Nasehat Islami Tentang Cobaan Dunia dan Keteguhan Hati
Tidak semua ujian hidup datang dalam bentuk kesusahan. Kadang manusia justru diuji ketika sedang sehat, memiliki harta, berada dalam kemudahan, atau mendapat kedudukan tinggi di mata manusia.
Karena itu menjaga keimanan di zaman sekarang menjadi perjuangan besar bagi setiap Muslim. Dunia semakin penuh godaan, sementara hati manusia mudah berubah.
Tulisan ini sekadar nasehat dan pengingat untuk diri sendiri dan sesama Muslim agar tetap menjaga iman di tengah cobaan hidup, baik ketika susah maupun ketika senang.
Hidup Dunia Adalah Tempat Ujian
Allah SWT menjelaskan bahwa kehidupan dunia memang tempat ujian bagi manusia.
QS. Al-Mulk : 2
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
Artinya:
“Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.”
Setiap manusia akan diuji dengan keadaan yang berbeda-beda. Ada yang diuji dengan kekurangan, ada yang diuji dengan kelimpahan.
Allah SWT berfirman:
QS. Al-Baqarah : 155
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Artinya:
“Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
Karena itu seorang Muslim hendaknya tidak mudah putus asa ketika hidup terasa berat. Sebaliknya, jangan pula terlalu terlena ketika hidup sedang menyenangkan.

Temukan Speaker Murottal Al Quran
Lampu Tidur 24 JAM Quran Surah,
Rizik Ayaht,Zikir ,Ruqyah List
seharga Rp45.764.
Dapatkan sekarang juga di Shopee!
Dunia Hanyalah Sementara
Zaman sekarang manusia sangat mudah terpikat oleh dunia. Barang baru terus muncul, gaya hidup berubah cepat, dan media sosial membuat manusia berlomba menunjukkan kehidupan terbaiknya.
Padahal Allah SWT telah mengingatkan:
QS. Al-Hadid : 20
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ
Artinya:
“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, saling berbangga di antara kamu, serta berlomba dalam harta dan anak-anak.”
Harta, rumah, kendaraan, jabatan, dan kemewahan dunia tidak akan dibawa mati. Semua hanya titipan sementara.
Rasulullah SAW juga bersabda:
الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ
Artinya:
“Dunia itu manis dan hijau, dan Allah menjadikan kalian pengelolanya. Maka Dia akan melihat bagaimana kalian berbuat.”
(HR. Muslim)
Karena itu Islam tidak melarang mencari rezeki dan kehidupan yang baik. Namun seorang Muslim harus tetap menjaga batas agar dunia tidak menguasai hati.
Menjaga Keimanan di Tengah Fitnah Dunia
Keimanan manusia bisa naik dan turun. Hati sangat mudah berubah apabila jauh dari Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ قُلُوبَ بَنِي آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ
Artinya:
“Sesungguhnya hati anak Adam seluruhnya berada di antara dua jari dari jari-jari Allah Yang Maha Pengasih, Dia membolak-balikkannya sesuai kehendak-Nya.”
(HR. Muslim)
Karena itu Nabi Muhammad SAW sering berdoa:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Artinya:
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
(HR. Tirmidzi)
Di zaman penuh fitnah seperti sekarang, doa ini sangat penting diamalkan.
Selain berdoa, menjaga iman juga dilakukan dengan:
- menjaga shalat,
- membaca Al-Qur’an,
- memperbanyak dzikir,
- bersedekah,
- menjaga pergaulan,
- dan memperbanyak taubat.
Orang Bertakwa Adalah Orang yang Mampu Menahan Diri
Allah SWT menjelaskan ciri orang-orang bertakwa dalam Al-Qur’an:
QS. Ali Imran : 134
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Artinya:
“Yaitu orang-orang yang berinfak baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”
Ayat ini mengajarkan bahwa kemuliaan bukan hanya pada banyaknya harta atau tingginya kedudukan, tetapi pada akhlak dan ketakwaan.
Mampu menahan marah, memaafkan orang lain, dan tetap berbuat baik dalam keadaan sulit adalah tanda hati yang dekat kepada Allah.
Jangan Pernah Putus Asa dari Ampunan Allah
Setiap manusia pasti pernah berbuat dosa dan kesalahan. Namun Islam mengajarkan agar manusia tidak berputus asa dari rahmat Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
Artinya:
“Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat.”
(HR. Tirmidzi)
Karena itu jangan lelah meminta ampun kepada Allah SWT.
Taubat, istighfar, dan penyesalan atas dosa adalah tanda bahwa hati masih hidup.
Semua Manusia Ada Masa Naik dan Turunnya
Dalam kehidupan ini tidak ada manusia yang selalu berada di atas. Kadang seseorang berada di masa kejayaan, kadang berada di masa kesulitan.
Allah SWT berfirman:
QS. Ali Imran : 139
وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Artinya:
“Janganlah kamu merasa lemah dan jangan bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman.”
Dan Allah SWT juga berfirman:
QS. Ali Imran : 140
وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ
Artinya:
“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia.”
Ayat ini mengingatkan bahwa hidup terus berputar. Karena itu jangan sombong ketika berhasil dan jangan terlalu hancur ketika gagal.
Semua keadaan bisa berubah dengan cepat.
Selalu Ingat Akhirat
Salah satu cara menjaga hati agar tidak terlalu cinta dunia adalah dengan mengingat kematian dan akhirat.
Rasulullah SAW bersabda:
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَادِمِ اللَّذَّاتِ
Artinya:
“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan, yaitu kematian.”
(HR. Tirmidzi)
Mengingat kematian membuat manusia lebih berhati-hati dalam hidup.
Ia akan lebih mudah:
- bersyukur,
- bersabar,
- tidak berlebihan mengejar dunia,
- dan lebih memikirkan amal akhirat.
Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat
Seorang Muslim diajarkan agar mencari kebaikan dunia tanpa melupakan akhirat.
Allah SWT mengajarkan doa:
QS. Al-Baqarah : 201
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya:
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.”
Penutup
Hidup di dunia hanyalah sementara. Tidak ada harta, jabatan, ataupun kemewahan yang akan kekal selamanya.
Karena itu jagalah hati agar tetap dekat kepada Allah SWT, baik ketika hidup sedang senang maupun ketika sedang susah.
Semoga Allah SWT menjaga keimanan kita, mengampuni dosa-dosa kita, meneguhkan hati kita di atas agama-Nya, dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba yang bertakwa.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Comments
Post a Comment