Mencarilah Jalan Taqwa, bila ada merasa buntu menghadapi problema hidup. Mengambil solusi yang ini merasa tidak sreg, solusi yang ntu tidak juga. Sebagai pemuka masyarakat tidak mudah, bila ada masalah . Namanya masyarakat, macam macam latar belakang, kultur, ahklak, untuk satu "bahasa" tidaklah mudah. Kadang kadang dihadapkan, seperti kata pepatah "Bagai makan buah simalakama, dimakan ibu mati, tak dimakan ayah mati". Tak ada jalan lain kecuali diarahkan kedua belah pihak agar mencari jalan taqwa, termasuk kita sendiri, mencarilah jalan taqwa. Percaya atau tidak, begitulah kenyataannya, semua akan berakhir dengan damai dan sejuk. Karena apa, disitu ada Allah yang menaungi ummatnya, sepanjang berpegang akan kesabaran dan ketaqwaan. Allah akan memberi kebaikan yang banyak. Ada baiknya pemuka pemuka bangsa , mengingat ini. Bila sesuatu telah diputuskan melalui niat baik karena Allah, kemudian putusan kita , kita serahkan pada Allah apapun yang terjadi, lewat istiharoh, maka janji bahwa " tidak ada yang menyesal lewat solat istiharoh", itu, akan membimbing kita pada kebaikan. Karena para pemuka baik masyarakat maupun dikalangan pemerintahan disegala level, biasakan hal yang demikian. Anda tidak akan jadi orang sombong, kalau sukses, anda tidak akan kecewa walau anda jatuh. Karena Allah bersama kita, karena kita memutuskan solusi dengan dasar hati, mencari jalan taqwa. Nasihat agama ini berasal dari banyak dalil, anda harus mencari, karena menuntut ilmu wajib bagi semua ummat muslim. Mudah mudahan mendatangkan kebarokahan.
Tidak ada yang abadi di dunia ini Berbekallah, tidak ada yang abadi di dunia ini. semua akan ada akhirnya. Urusan dunia itu hanya mainan belaka. Ibarat orang berkuda di padang pasir, menemukan naungan dibawah pohon, dia berhenti berteduh. Tidak selamanya dia disitu, dia berteduh hanya sebentar beristirahat dan akan melanjutkan perjalanannya , dan segera pergi.Demikian naungan itu, gambaran dunia "yang kita singgahi" yang kita hidup didalamnya, hanya sebentar. "innaa ja'alnaa maa 'alaa al-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan" ( Q 18:7) "Sesungguhnya kami (Allah) menjadikan segala apa di bumi hanya sebagai hiasan , untuk mengetahui manakah diantara kalian yang baik amalannya.". Jadi manusia jangan salah faham, untuk apa dia terlahir jadi manusia. Diayat yang lain ( banyak ), Allah berfirman, "sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu ( Q 61 :1 ) ...
Comments
Post a Comment