Thursday, May 19, 2016

Sikdam Hasim Gayo, musibahmu berkahmu

Sikdam Hasim Gayo, musibahmu berkahmu, walau sebagai penyandang disabilitas. Allah menunjukkan kekuasaanNya lewatmu, adakah orang mau belajar dari cerita dirimu? Seharusnya iya. Gayo cerita hampir saja saya memilih bunuh diri ketika musibah ini menghampiri dirinya, katanya. Ibuku jualah yang membangkitkan semangat hidupku. Ibuku yang mulia dan berkah.Gayo mencari jalan syukur pada Allah , katanya, dengan musibahku ini Allah mewujudkan mimpi mimpiku. Dengan musibahku Allah menjadikan aku berguna buat orang lain. Sebelumnya dia menjadi terkenal, sampai bisa menyampaikan pidatonya didepan para bangsawan di kerajaan Inggris; kesehariannya Gayo berkeliling mendidik bahasa Inggris kepada orang orang yang "lemah" tanpa dibayar. Sampai sampai keluarganya menegurnya, supaya jangan berbuat demikian. Tapi dia memilih diam, dan menyerahkan pilihannya pada Allah. Dia yakin Allah maha Melihat , Allah tidak pernah tidur. Allah menciptakan manusia dengan rejekinya.
Kini Gayo sudah terkenal, dia sedang gigihnya memperjuangkan kesamaan hak terhadap penyandang disabilitas; hak pendidikan, hak bekerja, hak sarana, hak kesehatan. Disamping memotivasi tigapuluh enam juta penyandang disabilitas lainnya, suatu usaha mulia bagi seorang pemuda belia.
Seandainya Sikdam Gayo tahu dalil dalil lainnya, mudah mudahan sudah tahu bahwa,
"Allah tidak melihat pada rupa dan hartamu, tapi Allah melihat pada hatimu dan amalmu."
Semoga memperkuat keteguhan iman Sikdam Gayo.

Lebih lebih dalil berikut, mungkin bisa jadi bahan renungan buat Gayo, andai saja Gayo bisa melihat tulisan ini
(hadist Ahmad)

Dari Abdilah bin Mas'ud dia berkata bahwa bersabda Rasul SAW, sesungguhnya Allah membagi ahklak kamu sekalian sebagaimana Allah memberi rezeki diantara kamu sekalian, dan sesungguhnya Allah memberi dunia kepada orang yang dicintai dan kepada orang yang tidak di cintai nya, dan Allah memberi Agama hanya kepada orang yang Allah cintai saja, maka barang siapa yang diberi agama oleh Allah maka sesungguhnya Allah cinta kepadanya. Pastilah orang itu masuk surga nya Allah. 

Jadi masalah kesenangan urusan dunia, Allah akan menganugerahkan kepada siapa saja,apakah dia iman atau tidak beriman. Tapi Allah tidak akan memberi agama kepada orang yang Allah tidak cintai.

Salam buat Gayo, seandainya kau baca, kau pasti merenungkan dalil itu, karena bagaimanapun Akhirat lebih baik dan kekal Q S87:17) dunia sudah kau capai.
Semoga kiprah Sikdam Gayo menginspirasi anak bangsa dan pemuka bangsa, negara yang penuh berkah ini, semoga saja, Amiin

Wednesday, May 18, 2016

Golkar, aduh, ibarat piring retak..

Golkar, aduh, ibarat piring retak... Kegaduhan golkar sudah "mereda". Cermin ke depan orang dibawah sudah mengira ngira.... ( negatif?). Sudah jangan pada sak udhon ah. " Gak soalnya sayang kang". Emang kenapa?". " Lho akang apa ga lihat rekam jejak po?. " " Lho .. rekam jejak?", rekam jejak siapa?. Nggak ah nanti jadi ngarasani, dosa. Lebih jelek lagi dosa mendosakan. Becik ketitik , olo ketoro. Apa itu. Ya itu.
Jaman sekarang apa yang bisa ditutupi. Dinding saja bisa ngomong.
Mas Sudah, cari jalan taqwa saja. Mari kita mendidik anak anak kita dengan cara baik. Utamakan akhlak, biar kelak kita punya pemimpin jujur, amanah dan akhlaqul karimah. Generus harus kita bekali faham agama faqih, ber akhlaqul karimah dan mandiri.Kita sabar saja dulu biar generasi abu abu sekarang ini habis, tapi kita harus kasi tameng pada generus, jangan sampai menerima  warisan jelek sekarang. "Pesan " Rasul SAW barang siapa menghendaki dunia harus dengan ilmunya, barang siapa menghendaki akhirat haru dengan ilmunya, dan barang siapa menghendaki keduanya haruslah dengan ilmunya juga."
Jadi kalau mau urusan dunia , apasaja, harus ambil ilmunya supaya sukses. Tapi kalau meyakini hari akhirat harus tahu dalilnya. jangan ikut ikutan, jangan kata katanya. Lihat dalilnya di dua kita suci. Insya Allah selamat. Akan terhindar dari ketamakan, keserakahan, kedurhakaan. Setidaknya selamatkan diri dari ancaman siksa Allah. Karena Annar haqqun, wanjannatu haqqun. Neraka haq pasti adanya dan surga juga haq pasti adanya.Sebagian manusia pasti menempati neraka dan sebagian pasti menempati surga. Aduh golkar, penampilan mu ibarat piring retak. Kadek... hati hati membawanya rawan pecah. Moga moga yang akan datang jadi lebih baik lagi.

Sunday, May 15, 2016

Minat Baca versus peradaban gadget

Minat Baca versus peradaban gadget kolaborasi seru. Anak itu baru kelas dua SD, pulang sekolah dirumah tak ada orang. Bisa masuk rumah kalau kakaknya yang kelas lima pulang membawa kunci rumah. Kedua orang tuanya sibuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup buat tujuh anak. Kalau  kakaknya yang di SMP pulang sekolah barulah disiapkan makan siang. Tapi ketika hidangan tersedia, yang di siapkan untuk makan siang, tak ada satu pun dirumah. Dicari lagi, sedang asik nonton game temannya pakai tablet. Menjelang jam empat sore sang ayah pulang. Tak satupun orang ditemui dirumah padahal pintu depan rumah sampai pintu belakang rumah semua terbuka. Tak lama melintas anak tetangga pulang dari Masjid. Kesempatan bertanya apakah dia tau si "Bijak" ada dimana, sambil titip mengharap bantuan memanggilkan. Ada ditempat si Awang. Itu lokasi terkenal kumpulan anak anak beradu main game Kalau yang satu ada di Iin sedang seru seruan meladeni teman facebook.
Sementara itu program generusnya ingin agar anaknya paham agama faqih, berakhlaqul karimah dan mandiri. Suatu kenyataan yang bertolak belakang antara apa yang diajarkan dengan aplikasi, " susahnya di peradaban gadget".
Seharusnya semua orang utamanya warga bangsa ini, konsekwen dengan agama yang diyakininya. Karena tak ada amalan walau sekecil apapun terlewat begitu saja nanti disisi Allah Swt. Semua di hisab semua diminta pertanggung jawaban, semua ada reward dan punishmentnya.

Rasulullah SAW dalam hadis qudsi
" Ya ibna adama khalaqtuka li'ibadati fala tal'ab, watakaffaltu birizqika fala tat'ab" ( Ahmad )
Wahai anak turun Adam , Aku ciptakan kamu sekalian untuk ibadah padaku maka jangan main main, dan Aku cukupi kamu sekalian dengan rezekimu maka jangan ngoyo. ( ngoyo (jawa), berlebih lebihan )

Sebagai orang tua jangan keduanya kerja ngoyo urusan dunia semata , sebab anak itu amanah. Agamanya harus diurus. Didalam agama ada akhlaq, adab, tatakrama yang harus dilaksanakan.

Pada hal di depan rumah mesjid. Sejak sore para mubalig dan mubalighot mesjid sudah sibuk mengajar per kelompok umur, sampai nanti malamnya buat para orang tua. Perjuangan gratis lillahi taala, tanpa mengharapkan bantuan pemerintah atau siapapun.Kehidupan cari sendiri sendiri, masing masing. Luar biasa. Pak Tua ingin menumbuhkan minat baca anak anaknya. Ia berusaha bagaimana mengkolaborasi antara minat baca dengan gadget. Suatu ketika saudara nya menghadiahkan Ipad apple baru kepadanya. Seperti ular ketemu pentungan, gayung bersambut.
Ketika anak anaknya  tahu tentang keberadaan ipad yang baru diperoleh ayahnya, mereka semua senyum senyum penuh arti. "Gue lebih canggih yah"  , mungkin begitu dalam hati mereka. "Sidang" darurat serumah di mulai. " Anak anak suka apel? katanya, maksudnya Ipad yang baru saja dapat hadiah buat Ayah. " ini ayah punya buat kerja online, tapi kalian boleh pakai sepuasnya, tapi dengan syarat, mau? Spontan semua anak anak menjawab "mau". Mereka lebih paham dari Ayah urusan Ipad. OK kata ayah. Sebelum "makan apel". baca dulu "hancak" bacaan Alqurannya lanjutkan baca pelajaran nya yang sangat diminati. Nanti Ayah periksa, betul atau tidak. Kalau OK silakan nikmati apel "sepuasnya".
Awalnya tugas yang sangat berat, kita mau tidak mau ikut bantu membahas pelajarannya. Sehingga mereka bisa menghayati baik bacaan Alqurannya maupun buku pelajarannya. Semoga bisa terus berlangsung dengan lancar.
Tak lupa setelah main gadget , berdoa: "Subhanakallahumma wabihamdika, asyhadualla ilahaillallah anta, wastafiruka wa atubu ilahi.".
Nabi bersabda "barang siapa yang duduk duduk dalam duduknya banyak berbuat lahan (main main) sebelum bangkit dari duduk hendaklah berdoa... ( tersebut diatas ) ( hadist Tirmidzi )... maka akan diampuni (dosanya) selama dia main main dalam duduknya.

 Mudah mudahan menginpirasi buat kita semua untuk menumbuhkan minat baca tanpa gaptek.

Friday, May 6, 2016

Yuyun, siapa lagi, haruskah...?

Yuyun, siapa lagi, haruskah...? Geger..., terkejut,....kecewa, ...kesel,   sedih, menderita......, geram..., entah apalagi, tergantung warga yang perduli. Semuanya pada sibuk dengan argumentasinya, " mengapa harus terjadi", "apa yang salah". Baik dari warga masyarakat awam sendiri sampai, para pakar, para cerdik cendekiawan, ataupun penegak hukum, dari pemerintah dan tuan tuan yang mewakili rakyat. Padahal sudah terjadi ratusan atau ribuan kali apalagi kalau dihitung sejak berdirinya negera ini. Apa mau tetap " anget-anget tai ayam?". "Hallo, seriuslah man!"
Negara ini telah diperjuangkan oleh pejuang bangsa dengan berdarah-darah untuk merdeka. Negarawan negeri ini sejak awal sudah sangat bijak menetapkan Pancasila sebagai dasar negara, masih kurang apa lagi. Dan menetapkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama. Apa arti dan maksudnya diletakkan pada sila pertama? Tentulah Negarawan itu kalau bisa bangun dari kuburnya, teriak-teriak "kamu badut badut" cuma memikirkan kantongmu saja. Akhlaq, tatakrama warga bangsamu ... "rusak", karena keyakinan berTuhannya dilepaskan begitu saja, seperti melepas hewan peliharaan yang tidak diurusi dengan baik. Ada yang gemuk, ada yang binal, ada yang buas. Namanya " Ketuhanan Yang Maha Esa", tentu dimaksudkan keyakinan masing masing warga.... "agama". Tapi apa nyatanya, yang rata-rata menuliskan di KTP nya agama tertentu tidak menetapi ibadahnya dengan benar. Semua memikirkan "perut" semata, tamak, serakah, pelit, bachil, dengki, dendam merasuk keseluruh sendi jiwa rakyat yang tak terurus agamanya ibadahnya. Bangga, warga anggota organisasi sudah banyak, tapi nyatanya .... kosong ibarat buih. Tatakrama tidak diurus, ibadah apalagi... besok saja kalau sudah tua, kalau dekat mau mati.  Anak-anak yang dilahirkan tumbuh begitu saja. Cukup bangga kesekolah diantar pakai mobil bagus, juara kelas. Wah orang tuanya luar biasa bangga dengan hidung mendongak keatas, "anak siapa dulu". Padahal anak nya tak pernah mengaji Buku Tuntunan agamanya sendiri, pun sembahyang. Begitu anaknya terjun ke masyarakat dibawa cerita agama oleh rekannya, menghindar, kalau gak langsung kabur. " Kuno, kampung, ndeso ", apalagi istilah kalau cerita diarahkan ke agama. Innalillah wainna ilahi rojiun. Begitu amat, fakta yang menyakitkan. Lihat saja diacara media TV apa saja wawancara, bila disarankan beragama dengan baik, pasti host nya mengalihkan pembicaraan seperti tak mendengar atau langsung distop, kenek an (kena diri sendiri). "Karepmu opo rek?"
Semua warga Indonesia harusnya tak ada yang tidak beragama. Bagaimana peran orang tua jaman kini. Seolah-olah negeri ini pernah ada kesenjangan generasi yang tidak peduli agama, yang kini jadi orang tua, yang tidak peduli ibadah sesuai agamanya. Tidak bisa ditoleransi didalam negara Pancasila. Ketuhanan Yang Maha Esa hal yang paling fundamental di negeri ini, artinya agama hal yang paling fundamental di negeri ini. Apa gunanya itu RT RW Lurah Desa dibentuk, kalau cuma mengurusi blok blok partai , organisasi dan sebagainya , tidak mengutamakan mengurus rakyat. " Tidak perduli" kepada warga. Seharusnya sudah tau warga yang bermasalah. Yang bermasalah urusan "negara". Harus ada wadah unsur orang tua dengan alim ulama masing masing , para pakar, pemuka negara dalam membina warga, bertemu , bekerja bermusyawarah. Itu sekolah , kalau nilai agamanya jelek jangan boleh pelajaran yang lain dilepas dengan angka yang menonjol. Apa kita mau dipimpin oleh orang yang tidak bermoral? Kita minta agar negara mau memperhatikan agama warga bangsa nya ditetapi dengan baik. Jangan hanya perlambang. Ketuhanan Yang Maha Esa jangan hanya perlambang. Negara harus membangun warga bangsa yang seimbang antara ketaatan beragama secara baik dengan kebutuhan "perut" rakyat. Didalam agama ada akhlak, ada adab, ada tatakrama yang punya reward and punishment, ....dunia... dan ...akhirat. Semoga jadi bahan pertimbangan.

Sunday, April 24, 2016

Pak Jokowi, intoleransi dan sara, buat rakyat menderita.

Pak Jokowi, intoleransi dan sara, buat rakyat menderita. Kata orang, negara ini ibarat suatu keluarga besar. Penghuninya punya macam-macam kelakuan dan keinginan, ada yang baik ada yang "nakal". Ada yang punya kepahaman yang sama tapi ada yang berbeda dari orang tuanya. Apakah karena dia "nakal" atau karena dia punya pemahaman yang berbeda menjadi bukan keluarga? Tentu tidak. Selagi dia anak tentulah keluarga dan tentulah jadi tanggung jawab orang tua. Sebagai orang tua yang baik, pastilah dia bertindak arif dan bijaksana.
Demikian halnya dengan negara. Warganya ada yang baik ada yang "nakal", tapi itu tetap warganya.
Hendaknya ini menjadi kepahaman semua warga.
Indonesia ditakdirkan terdiri dari banyak etnis dan agama , bermacam kultur dan adat istiadat. Apakah dengan beda agama beda suku, beda kultur bukan warga Indonesia? Tentu tidak! Berkahnya warga Indonesia mayoritas memeluk agama Islam. Kenapa "berkah", karena seharusnya orang Islam paham sekali dengan Tuntunan dari yang Maha Berkah, Al Quran dari Allah Swt dan Sunnah Alhadist Rasulullah SAW, sudah cukup lengkap memberi peringatan agar hidup dalam sayang menyayangi.Kedua Kitab itu tidak ada yang bohong, tidak ada keraguan didalamnya, haq, pasti terjadi, menuntun manusia bahagia di dunia dan bahagia di akhirat. Ironinya saking mayoritasnya , justru oknum-oknumnya ada yang "keluar jalur", membuat kehebohan sehingga sampai berpotensi terjadinya intoleransi dan sara.
Kasihan ummat yang punya akhlaqul karimah tinggi, mereka mengalah walau di hina dan di fitnah, karena dia memilih mendengarkan peraturan pemerintahnya sebagai "orang tua keluarga besar", agar rukun. Bahkan pemerintah setempatnya secara informal sudah diberitahukan bahwa ada warganya melakukan kegiatan berpotensi sara ; Pak Lurah , pak Camat ada yang hanya "diam", malah bukan mencairkan.  Walaupun diperlakukan tidak adil, dengan rasa menderita dan was-was mereka tetap sabar dan memilih berdoa pada Allah, semoga "mereka", diberi hidayah diberi petunjuk.Sendi sendi pembangunan bangsa tidak produktif dengan kelakukan intoleransi dan sara. Ummat yang mengalah itu,  mereka lebih mengedepankan Kerukunan ummat beragama, dengan mengedepankan uchuwah Islamiyah, menjauhkan intoleransi , menjauhkan sara, untuk persatuan bangsa. Sebagai saudara yang baik dia tau benar, bahwa aniaya tidak boleh dibalas dengan aniaya, dosa besar. Tidak ikut ikutan fitnah karena, "Fitnah, lebih kejam dari pembunuhan" ( apanya?) SIKSA AKHIRATNYA "DISISI" ALLAH SWT. Ingin tahu?! Nanti, pasti datang.
Orang Islam tau betul betapa sengsaranya siksa akhirat, sehingga ummat ini tidak mau , moh (Jawa) dengan siksa akhirat, menjaga betul jangan sampai menimpanya. Padahal "mati" datangnya sewaktu-waktu , setelah itu datanglah persoalan akhirat yang maha dahsyat. Didalam keadaan bumi sudah diganti dengan tembaga dan matahari sudah didekatkan sejengkal dari kepala, dalam keadaan demikian, "tidak ada amalan yang tidak diminta pertagungjawaban semua diteliti semua manusia. Bayangkan berapa milyar banyaknya manusia yang pernah ada sejak Nabi Adam sampai hati Kiamat nanti. Berapa lama giliranmu. Apakah masih mau menuruti hawa nafsunya, supaya terkenal, supaya jadi "orang gede", padahal warga yang lain teraniaya oleh ulahnya. Muslim seharusnya paham akan hal ini.
Sampai Nabi SAW bersumpah: " Demi Dzat, diriku ditangannya Dzat, bahwa kamu sekalian tidak akan bisa masuk surga sampai kalian semua beriman, dan kalian tidak disebut beriman , sampai kalian semua saling sayang menyayangi satu sama lain".
Pak Jokowi , itu bahan bapak kepada ummat ini, kepada warga bangsa yang beraneka ragam ini, bersatulah, rukunlah, damailah.

Pak Jokowi , harus ada solusi yang menyentuh di akar bawah soal intoleransi dan sara.

Kalau tidak ada solusi yang menyentuh sampai di akar bawah  soal intoleransi dan sara, berpotensi besar rakyat dibikin sengsara oleh segelintir orang "picik", membuat pembangunan bangsa tertatih tatih tidak lancar dibawah.
Sekiranya, Apakah tidak baik bila harus ada " Lembaga" kerukunan ummat beragama" dari pusat sampai ke akar bawah di Desa, buat semua agama, bekerja mengatasi menasihati ummatnya "yang nakal" dan kepentingan lainnya. Jadi tiap tiap agama harus punya " lembaga kerukunan  ummat beragama", sampai desa. Islam umpamanya, harus punya lembaga kerukunan ummat beragama Islam dari segala aliran dan pecahannya. Gunanya bermusyawaroh bukan menang-menangan, bila terjadi masalah diintern Islam , lembaganya mengutamakan kedamaian dan kerukunan, tidak menjelekkan, saling maaf memaafkan, menjauhkan sikap dari intoleransi dan sara. Itu pasti ulahnya seorang, membawa bawa yang lain. Kemudian untuk" lintas agama" kita buat "Dewan kerukunan ummat beragama", sampai ke desa.  Dalam musyawaroh , yang dicari damai dan rukunnya, bukan ngotot-ngototan. Agar sesama warga bangsa dapat hidup berdampingan buat persatuan bangsa, dan membangun bangsa sampai anak turun bangsa bisa hidup senang dan rukun. Jangan saling fitnah, jangan provokatif, jangan sangka jelek. Masing-masing pemuka agama dan segala alirannya mengurus ummatnya, agar ibadah dengan tenang syukur bisa ibadah dengan baik bahkan dilindungi oleh negara. Jadi tidak ada warga bangsa umpama mengaku Islam , tidak tersentuh oleh pembinaan agama cara benar oleh pemukanya.  Tidak ada warga yang " liar tak terbina", sesuai keyakinannya; siapapun dia orang biasa sampai orang "luar biasa".
Kita ditakdirkan memang berbeda, jangan menyalahkan "cara" orang yang memang berbeda. Jangan dibanding bandingkan pasti beda. Urusan "mana yang benar", nanti ( !) urusan masing-masing disisi Allah. Nasihati ummat masing masing agat taat beribadah pada Allah dan RasulNya, jangan sampai melanggar apalagi murtad.
Oknum yang melanggar aturan agamanya apalagi murtad, dan pindah keyakinan yang lain, silakan saja. Tapi jangan menjelek jelekkan atau menjadi provokator mengajak  untuk memusuhi agama atau keyakinan sebelumnya atau yang lain. Disini perlu kearifan pemuka agama masing-masing.Jadi apabila terjadi kechilapan, pemukanya mengajak ummatnya rukun cari solusinya, bukan permusuhan, islah, mengutamakan saling maaf dan sayang menyayangi sesama bangsa, baik itu suatu agama atau keyakinan maupun lintas agama. Hidayah itu milik Allah. Manusia tidak bisa memberi hidayah walau kepada orang yang dia cintai. Allah lah yang memberi hidayah kepada orang yang Allah kehendaki ( Alquran)
Pak Jokowi itu satu lagi bahan bapak. Rakyat sangat tidak tentram diperlakukan tidak adil oleh warga sendiri yang kebetulan jadi " pejabat tingkat bawah, merasa paling benar, paling kuasa di akar bawah".
Semoga bisa jadi bahan pertimbangan. Semoga Allah Swt selalu membimbing kita dijalan kebenaran.



Monday, March 28, 2016

Jangan biarkan nafsu anda mendera anda

Jangan biarkan nafsu anda mendera anda, bila anda ingin bahagia di dunia dan akhirat.Tak seorangpun manusia dimuka bumi ingin menderita di dunia. Itu terbukti, semua orang dengan segala cara mencukupi segala keinginannya. Tak tau lagi mana keinginan mana kebutuhan. Deraan hawa nafsu, telah banyak mengambil korban, tapi sedikit sekali orang yang mau belajar dari pengalaman hidupnya. Kilaunya dunia membutakan mata akan hari akhirat. Walau dimata terlihat setiap hari orang dikuburkan, belum membuat kebanyakan orang untuk sadar,kemana orang akan berakhir.
 Betapa luasnya Allah menyampaikan yang tertera didalam Alquran, bahwa betapa semua amal perbuatan akan dibalas dan akan di hisab. Tak peduli sebesar apapun amalan bahkan walau sebesar bijinya sawi pasti ada reward dan punishment nya. Berulangkali Allah menyampaikan betapa dahsyat hari kiamat itu. Betapa pedihnya siksa Allah, mulai siksa kubur,siksa hari kiamat, siksa hari pembalasan dan siksa hari hari berikutnya sebelum ditempatkan di neraka atau di surga. Cerita hari pembalasan yang dahsyat, setelah alam barzah, Semua yang pernah menganiaya di dunia akan dibalas disini; anda pasti tahu lima puluh ribu tahun lamanya; sebelum orang akan mencari tuhannya masing masing. manuasia dengan manusia, manusia dengan binatang, binatang dengan binatang dan sebaliknya. Sangat sangat menderita. Maka perbaikilah hidup ini sebelum menghadap Allah.Betapa beratnya siksa ini, namun mati sudah tidak ada. Artinya manusia akan merasakan sengsaranya siksa, walau siksa nya berat tak terhingga. Takutlah dan taqwalah !
Nabi berkhotbah, "seandainya kalian tahu, apa yang aku ketahui; niscaya kalian akan ketawa sedikit dan akan menangis yang banyak".
Jangan biarkan hawa nafsu mendera anda.Kalian jangan lupa kalau Iblis yang dulu menggoda Nabi Adam sampai sekarang masih hidup. Sampai sekarang dia mengerahkan pasukannya termasuk dari golongan jin dan manusia, untuk merusak orang yang beriman pada Allah Swt. agar bersama sama dia tinggal jadi penghuni neraka. Dia berusaha menguasai hawa nafsu anda. Jaga itu.
Tak ada orang yang sombong bisa masuk surga, yaitu orang yang meremehkan manusia dan menolak barang yang haq ( yang datang dari Allah Rasul). Tidaklah dia disebut orang yang beriman sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang digariskan Allah Swt.
Jadilah hidup dalam kasih sayang menurut garis Allah Swt dan RasulNya. Semoga manfaat.


Wednesday, March 9, 2016

Gerhana dan perilaku manusianya di zaman akhir

Gerhana dan bagaimana perilaku "manusianya zaman akhir", menyikapinya, sepertinya elok untuk disimak. Gerhana matahari total yang terjadi di Indonesia saat ini, telah menjadi bahan berita luas. Indonesia telah memanfaatkannya dengan baik untuk meningkatkan kepariwisataannya. Momen ini dimanfaatkan oleh semua orang dengan berbagai kepentingan. Ada yang mengatakan " ingin melihat pengaruh gerhana terhadap kehidupan hewan" , ada yang mengobservasi pengaruhnya terhadap " tumbuhan dan kehidupan manusia". Ada yang ingin mengukur kemampuannya untuk mengambil gambar pada momen yang bagus, lengkap dengan segala peralatannya. Ada yang melihat keindahannya saja, Ada yang "mencari-cari" ketakjubannya. Ada yang ikut-ikutan sebagai penggembira saja.

Pada tahun 1983 telah terjadi juga Gerhana matahari total , artinya itu sekitar 33 tahun yang lalu. Jadi, kita juga akan dapat melihat gerhana matahari total selanjutnya kemungkinan 33 tahun lagi.
Gerhana matahari itu sendiri terjadi, karena bulan melintasi langsung diantara Bumi dan matahari, bentuk dari bayangan bulan berposisi di atas bumi. Ini hanya bisa terjadi saat bulan baru - dan bagian sisi gelap bulan menghadap ke Bumi.

Bagaimana perilaku manusianya


Di Indonesia dulu dimana Islam ikut tertindas oleh penjajahan utamanya dari Belanda, orang Islamnya sendiri terikut ikut mempunyai beberapa kepercayaan seperti yang dipercayai oleh sebagian manusia di muka bumi seperti :
- Arab Quraisy pada jaman jahiliyah mengatakan bahwa gerhana itu adalah "Tanda akan adanya kematian dan kelahiran dikaitkan dengan kejadian-kejadian tertentu.
- Kepercayaan yang berada di Jepang mereka mengatakan "Racun tersebar ke bumi "
- Kepercayaan orang-orang asli Amerika mengatakan bahwa "Penampakkan Ibu Bulan"
- Kepercayaan sebagian Jawa, dan suku Inca kuno  bahwa gerhana adanya "Jaguar Memakan Bulan" 
- Suku Hupa di utara California percaya kalau "Bulan Terluka dan Berdarah" 
- Kepercayaan yang kebanyakan ada di Jawa bahwa gerhana terjadi sebab dari "Munculnya raksasa buto kala"
- Kepercayaan di Bali mereka meyakini "Kala rahu yang menelan bulan"
- Kepercayaan di Cina dan suku Indian  bahwa mereka percaya bila terjadi gerhana ada "Seekor naga menelan bulan".
Tentunya semua itu dengan praktek mengatasinya.( sumber kepercayaan ini diambil dari beberpa sumber diantaranya akhmadalikhasan.blogspot)

Sekarang jaman berubah keberkahan zaman, dunianya, manusia Indonesia semakin kaya dan banyak yang pintar-pintar, termasuk teknologinya semakin maju. Negara, dalam hal ini Pemerintah menerapkan secara konsekwen Undang-Undang Dasarnya, melindungi rakyatnya, untuk menjalankan beragama, sesuai keyakinan masing-masing.

Islam dan pemeluknya makin berkembang baik, cara berpikir semakin maju. Yang tadinya orang-orang Islam tidak bisa membaca Al-Quran,  sekarang bahkan sudah paham makna Al-Quran dan keterangannya. Dulu kebanyakan berdasarkan "apa kata orang saja", sekarang, tidak lagi. Mereka sudah mengerti " apa itu isnad dan fungsinya, dalam mencari ilmu". Para pemeluknya tidak mau lagi "di cekoki" begitu saja oleh orang-orang bahkan guru-gurunya, tapi mereka ingin tahu arti dari Al-quran , kata demi kata, satu ayat demi satu ayat, per ayat. Lebih jauh kini mereka ingin lebih tahu Al-hadistnya, ingin tahu asal-usul turunnya ayat, dan bagaimana aplikasi seperti yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad Rasulullah SAW secara asli.

Sementara diatas, orang " heboh "  dengan gerhana, dan melakukan sesuai selera dan tujuannya, Orang Islam mengambil tuntunan dari Rasulullah SAW, apa yang harus dilakukan bila ada gerhana.
Nabi berkhotbah : .... Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari beberapa tanda kekuasaan Allah. Tidak gerhana keduanya sebab kematian seseorang tidak juga sebab kelahiran seseorang. Apabila engkau semua melihat gerhana, berdoalah, bertakbirlah, solat gerhanalah, dan bersedekahlah........Ya ummat Muhammad, demi Allah  Tidak ada seseorang yang lebih cemburu dari pada Allah, jika hamba laki-laki nya berzina atau berzina hamba perempuan........ Ya ummat Muhammad, demi Allah, Seandainya kalian mengetahui apa yang aku tahu, niscayalah kalian " akan tertawa sedikit dan akan banyak menangisnya.
Mudah-mudahan adanya gerhana ini, akan meningkatkan keimanan dan kepahaman ummat Islam. Hidayah , petunjuk itu milik Allah, Allah memberi hidayah kepada yang dikehendaki Allah. Orang tidak bisa memaksakan kehendaknya supaya orang dapat hidayah walau itu orang yang dia cintai. Tapi Allah lah yang memberi hidayah. Kita ditakdirkan, dianugerahi negara yang isinya bermacam agama dan etnis, sebagian besar Islam. Orang Islam itu sama paham bahwa, Allah memang menjadikan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa agar kita saling kenal , toleransi, saling menghargai, saling memperhatikan, ramah, saling sayang. Seharusnya pembangunan negeri ini tidak repot, karena sebagian besar penduduknya beragama Islam, apabila mau taat kepada apa yang sudah di gariskan Allah dan Rasulnya. Apalagi pimpinan negaranya juga Islam dan pimpinan lainnya juga kebanyakan Islam, seharusnya sangat mudah. Perlu introspeksi atas dasar dalil," hasibu anfusakum, qobla antuhasibu", Allah mengingatkan lewat Rasulnya, "koreksilah dirimu sebelum Aku (Allah) mengoreksimu". Diperkuat lagi sabda Rasulullah SAW, " Demi dzat, diriku ditanganNya dzat, Tidak akan masuk surga kamu sekalian sampai kamu sekalian beriman, dan tidak dikatakan kamu beriman sampai kalian saling sayang menyayangi".
Peringatan Rasulullah SAW ini , hendaknya, cukup menjadi 'kaca penggala (Jawa)" untuk berbuat baik, jangan tega menghilangkan nyawa orang, jangan tega menganiaya orang lain atau pun makhluk lain, jangan tega mengambil hak orang lain, jangan tega terhadap tetangganya, jangan tega meremehkan orang lain, jangan tega menyakiti hati orang lain. Tetapi saling sayang menyayangi. Lebih baik mencari banyak teman yang solih dari pada berbuat musuh dengan satu orang walaupun tidak beriman. Semoga dapat dipahami.

Sunday, January 24, 2016

Pak Jokowi, jutaan dagang jajanan pinggir jalan, dari rakyat miskin.

Pak Jokowi, jutaan dagang jajanan pinggir jalan, dari rakyat miskin, di negeri ini. Rakyat ini mencari solusi sendiri untuk nafkahnya. Mereka ngawaki benar, akan nasibnya, tidak menunggu pemerintah daerahnya meninjau rakyatnya rumah ke rumah.Mereka berjualan kemana saja sepanjang hari dan sepanjang mampunya. Berjualan di pinggir jalan raya, di pinggir-pinggir sekolah, dipinggir -pinggir kantor, di lorong-lorong, di rumah-rumah rakyat, di komplek-komplek perumahan. Dagangan mereka apa saja, dari es sirop yang warna warni, cilok dengan saus dan sambel yang memerah, mie, bakso, pecel, sorabi, meningkat sedikit mereka membuat makanan di kasi lebel ada molring cimol kering, ada pikset keripik setan, kerupuk, makanan basah, makanan kering ribuan jenisnya.  Mereka ada yang bapak-bapak dan ada yang ibu-ibu , dari yang muda sampai dengan kakek-kakek atau nenek-nenek.
Dilematis.... antara memenuhi sesuap nasi kebutuhan perut dan kesehatan. Mengikuti siaran siaran media pagi ini tentang jajanan anak, bikin hati orang tua miris, fakta. Bincang bincang penyiar TV , kak Seto, petugas BPOM, antara pembuat makanan dengan standar Depkes, BPOM , dan kesehatan orang yang mengkonsumsi jajanan utamanya anak anak; bikin bulu roma mengkirik merinding. Dan sebenarnya tidak kali ini saja dibahas di media.

Adakah solusi jajanan rakyat yang sehat?

Bapak, adakah solusi jajanan rakyat yang sehat, mengingat standar dari Depkes atau juga mungkin menyangkut BPOM. Ditambah , mengingat lapangan kerja rakyat, mengingat ingin meningkatkan peranan UKM, mengingat adanya Dana Desa. Memang mencegah lebih baik dari pada mengobati.
Berdasarkan fakta , manalah mungkin tempat dan peralatan yang dipakai rakyat miskin rata rata bisa terlihat baik sehat higiene. Sedang rumahnya yang ditempati saja , asal bisa berteduh. Tempat dan peralatan serta bahan-bahan yang digunakan , dari mana mereka bisa sediakan, untuk makan hari esok belum terpikir.
Dari pada Dana Desa buat rapat rapat dinas kesana sini, apa tidak lebih baik sebagian dana disisihkan , buat beri bantuan rakyat yang usaha nya dari jajanan rakyat. Keperluan peningkatan tempat mengolah dan peralatan mengolah , bahan makanan yang sehat yang diijinkan, penyuluhan kesehatan mana yang boleh mna yang tidak boleh. Penyuluhan juga di RT RW tentang jajanan yang sehat.
Dari pada Kepala desa gak kenal dengan rakyatnya, di belakang meja, tunggu laporan, dinas keluar kota, mubazir. Atau bantuan apalah itu namanya tidak harus dari dana desa saja. Berapa sih luasnya desa atau lurah, yang jelas tidak seluas nusantara. Masak sih tidak bisa mendata rakyatnya, mana yang masih perlu bantuan, dari pada jadi bos baru. Agar berdagangnya bisa betul, dagangannya dikonsumsi rakyat utama nya anak-anak bisa sehat manfaat. Nyaman kalau rakyatnya mau ridho taat peraturan, bukan menakut-nakuti rakyat pula. Semoga jadi bahan pemikiran.



Data tambahan :
APA ADA BEDA Ijin Edar BPOM & DINKES / DEPKES / P-IRT?


Belakangan ini suka banyak yang tidak mengetahui mereka membandingkan beberapa produk yg pakai ijin Dinkes atau PIRT dengan produk yang memiliki sertifikasi BPOM buat produk yg mereka jual.

Kenyataannya juga banyak promo berbagai macam produk suplemen kesehatan atau makanan "bernutrisi" dgn BERBAGAI klaim khasiat beragam dari penjualnya, dan semuanya nota bene adalah MLM. Lalu saat kita tanya soal perijinan, mereka menjawab : " Produk kami AMAN & LEGAL. Tuh ada izin DEPKES RI xxxxxx / DINKES xxxx!"

Masalahnya, banyak produsen yg nakal yg memanfaatkan ketidak tahuan para konsumen-nya mengenai Sistem IJIN yg berlaku di Indonesia dan sayangnya memang hampir tidak ada sosialisasi mengenai izin yg benar utk obat-obatan, kosmetik, bahan pangan olahan dan suplemen makanan dari pemerintah kita. Mau tidak mau, prinsip Buyer Beware alias Pembeli yg Harus Waspada adalah yg harus kita terapkan.
Jadi apa sih bedanya Ijin Edar dari BPOM dan Ijin Edar dari Depkes/Dinkes?

IZIN BPOM



Adalah Izin tertinggi di INDONESIA yg HARUS dan WAJIB di miliki setiap OBAT-OBATAN, KOSMETIK DAN SUPLEMEN MAKANAN yang Beredar secara bebas, baik secara Penjualan Langsung / MLM. Ini karena BPOM adalah SATU-SATUnya lembaga di Indonesia yg bertugas MENGAWASI dan MENGATUR peredaran OBAT, MAKANAN , MINUMAN, KOSMETIK, SUPLEMEN & JAMU di Indonesia, BUKAN Departemen Kesehatan. Maka, apapun bentuk obat2an, suplemen makanan atau kosmetik nya HARUS & WAJIB memiliki IZIN BPOM bukan Ijin DEPKES/DINKES

IJIN DEP KES POM PIRT itu apa dong?



Apabila kita melihat pada produk-produk makanan dan minuman yang beredar di supermarket, toko, warung dan pasar, maka nomor pendaftaran dapat kita temukan di bagian depan label produk pangan tersebut dengan kode SP, MD atau ML yang diikuti dengan sederetan angka. Untuk Industri yang berskala rumah tangga, cukup dengan mendaftarkan produk yang akan dipasarkannya melalui Dinas Kesehatan berupa Nomor SP dan Nomor P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga).

Nomor SP adalah Sertifikat Penyuluhan, merupakan nomor pendaftaran yang diberikan kepada pengusaha kecil dengan modal terbatas dan pengawasan diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kodya, sebatas penyuluhan.

Selain itu, terdapat sertifikasi berupa PIRT. Nomor PIRT ini dipergunakan untuk makanan dan minuman yang memiliki daya tahan atau keawetan diatas 7 hari. Nomor PIRT berlaku selama 5 tahun dan setelahnya dapat diperpanjang. Untuk makanan dan minuman yang daya tahannya dibawah 7 hari akan masuk golongan Layak Sehat Jasa Boga dan nomor PIRT berlaku selama 3 tahun saja.


Izin PIRT tidak dapat dikeluarkan apabila bahan yang diproduksi adalah:

1. Susu dan hasil olahannya;

2. Daging, ikan, unggas dan hasil olahannya yang memerlukan proses penyimpanan dan atau penyimpanan beku;

3. Makanan kaleng;

4. Makanan bayi;

5. Minuman beralkohol;

6. AMDK (Air Minum Dalam Kemasan);

7. Makanan / Minuman yang wajib memenuhi persyaratan SNI;

8. Makanan / Minuman yang ditetapkan oleh Badan POM.

Kepada produsen makanan dan minuman bermodal besar yang diperkirakan mampu untuk mengikuti persyaratan keamanan pangan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dapat mendaftarkan produk makanan dan minumannya ke BPPOM untuk mendapatkan Nomor MD atau Nomor ML.

Nomor ML, diberikan untuk produk makanan dan minuman olahan yang berasal dari produk impor, baik berupa kemasan langsung maupun dikemas ulang.

Bagi produsen yang mempunyai produk Makanan dan Minuman yang berasal dari Dalam Negeri bisa mendapatkan NOMOR MD. Untuk Produsen yang memiliki beberapa lokasi pabrik yang berlainan, namun memproduksi produk yang sama, maka nomor MD yang diberikan adalah berdasarkan kode lokasi produk. Sehingga dapat terjadi suatu produk pangan yang sama, akan tetapi mempunyai nomor MD yang berbeda karena diproduksi oleh pabrik yang berbeda.

 Hal ini dimaksudkan untuk meringankan produsen bila terjadi suatu kasus terhadap suatu produk dari merek tertentu, yang mengharuskan terjadinya menghentian produksi atas produk tersebut. Maka yang terkena penghentian produksi hanyalah di lokasi yang memproduksi produk MD yang terkena masalah.

Nomor pendaftaran tetap berlaku sepanjang tidak ada perubahan yang menyangkut komposisi, perubahan proses maupun perubahan lokasi pabrik pengolah dan lain-lain. Apabila terjadi perubahan dalam hal-hal tersebut di atas, maka produsen harus melaporkan perubahan ini kepada Badan POM, dan bila perubahan ini terlalu besar, maka harus diregistrasi ulang.

Tidak Dapat Dialihkan

 Akhir-akhir ini semakin banyak produsen yang menggunakan jasa produksi dari pabrik lain, atas istilah tol manufaktur atau maclon. Dalam kasus ini, nomor MD adalah diberikan kepada pabrik yang memproduksi produk tersebut. Sehingga apabila produsen tersebut akan mengalihkan produksinya ke pabrik lain, maka harus mendaftar ulang kembali ke Badan POM.

Sejauh ini pendaftaran makanan dan minuman untuk seluruh wilayah Indonesia ditangani langsung oleh Direktorat Penilaian Keamanan Pangan, Badan POM. Untuk makanan dalam negeri diperlukan fotokopi izin industri dari Departemen Perindustrian dan PERDAGANGAN.


Ijin PIRT ini diberikan untuk Industri Skala Rumahan dengan Omzet hanya dibawah 10 Juta / Bulan. Misalnya Krupuk atau kripik, Sambal & Lauk Siap Makan seperti Onigiri atau Makan Siang Paketan yg dijual di minimart.




Jadi, adalah sebuah OVER KLAIM atau Penyesatan kalau Anda MEMBAYAR Sangat Mahal hingga Jutaan untuk Produk Yang Hanya Berijin Skala Dinkes / P-IRT karena ijin seperti ini hanya dikeluarkan untuk Ijin Produk Skala RUMAH Tangga / Industri Kecil.

Sedangkan Nomor ijin Depkes dikeluarkan OLEH Dinas Kesehatan daerah setempat (Kota/Kabupaten). Kalau nggak percaya, silakan tanya ke FB HaloBPOM karena ini bukan karangan tetapi peraturan yg berlaku.

Jadi, kalau Produk itu Yang anda Beli Bernilai Jutaan itu , Namun Ijin-nya Baru Hanya Sebatas PIRT / DINKES maka UANG Yang anda Keluarkan JAUH LEBIH BESAR dari Nilai Yang Sebenarnya. Ini utk menjawab beberapa pertanyaan ttg produk lain yg dipasarkan lewat MLM.

Untuk suplemen kesehatan, yg juga suka dipakai sama momoners sebagai perbandingan buat membela produk mereka, apabila TIDAK DIKLAIM BERFUNGSI sebagai Pengobatan, maka termasuk Usaha Rumah Tangga. Tapi apa bila diKLAIM fungsinya BISA untuk Mengobati, Menyembuhkan, Memberikan keturunan, Mengobati jerawat, dsb2 : Kategori tersebut TIDAK TERMASUK dalam kategori industri rumah tangga. Artinya Produk tersebut HARUS memiliki izin dari BPOM.

Jadi, kalau anda menemukan produk kosmetik, atau suplemen makanan yg hanya memberikan izin DEP KES / DIN KES namun Klaim-nya Begitu BOMBASTIS : Anda Harus CERDAS untuk Tidak Patut Percaya.

Nah, untuk produk pangan olahan, baik dengan ijin Dinkes, PIRT maupun BPOM, tetap DILARANG UTK DIPROMOSIKAN MEMILIKI KEMAMPUAN MENYEMBUHKAN, MENGOBATI, MEMBERIKAN KETURUNAN, MENGOBATI JERAWAT, KISTA, PENYAKIT JANTUNG, IMPOTENSI, DLL DSB, sesuai dgn Perka BPOM yg pernah saya ulas sebelumnya.

“ PIRT dibutuhkan bagi Industri Makanan skala Rumah Tangga sedangkan MD dan ML dibutuhkan bagi Industri yang lebih besar ”

Guna melindungi masyarakat dari produk pangan olahan yang dapat membahayakan kesehatan konsumen, maka dibutuhkan izin atau sertifikasi atas produk makanan yang dihasilkan oleh para produsen makanan. Semua produk makanan yang akan dipasarkan di Indonesia, baik berasal dari dalam dan luar negeri harus didaftarkan dan disertifikasi melalui instansi yang berwenang.
source: gwbali.blogspot.co.id


Thursday, January 14, 2016

Pak Presiden Jokowi, menyakitkan, tapi kami tidak takut, rakyat dibelakang anda.

Pak Presiden Jokowi, menyakitkan, tapi kami tidak takut, rakyat dibelakang anda. Banyak amalan yang bisa membawa ke surga, bukan harus membunuh orang, apalagi yang tidak berdosa. Umpama orang itu masih hidup , Allah tidak akan mengampuni dosanya, sebelum orang itu dibunuh juga. Padahal di negeri kita tidak ada hukumnya untuk melakukan qisos. Biarpun umpama tertangkap dihukum penjara 99 tahun , tetap saja urusannya dengan Allah Swt belum selesai. Allah tidak menerima taubat orang tersebut, sampai dia di qisos. Hendak para muslim paham ini, jangan dekat dekat pada amalan yang melanggar hukum agama, karena sekali lagi hukumnya tidak bisa dilaksanakan di negeri sendiri. jangan sampai membunuh orang berdosa atau tidak berdosa, mencuri atau sejenisnya seperti korupsi, jangan! Hati hati dengan kepahaman agama anda, jangan keblinger. Anda harus punya kepahaman agama yang kuat dan dengan cara benar, akhlaqul karimah, mengedepankan kerukunan utamanya dengan sesama warga bangsa sendiri. Hidayah itu, petunjuk itu, urusannya Allah. Kita manusia tidak bisa memaksakan kehendak orang agar dapat hidayah, itu tidak bisa, karena petunjuk atau hidayah haknya Allah. Anda ditugaskan Allah adalah amar makruf nahi mungkar, dengan menyesuaikan dimana anda tinggal. Mereka tidak mau, bukan urusan anda lagi. Kewajiban anda sudah gugur. Urusan dia dengan Allah. Toch kita tak ada yang tau bagaimana akhir hidup kita masing-masing, apakah beriman atau tidak, walau sekarang beriman. Nanti belum tentu.
Oleh karena itu Bapak, jangan ragu, mereka orang yang berdosa, penghianat bangsa bahkan, mereka harus dihukum, musuh Allah juga, sampai mereka betul-betul mau taubatan nasuha, lewat nasihat, amar makruf . Orang yang taubatan nasuha itu akan kelihatan dari peri kehidupannya sehari-hari, dia harus merasa menyesal, tidak mengulangi lagi, dan minta ampun pada Allah sebanyak-banyaknya atas dosa dosanya.
Bahkan amalan yang yang dihukumi mati syahid pun banyak peluang, sudah di tunjukkan Nabi SAW, bukan harus membunuh diri sendiri. Kita ditakdirkan sebagai bangsa Indonesia yang beraneka ragam keyakinan dan etnis. Itu adalah merupakan amanah. Amanah itu harus dilaksanakan apakah terhadap orang beriman ataupun tidak beriman. Maka beribadahlah dengan cara benar, jangan berdasarkan "katanya katanya", agar tidak terpengaruh seperti itu.
Kita berbelasungkawa sebesar besarnya pada saudara -saudara kita dan korban "tragedi Sarinah Thamrin". Kita semua istirja pada Allah sebanyak-banyaknya, semoga musibah ini akan diberi ganti yang lebih baik lagi buat negeri ini. Menjadikan semua warga bangsa dari atas sampai bawah lebih arif lagi dan semoga negeri ini Allah melimpahi rakhmat dan pertolonganNya. Amiin.




Thursday, December 10, 2015

Pak Jokowi banyak "orang bertopeng" sekeliling anda

Pak Jokowi banyak "orang bertopeng" sekeliling anda, jangan lupa itu. Waspada pada orang " yang bertopeng", jangan sampai sangka jelek pula pada setiap orang, dosa. "Orang bertopeng" ini biasanya punya kepentingan pribadi semata, tidak untuk membangun rakyat atau bangsa. Lempar batu sembunyi tangan, telunjuk lurus kelingking berkait. Nawacita pak Jokowi, hanya dimulutnya, tak paham maksudnya, tak ngerti aplikasinya, baginya yang penting ada duit dan ketenaran.
Lunturnya kepahaman dosa dan pahala, membuat orang membabi buta mengisi kehidupan. Itu arti nya dia tak pernah puas. Termasuk orang yang bertopeng. Bila dibiarkan akan menyusahkan juga. Angan-angan manusia seperti ini baru berakhir di liang kubur. Negeri yang hanya diisi orang yang mengejar perut dan keserakahan , tidak syukur, akan di laknat Allah. Negeri ini tidak akan ditolong Allah. Betul! Revolusi mental semacam itu harus dilakukan. Kebiasaan buruk, kebuasan zaman lalu sudah menyatu dalam tubuh, sehingga tidak tahu lagi perbuatannya salah atau benar; menjadi pejabat pula lagi, akibatnya penjara dimana-mana penuh. Sedikit banyak akibat pembangunan rakyat pintar dan maju sampai kedesa. Sementara "orang bertopeng" tetap dengan kebiasaannya, akibatnya rakyat mentertawakan badut pergajul tak tahu malu. Karena mentalnya harus direvolusi, supaya kenal pahala dan dosa. Rahasia Allah ingin diukur dengan "isi gundulnya". Tidak! Otak dan mata manusia diciptakan hanya mampu untuk melihat "nasi" hijaunya duit". Adapun untuk melihat hal "yang disana",hanya keimanan."Orang bertopeng" tak percaya pada malaikat yang ada dikiri dan kanannya, sehingga pahala dan dosa dibabat jadi satu. "Orang bertopeng" tak percaya kalau Allah tidak pernah tidur. "Orang bertopeng " tidak paham apa itu cobaan, apa itu musibah, akibatnya dia akan sangat menderita; kasihan keluarganya yang tidak terbina dengan baik.
Kelakuan orang zaman dulu, terulang lagi sepanjang zaman sampai sekarang, karenanya kalau punya kepahaman agama tidak kuat, bakal hanyut dan larut; kasihan pemuka bangsa yang berhati bersih dan paham agama yang tak henti hentinya berjuang.
Rakyat harus diajak bersyukur walaupun nikmat itu kecil. syukur pada orang yang memberi nikmat dan syukur pada Allah Swt., kalau tidak mau syukur siksa Allah sangat pedih. Ingat pada Allah hal yang wajib dan selamat, membelakangi Allah adalah laknat
Harus seimbang bapak(!), kebutuhan jasmani dan rohani, kalau mau rakyat sejahtera dan tenteram. Konsep beribadah dengan benar, konsep ketaatan beribadah harus ditemukan, agar negara dapat mendukung dan memfasilitasi. jangan sampai memberi fasilitas yang mubazir tidak terarah. Mudah-mudahan negeri yang indah ini kembali dalam pelukan anak negeri.
 Prilaku manusia dan alam di zaman akhir perlu dicermati dan dipahami, dan dicari dan disiapkan solusinya, untuk keselamatan dan kesejahteraan rakyat, dibidang pangan, papan dan usaha-usaha rakyat. Siapa yang ingin dunia harus dengan ilmunya dan barang siapa ingin akhirat harus dengan ilmunya, dan barang siapa yang ingin keduanya harus dengan ilmunya ( itu alhadist)

Wednesday, October 28, 2015

Pak Jokowi ajaklah putra putri bangsa beribadah dengan taat dan benar.

Pak Jokowi ajaklah putra putri bangsa beribadah dengan taat dan benar. Banyak sudah musibah yang diderita negeri ini. Banyak sudah penderitaan rakyat yang lemah negeri ini. Banyak sudah cobaan yang diderita rakyat negeri ini. Sekian puluh ribu orang yang mati karena narkoba setiap hari. Hancurnya mental penerus bangsa karena pencabulan terhadap dirinya tak berdaya. Longsor , kerusakan alam lingkungan karena keserakahan mengikuti hawa nafsu tak terkendali.Kebakaran diseluruh negeri mencapai tiga perempat negeri yang terbakar, yang memakan korban rakyat tak berdaya, oleh keserakahan, dan juga sebagai musibah.
Negeri ini telah dipertahankan dari penjajah dengan berdarah-darah oleh putra putri bangsa, yang diperingati dalam sumpah pemuda 28 Oktober.
Tanpa beribadah dengan taat dan benar , tidak akan ada kesyukuran bagi semua insan. Makhluk manusia tidak cukup dengan mencukupi kebutuhan secara pisik tapi dia butuh kebutuhan rohani. Kebuthan rohani ini tidak dapat datang dengan sendirinya tapi harus disosialisasikan, dididik, diajarkan, dinasehatkan. Sesuai dengan dalilnya " addinu nasehah, addinu nasehah, addinu nasehah. Agama itu harus dinasehatkan, agama itu harus dinasehatkan, agama itu harus dinasehatkan.
Kita harus mendidik putra bangsa untuk bersyukur, walau sekecil apapun kenikmatan yang diterimanya. Tenaga-tenaga potensial bangsa ini harus dibekali lahir batin. Jangan sampai dibiarkan hanya menguber kebutuhan perut semata. Menjadikan Allah didepan disegala urusan, untuk penerang kebijakan-kebijakan bapak untuk membahagiakan dan mensejahteraan bangsa khususnya putra putri bangsa.
Pak Jokowi harus ada konsep yang jelas agar bagaimana agar putra putri bangsa taat beribadah dan benar dalam kesehariannya, dalam rangka melaksanakan Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, dalam panca sila, jangan hanya sebagai lambang. Tanpa adanya ketaatan beribadah dengan cara benar sesuai keyakinannya masing-masing. Akhlak yang mulia tidak akan terwujud dalam masyarakat; budi pekerti yang luhur tidak terwujud dalam negeri ini, bila rakyatnya membelakangi agama, yang berarti membelakangi Allah Swt, berarti menjadi makhluk manusia yang sombong, berarti menentang Allah; berarti akan ada bencana besar.
Pak Jokowi , prilaku zaman akhir supaya dipahami, baik manusianya maupun alamnya. Dengan demikian Bapak akan bisa mempersiapkan segala sesuatunya untuk melindungi rakyat yang bapak cintai, seperti syarat dan membantu membangun rumah rakyat, mengingat prilaku zaman akhir, kesehatannya, usahanya, kebutuhannya.
Seperti ada korelasi antara manusia dengan alamnya dalam prilaku zaman akhir. Ketika "wahnun" menjadi jiwa makhluk manusia, cinta dunia benci pada mati, maka manusia akan menguber kesenangan dunia dengan cara tidak tahu malu tanpa batas . Tingkah polah manusianya akan maaf "bejat". Barang halal haram sama , disikat habis. Tak ada urusan dengan mahrom bukan mahrom. Tak peduli mana menikah dan yang mana zina. Yang mana orang tua dan yang dituakan untuk ditakzimi, dan yang mana teman. Mana cara sah mana yang tidak sah sama sama dikerjakan. Nah manakala itu terwujud, tunggulah saatnya angin merah, gempa, longsor dan segala macam bencana dan musibah akan datang silih berhenti.
Pak Jokowi prilaku zaman akhit sepertinya "tak bisa dielakkan", pesan kami rakyat persiapkan segala sesuatunya untuk kepentingan rakyat baik lahir maupun batin, jasmani rokhani. Mudah-mudahan bermanfaat.

Sunday, October 25, 2015

Pak Jokowi di setiap musibah di negeri ini carilah hikmahnya.

Pak Jokowi, disetiap musibah di negeri ini carilah hikmahnya. Jadikan Alquran di didepan untuk menerangi keputusan dan ilham bapak, Insya Allah Selamat dan Barokah. Walaupun putusan hal yang sepele jangan tinggalkan Allah. Selalulah Salat Istiharoh dan salat hajat di semua keputusan dan kebijakan untuk rakyat. Nanti Allah akan menuntun Anda dan mencarikan solusinya.
Hikmahnya, umpama :
- Pak Presiden jadi mengetahui cara kerja pembantu bapak dibawah belum maksimal.
- Didaerah tempat bencana, bapakjadi tahu kinerjanya sungguhan atau tidak, dan mungkin saja perlu di audit izin-izin dan peraturan yang dikeluarkan setempat.
- Bapak menjadi tahu prilaku lahan gambut, perlu mengumpulkan dan mendatangkan ahli-ahli dalam dan luar negeri untuk mencari solusinya.
- Mungkin Bapak jadi terpikir membuat gedung-gedung evakuasi yang banyak didaerah potensi bencana, yang lengkap dengan rumah sakit , gudang bahan pokok, rumah ibadah, sekolah, yang dapat mensterilkan asap; serbaguna ketika tidak dipakai buat evakuasi.
- mungkin bapak dapat ilham barokah, bahwa inilah "mulai jaman", yang walaupun bukan orang sengaja membakar, tapi hutan bisa terbakar sendiri, dan akan menjadi bencana dunia; tak bisa dielakkan, tapi harus dipersiapkan bagaimana melindungi rakyat, ( pesan Alquran dan Alhadist?")
- Mungkin Bapak dapat ilham, bahwa bencana ini tidak semata mata ulah tangan manusia, tapi cobaan dari Allah; dan bapak akan mengajak rakyat bapak untuk beribadah dengan benar tulus ikhlas karena Allah. Dan bahwa hidup itu "Tidak" mengurus perut semata.
- Dan lain lain, dan lain lain,  yang setidaknya Bapak timbul pikiran, bahwa mengejar kesejahteraan rakyat tidak bepikir secara ratio semata, tapi mengedepankan Allah ( lewat Alquran) menjadi penerang jalan bapak.

Tidak mudah memang, siapapun presidennya negeri ini, ketika suatu tekad sudah bulat membela kepentingan rakyat, tiba tiba dihadapkan situasi dunia seperti saat ini. Sementara kebiasaan lama yang selalu saja mengambil kesempatan dalam kesempitan disemua level kehidupan dan disemua level status sosial bangsa ini, yang selalu menggerogoti kebijakan kebijakan pemimpinnya.

Macam macam musibah yang dihadapi negeri. Dari mulai ekonomi dunia yang melambat berimbas kenegeri ini. Kebakaran yang luar biasa di seluruh tanah air luar biasa kerugian yang di derita negara dan rakyatnya, itu juga ulah segelintir orang yang ingin memperkaya diri. Pencabulan terhadap anak anak, generasi penerus bangsa. Masalah korupsi disegala lini kehidupan merambah dan mengoyak ngoyak akhlak moral bangsa, ternyata juga sudah berpolusi dalam birokrasi paling bawah. Tapi nun jauh dari itu semua tak terasa anak bangsa ini seperti sudah membelakangi agama yang diyakini sendiri. Disinilah akar masalahnya. Agama hanya seperti hiasan belaka, formalitas belaka. Kitab tutuntunan agama yang diyakininya hanya dipakai buat pintar pintaran belaka.

Maka sudah menjadi Dalil, ketika manusia lebih cinta dunia dan takut mati, maka manusia akan berlomba lomba menguber kesenangan dunia tanpa memikirkan halal dan haram, akan tanpa perduli lagi sah tidak sah dari harta yang diperolehnya, apalagi urusan dosa dan pahala sudah hapus dari kamus kehidupannya.

Anak akan berani kepada orang tua dan yang dituakan dan sebaliknya.
Sudah tidak ada rasa malu, walaupun ditonton masyarakat umum.

Karena itu pak Jokowi, jangan biarkan anak bangsa seperti itu, jangan rido dengan penerus bangsa seperti itu. Kalau betul Ketuhanan Yang Maha Esa kita junjung tinggi, ditempat pada nomer satu didalam Pancasila. Tapi agamanya ditinggal, hanya lambang, negeri ini tidak akan aman dan tentram.
Harus ada solusi bagaimana agar anak bangsa, toat dengan peraturan agama berdasarkan keyakinannya, tetapi dengan mengutamakan juga akhlak yang luhur dan persatuan bangsa. Pastilah agama itu beda, kitabnya beda, nabinya juga beda. Tapi kita dalam perbedaan itu kita ditakdirkan didalam satu wadah satu bangsa, bersaudara. Harus ada yang bertanggung jawab dalam ketoatan beragama masing masing, tapi kedepankan akhlak yang mulia  dalam menjalankannya dan persatuan bangsa.

Jangan sampai bapak biarkan, Harta berlimpah ruah, dimiliki rakyat atas usaha keras bapak, tapi rakyat menikmatinya hanya untuk kesenangan dunia semata tidak punya keyakinan kehidupan akhirat. Allah akan menantang hambanya. Kalau tidak suka dengan hukumku , kalau tidak rido dengan qodarku, keluarlah kamu semua dari bumi dan langitku, dan carilah Tuhan selain Aku.

Semoga ini bisa menjadi masukan yang manfaat, kekurangannya mohon maaf.

Thursday, July 23, 2015

Take advantage of the month of fasting to increase faith.


Take advantage of the month of fasting to increase faith. In this month many people are trying to improve himself each. The proof, of people who had never or rarely go to mosque to mosque, is now trying to take the time to worship into mosques. As a Muslim should be obliged to fulfill the five pillars of Islam as a religion that believes. In the month of fasting many people run fast, although was never pray. On a normal day many people who do not care about the Koran Alhadist moreover, in this fasting month at least they want to hear. Even many who do not understand what it is what it is alhadist Quran, they many not know if it is a book of guidance as a Muslim, the religion honor the manual in which he believed.
Irony indeed! While we uphold the first principle of Pancasila, belief in one God and reinforced in the 1945 Constitution, but every day the press reported violations of moral, sadistic murder, disease communities everywhere, breaking news corruption among officials. Society on did not get along, parliament did not get along, fellow party did not get along. Whether in the family or also on the stairs at home do not get along? A religious fellow on do not get along, let alone different religions. One ethnicity alone does not get along, let alone different ethnicity. So what do you want, where are you going? Coming out as the nation of Indonesia. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. True the saying goes: Gardens always greener and seductive ".
Take advantage of the month of fasting to increase faith . Faith that we have, although this slightly; this is still his name as a gift of Allah. Let together we are grateful! How can I be grateful? Allah months sow reward doubled, we endeavor to understand the religion that we believe this, perhaps only God hears us, that live in this world and hereafter blessing to our future blessing also.
Why is it so important faith ?. All religious community certainly believe that after undergoing the life of the world , all human beings must be live in the afterlife. Understand that.
All we resume practicing in this world there must have its rewards and punishment in the afterlife. If Heaven reward good deeds, bad deeds if his punishment torments of hell. Strictly speaking good deeds in the world, in the afterlife go to heaven, bad deeds in the world, in the afterlife in hell. No free goods, all imported practice and will be held accountable. Note Luqman's advice to his son.
"O my son, if there is such deeds weighing mustard seeds (you keep) in a rock or in the heavens or on earth, Allah will undoubtedly bring with charitable deeds" (Q 31:16)

Are you sure you definitely have to know, they just do not taufik able guidance.
Through the Qur'an and Alhadist we will come to know that fifty thousand years before the earth and the heavens were created destiny already being written first. God created the pen and command, "Write!". Pena said, "What do I write?", God commands, "write the destiny of all things until the Day of Judgement"
 What is written about the fate of his world affairs and destiny of faith and kafirnya the only person. Right, question your heart.
"No one who knows about his destiny". That is why he must be careful, vigilant, mutawari religious language, because we do not know what our destiny. Are we doomed faith or disbelieve in the end of our life.

Do not let the dazzling success of our world, or blinding our eyes, as if because of the wealth we have, God is pleased with us, when we do good ugly and reckless in worship.
Thanks if you already know with the following hadith.

(hadith Ahmad)
From Abdillah bin Mas'ud he said that Rasul SAW said, Allah divides ahklak you all as God gives sustenance among you all, and in fact God gave the world to loved ones and to those who do not The loved her, and God gave religion only to those who love God alone , then whoever is given faith by God verily God love her. That person must go to heaven her God.
   
So the problem pleasures of the world treasure, throne, women, God will give it to anyone no matter his faith or no faith. But God will not give religion to people who do not love God. Remember that. Now let us measure ourselves, if we have any symptoms or symptoms of the people of faith not faith? The following verse: 
"Allahu yuridi Faman an yahdiyahu yasyrah shadrahu lil-islaami Waman yurid an yudhillahu yaj'al shadrahu dhayyiqan harajan ka-annamaa yashsha''adu alssamaa FII-i kadzaalika yaj'alu alrrijsa Allahu 'alaa alladziina laa yu / minuuna." (Q 6: 125)So whoever wants God gets His guidance, - So Allah enlarges his chest to Islam; - And whoever Allah wants him to get lost, make God their narrow chest, as if they were ordered to go to heaven: So God made the penalty on those who do not want to faith (Q 6: 125)If we were the happiest people in the world, all the all-sufficiency and all desires can be fulfilled, the facts show that happiness can only be enjoyed only about a hundred years. The property has been left behind wives and children. treasure became seizure were still alive, a very beautiful wife remarried. Though our life time is still struggling to forget God and regulations. Then we will undergo hereafter extremely long journey and hard before receiving a reward acts in the world, whether reward or punishment, whether we put into heaven or tortured in hell. Masha Allah. May God give faith to live in a state of blessing, blessing the world, die incorporated into heaven, ameen!
 
You would never know the story of Pharaoh, man who never existed a thousand years old. Vast kingdom, palace beautiful, beautiful gorgeous women should not be asked anymore, abundant rich, all his
wishes fulfilled, never ill, in good health, dashing continued throughout his life. But during his life destined those who shirk, and will be the leader unbelievers in the hereafter. During his earthly life is so happy, when in hell asked "Are you happy for your life in the world"? The answer is "no", I was never happy. Thus it happened that the severity of the punishment to fall into the torments of hell. May be a muse for all of us in the blessed month of this Ramadhon.

 
Strengthen paragraph (Q 6: 125) above, a hadith (ash David) said,"Allah the almighty
Allah Sublime, when creating a slave to (sign) heaven, then God made him practice the deeds of Paradise so that he died remains practice the deeds of Paradise, then God put it into heaven because of the practice. And when creating a slave to (sign) Hell, then God made him practice deeds expert hell so that he died remained in a state of practicing practice expert hell, then God put it into hell because these deeds. "


Belief in God Almighty is there a solution enlightenment?

  As citizens of our nation are grateful to God, that this country has the philosophy of Pancasila by placing first principle , believe in the one  "Almighty God", was seated in the first place. That means what, our impression sages of this land ever really understand and formulate with deep sincerity that when a nation of citizens will be safe, affluent, prosperous nation if the citizens have confidence God Almighty. If the first precept is abandoned , or used as a "decoration" mouth alone, however rich its festival of the country, would have tangled. There will be no peace of life. The stronger he wins, hidden jungle law in modern life. the law will be used as toys, consumer business for those who have and feel strong. Yet God never sleeps.
 Residents will be suppressed in the maelstrom treasures of the world, forgetting the infinite divine Rabbi "Love", until punishment to them, with no solution leaders of this country. It seems a solution that needs to be looked at again. Agree! State provides for freedom of religion in accordance confidence citizens of the nation. But if obedience beragamanya allowed to exempt in accordance wants, no responsibility and no one is responsible, without any clear instructions, how the citizens of this nation so that they actually adhere to the religion he follows , yes like the fact that now. He said religion, but never pray, do not fasting, drinking beverages that are prohibited, even do worse than that. Some of worship, but breaking the path continues. Who's responsibility, the residents of this kind. There must be thinking to make a solution. How to keep toat citizens to worship according conviction. Suppose of the household, should be how and so on. Do not let that already serve better, anyway harassed, vilified for political and other reasons,
 must be of procedures, there must be responsible. If religion is only left in the ID card, our country is never safe, there will be no cheerful in our children down. That there is only fear without certainty a way out.
 In the month of fasting which is full of rewards merit, good time for us to reflect on life's good that only briefly. All our deeds, good words, deeds, our attitude will be brought in and be in the reckoning.
 The world we live this moment (at most 100 years), is just a "bridge", just a "nandur (Javanese)" farming then in the next harvest, after which there will be a very tough journey in the hereafter before the verdict to heaven or to hell. Without the religious people have confidence like this, without the citizens of the nation does not have a strong of understanding on religion, our country will continue to experience turmoil, such as the facts above. Hopefully, all of this could be good for all of us, the advantage of the month of fasting to increase our faith, respectively. May Allah Paring (Java) gives blessing for us all, ameen !.