allah Yang Maha Kuasa. Akan tetapi, seberat apa pun cobaan yang kamu terima, pasti akan berakhir.

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Q.S Al-Baqarah: 286).

Apa pun cobaan yang kamu terima, selalu kembalilah kepada Allah SWT karena kamu harus meyakini bahwa hanya Dia yang dapat membantumu di saat susah.

Selalu mengucap istighfar dan hamdallah, serta bersikap sabar dan tenang pada saat menghadapi masalah,  dapat membantumu kuat dan bertahan dari cobaan yang sedang kamu hadapi hingga berlalu dari kehidupanmu.

Perhatikan juga Surat dan ayat-ayat berikut seperti Surat QS 3:14, QS 21: 35, QS 10 :54-58, banyak lagi yang lain dan cara yang lain bisa dipraktekkan.

Apapun itu semua, mungkin saja ada orang yang membutuhkan ini siapa tahu. Semoga saja bisa menjadi bahan renungan dan penyemangat dalam mengharungi hidup yang fana ini.



The world is a trial of life, both good and bad things. Because it has become a 

sunnatullah, that man will be tested with everything, both those that please him 

and those that hate him.

So make ourselves clever in dealing with trials, towards Allah. The qadar of all creatures was written fifty thousand years before the heavens and the earth were created. Everything that happens, whether it's a good trial where we are in good health, good luck, good business, good wife and children, alhamdulillah it's a good trial, or vice versa we face bad trials, the body is sickly, the sustenance doesn't go smoothly, children problem, wife problem, it's a trial.

Every soul shall taste death. We will test you with bad and good as a trial. And you will be returned only to Us. (QS Al-Anbiyaa (21): 35)
According to Ibn 'Abbas Radhiyallahu anhuma said, regarding this verse it is meant, "We will test you with difficulties and pleasures, health and disease, wealth and poverty, lawful and unlawful, obedience and immorality, guidance and misguidance."

And usually people think that the bad ones are called trials. If something is good, it's not a trial. Wrong. That's why people tend to forget their God, when they get a good trial. Their assumption is that Allah loves them, gets many blessings, has a good position, all efforts are successful. When that opinion exists in human beings, they can forget God's rules. As long as the rules of Allah and the Messenger of Allah are not obeyed, people will do whatever they want, including those who believe, let alone those who do not believe.

People do not realize that the world is a trial, when he is in success in all things. Only when facing a problem, will he realize he is going through a trial. Because of the misunderstanding that the name of a trial is that the bad things that happen to him are a trial, if you are experiencing good things it is not a trial.

But how far do people understand the world is the trials of life, the relationship in living life. How do we respond to life when we get trials.

The belief about life is that trials must be understood truly. The problem is that the impact of the world's trials on each is very large. There are those that end with good, there are many that are tragic. It all depends on how far people build their faith.

Life in this world is a mortal life, a seducing life, a mirage life, while the real life is the life in the afterlife as good as possible and eternal. People can only feel it when he forges his faith to be better.

If a person wants to live in a good afterlife, he must do good in this world.

Some people run to find their motivation to be patient by contemplating verses like "God does not burden a person but according to his ability." (Q.S Al-Baqarah, verse 286).

Or take the lesson from the saying that "The ordeal will definitely end". That saying or verse is all true.

There are many things that you can use as additional strength for your soul, when facing trials or problems that come your way, one of which is by reading and meditating on Islamic motivational words, Islamic advice.

Many Islamic motivational words contain good advice from well-known figures or Islamic guidelines, namely the Qur'an and Hadith.

In living this life we cannot be separated from trials from Allah Almighty. However, no matter how hard the ordeal you receive, it will definitely end.

 "Allah does not burden a person but according to his ability." (Q.S Al-Baqarah: 286).

Whatever trials you receive, always return to Allah SWT because you have to believe that only He can help you in difficult times.

 Always saying the phrase "thayyibah", what we call "istighfar" and "hamdallah", as well as being patient and calm when facing problems, can help you become strong and survive the trials you face until they pass from your life.

Also pay attention to the following Surahs and verses such as Surah 3:14, QS 21: 35, QS 10:54-58, many others and other ways that can be practiced.

Whatever it all, maybe there are people who need this who knows. Hopefully it can be material for reflection and encouragement in living this mortal life.





Popular Posts