Wednesday, March 11, 2026

Bersikaplah dengan Ihsan



Laskala Batik Premium Pusaka Kemeja Batik Pria Slimfit


Bersikaplah dengan Ihsan

Jalan Hidup yang Membeningkan Hati dan Meninggikan Akhir Perjalanan

Mudah-mudahan Allah pareng kita semua sing luhur wekasane,

jembar lan sumeleh atine,

dalam menetapi dan menjalani peraturan Allah dan Rasul-Nya. Aamiin.


Apa Itu Ihsan?

Ihsan bukan sekadar berbuat baik.

Ihsan adalah kualitas hati ketika seseorang beramal seakan-akan ia melihat Allah, dan jika tidak mampu merasakan itu, ia yakin Allah selalu melihatnya.

Rasulullah ﷺ bersabda ketika ditanya tentang ihsan:

أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

“Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”     (HR. Muslim)

 

Ihsan adalah puncak agama, setelah iman dan Islam.

Ia menjadikan ibadah hidup, bukan rutinitas kosong.


Dalil Al-Qur’an tentang Ihsan

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat ihsan.”

(QS. An-Nahl: 90)

Ayat ini sering kita dengar, namun sering pula kita lewati tanpa merenung.

Allah memerintahkan, bukan sekadar menganjurkan.

Dan Allah menegaskan:

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ

“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat ihsan.”

(QS. An-Nahl: 128)

Bersama Allah — bukan sekadar diawasi, tetapi ditemani, ditolong, dan dijaga.


Ihsan dalam Ibadah

Orang yang ihsan dalam shalat:

  • Tidak tergesa-gesa
  • Tidak sekadar menggugurkan kewajiban
  • Hatinya hadir, walau badannya lemah

Allah berfirman:

الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

“Orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya.”

(QS. Al-Mu’minun: 2)

Khusyuk adalah buah dari ihsan.


Ihsan dalam Muamalah (Hubungan Sesama Manusia)

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ

“Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan atas segala sesuatu.   (HR. Muslim)

Bahkan saat menyembelih hewan pun, ihsan diperintahkan.
Apalagi kepada manusia.


Contoh ihsan dalam kehidupan:

1. Dalam keluarga

  • Menahan kata kasar, walau hati sedang lelah
  • Tetap lembut kepada pasangan meski tak selalu dimengerti
  • Menghormati orang tua walau berbeda pendapat


2. Dalam mencari nafkah

  • Jujur meski ada peluang curang
  • Tidak menipu timbangan
  • Tidak mengambil yang bukan haknya


3. Dalam dakwah dan nasihat

  • Menegur dengan kasih, bukan merendahkan
  • Mengajak, bukan menghakimi
  • Mendoakan, bukan mencela

Allah berfirman:

وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا

“Ucapkanlah perkataan yang baik kepada manusia.   (QS. Al-Baqarah: 83)

 

Ihsan Saat Tidak Dilihat Manusia

Inilah ujian terbesar.

Ihsan bekerja tanpa saksi,

berbuat baik tanpa pujian,

taat tanpa tepuk tangan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik amal adalah yang paling tersembunyi" 

(Makna hadis, diriwayatkan dalam berbagai riwayat)


 Orang yang ihsan tidak sibuk terlihat baik, tetapi sibuk benar di hadapan Allah.


Buah Ihsan: Hati yang Jembar dan Sumeleh

Orang yang hidup dengan ihsan:

  • Tidak mudah marah
  • Tidak dendam berlarut
  • Tidak gelisah berlebihan

Allah menjanjikan:

لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ

“Bagi orang-orang yang berbuat ihsan, disediakan kebaikan (surga) dan tambahan.”

(QS. Yunus: 26)

 

Para ulama menafsirkan “tambahan” sebagai melihat wajah Allah di akhirat.

Apa lagi balasan yang lebih agung?


Penutup

Bersikaplah dengan ihsan,

meski tidak dipahami manusia,

meski tidak dibalas dunia.

Karena ihsan bukan untuk dunia semata,

tetapi untuk akhir yang luhur.

Mudah-mudahan Allah pareng kita semua

sing luhur wekasane,

jembar lan sumeleh atine,

dalam menetapi dan menjalani peraturan Allah dan Rasul-Nya.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Laskala Batik Premium Pusaka Kemeja Batik Pria Slimfit

Puasa Ramadhan: Kewajiban Agung yang Menghidupkan Hati dan Menyelamatkan Jiwa





x



Puasa Ramadhan: Kewajiban Agung yang Menghidupkan Hati dan Menyelamatkan Jiwa

Bismillāhirrahmānirrahīm.

Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ia adalah panggilan langit… panggilan cinta dari Allah kepada hamba-Nya. Sebuah kewajiban yang bukan untuk memberatkan, tetapi untuk menghidupkan hati, membersihkan jiwa, dan menyelamatkan manusia dari kehancuran dunia dan akhirat.

Banyak orang berpuasa… tetapi sedikit yang memahami mengapa puasa itu diwajibkan.

1. Puasa Ramadhan adalah Perintah Langsung dari Allah

Allah sendiri yang mewajibkan puasa. Bukan manusia, bukan ulama, bukan tradisi.

Firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

(QS. Al-Baqarah: 183)

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.

Puasa adalah kewajiban bagi orang beriman.

Siapa yang mengaku beriman… tetapi meninggalkan puasa tanpa uzur… ia sedang mempertaruhkan imannya.

Namun perhatikan… Allah tidak mengatakan: “agar kalian lapar”

Allah berkata: لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ — agar kalian bertakwa.

Inilah tujuan puasa: melahirkan taqwa.


2. Puasa Menghidupkan Hati yang Mati

Hati manusia sering mati tanpa disadari…

Mati karena dosa, mati karena dunia, mati karena lalai dari Allah.

Puasa datang sebagai alat kehidupan.

Saat lapar… hati menjadi lembut.

Saat haus… jiwa menjadi tunduk.

Saat menahan diri… iman menjadi hidup.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الْأَكْلِ وَالشُّرْبِ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ

(HR. Ibnu Hibban)

Artinya: Bukanlah puasa itu hanya menahan makan dan minum, tetapi puasa adalah menahan diri dari perkataan sia-sia dan dosa.

Puasa yang benar… menghidupkan hati.

Puasa yang hanya lapar… tidak mengubah apa-apa.


3. Puasa Menyelamatkan Jiwa dari Api Neraka

Puasa bukan hanya ibadah… tetapi perisai keselamatan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ

(HR. Bukhari & Muslim)

Artinya: Puasa adalah perisai.

Perisai dari apa?

  • -- Perisai dari dosa
  • -- Perisai dari hawa nafsu
  • -- Perisai dari godaan syaitan
  • -- Perisai dari api neraka

Orang yang menjaga puasanya… Allah jaga hidupnya.

Orang yang meremehkan puasanya… kehilangan perlindungan Allah.


4. Ramadhan: Bulan Ampunan dan Kesempatan Kedua

Ramadhan adalah rahmat terbesar dalam hidup seorang hamba.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

(HR. Bukhari & Muslim)

Artinya: Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Bayangkan…

Dosa bertahun-tahun… bisa dihapus dalam satu Ramadhan.

Tetapi syaratnya:

Iman (puasa karena Allah)

Ihtisab (mengharap pahala, bukan sekadar ikut tradisi)


5. Puasa: Jalan Menuju Surga Ar-Rayyan

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ

(HR. Bukhari & Muslim)

Artinya: Di surga ada pintu bernama Ar-Rayyan, hanya orang yang berpuasa yang masuk melaluinya.

Tidak semua orang bisa masuk dari pintu itu…

Hanya mereka yang menjaga puasanya… menjaga lisannya… menjaga hatinya.


Penutup: Puasa yang Mengubah Hidup

Puasa Ramadhan bukan rutinitas tahunan.

Ia adalah kesempatan perubahan hidup.

Jika setelah Ramadhan:

  • Hati lebih lembut
  • Ibadah lebih hidup
  • Dosa lebih ditinggalkan
  • Cinta kepada Allah lebih kuat

Maka puasa kita diterima.

Namun jika Ramadhan berlalu… dan kita tetap sama…

Maka kita harus menangis… karena mungkin kita hanya lapar… tetapi tidak benar-benar berpuasa.