Posts

Showing posts with the label menjaga lisan

Paket Wajah AMA Korean Skincare Cream Pemutih Wajah Permanen Krim Whitening Glowing Korea Jepang

Menjaga Lisan: Jalan Menuju Cinta Allah dan Rasul-Nya

Image
  Temukan Setelan olahraga muslimah tunik wanita/setelan senam tunik/setelan olahraga muslim wanita Menjaga Lisan: Jalan Menuju Cinta Allah dan Rasul-Nya Pengantar Dalam perjalanan hidup, manusia sering datang kepada Allah dengan doa-doa yang penuh harap. Kita memohon dengan sungguh-sungguh, bahkan terkadang dengan air mata. Namun tidak jarang, apa yang kita pinta tidak juga terwujud, atau terwujud dengan cara yang tidak kita kehendaki. Di saat seperti itulah, hati mulai diuji. Lisan pun ikut diuji. Sebagian orang tetap menjaga ucapannya, memilih diam dan bersabar. Namun sebagian yang lain—tanpa sadar—mulai mengeluh, membandingkan takdirnya dengan orang lain, bahkan mempertanyakan kebijaksanaan Allah. Padahal, di balik setiap doa yang belum terkabul, ada pelajaran besar tentang iman, adab, dan lisan yang terjaga. Dan dari situlah, jalan menuju cinta Allah dan Rasul-Nya terbuka bagi hamba yang mau memahami. Isi Utama Islam mengajarkan bahwa lisan adalah cermin hati. Apa yang keluar ...

Mempertahankan kebiasaan Baik setelah Ramadhan.

Image
  Mempertahankan Kebiasaan Baik setelah Ramadhan Jangan biarkan semangat ibadah hanya bertahan di bulan ini. Jadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan hidup yang lebih baik. Bulan Ramadhan telah mengajarkan kita banyak hal—kesabaran, ketakwaan, dan kedisiplinan dalam beribadah. Namun, tantangan sesungguhnya datang setelah Ramadhan berakhir: mampukah kita mempertahankan kebiasaan baik yang telah kita bangun? Jangan biarkan semangat ibadah hanya menjadi kenangan Ramadhan, tetapi jadikan sebagai awal perubahan hidup yang lebih baik. 1. Melanjutkan Puasa Sunnah Salah satu cara untuk menjaga kedekatan dengan Allah setelah Ramadhan adalah dengan melanjutkan puasa sunnah. Rasulullah ﷺ bersabda: "Barang siapa berpuasa Ramadan, kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim) Selain puasa Syawal, ada juga puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 bulan Hijriyah), dan puasa Daud yang sangat dian...

Mengendalikan Lisan dan Hawa Nafsu

Image
  Mengendalikan Lisan dan Hawa Nafsu – Menjaga Lisan dari Perkataan Sia-sia dan Mengendalikan Emosi adalah Bagian dari Hakikat Puasa Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengendalikan lisan dan hawa nafsu. Rasulullah ﷺ bersabda: 1. Puasa Tidak Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ." (رَوَاهُ البُخَارِيُّ، رقم: 1903) "Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkannya, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya yang hanya meninggalkan makan dan minum." (HR. Bukhari, no. 1903) Hadis ini menunjukkan bahwa puasa yang sempurna bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjaga lisan dari perkataan sia-sia, dusta, dan ghibah (menggunjing). 1. Menjaga Lisan dari Perkataan Sia-Sia Rasulullah ﷺ bersabda: عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: ...