Skip to main content

Biasakan mengucapkan "Subhanakallahumma wa bihamdika, ....." ( Bagian 2 )

 





GAMIS TWIL ORY MASAKINI/ELEGANT TERLARIS

Ada kalanya kita merasa telah berbuat baik, namun tanpa sadar, ada hati yang terluka karenanya. Ada saat ketika kita berniat menolong, tetapi justru membuat seseorang merasa direndahkan. Ada pula momen di mana kita yakin telah berada di jalan yang benar, namun di hadapan Allah, niat kita ternyata telah melenceng.


Sebaliknya, ada kejadian di mana kita merasa telah melakukan kesalahan besar, tetapi justru kesalahan itulah yang membuka mata kita dan orang lain. Ada saat ketika kita menyesali kata-kata yang terucap, tetapi ternyata justru kalimat itulah yang menjadi pemantik perubahan dalam hidup seseorang.


Pernahkah kita menyampaikan nasihat dengan maksud baik, tetapi kata-kata kita malah melukai hati orang lain?

Pernahkah kita membantu seseorang, namun di baliknya terselip rasa bangga yang tak kita sadari?

Pernahkah kita berkata jujur, tetapi kejujuran itu justru menyakiti tanpa perlu?

Pernahkah kita memilih diam demi menjaga diri, tetapi diam itu malah disalahartikan sebagai sikap tak peduli?

Pernahkah kita mengambil jalan yang keliru, tetapi ternyata jalan itu justru mendekatkan kita kepada Allah?


Sering kali, manusia terperangkap dalam persepsi tentang kebaikan dan keburukan. Apa yang kita anggap baik belum tentu diridai Allah dan diterima dengan baik oleh manusia. Sebaliknya, sesuatu yang tampak buruk bisa jadi merupakan jalan yang mengantarkan kita pada kebaikan sejati.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.

Rasulullah ﷺ membaca dzikir ini setelah setiap shalat, majelis, bahkan setelah membaca Al-Qur'an, sebagai penyempurna dan penghapus kekhilafan.


Maka, siapa kita jika merasa semua yang kita lakukan sudah pasti benar?

Siapa kita jika merasa bahwa ucapan kita selalu membawa manfaat?

Siapa kita jika merasa bahwa amal kita sudah cukup tanpa memohon ampunan kepada Allah?


  • Mungkin kita pernah berkata dengan niat baik, tetapi menyinggung hati orang lain.
  • Mungkin kita pernah membantu seseorang, tetapi dalam hati terselip rasa bangga.
  • Mungkin kita pernah beribadah dengan penuh kekhusyukan, tetapi tanpa sadar ada perasaan lebih baik dari yang lain.


Dzikir ini mengajarkan kita untuk mengakhiri setiap amalan dengan kesadaran bahwa kita tidak sempurna. Bahwa ada yang luput dari niat kita. Bahwa ada yang mungkin salah dalam tindakan kita.


Dan hanya dengan memohon ampunan kepada Allah, amal kita akan diterima dengan sempurna.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu 'anha:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: مَا جَلَسَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ مَجْلِسًا قَطُّ، وَلَا تَلَا قُرْآنًا، وَلَا صَلَّى صَلَاةً، إِلَّا خَتَمَ ذَٰلِكَ بِكَلِمَاتٍ. فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ كَلِمَاتٍ تَقُولُهُنَّ؟ قَالَ: نَعَمْ، مَنْ قَالَ خَيْرًا خُتِمَ لَهُ طَابِعٌ عَلَى ذَٰلِكَ، وَمَنْ قَالَ شَرًّا كُنَّ لَهُ كَفَّارَةً: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ."

(HR. Muslim No. 484 dan Abu Dawud No. 4850)


Mari kita renungi:

Jika Rasulullah ﷺ yang telah dijamin surga saja selalu menutup amal dengan istighfar, bagaimana dengan kita?


  • Jangan biarkan kebaikan yang kita lakukan berubah menjadi dosa karena sombong. 

  • Jangan biarkan ibadah kita kehilangan ruh karena merasa cukup. 

  • Jangan biarkan perkataan kita melukai tanpa sadar.


Maka, setiap selesai berbuat, akhirilah dengan istighfar dan tobat. Agar amal yang kita lakukan benar-benar diterima oleh Allah.

Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik.



Menyempurnakan Amal dengan Kesadaran dan Istighfar

Kehidupan ini penuh dengan warna: ada kebaikan yang kita niatkan dengan tulus, tetapi mungkin melukai. Ada kesalahan yang kita sesali, tetapi justru menjadi jalan menuju perbaikan. Ada kebanggaan dalam beribadah, yang tanpa sadar justru menjauhkan kita dari keikhlasan.

Maka, bagaimana kita bisa memastikan bahwa setiap langkah yang kita ambil benar-benar baik di sisi Allah?

Di sinilah pentingnya kesadaran—kesadaran bahwa manusia tidak luput dari kekhilafan. Dan kesadaran ini harus disertai dengan istighfar dan tobat agar amal yang kita lakukan menjadi sempurna di hadapan Allah ﷻ.


Kapan Dzikir Ini Sebaiknya Dibaca?

Setelah Majelis → Agar segala perkataan yang kurang baik dalam pertemuan itu diampuni oleh Allah.


  • Setelah Shalat → Sebagai bentuk penyempurnaan ibadah.


  • Setelah Membaca Al-Qur’an → Memohon agar bacaan kita benar-benar membawa manfaat dan berkah.


  • Sebelum Tidur → Agar hari yang telah kita lalui ditutup dengan istighfar, siapa tahu itu hari terakhir kita di dunia.


Kesimpulan: Jangan Pernah Merasa Cukup


Jangan merasa bahwa ibadah kita sudah cukup, bahwa kebaikan kita sudah sempurna, atau bahwa amal kita sudah pasti diterima. Jika Rasulullah ﷺ yang sudah dijamin masuk surga saja masih terus beristighfar, bagaimana dengan kita?


Setiap amal, sekecil apa pun, bisa bernilai besar atau bisa sia-sia tergantung pada niat, cara, dan penyempurnaannya.


Maka mari kita biasakan:

Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik.

Agar setiap langkah kita selalu ditutup dengan kesadaran, istighfar, dan permohonan tobat.

Semoga Allah menerima amal kita, mengampuni kesalahan kita, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang senantiasa sadar bahwa hanya dengan rahmat-Nya lah kita bisa selamat.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Comments

Popular posts from this blog

Tidak ada yang abadi di dunia ini

Tidak ada yang abadi di dunia ini Berbekallah, tidak ada yang abadi di dunia ini. semua akan ada akhirnya. Urusan dunia itu hanya mainan belaka. Ibarat orang berkuda di padang pasir, menemukan naungan dibawah pohon, dia berhenti berteduh. Tidak selamanya dia disitu, dia berteduh hanya sebentar beristirahat dan akan melanjutkan perjalanannya , dan segera pergi.Demikian naungan itu, gambaran dunia "yang kita singgahi"  yang kita hidup didalamnya, hanya sebentar. "innaa ja'alnaa maa 'alaa al-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan" ( Q 18:7) "Sesungguhnya kami (Allah) menjadikan segala apa di bumi hanya sebagai hiasan , untuk mengetahui manakah diantara kalian yang baik amalannya.". Jadi manusia jangan salah faham, untuk apa dia terlahir jadi manusia. Diayat yang lain ( banyak ), Allah berfirman, "sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu ( Q 61 :1 ) ...

Mencari tahu tentang Promol12

 Promol12 HPAI Promol12 Probiotik Mikro Organisme Lokal yang terdiri dari 12 Jenis MOL (Mikro Organisme Lokal) untuk pupuk, pakan ternak, pakan ikan, penghancur kotoran dll Nama Produk : Promol12 Harga Jual Konsumen : 250.000 Isi Kemasan : 1000 gram Berat Kemasan : 1025 gram Atau Beli Via SMS atau WA 085295270482 BELI Promol12 VIA SMS Pemakaian Promol Promol Untuk Kebutuhan Sehari-hari Promol memang sangat bagus digunakan untuk meningkatkan kualitas pakan ternak dan pupuk. Namun bukan hanya itu, banyak manfaat promol untuk keperluan sehari-hari. Luar biasa manfaatnya. APLIKASI PROMOL NO. 7: LARUTAN UNTUK BURUNG DAN HEWAN PELIHARAAN KECIL Mungkin ada yang suka memilihara burung, hamster, di rumahnya. Bahan-bahan :  1. Promol 1 gr 2. Wadah 3. Air 1 ltr Larutkan promol dalam wadah dng air trsb, aduk2 rata. Diamkan 1 jam, larutan siap di berikan untuk : a. Untuk minum b. Semprot pakan c. Semprot untuk mandi d. Semprot untuk bersihkan ka...

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati Seiring bertambahnya usia, banyak dari kita mulai merasakan perubahan pada raga. Tubuh yang dahulu terasa ringan, kini mudah lelah. Gerak tidak lagi seluwes dulu, dan waktu istirahat pun terasa berbeda. Pada saat seperti inilah hati sering diuji: antara menerima dengan lapang, atau mengeluh dalam diam. Minyak Urut Dayak Kalimantan Pada fase usia tertentu, melemahnya raga sering hadir bersama keluhan-keluhan kecil yang terasa nyata. Ada yang merasakan lutut nyeri ketika berdiri terlalu lama, kaki mudah kram di malam hari, atau badan terasa kaku saat bangun tidur. Keluhan seperti ini tidak selalu berat, namun cukup untuk menguji kesabaran dan ketenangan hati, terutama ketika datang berulang-ulang. Sebagian orang bertanya dalam batin, “Apakah ini pertanda Allah tidak lagi memberi kekuatan?” Padahal, Al-Qur’an justru menjelaskan bahwa keadaan seperti ini adalah bagian dari sunnatullah. Allah Ta‘ala berfirman: اللّ...