Skip to main content

Biasakan mengucapkan "Subhanakallahumma wa bihamdika, ....." ( Bagian 1 )

 


Ketika Kebaikan Melukai, Ketika Keburukan Dapat Diterima.

Ada saat di mana kita merasa telah berbuat baik, tapi ternyata ada hati yang terluka karenanya. Ada saat di mana kita mengira sedang menolong, tapi justru membuat orang merasa terhina. Ada saat di mana kita merasa sudah benar, tapi di hadapan Allah, niat kita berbelok arah.


Sebaliknya, ada juga saat di mana kita merasa telah melakukan kesalahan besar, tapi justru itulah yang menyadarkan kita dan orang lain. Ada saat di mana kita menyesali kata-kata yang pernah keluar, tetapi ternyata justru kalimat itulah yang membuka pintu perubahan bagi seseorang.


Pernahkah kita menasihati seseorang dengan niat baik, tetapi kata-kata kita justru menjadi pisau tajam yang menyakiti hatinya?

Pernahkah kita membantu orang lain, tetapi setelahnya muncul perasaan sombong yang tidak kita sadari?

Pernahkah kita berbicara jujur, tetapi kejujuran itu malah melukai tanpa perlu?

Pernahkah kita diam untuk menjaga diri, tetapi justru diam kita dianggap sebagai pengabaian?

Pernahkah kita memilih jalan yang salah dalam hidup, tetapi justru itu yang membawa kita lebih dekat kepada Allah?


Manusia sering kali terjebak dalam ilusi tentang kebaikan dan keburukan. Apa yang kita anggap baik, belum tentu diterima baik oleh Allah dan manusia. Apa yang kita anggap buruk, bisa jadi adalah jalan yang justru membawa kita pada kebaikan sejati.


Lalu, di mana letak keseimbangan itu?


Di sinilah kita perlu merenung. Bahwa amalan bukan hanya soal apa yang kita lakukan, tetapi juga bagaimana kita melakukannya, kepada siapa, kapan, dan dengan hati seperti apa.


  • Kebaikan yang disampaikan dengan keangkuhan bisa menjadi racun.
  • Kejujuran tanpa kebijaksanaan bisa berubah menjadi pedang yang menusuk.
  • Diam yang salah tempat bisa menyakiti lebih dari kata-kata.

Keburukan yang membuat seseorang kembali kepada Allah, bisa lebih baik daripada kebaikan yang melahirkan kesombongan.


Maka sebelum berbuat, tanyakan pada hati kita:

"Apakah ini benar di mata Allah? Apakah ini baik di hati manusia? Apakah ini akan menjadi penyesalan di akhirat?"


Karena di akhirat, bukan hanya perbuatan yang akan dihisab.

Niat, cara, dan akibatnya pun akan ditimbang.


Merenungi Setiap Langkah:

Kebaikan, Keburukan, dan Timbangan di Akhirat


Kita sering menganggap bahwa kebaikan selalu membawa kebaikan, dan keburukan pasti berujung buruk. Tapi kenyataan hidup sering kali lebih kompleks dari itu. Ada kebaikan yang melukai, ada kejujuran yang menyakitkan, ada niat baik yang berubah menjadi bencana. Sebaliknya, ada keburukan yang akhirnya menyadarkan, ada kesalahan yang justru membawa seseorang kembali ke jalan yang benar.


Di sinilah pentingnya merenungi setiap langkah yang kita ambil. Apa yang kita lakukan bukan hanya soal benar atau salah menurut manusia, tetapi bagaimana hal itu akan dipandang oleh Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada kita dzikir sebagai perisai, pengingat, sekaligus penyempurna dari setiap amalan yang kita lakukan.


Salah satu dzikir yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ untuk menutup setiap majelis, setiap bacaan Al-Qur’an, dan bahkan setiap shalat adalah:


سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ


"Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik."


Dzikir ini bukan sekadar lafaz, tetapi sebuah renungan dan pengakuan:

"Subhanakallahumma wa bihamdika" → Aku mengakui bahwa Engkau, ya Allah, Mahasuci dari segala kekurangan, dan aku memuji-Mu atas segala nikmat yang Engkau berikan.


"Asyhadu alla ilaha illa anta" → Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Segala yang kulakukan, mestinya hanya untuk-Mu.


"Astaghfiruka wa atubu ilaik" → Aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu atas kesalahan yang kusadari maupun yang tidak kusadari.



Comments

Popular posts from this blog

Tidak ada yang abadi di dunia ini

Tidak ada yang abadi di dunia ini Berbekallah, tidak ada yang abadi di dunia ini. semua akan ada akhirnya. Urusan dunia itu hanya mainan belaka. Ibarat orang berkuda di padang pasir, menemukan naungan dibawah pohon, dia berhenti berteduh. Tidak selamanya dia disitu, dia berteduh hanya sebentar beristirahat dan akan melanjutkan perjalanannya , dan segera pergi.Demikian naungan itu, gambaran dunia "yang kita singgahi"  yang kita hidup didalamnya, hanya sebentar. "innaa ja'alnaa maa 'alaa al-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan" ( Q 18:7) "Sesungguhnya kami (Allah) menjadikan segala apa di bumi hanya sebagai hiasan , untuk mengetahui manakah diantara kalian yang baik amalannya.". Jadi manusia jangan salah faham, untuk apa dia terlahir jadi manusia. Diayat yang lain ( banyak ), Allah berfirman, "sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu ( Q 61 :1 ) ...

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi?

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Semakin tua dunia ini semakin hijau royo royo, menjadikan orang terus mempersungguh mencari dunia. Sementara akhlaq dan agama makin jauh ditinggalkan padahal, "Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Kemajuan teknologi mengiringi gemerlapnya dunia. Mengiyakan semua kehendak manusia. Orang dibuat bangga dengan barang baru. Dulu orang bepergian naik onta atau naik kuda, sekarang orang bepergian pakai mobil dari mobil mewah, kapal pesiar mewah, jet mewah dan semua tersedia dengan dilengkapi kemudahan dan kenyaman.Gilanya zaman paham maunya manusia. Sampai manusia terjun bebas didalamnya. Begitu juga dengan tempat tinggal, tidak cukup satu, sekarang orang punya rumah rumah mewah, untuk tempat tinggal, untuk istirahat, untuk bersenang senang dari rumah biasa sampai rumah bak istana yang gemerlapan yang assesorisnya aduhai membuat orang berdecak. Sarana prasarana juga ter...

Mencari tahu tentang Promol12

 Promol12 HPAI Promol12 Probiotik Mikro Organisme Lokal yang terdiri dari 12 Jenis MOL (Mikro Organisme Lokal) untuk pupuk, pakan ternak, pakan ikan, penghancur kotoran dll Nama Produk : Promol12 Harga Jual Konsumen : 250.000 Isi Kemasan : 1000 gram Berat Kemasan : 1025 gram Atau Beli Via SMS atau WA 085295270482 BELI Promol12 VIA SMS Pemakaian Promol Promol Untuk Kebutuhan Sehari-hari Promol memang sangat bagus digunakan untuk meningkatkan kualitas pakan ternak dan pupuk. Namun bukan hanya itu, banyak manfaat promol untuk keperluan sehari-hari. Luar biasa manfaatnya. APLIKASI PROMOL NO. 7: LARUTAN UNTUK BURUNG DAN HEWAN PELIHARAAN KECIL Mungkin ada yang suka memilihara burung, hamster, di rumahnya. Bahan-bahan :  1. Promol 1 gr 2. Wadah 3. Air 1 ltr Larutkan promol dalam wadah dng air trsb, aduk2 rata. Diamkan 1 jam, larutan siap di berikan untuk : a. Untuk minum b. Semprot pakan c. Semprot untuk mandi d. Semprot untuk bersihkan ka...