Wednesday, June 15, 2016

Puasa, lailatulqodar, madu mazidun, stamina


Puasa Ramadhan ini, semoga keimanan kita semakin meningkat. Mari semua warga, menjadikan peluang suasana sakral puasa, menjalan puasa dengan cara baik sambil meningkatkan kepahaman agamanya, dengan banyak mengkaji Kitab tuntunan agamanya Alquran dan Alhadist Sunnah Rasulullah dengan cara berguru, jangan dibaca sendiri walau anda bisa ngerti bahasa Arab. Alquran dan Kitab Sunnah Rasul SAW adalah " ilmu" yang hukumnya " wajib " dikaji bagi setiap Muslim yang beriman, pasti akan ditanya , diminta pertanggung jawabannya oleh Allah Swt. Yang merasa dirinya Muslim jangan sampai terkena dalil surat Al Akrof , Q S7:179

walaqad dzara/naa lijahannama katsiiran mina aljinni waal-insi lahum quluubun laa yafqahuuna bihaa walahum a'yunun laa yubshiruuna bihaa walahum aatsaanun laa yasma'uuna bihaa ulaa-ika kaal-an'aami bal hum adhallu ulaa-ika humu alghaafiluuna

Dan niscaya sungguh Aku ( Allah) memenuhi isi neraka Jahannam dengan jin dan manusia, yang mereka punya hati, tetapi tidak mau  memahami Alquran dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak mau untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka punya   telinga tapi tidak dipergunakannya untuk mendengar Alquran ayat-ayat Allah. Q S7:179
Mudah-mudahan anda tergugah dengan ayat ini, bukannya marah marah merasa terhina.

Berbicara puasa, pasti kita akan menghadapi malam barokah, lailatul qodar, kita perlu paham.


Lailatul Qodar, atau "malam"  lailatulqodar, hanya ada dalam bulan puasa. Lailatulqodar harus dicari dan diperjuangkan pada 10 malam yang akhir bulan Ramadhan, paling efektif sambil iktikaf di Mesjid, jadi double pahala, pahala 1000 bulan dan pahala iktikaf. Karena tidak tidur dan terus beribadah semalam suntuk sampai 10 malam, maka perlu persiapan. Ini kelebihan ummat Nabi Muhammad SAW.

oooOooo

Madu Mazidun adalah madu dengan campuran madu, zait habbatussauda, zaitun, ekstrak jahe merah,pegagan dan temulawak. Rasanya enak dibadan berpengaruh nyaman dan bertenaga, bagus buat " bergadang" ibadah karena Allah di sepuluh malam terakhir puasa. Anda mau mencoba hubungi kami tapi SMS : 085295270482 beli minimal 3 bebas ongkos kirim, harga @ Rp60.000.--
Coba anda perhatikan manfaat dan kandungannya unsurnya:


Manfaat Madu,
Meningkatkan energi tubuh, Mengingkatkan sistem kekebalan tubuh, Kesehatan Kulit karena memiliki banyak sifat anti bakteri dan anti-jamur, Atasi batuk dan dingin, memabntu mengobati berbagai macam alergi, memiliki efek yang baik pada sistem pencernaan dan membantu , Madu mudah dicerna oleh perut yang paling sensitif dan membantu kerja ginjal dan usus. memberikan bantuan dari sembelit
kandungan madu per 100 gramnya :


Karbohidrat - 82,4 gm
Gula - 82.12 gm
Serat pangan - 0,2 gm
Protein - 0,3 gm
Air - 17.10 gm
Riboflavin ( vitamin B2 ) - 0,038 mg
Niacin ( vitamin B3) - 0,121 mg
Kalsium - 6 mg
Besi - 0,42 mg
Asam pantotenat ( vitamin B5 ) - 0.068 mg
Vitamin B6 - 0.024 mg
Folat ( Vitamin B9 ) - 2 ug
Vitamin C - 0,5 mg
Magnesium - 2 mg
Fosfor - 4 mg
Kalium - 52 mg
Sodium - 4 mg
Seng - 0,22 mg
Energi - 300 kkal ( 1.270 kJ )


habbatussauda,

Manfaat habbatussauda yang salah satunya berkhasiat untuk meningkatkan jumlah sel-sel T yang sangat baik untuk meningkatkan sel-sel pembunuh alami. Selain itu hasil penelitian yang dilakukan beberapa ahli obat-obatan,  bahwa kandungan dari habbatusauda memiliki banyak manfaat, antaranya



a. G. Reitmuller, seorang Direktur Institut Immonologi dari Universitas Munich, kandungan habbatusauda dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh dan dapat digunakan sebagai bioregulator.
b. sebagai suplemen multivitamin tubuh yang dapat menguatkan sistem imunitas tubuh  seperti : kanker dan Aids.
c. kandungan vitamin yang terdiri dari asam linoleat (omega 3 dan omega 6) dapat berfungsi sebagai pemberi asupan nutrisi yang baik bagi sel otak, membangun membran otak dan jaringan syaraf pada otak untuk meningkatkan kecerdasan dan daya ingat. Selain itu kandungan omega 3 dan 6 dapat memperbaiki kerja dari aliran darah menuju otak menjadi lancar.

d. Sebagai sintesa dan produktivitas hormon. Hormon merupakan salah satu komponen dalam tubuh yang menghasilkan kelenjar endokrin yang masuk dalam tiap aliran darah.
e. Menetralisir dan membunuh racun  dan dapat menurunkan kinerja dari fungsi organ tubuh yang sangat penting seperti : hati, paru-paru dan otak.
f. Habbatussauda dengan kandungan Saponin-nya yang memiliki fungsi sebagai kortikosteroid yang dapat mempengaruhi zat-zat serta vitamin yang didapat dari berbagai sumber makanan dan vitamin yang kita peroleh seperti karbohidrat, protein dan lemak yang berpengaruh pada fungsi jantung, ginjal, otot-otot tubuh dan syaraf. Selain itu saponin juga bermanfaat penyebaran polusi dan pencemaran lingkungan, gangguan susah tidur serta dapat berfungsi sebagai obat penenang untuk menghilangkan stress.
g. Sebagai Anti-Histamin atau anti bakteri.  Habbatussauda baik buat penderita asma yang gejalanya timbul karena alergi yang disebabkan oleh polusi udara, debu, perubahan cuaca, asap bahkan sampai menyebabkan timbulnya jerawat
habbatussauda sebagai obat dan multisuplemen yang memiliki banyak khasiat dari kandungan habbatussauda salah satunya dari minyak volatile ternyata ampuh untuk membunuh strain bakteri V cholera dan E coli dibanding dengan obat antibiotik lainnya seperti Ampicilin dan Tetrasiklin.
i. Habbatussauda dapat meningkatkan produktivitas ASI. Hal ini dikarenakan oleh kombinasi dari kandungan lemak tidak jenuh yang dimiliki habbtussauda yang berinteraksi bersama strukutral hormonal yang dimiliki dari minyak habbatussauda ini mampu melancarkan produksi ASI sehingga bayi atau balita mendapatkan sistem imunitas tubuh secara alami
j.  lanjut usia baik dikonsumsi untuk mempertahankan memori, daya tahan tubuh, mencegah terjadinya penurunan kerja dari fungsi otak yang berakibat pada kepikunan. Selain itu dapat menjaga kekebalan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit karena faktor usia.
k. Interferon yang terkandung dalam habbatussauda ini mampu menghasilkan sel-sel normal .
Meleburkan sel-sel tumor dan meningkatkan sistem antibodi. andun
Kandungan :
Alaine
alpha spinasterol
argine
beta sisterol
calcium
chromium
copper
fiber
glutamic acid
lodine
iron
leucine
linoleic acid magnesium
potassium
selenium
tannin

banyak lagi lainnya


Kandungan Minyak Zaitun, Kandungan zat-zat alami dalam minyak zaitun antaranya vitamin A, C, D, E, K, asam maristat, asam arachidat, asam palmitat, asam stearateasam lemak tak jenuh, , dan lignoserat. Disamping itu pun mengandung polifenol, asam oleat, pottasium, asam lemak esensial, zat besi, dan juga kalsium. Kandungan fenol yang terdapat pada minyak zaitun mengandung flavonoid yang mempunyai peranan aktif sebagai antioksidan yang sangat baik serta dapat membantu dalam menghambat proses oksidasi dari kolesterol jahat dalam tubuh.

 Manfaat :

Mencegah Diabetes
Mengatasi Kotoran pada Wajah

Menjaga Kesehatan Kulit

Menghilangkan artritis

Melembabkan kulit dengan alami

Memanjangkan rambut

Melembabkan bibir

Mengatasi rambut rusak

Menangkal radikal bebas


 Mencegah pikun
Menjaga Kesehatan Jantung
Mencegah Kanker
Membuah Sehat Usus





ekstrak jahe merah,
 Manfaat :
Antirematik
Mengatasi radang tenggorokan (bronkitis)
Untuk meredakan nyeri otot, alergi, nyeri haid, nyeri lambung
Untuk meredakan sakit pinggang
Mengatasi lemah syahwat
Penambah stamina
Mengobati pusing dan amandel




Untuk meredakan nyeri dan pegal linu
Mengatasi ejakulasi dini
Perangsang aktifitas dari saraf pusat
Merangsang kemampuan bereksi
Meregenerasi sel-sel kulit tubuh
Mencegah proses penuaan dini
Anestetik
Mencegah dan mengobati masuk angin
Obat pencahar atau obat untuk mengatasi sembelit atau BAB
Mencegah kemandulan
Memperkuat daya tahan sperma
Merangsang perbaikan dan perkembangan syaraf-syaraf tubuh
Penghangat tubuh
Penguat fungsi hati
Memperkuat sistem imunitas tubuh/kekebalan tubuh
Meningkatkan produksi getah bening secara normal


Kandungan jahe merah, capsaicin, farnesene, cineole, caprylic acid, aspartic, linolenic acid, gingerdione, dan masih banyak lagi senyawa kimia yang terkandung di dalam jahe merah. Mungkin senyawa-senyawa tersebut asing bagi anda, namun peran aktifnya sangat membantu dalam penyembuhan suatu penyakit baik ringan maupun penyakit yang membahayakan. Di dalam jahe merah, peneliti menemukan unsul pati seperti yang terdapat pada tepung kanji. Tidak hanya itu saja, kandungan jahe merah yang lain adalah serat-serat resin dalam jumlah yang tidak begitu banyak

Kandungan pegagan diantaranya, brahmoside, brahmic acid, brahminosid, asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tani, kalium, natrium, magnesium, kalsium dan zat besi

Manfaatnya :
  • Mengobati Sariawan dan Panas dalam.
  • Menghilangkan jerawat dan menghaluskan wajah.
  • Sebagai pembersih darah alami.
  • Melancarkan sirkulasi atau peredaran darah.
  • Bersifat Diuretik / peluruh kencing atau melancarkan air seni.
  • Meningkatkan sistem syaraf ingatan.
  • Menunrunkan demam.
  • Menghentikan pendarahan
  • Mencegah Varises dan juga salah urat.
  • Meningkatkan tenaga dan stamina tubuh.
  • Mencegah dan menurunkan gejala stres / depresi.
  • dll.



Kandungan temulawak, tanaman rimpang temulawak mengandung kurkuminoid , mineral minyak atsiri serta minyak lemak.Zat gizi antara lain karbohidrat, protein dan lemak serta serat kasar mineral seperti kalium ( K ), natrium ( Na), magnesium (Mg ), zat besi (Fe), mangan (Mn ) dan Kadmium ( Cd).

Manfaat temulawak.
Mengatasi gangguan pencernaan,
Macam-macam gangguan kesehatan di saluran pencernaan seperti perut kembung, dyspepsia, dan indisgestion dapat diatasi dengan temulawak.
Meringankan osteoarthritis.
Mengatasi Kanker,
seperti kanker payudara, usus, dan prostat. Dari jurnal ilmiah “The Prostate”, diketahui bahwa kandungan curcumin dalam temulawak dapat menghambat pertumbuhan kanker prostat.



KINI DAPATKAN  MADU MAZIDUN 6 IN 1


MADU - ZAIT HABBATUSSAUDA - ZAITUN - EKSTRAK JAHE MERAH - PEGAGAN - TEMULAWAK.

Perpaduan 6 bahan alami dari dalam & luar negeri yang menghasilkan rasa & khasiat yang luar biasa.

Insya Allah berkhasiat untuk menyembuhkan panas dalam, sariawan, demam, batuk, pilek, radang tenggorokan, migraine / sakit kepala, TBC, campak, lever, asma, bronchitis, keputihan, melancarkan haid, menormalkan (asam urat, darah tinggi & kolesterol), melindungi sel hati dari berbagai kerusakan akibat racun & bahan kimia, menambah gairah hubungan suami istri, mencegah ejakulasi dini, saluran kemih / batu ginjal, anti kanker, dll.

Netto: 350 gram

Aturan minum:
Anak-anak : 2x sehari 1-2 sendok makan
Dewasa : 3x sehari 3-4 sendok makan
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, konsumsi setengah jam sebelum makan.
Pagi : 3 sendok makan
Siang : 4 sendok makan
Malam : 3 sendok makan.

Diaduk dulu sebelum diminum (jangan dikocok).

Depkes P-IRT No. 209327501529


Anda mau mencoba hubungi kami tapi SMS : 085295270482 beli minimal 3 bebas ongkos kirim, harga @ Rp60.000.--

Thursday, June 9, 2016

Puasa Ramadhan, Saatnya berlatih mencintai Allah dan Rasul

Puasa Ramadhan, saatnya berlatih mencintai Allah dan Rasul; Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iimaanan wahtisaaban akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.Puasa Ramadhan hal yang di syariatkan Allah.
Tapi kenyataannya orang hanya membahas masalah perut , lapar , haus, kesehatan. Dokter menguraikan bagusnya puasa buat kesehatan, termasuk psikolog dengan segala argumentasi terhadap anak yang dilatih berpuasa. Silakan saja masing masing berhujjah kebaikan puasa, tapi jangan sampai lari dari maksud sebenarnya dari apa yang Allah firmankan kepada ummat manusia.
Pastilah orang berpuasa merasa lapar, pastilah orang berpuasa diterpa kehausan, apalagi orang punya aktivitas berlebih. Disaat yang demikian itu  datanglah cobaan, kelelahan tapi anda tak bisa minum, lemas tapi anda tidak bisa makan; kalau bukan niat berpuasa karena iman dan mencari pahala dari Allah, hawa nafsu anda akan berkuasa.
Apa gunanya mencari pahala? Tanpa pahala anda tidak bisa masuk surga. Allah telah menjelaskan dengan firmanNya Q. S87:17 " wal akhirotu khoiru wa abqo", "Akhirat itu lebih bagus dan kekal". Jadi apa yang anda cari di dunia. Mengapa Anda dilahirkan di dunia. Jadilah Muslim yang baik. Belajarlah agama anda dengan cara benar dan baik.
Mendapatkan pahala itu adanya didunia, dengan modal harta dan diri yang kita punyai, bisa mendapatkan pahala yang besar dan bisa membawa ke surga, sepanjang anda paham beragama. Amalan amalan yang tidak niat mencari wajahnya Allah, itu namanya pamer, pamer mata pamer pendengaran. Semua amalan karena pamer tidak dapat pahala, dapatnya dosa, dan dibalas dengan dimasukkan di Neraka.
Sepanjang anda mau belajar Alquran dan sunnah Rasul SAW dengan niat yang betul, cara yang betul kepahaman anda akan bertambah meningkat.
Waspadalah dunia yang anda kumpul kumpulkan , dunia yang anda perjuangkan dan berhasil tidak selamanya milik anda. Sewaktu waktu Allah memberi cobaan. Jangan seperti ceritanya seorang Jerman belum lama ini,  punya kekayaan mencapai $19milyar, dicoba Allah, usahanya merugi sehingga hartanya tinggal $9milyar; memikirkan yang lenyap akhirnya bunuh diri.
Karena itu saatnya anda meningkatkan keimanan , meningkat kepahaman agama agar anda tak terpengaruh oleh godaan hawa nafsu. Hidup ini bukan hanya urusan perut semata. Harus tahu bahwa kita manusia diciptakan Allah. Untuk apa Allah menciptakan manusia.
 Perhatikan alhadist berikut : " Wahai anak turun Adam kuciptakan engkau supaya beribadah kepadaku (Allah), maka itu jangan main -main. Aku menjamin memenuhi rejekimu , maka itu jangan ngoyo ( berlebihan).
Tidak akan terjawab bila kita beragama dengan kepahaman setengah setengah. Apalagi anda tidak tahu Kitab sebagai tuntunan Muslim itu, apa. Umpama tahu anda tidak berusaha belajar dengan cara benar dan baik. Tentu sulit anda mencintai Allah, sulit anda akan mencintai Rasul SAW. Mungkin anda banyak melihat orang yang mati tiap hari, tapi manusia jarang yang memikirkan kemana dia setelah mati.
Seandainya orang sadar bahwa orang dikasi hidayah kepahaman agama itu dari Allah, sementara dia tak paham agama bahkan menentang membenci, pastilah orang itu akan menangis maratap pada Allah agar diberi hidayah. Tanpa hidayah Allah, tak mungkin orang masuk surga.
Kadang kadang orang tahu ilmu agama segudang, tapi karena tak dapat hidayah, ilmu hanya ditumpuk, yah sekedar tahu saja. Dia tak tahu bahkan tak mau tau urusan aplikasinya, mengamalkannya. Dikerjakan apa yang dia suka, apa yang cocok menurut dirinya. Ciri orang tidak dapat hidayah.
Padahal walau banyak manusia bisa menyebutkan seseorang baik hati, dermawan, kasih sayang tapi dia tidak mau sembahyang tidak mau berpuasa tidak mau memahami Alquran tidak mau memahami sabda sabda rasulullah SAW yang banyak, " bagi " Allah , itu bukanlah orang baik, walau manusia bilang baik. Hendaknya hal ini betul betul dipahami yang baik dan berusaha mencari kepahaman. Hidup sangat singkat, akhirat sangat lama, berat dan kekal.
Mencintai Allah dapat terwujud bila anda tahu untuk apa anda jadi manusia. Bisa terwujud bila anda jadi hamba Allah yang bersyukur.
Upaya yang anda lakukan tidak akan terwujud tanpa izin Allah. Orang menjadi pandai hasil belajar dengan keras, tidak akan terwujud bila tidak ijin Allah.
Ingatlah untuk urusan dunia, Allah memberi kepada orang, siapa saja, yang beriman ataupun yang tidak beriman. Tapi anda perlu takut dan menyadari , bahwa kepahaman agama hanya diberikan Allah pada orang yang dicintai Allah. Sampai Nabi SAW pernah berkhotbah " seandainya kalian tahu, apa yang aku ketahui, pastilah kalian akan tertawa sedikit dan banyak menangisnya".
Peringatan -peringatan ini hendaknya menjadi cambuk buat diri kita dengan memanfaatkan bulan puasa Ramadhan yang penuh berkah ini. Dengan harapan agar kita bisa mencintai Allah dan Rasul SAW, dan ini pun harus anda perkuat dengan sungguh sungguh berdoa dari dalam hati anda yang paling dalam inner heart dengan keinginan besar mencintai Allah dan RasulNya. Ini doanya :
Allahumma inni as aluka hubbak, wa hubba man yuhibbuka , wal 'amalal ladzi yuballighuni hubbak . Allahummaj 'al hubbaka ahabba ilayya min nafsi wa ahli wa minal ma il barid.
Wahai Allah sesungguhnya aku mohon pada Engkau , agar aku mencintai Engkau, dan mencintai orang-orang yang mencintai pada Engkau, dan beramal, yang amalan itu menyampaikan aku menjadi cinta pada Engkau. Wahai Allah jadikanlah cintaku pada Engkau lebih aku senangi, dari pada diriku sendiri, keluargaku dan dari dinginnya air. ( waktu di padang pasir yang kering tandus dan panas )

Semoga kita semua jadi Muslim yang beneran, yang diberi Hidayah dan kepahaman agama Allah yang kuat. Amiin Ya Rabbal Alamiin.

Wednesday, June 1, 2016

Hari Pancasila, momentum meningkatkan aplikasinya.

Hari Pancasila, momentum meningkatkan aplikasinya. Saatnya para Pemuka Bangsa dan cerdik cendekiawan negeri ini menoleh kembali kebelakang, mengapa kita memerlukan Pancasila. Apa yang diharapkan dari Pancasila. Apa yang tersirat dan tersurat di hati pendiri bangsa ini ketika menjadikan Pancasila sebagai dasar negara. Didalam Pancasila kita mengharapkan persatuan bangsa. Kita mengharap warga bangsa sejahtera. Kita juga mengharap warga bangsa semua berTuhan Yang Maha Esa. Didalam berketuhanan, ada akhlaq, ada adab, ada tatakrama dan agama. Didalam agama ada adab ada akhlaq ada tatakrama yang mengatur kehidupan manusia di dunia. Yang mengatur tatakrama dalam agama bukan manusia tetapi Allah Swt sang pencipta manusia itu sendiri dengan jagad alam rayanya, pasti benarnya.
Sayang sekali, kalau melihat sejarah perubahan Pancasila dan susunannya terkesan "tergesa gesa".

Yaitu masalah yang paling krusial adalah kalimat : “… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya, ” ( Dikutip dari wikipedia, lihat dibawah)

Kalau diikuti sejarahnya, memang pantaslah saudara saudara dari golongan beragama selain Islam akan takut. Kalau kata atau phrase "syari'at Islam" dimasukkan sebagai Sila pertama.
Tapi mungkin akan menjadi lain kalau phrase "syari'at Islam" menjadi "syari'at Agama". Sehingga lengkapnya menjadi “… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari'at AGAMA bagi pemeluk-pemeluknya, 

Mengapa ini perlu untuk dikemukakan karena "Ketuhanan Yang Maha Esa" dalam Pancasila seolah dianggap simbolis semata sekarang ini, tidak ada "kewajiban" menjalankan syariat agama masing masing agama bagi pemeluknya.
Ditambah lagi perilaku " manusia zaman akhir", benci mati senang dunia. Sehingga ketamakan, keserakahan, tanpa moral merasuk pada manusianya, dan pasti akan diikuti oleh alam yang rusak "seolah marah" ulah manusia itu sendiri,  semua karena jauh dari Tuhannya
Sementara Pak Jokowi pak Presiden mau " revolusi mental", mengapa tidak.

Apa yang menjadi kerisauan rakyat bawah, korupsi ( siperampok pengecut  ) , terorisme, narkoba, minuman keras/ plus oplosan, intoleransi, sara, zina, pemerkosa, pembunuhan, pemerkosaan dan pembunuhan,  penipuan, penyakit yang seram serama meregang nyawa warga, AID, HIV dan lainnya hampir tiap hari menghiasi negeri ini, bikin buluroma merinding. Semua kejadian yang menyeramkan ini hubungannya dengan agama. Allah Swt sudah mengatur itu semua, ada reward dan punishment nya dari Allah. Kalau rakyat tidak mempunyai keyakinan yang kuat pada agamanya, ya pemerintah pasti repot. Pemerintah berpayah payah mengurusi perut rakyatnya, kesejahteraan rakyatnya, tapi keyakinan beragama dari segelintir manusianya tak terurus, akan menjadi "duri yang beracun" bagi warga lain, yang ujungnya rakyat tidak akan merasa aman dan tidak merasa sejahtera.
Mudah mudahan tidak disalah artikan agar Hari Pancasila ini dijadikan momentum buat meningkatkan aplikasinya, untuk kenyamanan dan keamanan rakyat.
Semoga menjadi bahan pertimbangan.


                                                                        ooOoo                                                                                                                                                    



Rumusan-rumusan Pancasila
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Ada usul agar artikel atau bagian ini digabungkan ke Pancasila. (Diskusikan)
Pancasila sebagai dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia telah diterima secara luas dan telah bersifat final. Hal ini kembali ditegaskan dalam Ketetapan MPR No XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia No. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara jo Ketetapan MPR No. I/MPR/2003 tentang Peninjauan Terhadap Materi dan Status Hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 1960 sampai dengan Tahun 2002. Selain itu Pancasila sebagai dasar negara merupakan hasil kesepakatan bersama para Pendiri Bangsa yang kemudian sering disebut sebagai sebuah “Perjanjian Luhur” bangsa Indonesia.
Namun di balik itu terdapat sejarah panjang perumusan sila-sila Pancasila dalam perjalanan ketatanegaraan Indonesia. Sejarah ini begitu sensitif dan salah-salah bisa mengancam keutuhan Negara Indonesia. Hal ini dikarenakan begitu banyak polemik serta kontroversi yang akut dan berkepanjangan baik mengenai siapa pengusul pertama sampai dengan pencetus istilah Pancasila. Artikel ini sedapat mungkin menghindari polemik dan kontroversi tersebut. Oleh karena itu artikel ini lebih bersifat suatu "perbandingan" (bukan "pertandingan") antara rumusan satu dengan yang lain yang terdapat dalam dokumen-dokumen yang berbeda. Penempatan rumusan yang lebih awal tidak mengurangi kedudukan rumusan yang lebih akhir.
Dari kronik sejarah setidaknya ada beberapa rumusan Pancasila yang telah atau pernah muncul. Rumusan Pancasila yang satu dengan rumusan yang lain ada yang berbeda namun ada pula yang sama. Secara berturut turut akan dikemukakan rumusan dari Muh Yamin, Sukarno, Piagam Jakarta, Hasil BPUPKI, Hasil PPKI, Konstitusi RIS, UUD Sementara, UUD 1945 (Dekrit Presiden 5 Juli 1959), Versi Berbeda, dan Versi populer yang berkembang di masyarakat.

Daftar isi

Rumusan I: Moh. Yamin, Mr.

Pada sesi pertama persidangan BPUPKI yang dilaksanakan pada 29 Mei1 Juni 1945 beberapa anggota BPUPKI diminta untuk menyampaikan usulan mengenai bahan-bahan konstitusi dan rancangan “blue print” Negara Republik Indonesia yang akan didirikan. Pada tanggal 29 Mei 1945 Mr. Mohammad Yamin menyampaikan usul dasar negara dihadapan sidang pleno BPUPKI baik dalam pidato maupun secara tertulis yang disampaikan kepada BPUPKI.

Rumusan Pidato

Baik dalam kerangka uraian pidato maupun dalam presentasi lisan Muh Yamin mengemukakan lima calon dasar negara yaitu[1]:
  1. Peri Kebangsaan
  2. Peri Kemanusiaan
  3. Peri ke-Tuhanan
  4. Peri Kerakyatan
  5. Kesejahteraan Rakyat

Rumusan Tertulis

Selain usulan lisan Muh Yamin tercatat menyampaikan usulan tertulis mengenai rancangan dasar negara. Usulan tertulis yang disampaikan kepada BPUPKI oleh Muh Yamin berbeda dengan rumusan kata-kata dan sistematikanya dengan yang dipresentasikan secara lisan, yaitu[2]:
  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kebangsaan Persatuan Indonesia
  3. Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Rumusan II: Dr.Soepomo

Pada tanggal 31 Mei 1945, Soepomo pun menyampaikan rumusan dasar negaranya, yaitu:
  1. Persatuan
  2. Kekeluargaan
  3. Keseimbangan lahir dan batin
  4. Musyawarah
  5. Keadilan rakyat

Rumusan III: Ir. Soekarno

Selain Muh Yamin dan Soepomo, beberapa anggota BPUPKI juga menyampaikan usul dasar negara, di antaranya adalah Ir Sukarno[3]. Usul ini disampaikan pada 1 Juni 1945 yang kemudian dikenal sebagai hari lahir Pancasila.Namun masyarakat bangsa indonesia ada yang tidak setuju mengenai pancasila yaitu Ketuhanan, dengan menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya.Lalu diganti bunyinya menjadi Ketuhanan Yg Maha Esa. Usul Sukarno sebenarnya tidak hanya satu melainkan tiga buah usulan calon dasar negara yaitu lima prinsip, tiga prinsip, dan satu prinsip. Sukarno pula-lah yang mengemukakan dan menggunakan istilah “Pancasila” (secara harfiah berarti lima dasar) pada rumusannya ini atas saran seorang ahli bahasa (Muhammad Yamin) yang duduk di sebelah Sukarno. Oleh karena itu rumusan Sukarno di atas disebut dengan Pancasila, Trisila, dan Ekasila[4].

Rumusan Pancasila [5]

  1. Kebangsaan Indonesia - atau nasionalisme -
  2. Internasionalisme - atau peri-kemanusiaan -
  3. Mufakat - atau demokrasi -
  4. Kesejahteraan sosial
  5. Ketuhanan

Rumusan Trisila [6]

  1. Sosio-nasionalisme
  2. Sosio-demokratis
  3. ke-Tuhanan

Rumusan Ekasila [7]

  1. Gotong-Royong

Rumusan IV: Piagam Jakarta

Usulan-usulan blue print Negara Indonesia telah dikemukakan anggota-anggota BPUPKI pada sesi pertama yang berakhir tanggal 1 Juni 1945. Selama reses antara 2 Juni9 Juli 1945, 9 orang anggota BPUPKI ditunjuk sebagai panitia kecil yang bertugas untuk menampung dan menyelaraskan usul-usul anggota BPUPKI yang telah masuk. Pada 22 Juni 1945 panitia kecil tersebut mengadakan pertemuan dengan 38 anggota BPUPKI dalam rapat informal. Rapat tersebut memutuskan membentuk suatu panitia kecil berbeda (kemudian dikenal dengan sebutan "Panitia Sembilan") yang bertugas untuk menyelaraskan mengenai hubungan Negara dan Agama.
Dalam menentukan hubungan negara dan agama anggota BPUPKI terbelah antara golongan Islam yang menghendaki bentuk teokrasi Islam dengan golongan Kebangsaan yang menghendaki bentuk negara sekuler di mana negara sama sekali tidak diperbolehkan bergerak di bidang agama. Persetujuan di antara dua golongan yang dilakukan oleh Panitia Sembilan tercantum dalam sebuah dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar”. Dokumen ini pula yang disebut Piagam Jakarta (Jakarta Charter) oleh Mr. Muh Yamin. Adapun rumusan rancangan dasar negara terdapat di akhir paragraf keempat dari dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar” (paragraf 1-3 berisi rancangan pernyataan kemerdekaan/proklamasi/declaration of independence). Rumusan ini merupakan rumusan pertama sebagai hasil kesepakatan para "Pendiri Bangsa".

Rumusan kalimat [8]

“… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Alternatif pembacaan

Alternatif pembacaan rumusan kalimat rancangan dasar negara pada Piagam Jakarta dimaksudkan untuk memperjelas persetujuan kedua golongan dalam BPUPKI sebagaimana terekam dalam dokumen itu dengan menjadikan anak kalimat terakhir dalam paragraf keempat tersebut menjadi sub-sub anak kalimat.
“… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan,
[A] dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut dasar[:]
[A.1] kemanusiaan yang adil dan beradab,
[A.2] persatuan Indonesia, dan
[A.3] kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan[;]
serta
[B] dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Rumusan dengan penomoran (utuh)

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  2. Menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Rumusan populer

Versi populer rumusan rancangan Pancasila menurut Piagam Jakarta yang beredar di masyarakat adalah:
  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Rumusan V: BPUPKI

Pada sesi kedua persidangan BPUPKI yang berlangsung pada 10-17 Juli 1945, dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar” (baca Piagam Jakarta) dibahas kembali secara resmi dalam rapat pleno tanggal 10 dan 14 Juli 1945. Dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar” tersebut dipecah dan diperluas menjadi dua buah dokumen berbeda yaitu Declaration of Independence (berasal dari paragraf 1-3 yang diperluas menjadi 12 paragraf) dan Pembukaan (berasal dari paragraf 4 tanpa perluasan sedikitpun). Rumusan yang diterima oleh rapat pleno BPUPKI tanggal 14 Juli 1945 hanya sedikit berbeda dengan rumusan Piagam Jakarta yaitu dengan menghilangkan kata “serta” dalam sub anak kalimat terakhir. Rumusan rancangan dasar negara hasil sidang BPUPKI, yang merupakan rumusan resmi pertama, jarang dikenal oleh masyarakat luas[9].

Rumusan kalimat [10]

“… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat-kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Rumusan dengan penomoran (utuh)

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  2. Menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat-kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Rumusan VI: PPKI

Menyerahnya Kekaisaran Jepang yang mendadak dan diikuti dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diumumkan sendiri oleh Bangsa Indonesia (lebih awal dari kesepakatan semula dengan Tentara Angkatan Darat XVI Jepang) menimbulkan situasi darurat yang harus segera diselesaikan. Sore hari tanggal 17 Agustus 1945, wakil-wakil dari Indonesia daerah Kaigun (Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Kalimantan), di antaranya A. A. Maramis, Mr., menemui Sukarno menyatakan keberatan dengan rumusan “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” untuk ikut disahkan menjadi bagian dasar negara. Untuk menjaga integrasi bangsa yang baru diproklamasikan, Sukarno segera menghubungi Hatta dan berdua menemui wakil-wakil golongan Islam. Semula, wakil golongan Islam, di antaranya Teuku Moh Hasan, Mr. Kasman Singodimedjo, dan Ki Bagus Hadikusumo, keberatan dengan usul penghapusan itu. Setelah diadakan konsultasi mendalam akhirnya mereka menyetujui penggantian rumusan “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dengan rumusan “Ketuhanan Yang Maha Esa” demi keutuhan Indonesia.
Pagi harinya tanggal 18 Agustus 1945 usul penghilangan rumusan “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dikemukakan dalam rapat pleno PPKI. Selain itu dalam rapat pleno terdapat usulan untuk menghilangkan frasa “menurut dasar” dari Ki Bagus Hadikusumo. Rumusan dasar negara yang terdapat dalam paragraf keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar ini merupakan rumusan resmi kedua dan nantinya akan dipakai oleh bangsa Indonesia hingga kini. UUD inilah yang nantinya dikenal dengan UUD 1945.

Rumusan kalimat [11]

“… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Rumusan dengan penomoran (utuh)

  1. ke-Tuhanan Yang Maha Esa,
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab,
  3. Persatuan Indonesia
  4. Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Rumusan VII: Konstitusi RIS

Pendudukan wilayah Indonesia oleh NICA menjadikan wilayah Republik Indonesi semakin kecil dan terdesak. Akhirnya pada akhir 1949 Republik Indonesia yang berpusat di Yogyakarta (RI Yogyakarta) terpaksa menerima bentuk negara federal yang disodorkan pemerintah kolonial Belanda dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS) dan hanya menjadi sebuah negara bagian saja. Walaupun UUD yang disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945 tetap berlaku bagi RI Yogyakarta, namun RIS sendiri mempunyai sebuah Konstitusi Federal (Konstitusi RIS) sebagai hasil permufakatan seluruh negara bagian dari RIS. Dalam Konstitusi RIS rumusan dasar negara terdapat dalam Mukaddimah (pembukaan) paragraf ketiga. Konstitusi RIS disetujui pada 14 Desember 1949 oleh enam belas negara bagian dan satuan kenegaraan yang tergabung dalam RIS.

Rumusan kalimat [12]

“…, berdasar pengakuan ke-Tuhanan Yang Maha Esa, perikemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan dan keadilan sosial.”

Rumusan dengan penomoran (utuh)

  1. ke-Tuhanan Yang Maha Esa,
  2. perikemanusiaan,
  3. kebangsaan,
  4. kerakyatan
  5. dan keadilan sosial

Rumusan VIII: UUD Sementara

Segera setelah RIS berdiri, negara itu mulai menempuh jalan kehancuran. Hanya dalam hitungan bulan negara bagian RIS membubarkan diri dan bergabung dengan negara bagian RI Yogyakarta. Pada Mei 1950 hanya ada tiga negara bagian yang tetap eksis yaitu RI Yogyakarta, NIT[13], dan NST[14]. Setelah melalui beberapa pertemuan yang intensif RI Yogyakarta dan RIS, sebagai kuasa dari NIT dan NST, menyetujui pembentukan negara kesatuan dan mengadakan perubahan Konstitusi RIS menjadi UUD Sementara. Perubahan tersebut dilakukan dengan menerbitkan UU RIS No 7 Tahun 1950 tentang Perubahan Konstitusi Sementara Republik Indonesia Serikat menjadi Undang-Undang Dasar Sementara (LN RIS Tahun 1950 No 56, TLN RIS No 37) yang disahkan tanggal 15 Agustus 1950. Rumusan dasar negara kesatuan ini terdapat dalam paragraf keempat dari Mukaddimah (pembukaan) UUD Sementara Tahun 1950.

Rumusan kalimat[15]

“…, berdasar pengakuan ke-Tuhanan Yang Maha Esa, perikemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan dan keadilan sosial, …”

Rumusan dengan penomoran (utuh)

  1. ke-Tuhanan Yang Maha Esa,
  2. perikemanusiaan,
  3. kebangsaan,
  4. kerakyatan
  5. dan keadilan sosial

Rumusan IX: UUD 1945

Kegagalan Konstituante untuk menyusun sebuah UUD yang akan menggantikan UUD Sementara yang disahkan 15 Agustus 1950 menimbulkan bahaya bagi keutuhan negara. Untuk itulah pada 5 Juli 1959 Presiden Indonesia saat itu, Sukarno, mengambil langkah mengeluarkan Dekrit Kepala Negara yang salah satu isinya menetapkan berlakunya kembali UUD yang disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945 menjadi UUD Negara Indonesia menggantikan UUD Sementara. Dengan pemberlakuan kembali UUD 1945 maka rumusan Pancasila yang terdapat dalam Pembukaan UUD kembali menjadi rumusan resmi yang digunakan.
Rumusan ini pula yang diterima oleh MPR, yang pernah menjadi lembaga tertinggi negara sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat antara tahun 1960-2004, dalam berbagai produk ketetapannya, di antaranya:
  1. Tap MPR No XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia No. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara, dan
  2. Tap MPR No III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan.

Rumusan kalimat [16]

“… dengan berdasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Rumusan dengan penomoran (utuh)

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa,
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab,
  3. Persatuan Indonesia
  4. Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Rumusan X: Versi Berbeda[17]

Selain mengutip secara utuh rumusan dalam UUD 1945, MPR pernah membuat rumusan yang agak sedikit berbeda. Rumusan ini terdapat dalam lampiran Ketetapan MPRS No. XX/MPRS/1966 tentang Memorandum DPR-GR mengenai Sumber Tertib Hukum Republik Indonesia dan Tata Urutan Peraturan Perundangan Republik Indonesia.

Rumusan

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa,
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab,
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial.

Rumusan XI: Versi Populer[18]

Rumusan terakhir yang akan dikemukakan adalah rumusan yang beredar dan diterima secara luas oleh masyarakat. Rumusan Pancasila versi populer inilah yang dikenal secara umum dan diajarkan secara luas di dunia pendidikan sebagai rumusan dasar negara. Rumusan ini pada dasarnya sama dengan rumusan dalam UUD 1945, hanya saja menghilangkan kata “dan” serta frasa “serta dengan mewujudkan suatu” pada sub anak kalimat terakhir.
Rumusan ini pula yang terdapat dalam lampiran Tap MPR No II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa)

Rumusan

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa,
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab,
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Epilog

“Pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara” (Pasal 1 Ketetapan MPR No XVIII/MPR/1998 jo Ketetapan MPR No. I/MPR/2003 jo Pasal I Aturan Tambahan UUD 1945).

Catatan kaki

1.       ^ Saafroedin Bahar (ed). (1992) Risalah Sidang BPUPKI-PPKI 29 Mei 1945-19 Agustus 1945. Edisi kedua. Jakarta: SetNeg RIselanjutnya disebut Risalah 2
2.       ^ Risalah 2
3.       ^ Sidang Sesi I BPUPKI tidak hanya membahas mengenai calon dasar negara namun juga membahas hal yang lain. Tercatat dua anggota Moh. Hatta, Drs. dan Supomo, Mr. mendapat kesempatan berpidato yang agak panjang. Hatta berpidato mengenai perekonomian Indonesia sedangkan Supomo yang kelak menjadi arsitek UUD berbicara mengenai corak Negara Integralistik
4.       ^ Risalah 2
5.       ^ Risalah 2
6.       ^ Risalah 2
7.       ^ Risalah 2
8.       ^ Risalah 2
9.       ^ Risalah 2
10.   ^ Risalah 2
11.   ^ Risalah 2
12.   ^ Konstitusi Republik Indonesia Serikat
13.   ^ Negara Indonesia Timur, wilayahnya meliputi Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya, Kepulauan Nusa Tenggara, dan seluruh kepulauan Maluku
14.   ^ Negara Sumatera Timur, wilayahnya meliputi bagian timur provinsi Sumut (sekarang)
15.   ^ Undang-Undang Dasar Sementara
16.   ^ UUD 1945 (dekrit 1959), Tap MPR No XVIII/MPR/1998, Tap MPR No III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan
17.   ^ Ketetapan MPRS No. XX/MPRS/1966
18.   ^ Tap MPR No II/MPR/1978

Referensi

  1. UUD 1945
  2. Konstitusi RIS (1949)
  3. UUD Sementara (1950)
  4. Berbagai Ketetapan MPRS dan MPR RI
  5. Saafroedin Bahar (ed). (1992) Risalah Sidang BPUPKI-PPKI 29 Mei 1945-19 Agustus 1945. Edisi kedua. Jakarta: SetNeg RI
  6. Tim Fakultas Filsafat UGM (2005) Pendidikan Pancasila. Edisi 2. Jakarta: Universitas Terbuka

Lihat pula

Thursday, May 19, 2016

Sikdam Hasim Gayo, musibahmu berkahmu

Sikdam Hasim Gayo, musibahmu berkahmu, walau sebagai penyandang disabilitas. Allah menunjukkan kekuasaanNya lewatmu, adakah orang mau belajar dari cerita dirimu? Seharusnya iya. Gayo cerita hampir saja saya memilih bunuh diri ketika musibah ini menghampiri dirinya, katanya. Ibuku jualah yang membangkitkan semangat hidupku. Ibuku yang mulia dan berkah.Gayo mencari jalan syukur pada Allah , katanya, dengan musibahku ini Allah mewujudkan mimpi mimpiku. Dengan musibahku Allah menjadikan aku berguna buat orang lain. Sebelumnya dia menjadi terkenal, sampai bisa menyampaikan pidatonya didepan para bangsawan di kerajaan Inggris; kesehariannya Gayo berkeliling mendidik bahasa Inggris kepada orang orang yang "lemah" tanpa dibayar. Sampai sampai keluarganya menegurnya, supaya jangan berbuat demikian. Tapi dia memilih diam, dan menyerahkan pilihannya pada Allah. Dia yakin Allah maha Melihat , Allah tidak pernah tidur. Allah menciptakan manusia dengan rejekinya.
Kini Gayo sudah terkenal, dia sedang gigihnya memperjuangkan kesamaan hak terhadap penyandang disabilitas; hak pendidikan, hak bekerja, hak sarana, hak kesehatan. Disamping memotivasi tigapuluh enam juta penyandang disabilitas lainnya, suatu usaha mulia bagi seorang pemuda belia.
Seandainya Sikdam Gayo tahu dalil dalil lainnya, mudah mudahan sudah tahu bahwa,
"Allah tidak melihat pada rupa dan hartamu, tapi Allah melihat pada hatimu dan amalmu."
Semoga memperkuat keteguhan iman Sikdam Gayo.

Lebih lebih dalil berikut, mungkin bisa jadi bahan renungan buat Gayo, andai saja Gayo bisa melihat tulisan ini
(hadist Ahmad)

Dari Abdilah bin Mas'ud dia berkata bahwa bersabda Rasul SAW, sesungguhnya Allah membagi ahklak kamu sekalian sebagaimana Allah memberi rezeki diantara kamu sekalian, dan sesungguhnya Allah memberi dunia kepada orang yang dicintai dan kepada orang yang tidak di cintai nya, dan Allah memberi Agama hanya kepada orang yang Allah cintai saja, maka barang siapa yang diberi agama oleh Allah maka sesungguhnya Allah cinta kepadanya. Pastilah orang itu masuk surga nya Allah. 

Jadi masalah kesenangan urusan dunia, Allah akan menganugerahkan kepada siapa saja,apakah dia iman atau tidak beriman. Tapi Allah tidak akan memberi agama kepada orang yang Allah tidak cintai.

Salam buat Gayo, seandainya kau baca, kau pasti merenungkan dalil itu, karena bagaimanapun Akhirat lebih baik dan kekal Q S87:17) dunia sudah kau capai.
Semoga kiprah Sikdam Gayo menginspirasi anak bangsa dan pemuka bangsa, negara yang penuh berkah ini, semoga saja, Amiin

Wednesday, May 18, 2016

Golkar, aduh, ibarat piring retak..

Golkar, aduh, ibarat piring retak... Kegaduhan golkar sudah "mereda". Cermin ke depan orang dibawah sudah mengira ngira.... ( negatif?). Sudah jangan pada sak udhon ah. " Gak soalnya sayang kang". Emang kenapa?". " Lho akang apa ga lihat rekam jejak po?. " " Lho .. rekam jejak?", rekam jejak siapa?. Nggak ah nanti jadi ngarasani, dosa. Lebih jelek lagi dosa mendosakan. Becik ketitik , olo ketoro. Apa itu. Ya itu.
Jaman sekarang apa yang bisa ditutupi. Dinding saja bisa ngomong.
Mas Sudah, cari jalan taqwa saja. Mari kita mendidik anak anak kita dengan cara baik. Utamakan akhlak, biar kelak kita punya pemimpin jujur, amanah dan akhlaqul karimah. Generus harus kita bekali faham agama faqih, ber akhlaqul karimah dan mandiri.Kita sabar saja dulu biar generasi abu abu sekarang ini habis, tapi kita harus kasi tameng pada generus, jangan sampai menerima  warisan jelek sekarang. "Pesan " Rasul SAW barang siapa menghendaki dunia harus dengan ilmunya, barang siapa menghendaki akhirat haru dengan ilmunya, dan barang siapa menghendaki keduanya haruslah dengan ilmunya juga."
Jadi kalau mau urusan dunia , apasaja, harus ambil ilmunya supaya sukses. Tapi kalau meyakini hari akhirat harus tahu dalilnya. jangan ikut ikutan, jangan kata katanya. Lihat dalilnya di dua kita suci. Insya Allah selamat. Akan terhindar dari ketamakan, keserakahan, kedurhakaan. Setidaknya selamatkan diri dari ancaman siksa Allah. Karena Annar haqqun, wanjannatu haqqun. Neraka haq pasti adanya dan surga juga haq pasti adanya.Sebagian manusia pasti menempati neraka dan sebagian pasti menempati surga. Aduh golkar, penampilan mu ibarat piring retak. Kadek... hati hati membawanya rawan pecah. Moga moga yang akan datang jadi lebih baik lagi.

Sunday, May 15, 2016

Minat Baca versus peradaban gadget

Minat Baca versus peradaban gadget kolaborasi seru. Anak itu baru kelas dua SD, pulang sekolah dirumah tak ada orang. Bisa masuk rumah kalau kakaknya yang kelas lima pulang membawa kunci rumah. Kedua orang tuanya sibuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup buat tujuh anak. Kalau  kakaknya yang di SMP pulang sekolah barulah disiapkan makan siang. Tapi ketika hidangan tersedia, yang di siapkan untuk makan siang, tak ada satu pun dirumah. Dicari lagi, sedang asik nonton game temannya pakai tablet. Menjelang jam empat sore sang ayah pulang. Tak satupun orang ditemui dirumah padahal pintu depan rumah sampai pintu belakang rumah semua terbuka. Tak lama melintas anak tetangga pulang dari Masjid. Kesempatan bertanya apakah dia tau si "Bijak" ada dimana, sambil titip mengharap bantuan memanggilkan. Ada ditempat si Awang. Itu lokasi terkenal kumpulan anak anak beradu main game Kalau yang satu ada di Iin sedang seru seruan meladeni teman facebook.
Sementara itu program generusnya ingin agar anaknya paham agama faqih, berakhlaqul karimah dan mandiri. Suatu kenyataan yang bertolak belakang antara apa yang diajarkan dengan aplikasi, " susahnya di peradaban gadget".
Seharusnya semua orang utamanya warga bangsa ini, konsekwen dengan agama yang diyakininya. Karena tak ada amalan walau sekecil apapun terlewat begitu saja nanti disisi Allah Swt. Semua di hisab semua diminta pertanggung jawaban, semua ada reward dan punishmentnya.

Rasulullah SAW dalam hadis qudsi
" Ya ibna adama khalaqtuka li'ibadati fala tal'ab, watakaffaltu birizqika fala tat'ab" ( Ahmad )
Wahai anak turun Adam , Aku ciptakan kamu sekalian untuk ibadah padaku maka jangan main main, dan Aku cukupi kamu sekalian dengan rezekimu maka jangan ngoyo. ( ngoyo (jawa), berlebih lebihan )

Sebagai orang tua jangan keduanya kerja ngoyo urusan dunia semata , sebab anak itu amanah. Agamanya harus diurus. Didalam agama ada akhlaq, adab, tatakrama yang harus dilaksanakan.

Pada hal di depan rumah mesjid. Sejak sore para mubalig dan mubalighot mesjid sudah sibuk mengajar per kelompok umur, sampai nanti malamnya buat para orang tua. Perjuangan gratis lillahi taala, tanpa mengharapkan bantuan pemerintah atau siapapun.Kehidupan cari sendiri sendiri, masing masing. Luar biasa. Pak Tua ingin menumbuhkan minat baca anak anaknya. Ia berusaha bagaimana mengkolaborasi antara minat baca dengan gadget. Suatu ketika saudara nya menghadiahkan Ipad apple baru kepadanya. Seperti ular ketemu pentungan, gayung bersambut.
Ketika anak anaknya  tahu tentang keberadaan ipad yang baru diperoleh ayahnya, mereka semua senyum senyum penuh arti. "Gue lebih canggih yah"  , mungkin begitu dalam hati mereka. "Sidang" darurat serumah di mulai. " Anak anak suka apel? katanya, maksudnya Ipad yang baru saja dapat hadiah buat Ayah. " ini ayah punya buat kerja online, tapi kalian boleh pakai sepuasnya, tapi dengan syarat, mau? Spontan semua anak anak menjawab "mau". Mereka lebih paham dari Ayah urusan Ipad. OK kata ayah. Sebelum "makan apel". baca dulu "hancak" bacaan Alqurannya lanjutkan baca pelajaran nya yang sangat diminati. Nanti Ayah periksa, betul atau tidak. Kalau OK silakan nikmati apel "sepuasnya".
Awalnya tugas yang sangat berat, kita mau tidak mau ikut bantu membahas pelajarannya. Sehingga mereka bisa menghayati baik bacaan Alqurannya maupun buku pelajarannya. Semoga bisa terus berlangsung dengan lancar.
Tak lupa setelah main gadget , berdoa: "Subhanakallahumma wabihamdika, asyhadualla ilahaillallah anta, wastafiruka wa atubu ilahi.".
Nabi bersabda "barang siapa yang duduk duduk dalam duduknya banyak berbuat lahan (main main) sebelum bangkit dari duduk hendaklah berdoa... ( tersebut diatas ) ( hadist Tirmidzi )... maka akan diampuni (dosanya) selama dia main main dalam duduknya.

 Mudah mudahan menginpirasi buat kita semua untuk menumbuhkan minat baca tanpa gaptek.

Friday, May 6, 2016

Yuyun, siapa lagi, haruskah...?

Yuyun, siapa lagi, haruskah...? Geger..., terkejut,....kecewa, ...kesel,   sedih, menderita......, geram..., entah apalagi, tergantung warga yang perduli. Semuanya pada sibuk dengan argumentasinya, " mengapa harus terjadi", "apa yang salah". Baik dari warga masyarakat awam sendiri sampai, para pakar, para cerdik cendekiawan, ataupun penegak hukum, dari pemerintah dan tuan tuan yang mewakili rakyat. Padahal sudah terjadi ratusan atau ribuan kali apalagi kalau dihitung sejak berdirinya negera ini. Apa mau tetap " anget-anget tai ayam?". "Hallo, seriuslah man!"
Negara ini telah diperjuangkan oleh pejuang bangsa dengan berdarah-darah untuk merdeka. Negarawan negeri ini sejak awal sudah sangat bijak menetapkan Pancasila sebagai dasar negara, masih kurang apa lagi. Dan menetapkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama. Apa arti dan maksudnya diletakkan pada sila pertama? Tentulah Negarawan itu kalau bisa bangun dari kuburnya, teriak-teriak "kamu badut badut" cuma memikirkan kantongmu saja. Akhlaq, tatakrama warga bangsamu ... "rusak", karena keyakinan berTuhannya dilepaskan begitu saja, seperti melepas hewan peliharaan yang tidak diurusi dengan baik. Ada yang gemuk, ada yang binal, ada yang buas. Namanya " Ketuhanan Yang Maha Esa", tentu dimaksudkan keyakinan masing masing warga.... "agama". Tapi apa nyatanya, yang rata-rata menuliskan di KTP nya agama tertentu tidak menetapi ibadahnya dengan benar. Semua memikirkan "perut" semata, tamak, serakah, pelit, bachil, dengki, dendam merasuk keseluruh sendi jiwa rakyat yang tak terurus agamanya ibadahnya. Bangga, warga anggota organisasi sudah banyak, tapi nyatanya .... kosong ibarat buih. Tatakrama tidak diurus, ibadah apalagi... besok saja kalau sudah tua, kalau dekat mau mati.  Anak-anak yang dilahirkan tumbuh begitu saja. Cukup bangga kesekolah diantar pakai mobil bagus, juara kelas. Wah orang tuanya luar biasa bangga dengan hidung mendongak keatas, "anak siapa dulu". Padahal anak nya tak pernah mengaji Buku Tuntunan agamanya sendiri, pun sembahyang. Begitu anaknya terjun ke masyarakat dibawa cerita agama oleh rekannya, menghindar, kalau gak langsung kabur. " Kuno, kampung, ndeso ", apalagi istilah kalau cerita diarahkan ke agama. Innalillah wainna ilahi rojiun. Begitu amat, fakta yang menyakitkan. Lihat saja diacara media TV apa saja wawancara, bila disarankan beragama dengan baik, pasti host nya mengalihkan pembicaraan seperti tak mendengar atau langsung distop, kenek an (kena diri sendiri). "Karepmu opo rek?"
Semua warga Indonesia harusnya tak ada yang tidak beragama. Bagaimana peran orang tua jaman kini. Seolah-olah negeri ini pernah ada kesenjangan generasi yang tidak peduli agama, yang kini jadi orang tua, yang tidak peduli ibadah sesuai agamanya. Tidak bisa ditoleransi didalam negara Pancasila. Ketuhanan Yang Maha Esa hal yang paling fundamental di negeri ini, artinya agama hal yang paling fundamental di negeri ini. Apa gunanya itu RT RW Lurah Desa dibentuk, kalau cuma mengurusi blok blok partai , organisasi dan sebagainya , tidak mengutamakan mengurus rakyat. " Tidak perduli" kepada warga. Seharusnya sudah tau warga yang bermasalah. Yang bermasalah urusan "negara". Harus ada wadah unsur orang tua dengan alim ulama masing masing , para pakar, pemuka negara dalam membina warga, bertemu , bekerja bermusyawarah. Itu sekolah , kalau nilai agamanya jelek jangan boleh pelajaran yang lain dilepas dengan angka yang menonjol. Apa kita mau dipimpin oleh orang yang tidak bermoral? Kita minta agar negara mau memperhatikan agama warga bangsa nya ditetapi dengan baik. Jangan hanya perlambang. Ketuhanan Yang Maha Esa jangan hanya perlambang. Negara harus membangun warga bangsa yang seimbang antara ketaatan beragama secara baik dengan kebutuhan "perut" rakyat. Didalam agama ada akhlak, ada adab, ada tatakrama yang punya reward and punishment, ....dunia... dan ...akhirat. Semoga jadi bahan pertimbangan.

Sunday, April 24, 2016

Pak Jokowi, intoleransi dan sara, buat rakyat menderita.

Pak Jokowi, intoleransi dan sara, buat rakyat menderita. Kata orang, negara ini ibarat suatu keluarga besar. Penghuninya punya macam-macam kelakuan dan keinginan, ada yang baik ada yang "nakal". Ada yang punya kepahaman yang sama tapi ada yang berbeda dari orang tuanya. Apakah karena dia "nakal" atau karena dia punya pemahaman yang berbeda menjadi bukan keluarga? Tentu tidak. Selagi dia anak tentulah keluarga dan tentulah jadi tanggung jawab orang tua. Sebagai orang tua yang baik, pastilah dia bertindak arif dan bijaksana.
Demikian halnya dengan negara. Warganya ada yang baik ada yang "nakal", tapi itu tetap warganya.
Hendaknya ini menjadi kepahaman semua warga.
Indonesia ditakdirkan terdiri dari banyak etnis dan agama , bermacam kultur dan adat istiadat. Apakah dengan beda agama beda suku, beda kultur bukan warga Indonesia? Tentu tidak! Berkahnya warga Indonesia mayoritas memeluk agama Islam. Kenapa "berkah", karena seharusnya orang Islam paham sekali dengan Tuntunan dari yang Maha Berkah, Al Quran dari Allah Swt dan Sunnah Alhadist Rasulullah SAW, sudah cukup lengkap memberi peringatan agar hidup dalam sayang menyayangi.Kedua Kitab itu tidak ada yang bohong, tidak ada keraguan didalamnya, haq, pasti terjadi, menuntun manusia bahagia di dunia dan bahagia di akhirat. Ironinya saking mayoritasnya , justru oknum-oknumnya ada yang "keluar jalur", membuat kehebohan sehingga sampai berpotensi terjadinya intoleransi dan sara.
Kasihan ummat yang punya akhlaqul karimah tinggi, mereka mengalah walau di hina dan di fitnah, karena dia memilih mendengarkan peraturan pemerintahnya sebagai "orang tua keluarga besar", agar rukun. Bahkan pemerintah setempatnya secara informal sudah diberitahukan bahwa ada warganya melakukan kegiatan berpotensi sara ; Pak Lurah , pak Camat ada yang hanya "diam", malah bukan mencairkan.  Walaupun diperlakukan tidak adil, dengan rasa menderita dan was-was mereka tetap sabar dan memilih berdoa pada Allah, semoga "mereka", diberi hidayah diberi petunjuk.Sendi sendi pembangunan bangsa tidak produktif dengan kelakukan intoleransi dan sara. Ummat yang mengalah itu,  mereka lebih mengedepankan Kerukunan ummat beragama, dengan mengedepankan uchuwah Islamiyah, menjauhkan intoleransi , menjauhkan sara, untuk persatuan bangsa. Sebagai saudara yang baik dia tau benar, bahwa aniaya tidak boleh dibalas dengan aniaya, dosa besar. Tidak ikut ikutan fitnah karena, "Fitnah, lebih kejam dari pembunuhan" ( apanya?) SIKSA AKHIRATNYA "DISISI" ALLAH SWT. Ingin tahu?! Nanti, pasti datang.
Orang Islam tau betul betapa sengsaranya siksa akhirat, sehingga ummat ini tidak mau , moh (Jawa) dengan siksa akhirat, menjaga betul jangan sampai menimpanya. Padahal "mati" datangnya sewaktu-waktu , setelah itu datanglah persoalan akhirat yang maha dahsyat. Didalam keadaan bumi sudah diganti dengan tembaga dan matahari sudah didekatkan sejengkal dari kepala, dalam keadaan demikian, "tidak ada amalan yang tidak diminta pertagungjawaban semua diteliti semua manusia. Bayangkan berapa milyar banyaknya manusia yang pernah ada sejak Nabi Adam sampai hati Kiamat nanti. Berapa lama giliranmu. Apakah masih mau menuruti hawa nafsunya, supaya terkenal, supaya jadi "orang gede", padahal warga yang lain teraniaya oleh ulahnya. Muslim seharusnya paham akan hal ini.
Sampai Nabi SAW bersumpah: " Demi Dzat, diriku ditangannya Dzat, bahwa kamu sekalian tidak akan bisa masuk surga sampai kalian semua beriman, dan kalian tidak disebut beriman , sampai kalian semua saling sayang menyayangi satu sama lain".
Pak Jokowi , itu bahan bapak kepada ummat ini, kepada warga bangsa yang beraneka ragam ini, bersatulah, rukunlah, damailah.

Pak Jokowi , harus ada solusi yang menyentuh di akar bawah soal intoleransi dan sara.

Kalau tidak ada solusi yang menyentuh sampai di akar bawah  soal intoleransi dan sara, berpotensi besar rakyat dibikin sengsara oleh segelintir orang "picik", membuat pembangunan bangsa tertatih tatih tidak lancar dibawah.
Sekiranya, Apakah tidak baik bila harus ada " Lembaga" kerukunan ummat beragama" dari pusat sampai ke akar bawah di Desa, buat semua agama, bekerja mengatasi menasihati ummatnya "yang nakal" dan kepentingan lainnya. Jadi tiap tiap agama harus punya " lembaga kerukunan  ummat beragama", sampai desa. Islam umpamanya, harus punya lembaga kerukunan ummat beragama Islam dari segala aliran dan pecahannya. Gunanya bermusyawaroh bukan menang-menangan, bila terjadi masalah diintern Islam , lembaganya mengutamakan kedamaian dan kerukunan, tidak menjelekkan, saling maaf memaafkan, menjauhkan sikap dari intoleransi dan sara. Itu pasti ulahnya seorang, membawa bawa yang lain. Kemudian untuk" lintas agama" kita buat "Dewan kerukunan ummat beragama", sampai ke desa.  Dalam musyawaroh , yang dicari damai dan rukunnya, bukan ngotot-ngototan. Agar sesama warga bangsa dapat hidup berdampingan buat persatuan bangsa, dan membangun bangsa sampai anak turun bangsa bisa hidup senang dan rukun. Jangan saling fitnah, jangan provokatif, jangan sangka jelek. Masing-masing pemuka agama dan segala alirannya mengurus ummatnya, agar ibadah dengan tenang syukur bisa ibadah dengan baik bahkan dilindungi oleh negara. Jadi tidak ada warga bangsa umpama mengaku Islam , tidak tersentuh oleh pembinaan agama cara benar oleh pemukanya.  Tidak ada warga yang " liar tak terbina", sesuai keyakinannya; siapapun dia orang biasa sampai orang "luar biasa".
Kita ditakdirkan memang berbeda, jangan menyalahkan "cara" orang yang memang berbeda. Jangan dibanding bandingkan pasti beda. Urusan "mana yang benar", nanti ( !) urusan masing-masing disisi Allah. Nasihati ummat masing masing agat taat beribadah pada Allah dan RasulNya, jangan sampai melanggar apalagi murtad.
Oknum yang melanggar aturan agamanya apalagi murtad, dan pindah keyakinan yang lain, silakan saja. Tapi jangan menjelek jelekkan atau menjadi provokator mengajak  untuk memusuhi agama atau keyakinan sebelumnya atau yang lain. Disini perlu kearifan pemuka agama masing-masing.Jadi apabila terjadi kechilapan, pemukanya mengajak ummatnya rukun cari solusinya, bukan permusuhan, islah, mengutamakan saling maaf dan sayang menyayangi sesama bangsa, baik itu suatu agama atau keyakinan maupun lintas agama. Hidayah itu milik Allah. Manusia tidak bisa memberi hidayah walau kepada orang yang dia cintai. Allah lah yang memberi hidayah kepada orang yang Allah kehendaki ( Alquran)
Pak Jokowi itu satu lagi bahan bapak. Rakyat sangat tidak tentram diperlakukan tidak adil oleh warga sendiri yang kebetulan jadi " pejabat tingkat bawah, merasa paling benar, paling kuasa di akar bawah".
Semoga bisa jadi bahan pertimbangan. Semoga Allah Swt selalu membimbing kita dijalan kebenaran.



Monday, March 28, 2016

Jangan biarkan nafsu anda mendera anda

Jangan biarkan nafsu anda mendera anda, bila anda ingin bahagia di dunia dan akhirat.Tak seorangpun manusia dimuka bumi ingin menderita di dunia. Itu terbukti, semua orang dengan segala cara mencukupi segala keinginannya. Tak tau lagi mana keinginan mana kebutuhan. Deraan hawa nafsu, telah banyak mengambil korban, tapi sedikit sekali orang yang mau belajar dari pengalaman hidupnya. Kilaunya dunia membutakan mata akan hari akhirat. Walau dimata terlihat setiap hari orang dikuburkan, belum membuat kebanyakan orang untuk sadar,kemana orang akan berakhir.
 Betapa luasnya Allah menyampaikan yang tertera didalam Alquran, bahwa betapa semua amal perbuatan akan dibalas dan akan di hisab. Tak peduli sebesar apapun amalan bahkan walau sebesar bijinya sawi pasti ada reward dan punishment nya. Berulangkali Allah menyampaikan betapa dahsyat hari kiamat itu. Betapa pedihnya siksa Allah, mulai siksa kubur,siksa hari kiamat, siksa hari pembalasan dan siksa hari hari berikutnya sebelum ditempatkan di neraka atau di surga. Cerita hari pembalasan yang dahsyat, setelah alam barzah, Semua yang pernah menganiaya di dunia akan dibalas disini; anda pasti tahu lima puluh ribu tahun lamanya; sebelum orang akan mencari tuhannya masing masing. manuasia dengan manusia, manusia dengan binatang, binatang dengan binatang dan sebaliknya. Sangat sangat menderita. Maka perbaikilah hidup ini sebelum menghadap Allah.Betapa beratnya siksa ini, namun mati sudah tidak ada. Artinya manusia akan merasakan sengsaranya siksa, walau siksa nya berat tak terhingga. Takutlah dan taqwalah !
Nabi berkhotbah, "seandainya kalian tahu, apa yang aku ketahui; niscaya kalian akan ketawa sedikit dan akan menangis yang banyak".
Jangan biarkan hawa nafsu mendera anda.Kalian jangan lupa kalau Iblis yang dulu menggoda Nabi Adam sampai sekarang masih hidup. Sampai sekarang dia mengerahkan pasukannya termasuk dari golongan jin dan manusia, untuk merusak orang yang beriman pada Allah Swt. agar bersama sama dia tinggal jadi penghuni neraka. Dia berusaha menguasai hawa nafsu anda. Jaga itu.
Tak ada orang yang sombong bisa masuk surga, yaitu orang yang meremehkan manusia dan menolak barang yang haq ( yang datang dari Allah Rasul). Tidaklah dia disebut orang yang beriman sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang digariskan Allah Swt.
Jadilah hidup dalam kasih sayang menurut garis Allah Swt dan RasulNya. Semoga manfaat.


Wednesday, March 9, 2016

Gerhana dan perilaku manusianya di zaman akhir

Gerhana dan bagaimana perilaku "manusianya zaman akhir", menyikapinya, sepertinya elok untuk disimak. Gerhana matahari total yang terjadi di Indonesia saat ini, telah menjadi bahan berita luas. Indonesia telah memanfaatkannya dengan baik untuk meningkatkan kepariwisataannya. Momen ini dimanfaatkan oleh semua orang dengan berbagai kepentingan. Ada yang mengatakan " ingin melihat pengaruh gerhana terhadap kehidupan hewan" , ada yang mengobservasi pengaruhnya terhadap " tumbuhan dan kehidupan manusia". Ada yang ingin mengukur kemampuannya untuk mengambil gambar pada momen yang bagus, lengkap dengan segala peralatannya. Ada yang melihat keindahannya saja, Ada yang "mencari-cari" ketakjubannya. Ada yang ikut-ikutan sebagai penggembira saja.

Pada tahun 1983 telah terjadi juga Gerhana matahari total , artinya itu sekitar 33 tahun yang lalu. Jadi, kita juga akan dapat melihat gerhana matahari total selanjutnya kemungkinan 33 tahun lagi.
Gerhana matahari itu sendiri terjadi, karena bulan melintasi langsung diantara Bumi dan matahari, bentuk dari bayangan bulan berposisi di atas bumi. Ini hanya bisa terjadi saat bulan baru - dan bagian sisi gelap bulan menghadap ke Bumi.

Bagaimana perilaku manusianya


Di Indonesia dulu dimana Islam ikut tertindas oleh penjajahan utamanya dari Belanda, orang Islamnya sendiri terikut ikut mempunyai beberapa kepercayaan seperti yang dipercayai oleh sebagian manusia di muka bumi seperti :
- Arab Quraisy pada jaman jahiliyah mengatakan bahwa gerhana itu adalah "Tanda akan adanya kematian dan kelahiran dikaitkan dengan kejadian-kejadian tertentu.
- Kepercayaan yang berada di Jepang mereka mengatakan "Racun tersebar ke bumi "
- Kepercayaan orang-orang asli Amerika mengatakan bahwa "Penampakkan Ibu Bulan"
- Kepercayaan sebagian Jawa, dan suku Inca kuno  bahwa gerhana adanya "Jaguar Memakan Bulan" 
- Suku Hupa di utara California percaya kalau "Bulan Terluka dan Berdarah" 
- Kepercayaan yang kebanyakan ada di Jawa bahwa gerhana terjadi sebab dari "Munculnya raksasa buto kala"
- Kepercayaan di Bali mereka meyakini "Kala rahu yang menelan bulan"
- Kepercayaan di Cina dan suku Indian  bahwa mereka percaya bila terjadi gerhana ada "Seekor naga menelan bulan".
Tentunya semua itu dengan praktek mengatasinya.( sumber kepercayaan ini diambil dari beberpa sumber diantaranya akhmadalikhasan.blogspot)

Sekarang jaman berubah keberkahan zaman, dunianya, manusia Indonesia semakin kaya dan banyak yang pintar-pintar, termasuk teknologinya semakin maju. Negara, dalam hal ini Pemerintah menerapkan secara konsekwen Undang-Undang Dasarnya, melindungi rakyatnya, untuk menjalankan beragama, sesuai keyakinan masing-masing.

Islam dan pemeluknya makin berkembang baik, cara berpikir semakin maju. Yang tadinya orang-orang Islam tidak bisa membaca Al-Quran,  sekarang bahkan sudah paham makna Al-Quran dan keterangannya. Dulu kebanyakan berdasarkan "apa kata orang saja", sekarang, tidak lagi. Mereka sudah mengerti " apa itu isnad dan fungsinya, dalam mencari ilmu". Para pemeluknya tidak mau lagi "di cekoki" begitu saja oleh orang-orang bahkan guru-gurunya, tapi mereka ingin tahu arti dari Al-quran , kata demi kata, satu ayat demi satu ayat, per ayat. Lebih jauh kini mereka ingin lebih tahu Al-hadistnya, ingin tahu asal-usul turunnya ayat, dan bagaimana aplikasi seperti yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad Rasulullah SAW secara asli.

Sementara diatas, orang " heboh "  dengan gerhana, dan melakukan sesuai selera dan tujuannya, Orang Islam mengambil tuntunan dari Rasulullah SAW, apa yang harus dilakukan bila ada gerhana.
Nabi berkhotbah : .... Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari beberapa tanda kekuasaan Allah. Tidak gerhana keduanya sebab kematian seseorang tidak juga sebab kelahiran seseorang. Apabila engkau semua melihat gerhana, berdoalah, bertakbirlah, solat gerhanalah, dan bersedekahlah........Ya ummat Muhammad, demi Allah  Tidak ada seseorang yang lebih cemburu dari pada Allah, jika hamba laki-laki nya berzina atau berzina hamba perempuan........ Ya ummat Muhammad, demi Allah, Seandainya kalian mengetahui apa yang aku tahu, niscayalah kalian " akan tertawa sedikit dan akan banyak menangisnya.
Mudah-mudahan adanya gerhana ini, akan meningkatkan keimanan dan kepahaman ummat Islam. Hidayah , petunjuk itu milik Allah, Allah memberi hidayah kepada yang dikehendaki Allah. Orang tidak bisa memaksakan kehendaknya supaya orang dapat hidayah walau itu orang yang dia cintai. Tapi Allah lah yang memberi hidayah. Kita ditakdirkan, dianugerahi negara yang isinya bermacam agama dan etnis, sebagian besar Islam. Orang Islam itu sama paham bahwa, Allah memang menjadikan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa agar kita saling kenal , toleransi, saling menghargai, saling memperhatikan, ramah, saling sayang. Seharusnya pembangunan negeri ini tidak repot, karena sebagian besar penduduknya beragama Islam, apabila mau taat kepada apa yang sudah di gariskan Allah dan Rasulnya. Apalagi pimpinan negaranya juga Islam dan pimpinan lainnya juga kebanyakan Islam, seharusnya sangat mudah. Perlu introspeksi atas dasar dalil," hasibu anfusakum, qobla antuhasibu", Allah mengingatkan lewat Rasulnya, "koreksilah dirimu sebelum Aku (Allah) mengoreksimu". Diperkuat lagi sabda Rasulullah SAW, " Demi dzat, diriku ditanganNya dzat, Tidak akan masuk surga kamu sekalian sampai kamu sekalian beriman, dan tidak dikatakan kamu beriman sampai kalian saling sayang menyayangi".
Peringatan Rasulullah SAW ini , hendaknya, cukup menjadi 'kaca penggala (Jawa)" untuk berbuat baik, jangan tega menghilangkan nyawa orang, jangan tega menganiaya orang lain atau pun makhluk lain, jangan tega mengambil hak orang lain, jangan tega terhadap tetangganya, jangan tega meremehkan orang lain, jangan tega menyakiti hati orang lain. Tetapi saling sayang menyayangi. Lebih baik mencari banyak teman yang solih dari pada berbuat musuh dengan satu orang walaupun tidak beriman. Semoga dapat dipahami.