Skip to main content

KALLĀ: Sebuah Teguran yang Terlupakan




Dalam hidup ini, sering kali manusia sibuk dengan dunia:
mencari rezeki, mengejar impian, membangun nama,
namun lupa pada satu hal yang paling utama—untuk apa kita diciptakan.

Terkadang manusia merasa sudah berbuat cukup,
sudah banyak amal, sudah banyak memberi,
padahal Allah menyampaikan satu ayat teguran,
yang jika direnungkan... bisa membuat dada terasa sesak.



Allah berfirman dalam QS. ‘Abasa: 23:
كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَا أَمَرَهُ
Kallā, lammā yaqḍi mā amarah

“Jangan begitu! Belumlah ia melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya.”

Kata “Kallā” bukan sekadar “tidak”.
Dalam bahasa Arab Al-Qur’an, “Kallā” adalah bentuk teguran tegas.
Teguran bagi mereka yang mengabaikan kebenaran,
terutama orang-orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan.

Tapi apakah hanya untuk mereka?
Ataukah kita pun termasuk yang terkena teguran ini?

Allah berikan kita akal, hati, nikmat hidup, makanan, udara,
tapi adakah kita sungguh-sungguh telah menunaikan perintah-Nya?
Adakah hati ini betul-betul tunduk saat shalat?
Adakah tangan ini menahan dari yang haram?
Adakah lisan ini benar-benar menjaga kehormatan sesama?

Jangan-jangan...
Kita masih sibuk menikmati karunia-Nya,
namun lalai untuk menunaikan kewajiban sebagai hamba-Nya.


Penutup:

Wahai saudaraku,
Hidup bukan hanya soal berlari dan mengejar dunia,
tetapi tentang kembali dengan selamat kepada Dia yang menciptakan kita.

Jangan tunggu ajal datang lalu menyesal.
Jangan sampai ayat ini menjadi saksi bahwa kita telah ditegur… tapi tetap lalai.

“Kallā, lammā yaqḍi mā amarah.”
Jangan begitu...
Belumlah kau laksanakan perintah Tuhanmu.

Mari kita kembali dengan taubat.
Mari kita hidup sebagai hamba, bukan sekadar manusia yang hidup.
Semoga kita tergolong orang yang sadar sebelum terlambat,
dan taat sebelum diseru pulang.


Comments

Popular posts from this blog

Tidak ada yang abadi di dunia ini

Tidak ada yang abadi di dunia ini Berbekallah, tidak ada yang abadi di dunia ini. semua akan ada akhirnya. Urusan dunia itu hanya mainan belaka. Ibarat orang berkuda di padang pasir, menemukan naungan dibawah pohon, dia berhenti berteduh. Tidak selamanya dia disitu, dia berteduh hanya sebentar beristirahat dan akan melanjutkan perjalanannya , dan segera pergi.Demikian naungan itu, gambaran dunia "yang kita singgahi"  yang kita hidup didalamnya, hanya sebentar. "innaa ja'alnaa maa 'alaa al-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan" ( Q 18:7) "Sesungguhnya kami (Allah) menjadikan segala apa di bumi hanya sebagai hiasan , untuk mengetahui manakah diantara kalian yang baik amalannya.". Jadi manusia jangan salah faham, untuk apa dia terlahir jadi manusia. Diayat yang lain ( banyak ), Allah berfirman, "sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu ( Q 61 :1 ) ...

Mencari tahu tentang Promol12

 Promol12 HPAI Promol12 Probiotik Mikro Organisme Lokal yang terdiri dari 12 Jenis MOL (Mikro Organisme Lokal) untuk pupuk, pakan ternak, pakan ikan, penghancur kotoran dll Nama Produk : Promol12 Harga Jual Konsumen : 250.000 Isi Kemasan : 1000 gram Berat Kemasan : 1025 gram Atau Beli Via SMS atau WA 085295270482 BELI Promol12 VIA SMS Pemakaian Promol Promol Untuk Kebutuhan Sehari-hari Promol memang sangat bagus digunakan untuk meningkatkan kualitas pakan ternak dan pupuk. Namun bukan hanya itu, banyak manfaat promol untuk keperluan sehari-hari. Luar biasa manfaatnya. APLIKASI PROMOL NO. 7: LARUTAN UNTUK BURUNG DAN HEWAN PELIHARAAN KECIL Mungkin ada yang suka memilihara burung, hamster, di rumahnya. Bahan-bahan :  1. Promol 1 gr 2. Wadah 3. Air 1 ltr Larutkan promol dalam wadah dng air trsb, aduk2 rata. Diamkan 1 jam, larutan siap di berikan untuk : a. Untuk minum b. Semprot pakan c. Semprot untuk mandi d. Semprot untuk bersihkan ka...

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati Seiring bertambahnya usia, banyak dari kita mulai merasakan perubahan pada raga. Tubuh yang dahulu terasa ringan, kini mudah lelah. Gerak tidak lagi seluwes dulu, dan waktu istirahat pun terasa berbeda. Pada saat seperti inilah hati sering diuji: antara menerima dengan lapang, atau mengeluh dalam diam. Minyak Urut Dayak Kalimantan Pada fase usia tertentu, melemahnya raga sering hadir bersama keluhan-keluhan kecil yang terasa nyata. Ada yang merasakan lutut nyeri ketika berdiri terlalu lama, kaki mudah kram di malam hari, atau badan terasa kaku saat bangun tidur. Keluhan seperti ini tidak selalu berat, namun cukup untuk menguji kesabaran dan ketenangan hati, terutama ketika datang berulang-ulang. Sebagian orang bertanya dalam batin, “Apakah ini pertanda Allah tidak lagi memberi kekuatan?” Padahal, Al-Qur’an justru menjelaskan bahwa keadaan seperti ini adalah bagian dari sunnatullah. Allah Ta‘ala berfirman: اللّ...