Showing posts with label TafsirQuran. Show all posts
Showing posts with label TafsirQuran. Show all posts

Thursday, November 6, 2025

“Ketika Orang Zalim Menyesal di Hari Kiamat — Renungan QS Asy-Syura:22”

 





Cek [ready stock] Gamis set French Khimar  ELIZA | ABAYA Set Wolpeach exclusive RANIKO dengan harga Rp269.000. Dapatkan di Shopee sekarang


Ketika Orang Zalim Menyesal di Hari Kiamat — Renungan QS Asy-Syura:22

Ayat Al-Qur'an: Surah Asy-Syura Ayat 22

اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ berfirman:

﴿تَرَى الظَّالِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا كَسَبُوا وَهُوَ وَاقِعٌۢ بِهِمْ ۖ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فِى رَوْضَاتِ ٱلْجَنَّـٰتِ ۖ لَهُم مَّا يَشَآءُونَ عِندَ رَبِّهِمْ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْكَبِيرُ﴾

Artinya: "Kamu akan melihat orang-orang yang zalim itu ketakutan karena (akibat) dari apa yang telah mereka kerjakan, dan (azab itu) pasti menimpa mereka. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh (berada) di taman-taman surga. Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Itulah karunia yang besar."
(QS. Asy-Syura: 22)


Penjelasan Ayat

Pada hari kiamat, segala kedustaan manusia akan dibongkar. Orang-orang zalim—yakni mereka yang berbuat kejahatan, kesyirikan, penindasan, fitnah, dan pengingkaran terhadap kebenaran—akan terlihat ketakutan luar biasa. Mereka menyadari bahwa amal jahat mereka tidak akan bisa ditolak, dan azab yang mereka remehkan selama hidup akan benar-benar menimpa mereka.

Bayangkan, di dunia mereka menyebut Rasulullah ﷺ sebagai tukang sihir, orang gila, bahkan berusaha membunuhnya. Padahal Rasulullah telah memberi peringatan akan kedahsyatan hari kiamat. Namun mereka tertipu oleh kesenangan dunia yang fana.

Hari itu, manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar. Tidak ada naungan selain dari Allah. Matahari didekatkan, peluh membanjiri tubuh, dan hari itu berlangsung selama lima puluh ribu tahun lamanya. Semua orang dalam keadaan panik, menyesal, dan terdiam, tak mampu berkata-kata, menunggu keputusan Allah.

Sedangkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, mereka ditempatkan di taman-taman surga. Mereka mendapatkan apa pun yang mereka kehendaki, dengan penuh kemuliaan dan ketenangan. Itulah karunia yang besar yang Allah janjikan bagi hamba-hamba-Nya yang taat.


Hadis-Hadis Pendukung

1. Panjang dan Dahsyatnya Hari Kiamat

Rasulullah ﷺ bersabda:

يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ القِيَامَةِ عَلَى أَرْضٍ بَيْضَاءَ عَفْرَاءَ، كَقُرْصَةِ النَّقِيِّ، لَيْسَ فِيهَا عَلَمٌ لِأَحَدٍ

"Manusia dikumpulkan pada hari kiamat di atas tanah putih bersih seperti roti, tidak ada tanda-tanda pengenal di sana untuk seorang pun."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Semua manusia sama, tak ada pangkat, jabatan, atau harta yang dibanggakan. Semua hanya menunggu hasil amalnya.

2. Hari Itu Sepanjang 50.000 Tahun

Allah berfirman:

﴿تَعْرُجُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ إِلَيْهِ فِى يَوْمٍۢ كَانَ مِقْدَارُهُۥ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ﴾

"Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun."
(QS. Al-Ma’arij: 4)

Ini menggambarkan betapa panjang, berat, dan penuh penantian hari itu. Hanya orang yang beriman yang mendapatkan ketenangan.


Zalim Itu Tidak Harus Membunuh – Tapi Mengabaikan Kebenaran

Banyak yang merasa aman karena tak membunuh, tak mencuri. Tapi berapa banyak dari kita yang zalim kepada diri sendiri dan orang lain dengan menolak kebenaran, meninggalkan salat, menghina perintah Allah, atau bahkan mengolok dakwah Nabi Muhammad ﷺ?

Allah berfirman:

﴿وَمَا ظَلَمْنَـٰهُمْ وَلَـٰكِن كَانُوٓا۟ هُمُ ٱلظَّـٰلِمِينَ﴾
"Dan Kami tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri."
(QS. Az-Zukhruf: 76)


Kemenangan Besar Bagi Orang Beriman

Dalam QS. Asy-Syura:22, Allah menegaskan bahwa "mereka mendapatkan apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka."

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ، وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ

"Sesungguhnya di surga terdapat apa yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati manusia."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Mereka mendapatkan keridhaan Allah, tempat kembali yang indah, dan terhindar dari siksa yang mengerikan.


Apakah Kita Tidak Mau Mengambil Pelajaran?

Kita hidup di zaman di mana banyak orang mengulang kesalahan kaum dahulu: menolak peringatan, mengejek dakwah, sibuk dengan dunia, dan menunda taubat.

Padahal Allah telah memberi peringatan dengan begitu jelas. Rasulullah ﷺ sudah mengorbankan segalanya demi menyampaikan kebenaran. Namun sebagaimana di masa lalu, hari ini pun masih ada yang berkata:

“Itu hanya dongeng orang dahulu!”
“Ah, kiamat masih lama!”
“Kami belum siap taat!”

Apakah hati kita sudah terkunci?

Allah berfirman:

﴿فَوَيْلٌۭ لِّلْقَـٰسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ فِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍۢ﴾
"Maka celakalah mereka yang hatinya keras untuk menerima peringatan Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata."
(QS. Az-Zumar: 22)


Penutup: Waktunya Kembali Sebelum Terlambat

Wahai jiwa yang lupa, jangan tunggu kematian menghampiri baru ingin berubah. Jangan tunggu penyesalan, karena penyesalan di akhirat tidak bisa mengubah apa-apa.

Ambillah pelajaran dari kisah orang-orang zalim yang ketakutan pada hari kiamat, dan jadikan dirimu termasuk orang-orang yang beriman dan beramal saleh, agar kelak kita berada di taman-taman surga dan mendapatkan segala yang kita kehendaki dari sisi Allah.

Sebagaimana firman-Nya dalam ayat penutup ini:

﴿ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْكَبِيرُ﴾
"Itulah karunia yang besar."

Mari kita perbanyak istighfar, dzikir, salat tepat waktu, dan amal kebaikan. Jangan tunda taubat. Dunia wajar dicari tapi bersikap bijaklah, dengan banyak ilmu agama orang akan menjadi bijak. Dunia hanya sebentar, akhirat selamanya, hari yang tak ada ujungnya, jangan sampai menjadi orang tergolong orang penghuni Neraka selamanya.


Sunday, April 13, 2025

KALLĀ: Sebuah Teguran yang Terlupakan




Dalam hidup ini, sering kali manusia sibuk dengan dunia:
mencari rezeki, mengejar impian, membangun nama,
namun lupa pada satu hal yang paling utama—untuk apa kita diciptakan.

Terkadang manusia merasa sudah berbuat cukup,
sudah banyak amal, sudah banyak memberi,
padahal Allah menyampaikan satu ayat teguran,
yang jika direnungkan... bisa membuat dada terasa sesak.



Allah berfirman dalam QS. ‘Abasa: 23:
كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَا أَمَرَهُ
Kallā, lammā yaqḍi mā amarah

“Jangan begitu! Belumlah ia melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya.”

Kata “Kallā” bukan sekadar “tidak”.
Dalam bahasa Arab Al-Qur’an, “Kallā” adalah bentuk teguran tegas.
Teguran bagi mereka yang mengabaikan kebenaran,
terutama orang-orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan.

Tapi apakah hanya untuk mereka?
Ataukah kita pun termasuk yang terkena teguran ini?

Allah berikan kita akal, hati, nikmat hidup, makanan, udara,
tapi adakah kita sungguh-sungguh telah menunaikan perintah-Nya?
Adakah hati ini betul-betul tunduk saat shalat?
Adakah tangan ini menahan dari yang haram?
Adakah lisan ini benar-benar menjaga kehormatan sesama?

Jangan-jangan...
Kita masih sibuk menikmati karunia-Nya,
namun lalai untuk menunaikan kewajiban sebagai hamba-Nya.


Penutup:

Wahai saudaraku,
Hidup bukan hanya soal berlari dan mengejar dunia,
tetapi tentang kembali dengan selamat kepada Dia yang menciptakan kita.

Jangan tunggu ajal datang lalu menyesal.
Jangan sampai ayat ini menjadi saksi bahwa kita telah ditegur… tapi tetap lalai.

“Kallā, lammā yaqḍi mā amarah.”
Jangan begitu...
Belumlah kau laksanakan perintah Tuhanmu.

Mari kita kembali dengan taubat.
Mari kita hidup sebagai hamba, bukan sekadar manusia yang hidup.
Semoga kita tergolong orang yang sadar sebelum terlambat,
dan taat sebelum diseru pulang.