Skip to main content

Mengapa memahami agama sebaiknya perlu dengan ilmu agama yang bersanad.

 


Dalam Islam, menjaga kemurnian ajaran agama adalah tugas besar yang hanya dapat dilakukan dengan berpegang teguh pada ilmu yang bersumber jelas, yaitu ilmu mangkul. Ilmu ini ditransmisikan melalui sanad yang terpercaya, menghubungkan para ulama hingga Rasulullah SAW. Dengan prinsip ini, ajaran Islam terpelihara dari penyimpangan seperti bid’ah, pendapat pribadi yang tidak berdasar, dan interpretasi yang keliru. Artikel ini mengulas pentingnya ilmu mangkul dalam menjaga integritas agama, melestarikan tradisi keilmuan Islam, dan menghindarkan umat dari kesalahan dalam memahami Al-Qur’an dan Hadis.


BAJU KOKO TANGAN PANJANG JASCO EXCLUSIV AL MULK Baju Muslim Pria Modern TERLARIS// OUTFIT STYLE Bahan Katun Toyobo Premium Model Jasko Semi Jass



Sesuai dengan prinsip dalam Islam bahwa dalam hal agama, khususnya dalam memahami Al-Qur'an dan Hadis, penekanan pada ilmu mangkul—yaitu ilmu yang bersanad, berpindah dari guru kepada murid secara otentik—merupakan fondasi utama untuk menjaga kemurnian ajaran.

Allah memerintahkan kita untuk bertanya kepada orang-orang yang berilmu:


فَاسْأَلُوا أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui."

(QS. An-Nahl: 43)

وَاِنَّكَ لَتُلَقَّى الْقُرْاٰنَ مِنْ لَّدُنْ حَكِيْمٍ عَلِيْمٍ ( QS. An-Naml:6 ) 

" Sesungguhnya engkau ( Muhammad) diberi ( dimangkuli ) Al-Quran dari sisi Allah Yang Maha Menghukumi lagi Maha Mengetahui "

Sabda Rasulullah SAW :

تَسْمَعُونَ وَيُسْمَعُ مِنْکُمْ وَيُسْمَعُ مِمَنْ سَمِعَ  مِنْکُمْ

( رواه أبو داود  )

"Kalian (Sahabat ) mendengarkan (ilmu dariku), kemudian ( ilmu ) didengarkan ( oleh tabi'in) dari kalian  ( sahabat ) , lalu (ilmu) didengarkan  ( oleh tabi'it-tabi'in) dari orang-orang (tabi'in)  yang telah mendengar dari kalian."


Pentingnya Ilmu Mangkul dalam Agama


Menjaga Kemurnian Ajaran:


Ilmu yang diterima dari sanad yang jelas (sampai kepada Rasulullah SAW) memastikan bahwa ajaran tersebut tidak dicampuri dengan pendapat pribadi, hawa nafsu, atau interpretasi yang tidak sesuai dengan maksud aslinya.


Pendapat yang keluar dari kerangka ini, walaupun secara logika tampak benar, tetap dihukum salah karena tidak memiliki dasar dari sanad yang shahih.


Larangan Berdasarkan Pendapat Pribadi:

Dalam Islam, Rasulullah SAW telah melarang menyampaikan ajaran agama berdasarkan pendapat atau logika semata tanpa ilmu.

Rasulullah SAW bersabda:


> مَنْ قَالَ فِي ٱلْقُرْآنِ بِرَأْيِهِ فَأَصَابَ فَقَدْ أَخْطَأَ

"Barang siapa berbicara tentang Al-Qur'an dengan pendapatnya sendiri, maka dia telah bersalah, meskipun apa yang dia katakan benar."

(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa'i).


Hadis ini menegaskan bahwa memahami agama harus dengan dasar ilmu yang jelas, bukan sekadar pendapat atau kemampuan berbahasa.



Menghindari Bid'ah:


Bid'ah, yaitu penambahan atau pengurangan dalam agama, menjadi ancaman besar jika ajaran tidak disampaikan dengan sanad yang benar.


Dalam hadis Rasulullah SAW bersabda:

*وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ ٱلْأُمُورِ، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ*

"Jauhilah perkara-perkara yang baru (dalam agama), karena setiap perkara yang baru adalah bid'ah, dan setiap bid'ah adalah sesat."

(HR. Muslim).



Keunggulan Ilmu Mangkul


Ketersambungan dengan Rasulullah SAW:

Ilmu mangkul memiliki isnad (rantai periwayatan) yang menghubungkan guru, murid, hingga Rasulullah SAW. Sebagaimana disebutkan oleh Abdullah bin Mubarak:



الْإِسْنَادُ مِنَ الدِّينِ وَلَوْلَا الْإِسْنَادُ لَقَالَ مَنْ شَاءَ مَا شَاءَ

"Sanad adalah bagian dari agama. Tanpa sanad, siapa saja bisa mengatakan apa saja."



Kehati-hatian dalam Menyampaikan Ilmu:

Para ulama terdahulu sangat berhati-hati dalam menyampaikan ilmu agama. Mereka tidak akan mengatakan sesuatu kecuali mereka mengetahuinya dari guru mereka, yang juga mendapatkan dari guru sebelumnya.


Keselamatan dari Penyimpangan:

Ilmu yang bersanad menjamin bahwa setiap ajaran telah diverifikasi kebenarannya, sehingga umat Islam terhindar dari pemahaman yang keliru atau menyimpang.



Tanggung Jawab Penyampai Ilmu Agama


Mengikuti Tradisi Keilmuan yang Sahih:

Mubaligh, ustaz, atau siapa pun yang menyampaikan agama harus memastikan bahwa ilmu yang disampaikan berasal dari sumber yang bersanad, baik itu dalam tafsir, hadis, maupun fiqih.


Menghindari Tafsir Berdasarkan Akal Semata:

Menafsirkan Al-Qur'an atau Hadis tanpa dasar ilmu yang bersanad adalah tindakan yang berbahaya, karena dapat menyesatkan diri sendiri dan orang lain.



Berpegang pada Ulama yang Muktabar:

Dalam memahami agama, kita harus merujuk kepada para ulama yang diakui keilmuannya dan memiliki sanad ilmu yang jelas.


Berikut adalah ucapan Imam Syafi'i rahimahullah : 


> مَنْ تَعَلَّمَ مِنَ ٱلصُّحُفِ ضَيَّعَ ٱلْأَحْكَامَ  

> "Barang siapa belajar hanya dari buku tanpa guru, maka ia akan menyia-nyiakan hukum."  


Ucapan ini menekankan pentingnya belajar dari lisan para ulama, bukan hanya dari tulisan semata. Hal ini selaras dengan tradisi keilmuan Islam yang menekankan sanad keilmuan agar ilmu yang dipelajari tidak menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW.


Kesimpulan


Agama Islam harus disampaikan dengan ilmu yang bersanad (mangkul), tanpa dicampuri oleh pendapat pribadi, bid'ah, atau interpretasi bebas. Prinsip ini menjamin kemurnian ajaran Islam hingga akhir zaman. Tugas kita adalah memastikan bahwa kita belajar dan menyampaikan agama dari sumber-sumber yang terpercaya, serta menghindari segala bentuk penyimpangan.


Alhamdulillah, semoga penyampaian  yang penuh manfaat ini, penuh barakallah. Dan Semoga Allah SWT selalu membimbing kita untuk tetap berada di jalan yang lurus dan menjaga kemurnian ilmu agama. Barakallahu fiikum.

Comments

Popular posts from this blog

Tidak ada yang abadi di dunia ini

Tidak ada yang abadi di dunia ini Berbekallah, tidak ada yang abadi di dunia ini. semua akan ada akhirnya. Urusan dunia itu hanya mainan belaka. Ibarat orang berkuda di padang pasir, menemukan naungan dibawah pohon, dia berhenti berteduh. Tidak selamanya dia disitu, dia berteduh hanya sebentar beristirahat dan akan melanjutkan perjalanannya , dan segera pergi.Demikian naungan itu, gambaran dunia "yang kita singgahi"  yang kita hidup didalamnya, hanya sebentar. "innaa ja'alnaa maa 'alaa al-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan" ( Q 18:7) "Sesungguhnya kami (Allah) menjadikan segala apa di bumi hanya sebagai hiasan , untuk mengetahui manakah diantara kalian yang baik amalannya.". Jadi manusia jangan salah faham, untuk apa dia terlahir jadi manusia. Diayat yang lain ( banyak ), Allah berfirman, "sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu ( Q 61 :1 ) ...

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi?

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Semakin tua dunia ini semakin hijau royo royo, menjadikan orang terus mempersungguh mencari dunia. Sementara akhlaq dan agama makin jauh ditinggalkan padahal, "Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Kemajuan teknologi mengiringi gemerlapnya dunia. Mengiyakan semua kehendak manusia. Orang dibuat bangga dengan barang baru. Dulu orang bepergian naik onta atau naik kuda, sekarang orang bepergian pakai mobil dari mobil mewah, kapal pesiar mewah, jet mewah dan semua tersedia dengan dilengkapi kemudahan dan kenyaman.Gilanya zaman paham maunya manusia. Sampai manusia terjun bebas didalamnya. Begitu juga dengan tempat tinggal, tidak cukup satu, sekarang orang punya rumah rumah mewah, untuk tempat tinggal, untuk istirahat, untuk bersenang senang dari rumah biasa sampai rumah bak istana yang gemerlapan yang assesorisnya aduhai membuat orang berdecak. Sarana prasarana juga ter...

Mencari tahu tentang Promol12

 Promol12 HPAI Promol12 Probiotik Mikro Organisme Lokal yang terdiri dari 12 Jenis MOL (Mikro Organisme Lokal) untuk pupuk, pakan ternak, pakan ikan, penghancur kotoran dll Nama Produk : Promol12 Harga Jual Konsumen : 250.000 Isi Kemasan : 1000 gram Berat Kemasan : 1025 gram Atau Beli Via SMS atau WA 085295270482 BELI Promol12 VIA SMS Pemakaian Promol Promol Untuk Kebutuhan Sehari-hari Promol memang sangat bagus digunakan untuk meningkatkan kualitas pakan ternak dan pupuk. Namun bukan hanya itu, banyak manfaat promol untuk keperluan sehari-hari. Luar biasa manfaatnya. APLIKASI PROMOL NO. 7: LARUTAN UNTUK BURUNG DAN HEWAN PELIHARAAN KECIL Mungkin ada yang suka memilihara burung, hamster, di rumahnya. Bahan-bahan :  1. Promol 1 gr 2. Wadah 3. Air 1 ltr Larutkan promol dalam wadah dng air trsb, aduk2 rata. Diamkan 1 jam, larutan siap di berikan untuk : a. Untuk minum b. Semprot pakan c. Semprot untuk mandi d. Semprot untuk bersihkan ka...