Skip to main content

Ibadah lah dengan cara ihsan, engkau akan khusyuk solatnya, tenang jiwanya.

 



Ibadah lah cara ihsan, engkau akan khusyuk beribadah khususnya solat dan merasakan ketenangan dalam menjalani hidup. Begitu juga ibadah lainnya, karena yang dimaksud ibadah disini bukan saja solat seperti diterangkan dibawah.

Tiba-tiba saja seorang laki-laki muncul menghadap Rasul. Tak seorang sahabat pun yang mengenalnya. Dia tidak ada tanda-tanda datang dari jauh, pakaiannya putih bersih, rambutnya hitam rapih. Dia berkata, " wahai Muhammad  beritahu aku tentang Islam". Nabi menjawab begitu saja, dan setelah dijawab Nabi, tamu itu menjawab," bener engkau". Dia bertanya lagi tentang iman. "Wahai Muhammad kabari aku tentang Iman." Nabi menjawab masalah iman itu apa. Tamu asing itu lagi membenarkan apa yang disampaikan Nabi. Dia bertanya lagi,

"Ya Muhammad beritahu saya tentang Ihsan". Rasul SAW menjawab;

"Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu." (HR Muslim, no.8)


Jadi ibadah apapun yang engkau lakukan bersikaplah engkau bahwa perbuatanmu sedang dilihat Allah.

Perbuatanmu ada yang kontrol, walaupun dalam kasat mata engkau tidak bisa melihat pada yang mengawasimu.

Orang yang minta dikasi tahu, malah membenarkan, para sahabat nabi penasaran. 

Orang itu pergi begitu saja, setelah menanyakan tentang hari kiamat. 


Hai Umar, coba panggil orang itu tadi, para sahabat Rasulullah SAW mencari, tapi orang itu sudah lenyap. 


Sahabatku baru saja Malaikat itu datang mengajari kita tentang beragama Islam. 


Apa yang kita ambil dari pelajaran ini. Utamanya tentang ibadah dan ihsan. 


Ibadah itu bukan hanya solat dan mengaji. 

Ibadah berarti merendahkan diri dan tunduk

pada Allah SWT, dalam segala amalan baik, secara Alquran dan Al-Hadist. 

Ulama fikih, ibadah adalah bentuk pekerjaan yang bertujuan memperoleh ridha Allah SWT dan mendambakan pahala di akhirat. 

Secara etimologi, ibadah berarti merendahkan diri dan tunduk


Sedangkan, secara bahasa, ibadah berasal dari kata 'abd yang berarti hamba.


Perintah untuk beribadah tercantum dan dijelaskan dalam Al-Quran. Salah satunya sebagaimana yang tertulis dalam QS. Al-Anbiya: 25 yang artinya,


"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku." (QS. Al Anbiya: 25)


Ibadah dalam syariah Islam adalah ketaatan atau ketundukan seorang hamba secara khusus kepada Allah SWT yang diklasifikasikan menjadi beberapa mcam ibadah. Mulai dari berdasarkan hukum syariah, kualitas, keberadaan 'illah di dalamnya, ruang lingkup hingga jenis perbuatan hamba.


Ibadah dalam bentuk perkataan atau lisan. Misalnya seperti zikir, doa, dan baca Al-Quran.

Ibadah dalam bentuk perbuatan yang tidak ditentukan bentuknya. Seperti misalnya membantu atau menolong orang lain.

Ibadah dalam bentuk pekerjaan yang sudah ditentukan bentuknya. Misalnya sholat, puasa, zakat dan ibadah haji.

Ibadah yang tata cara dan pelaksanaannya berbentuk menahan diri. Sebagai contoh puasa, iktikaf dan ihram.

Ibadah yang berbentuk menggugurkan hak. Contohnya: memaafkan kesalahan orang lain dan membebaskan hutang seseorang.


Kita tidak terlalu jauh membahasnya, sekadar memahami, bahwa dalam ibadah ujud apapun haruslah di upayakan dengan cara ihsan, sehingga kita tersambung pada Allah SWT dalam penjelasan dari nabi. Bahwa, Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu. 

Kita mengharap ridho Allah, bukan supaya dilihat orang. Amalan akan sia sia saja pahala tidak ada. Dan akan sangat menyakitkan bila orang tidak memperdulikanya. Didunia tidak akan nyaman, hati selalu tidak nyaman akibatnya akan timbul penyakit baik lahiriah maupun batiniah. Cobalah berlatih seperti yang ditunjukkan oleh Rasulullah SAW. Insya Allah akan bahagia dunia dan akhirat.





Comments

Popular posts from this blog

Tidak ada yang abadi di dunia ini

Tidak ada yang abadi di dunia ini Berbekallah, tidak ada yang abadi di dunia ini. semua akan ada akhirnya. Urusan dunia itu hanya mainan belaka. Ibarat orang berkuda di padang pasir, menemukan naungan dibawah pohon, dia berhenti berteduh. Tidak selamanya dia disitu, dia berteduh hanya sebentar beristirahat dan akan melanjutkan perjalanannya , dan segera pergi.Demikian naungan itu, gambaran dunia "yang kita singgahi"  yang kita hidup didalamnya, hanya sebentar. "innaa ja'alnaa maa 'alaa al-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan" ( Q 18:7) "Sesungguhnya kami (Allah) menjadikan segala apa di bumi hanya sebagai hiasan , untuk mengetahui manakah diantara kalian yang baik amalannya.". Jadi manusia jangan salah faham, untuk apa dia terlahir jadi manusia. Diayat yang lain ( banyak ), Allah berfirman, "sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu ( Q 61 :1 ) ...

Mencari tahu tentang Promol12

 Promol12 HPAI Promol12 Probiotik Mikro Organisme Lokal yang terdiri dari 12 Jenis MOL (Mikro Organisme Lokal) untuk pupuk, pakan ternak, pakan ikan, penghancur kotoran dll Nama Produk : Promol12 Harga Jual Konsumen : 250.000 Isi Kemasan : 1000 gram Berat Kemasan : 1025 gram Atau Beli Via SMS atau WA 085295270482 BELI Promol12 VIA SMS Pemakaian Promol Promol Untuk Kebutuhan Sehari-hari Promol memang sangat bagus digunakan untuk meningkatkan kualitas pakan ternak dan pupuk. Namun bukan hanya itu, banyak manfaat promol untuk keperluan sehari-hari. Luar biasa manfaatnya. APLIKASI PROMOL NO. 7: LARUTAN UNTUK BURUNG DAN HEWAN PELIHARAAN KECIL Mungkin ada yang suka memilihara burung, hamster, di rumahnya. Bahan-bahan :  1. Promol 1 gr 2. Wadah 3. Air 1 ltr Larutkan promol dalam wadah dng air trsb, aduk2 rata. Diamkan 1 jam, larutan siap di berikan untuk : a. Untuk minum b. Semprot pakan c. Semprot untuk mandi d. Semprot untuk bersihkan ka...

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati Seiring bertambahnya usia, banyak dari kita mulai merasakan perubahan pada raga. Tubuh yang dahulu terasa ringan, kini mudah lelah. Gerak tidak lagi seluwes dulu, dan waktu istirahat pun terasa berbeda. Pada saat seperti inilah hati sering diuji: antara menerima dengan lapang, atau mengeluh dalam diam. Minyak Urut Dayak Kalimantan Pada fase usia tertentu, melemahnya raga sering hadir bersama keluhan-keluhan kecil yang terasa nyata. Ada yang merasakan lutut nyeri ketika berdiri terlalu lama, kaki mudah kram di malam hari, atau badan terasa kaku saat bangun tidur. Keluhan seperti ini tidak selalu berat, namun cukup untuk menguji kesabaran dan ketenangan hati, terutama ketika datang berulang-ulang. Sebagian orang bertanya dalam batin, “Apakah ini pertanda Allah tidak lagi memberi kekuatan?” Padahal, Al-Qur’an justru menjelaskan bahwa keadaan seperti ini adalah bagian dari sunnatullah. Allah Ta‘ala berfirman: اللّ...