Skip to main content

Posts

Showing posts with the label renungan islami

Bila Saatnya Itu Tiba…

  Nasehat Islami Tentang Kematian, Kehidupan, dan Persiapan Hati Tidak ada manusia yang mengetahui kapan ajal akan datang. Ada yang pagi masih berbicara dan bercanda, sore harinya sudah dipanggil menghadap Allah SWT. Ada yang sedang merencanakan masa depan, namun ternyata perjalanan hidupnya telah sampai di ujung waktu. Karena itu Islam mengajarkan agar manusia tidak terlalu lalai terhadap dunia. Sebab suatu hari nanti akan datang sebuah waktu yang pasti. Waktu ketika harta tidak lagi berguna. Waktu ketika jabatan tidak lagi menyelamatkan. Waktu ketika manusia hanya ditemani amalnya. Itulah saat kematian tiba. Kematian Adalah Kepastian Allah SWT berfirman: كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ Artinya: “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran : 185) Kematian bukan hanya untuk orang tua. Bukan hanya untuk orang sakit. Tidak sedikit manusia yang dipanggil Allah ketika masih muda, sehat, dan kuat. Karena itu seorang Muslim hendaknya selalu mempersiapk...

Orang Cerdas Adalah Orang yang Mengoreksi Diri

Jovitech microphone wireless mic clip on dual lavalier mikrofon peredam kebisingan vlog with charging case LM03 terbaru. Pengantar Di zaman ketika orang berlomba terlihat paling benar, paling pintar, dan paling didengar, kita sering lupa satu perkara yang sangat mendasar: mengoreksi diri sendiri. Padahal, tidak sedikit orang yang lisannya fasih, ilmunya luas, bahkan nasihatnya indah, tetapi hatinya sempit dan jiwanya lelah. Islam tidak memuliakan kecerdasan yang membesarkan ego. Islam memuliakan kecerdasan yang menundukkan diri. Rasulullah ﷺ tidak mendefinisikan orang cerdas sebagai mereka yang menang dalam perdebatan, tetapi sebagai mereka yang berani bercermin sebelum menghakimi. 1. Definisi Orang Cerdas Menurut Rasulullah ﷺ Rasulullah ﷺ bersabda: الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ “Orang yang cerdas adalah orang yang mengoreksi (menghisab) dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah) Hadis ini sangat tegas dan jujur. Or...

Kala Rasulullah Menangis di Tengah Malam

Di saat malam menutup bumi, dan manusia tenggelam dalam lelapnya dunia, seorang manusia paling mulia justru berdiri tegak — sendirian — di hadapan Tuhannya. Tubuhnya bergetar, suaranya lirih, matanya basah oleh tangis yang tulus. Itulah Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Manusia pilihan yang dosanya telah diampuni — yang seandainya ia tidur sepanjang malam pun, tak seorang pun berani menegurnya. Tapi justru malam baginya adalah saat paling sakral untuk kembali kepada Allah, bukan untuk meminta dunia, melainkan menangis karena takut akan murka-Nya dan rindu pada rahmat-Nya . Aisyah radhiyallahu ‘anha, istri tercintanya, menyaksikan malam-malam seperti itu. كَانَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يُصَلِّي ... فَإِذَا مَرَّ بِآيَةٍ فِيهَا رَحْمَةٌ سَأَلَ،  وَإِذَا مَرَّ بِآيَةٍ فِيهَا عَذَابٌ تَعَوَّذَ "Jika beliau berdiri shalat malam, dan membaca ayat yang berisi rahmat, maka beliau memohon kepada Allah; dan jika melewati ayat tentang azab, beliau memohon perlindungan....