Skip to main content

Kisah Orang Beriman yang Masih Terjerumus ke Neraka

 



Cek Mukena Travel Jumbo Premium
Armania Silk 2in1 Set Sejadah Terbaru Alea Series
dengan harga Rp269.000. Dapatkan di Shopee sekarang! 

Jeritan zhalimun linafsih

Saudaraku yang dirahmati Allah,Tidak ada penderitaan yang lebih mengerikan dari siksa api neraka. Panasnya tidak bisa dibandingkan dengan api dunia, bahkan api dunia hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian panasnya neraka. Orang-orang yang masuk ke dalamnya tidak sekadar dibakar, tetapi kehilangan bentuk, kehilangan harapan, kehilangan arah.

Walaupun entah berapa ahkob baru dikeluarkan dari Neraka, untuk mereka ingin berpaling dari neraka, tidak akan bisa tanpa kehendak Allah  — hingga Allah-lah yang memalingkan wajah mereka. Mereka memohon dengan tangis yang tak pernah berhenti. Inilah kisah mereka, orang-orang beriman yang dahulu berbuat zalim kepada diri sendiri, padahal sudah beriman. Mereka disebut dalam Al-Qur’an sebagai golongan ketiga dari umat beriman — “zhalimun linafsih” — orang yang menganiaya diri sendiri.


Hidup di dunia bukan untuk bermain-main. Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
(QS. الذاريات: 56)
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”

Namun, betapa banyak orang beriman yang lalai. Mereka tetap shalat, tetap puasa, tetapi juga menganiaya diri sendiri dengan maksiat, menzalimi orang lain, dan tidak bertaubat. Mereka termasuk yang dimaksud Allah:

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ
(QS. فاطر: 32)

Golongan “ظالم لنفسه” adalah mereka yang beriman tapi masih bermaksiat. Jika Allah tidak mengampuni, mereka disiksa dahulu di neraka untuk dibersihkan yang lamanya ahkob, nauzubillah men dzalik.



Tiga Golongan Umat Beriman (Surah Fathir: 32)

Allah ﷻ berfirman:

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِٱلْخَيْرَٰتِ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْكَبِيرُ
“Kemudian Kami wariskan Kitab (Al-Qur’an) kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami; maka di antara mereka ada yang menganiaya diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada pula yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.”
(QS. Fathir: 32)

Golongan pertama adalah yang bersegera dalam kebaikan.
Golongan kedua, mereka yang pertengahan: kebaikan dan keburukannya seimbang.
Golongan ketiga — zhalimun linafsih, yakni orang beriman yang melakukan dosa besar, yang melalaikan perintah Allah, yang shalatnya lalai, lisannya tajam, hatinya keras, dan amalnya sering dicampur kezaliman.


Mengapa Mereka Sampai ke Neraka?

Mereka tidak kufur kepada Allah, tetapi lalai dan sombong dalam ketaatan. Mereka tahu kebenaran, tapi menunda taubat. Mereka mengaku cinta Rasulullah ﷺ, tapi membiarkan lidahnya menyakiti sesama.

Nabi ﷺ bersabda:

يُجَاءُ بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَيُلْقَى فِي النَّارِ، فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُ بَطْنِهِ، فَيَدُورُ بِهَا كَمَا يَدُورُ الْحِمَارُ بِرَحَاهُ، فَيَجْتَمِعُ إِلَيْهِ أَهْلُ النَّارِ، فَيَقُولُونَ: يَا فُلَانُ، أَلَمْ تَكُنْ تَأْمُرُنَا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَانَا عَنِ الْمُنْكَرِ؟ فَيَقُولُ: كُنْتُ آمُرُكُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَلَا آتِيهِ، وَأَنْهَاكُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَآتِيهِ.
(HR. Bukhari dan Muslim)

Mereka berbuat seperti orang beriman, tapi hatinya kotor. Maka Allah menimpakan hukuman, agar hati mereka disucikan di sana, sebelum akhirnya dikeluarkan oleh rahmat-Nya.

Orang beriman yang “menganiaya diri” ini adalah mereka yang tahu kebenaran, namun tetap mengerjakan dosa besar tanpa taubat. Nabi ﷺ bersabda:

لَا يَدْخُلُ أَحَدُكُمُ الْجَنَّةَ بِعَمَلِهِ
(HR. Bukhari-Muslim)
“Tidak seorang pun dari kalian akan masuk surga hanya karena amalnya (saja).”

Jika amal tak sebanding dengan dosa, mereka ditahan di neraka sampai dibersihkan.

Apakah mereka tidak sadar, kalau lamanya hari di akhirat itu berbeda dengan lamanya hari di dunia?  Kebanyakan mereka tidak yakin kalau lamanya sehari di akhirat sebagai seribu tahun bilangan hari di dunia. Ingat ingat lah itu. 

Pedihnya azab dan lamanya masa tinggal

Bayangkan panasnya api neraka. Nabi ﷺ bersabda:

نَارُكُمْ هَذِهِ الَّتِي يُوقِدُ ابْنُ آدَمَ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ حَرِّ جَهَنَّمَ
(HR. Muslim)
“Api kalian di dunia ini hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian panasnya neraka Jahanam.”

Andai orang kafir di neraka selama bilangan pasir bumi, itu masih terukur. Tapi bagi yang kafir, musyrik, dan munafik – Allah tegaskan:

إِنَّ اللَّهَ لَعَنَ الْكَافِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمْ سَعِيرًا * خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا
(QS. الأحزاب: 64-65)
“Sesungguhnya Allah melaknat orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.”



Ketika Neraka Menelan Wujud

Mereka tinggal di dalam neraka dengan lamanya yang tak bisa dibayangkan. Dalam Al-Qur’an disebutkan kata “ahqābā”, yang berarti masa yang amat panjang — bukan 100 atau 1000 tahun, tetapi berulang-ulang masa tanpa hitungan dunia.

لَٰبِثِينَ فِيهَا أَحْقَابًا
“Mereka tinggal di dalamnya selama masa yang panjang (ahqābā).”
(QS. An-Naba’: 23)

Tubuh mereka hancur, wajah hitam legam, daging mengelupas, lalu terbentuk kembali untuk merasakan azab lagi. Tidak ada yang bisa berpaling dari api itu kecuali Allah sendiri yang memalingkannya.


Dialog Haru dengan Allah

Ketika Allah memerintahkan agar mereka dikeluarkan — wajah mereka sudah tidak dikenali lagi. Mereka merangkak keluar dari neraka, dengan tubuh gosong, tanpa bentuk. 

Lalu Allah memberi izin, mereka dimasukkan ke sungai kehidupan (Nahrul Hayah), tubuh mereka tumbuh seperti biji yang tumbuh di tepi aliran air, indah dan segar kembali. 

Mereka berkata dengan suara serak penuh air mata:

“Ya Rabb, Engkau telah menyelamatkan kami dari neraka, maka palingkanlah wajah kami darinya…”

Namun mereka tidak mampu memalingkan wajah sendiri, hingga Allah memalingkannya dengan tangan-Nya — sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih bahwa Allah berfirman dan tertawa kepada mereka karena kasih sayang-Nya.


Dialog orang terakhir keluar dari neraka didalam (HR. Muslim, hadits panjang)

– Orang terakhir keluar dari neraka tidak mampu memalingkan wajahnya dari api, kecuali Allah yang memalingkannya.
– Ia berkata, “Ya Rabb, palingkanlah wajahku dari neraka, jangan jadikan aku makhluk-Mu yang paling celaka.”
– Allah berfirman, “Jika Aku kabulkan, apakah engkau akan meminta lagi?”
– Ia berjanji tidak akan meminta lagi. Allah pun palingkan wajahnya.

Kemudian ia berkata lagi, “Ya Rabb, dekatkanlah aku ke pintu surga.” Allah bertanya lagi. Ia berjanji lagi. Allah pun dekatkan.

Setelah dekat, ia melihat keindahan surga. Ia pun berkata, “Ya Rabb, masukkanlah aku ke surga.” Allah tersenyum dan berfirman:
“Wahai anak Adam, betapa khianatnya engkau!”
Lalu Allah tertawa, dan dengan rahmat-Nya Allah masukkan ia ke surga.

Mereka berkata:

“Ya Rabb, izinkan kami masuk surga.”
Allah berfirman:
“Apakah engkau masih meminta lagi setelah Aku selamatkan dari neraka?”
Mereka menjawab:
“Ya Rabb, Engkau telah memberi kami nikmat yang besar, namun kami ingin ridha-Mu.”

Syukur setelah masuk surga

Orang beriman yang diselamatkan ini berkata seperti dalam QS Fāṭir 


قَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ

(QS. فاطر: 34)

“Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.”

Setelah dibersihkan dan dibangkitkan kembali di sungai kehidupan, mereka masuk surga. Para malaikat berkata kepada mereka:

سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

(QS. Az-Zumar: 73)

“Selamat sejahtera atasmu, kamu telah bersih, maka masuklah ke dalamnya (surga), kamu kekal di dalamnya.”

Ketika mereka masuk surga, terdengarlah ucapan yang begitu indah:

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِىٓ أَذْهَبَ عَنَّا ٱلْحَزَنَ ۖ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌۭ شَكُورٌۭ (٣٤)
ٱلَّذِىٓ أَحَلَّنَا دَارَ ٱلْمُقَامَةِ مِن فَضْلِهِۦ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌۭ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌۭ (٣٥)
“Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.
Yang menempatkan kami di tempat yang kekal karena karunia-Nya; di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula lesu.”

(QS. Fāthir: 34–35)


Pelajaran untuk Kita

Dari kisah ini, kita memahami bahwa Allah tidak menzalimi siapa pun. Setiap dosa, sekecil apa pun, jika tidak diampuni, akan dimintai pertanggungjawaban.
Namun rahmat Allah lebih luas dari murka-Nya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يُخْرِجُ قَوْمًا مِنَ النَّارِ بَعْدَ مَا مَسُّهُمُ النَّارُ، فَيَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ، فَيُسَمَّوْنَ الْجَهَنَّمِيِّينَ
“Sesungguhnya Allah akan mengeluarkan suatu kaum dari neraka setelah mereka disentuh oleh api, lalu mereka masuk surga. Maka mereka disebut ‘al-jahannamiyyūn’.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Mereka adalah orang-orang beriman yang zalim terhadap diri sendiri — namun masih memiliki kalimat Lā ilāha illallāh di hatinya.


Penutup: Hidup Ini Bukan Main-main

Saudaraku, hidup di dunia ini bukan permainan. Allah menciptakan kita untuk beribadah kepada-Nya, bukan untuk menumpuk dosa lalu berharap ampunan tanpa taubat.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ (٥٦)
“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
(QS. Adz-Dzāriyāt: 56)

Rezeki, ujian, dan nikmat sudah ditentukan oleh Allah sesuai kadar masing-masing. Maka jangan berputus asa dari rahmat-Nya, tetapi jangan pula bermain-main dengan dosa.

Juga hidup ini bukan permainan. Allah sudah menjamin rezeki setiap hamba sesuai takdirnya.

Jadi jangan ngoyo mencari rezeki yang halal dan jaga niat dalam mencari rezeki, kebahagiaan hakiki itu di Surga. 

Kebahagiaan dunia itu kalau dijalani paling lama seratus tahun atau seumur kodar masing-masing, setelah itu pasti mati dan ada pertanggungjawaban yang menunggu, hisaban Allah. Kita tidak boleh bodoh. 

 Tugas utama kita hanya beribadah dan menjaga diri dari dosa. Jangan sampai kita termasuk “ظالم لنفسه” yang harus dibersihkan di neraka dulu. Perbanyaklah taubat, amal saleh, dan ikhlaskan niat.

فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ
(QS. آل عمران: 185)
“Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke surga, sungguh ia telah beruntung.”


Cek Mukena Travel Jumbo Premium
Armania Silk 2in1 Set Sejadah Terbaru Alea Series
dengan harga Rp269.000. Dapatkan di Shopee sekarang!  

Semoga Allah menjauhkan kita dari azab-Nya dan mengaruniakan kita masuk surga-Nya tanpa hisab. Āmīn.










Comments

Popular posts from this blog

Tidak ada yang abadi di dunia ini

Tidak ada yang abadi di dunia ini Berbekallah, tidak ada yang abadi di dunia ini. semua akan ada akhirnya. Urusan dunia itu hanya mainan belaka. Ibarat orang berkuda di padang pasir, menemukan naungan dibawah pohon, dia berhenti berteduh. Tidak selamanya dia disitu, dia berteduh hanya sebentar beristirahat dan akan melanjutkan perjalanannya , dan segera pergi.Demikian naungan itu, gambaran dunia "yang kita singgahi"  yang kita hidup didalamnya, hanya sebentar. "innaa ja'alnaa maa 'alaa al-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan" ( Q 18:7) "Sesungguhnya kami (Allah) menjadikan segala apa di bumi hanya sebagai hiasan , untuk mengetahui manakah diantara kalian yang baik amalannya.". Jadi manusia jangan salah faham, untuk apa dia terlahir jadi manusia. Diayat yang lain ( banyak ), Allah berfirman, "sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu ( Q 61 :1 ) ...

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi?

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Semakin tua dunia ini semakin hijau royo royo, menjadikan orang terus mempersungguh mencari dunia. Sementara akhlaq dan agama makin jauh ditinggalkan padahal, "Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Kemajuan teknologi mengiringi gemerlapnya dunia. Mengiyakan semua kehendak manusia. Orang dibuat bangga dengan barang baru. Dulu orang bepergian naik onta atau naik kuda, sekarang orang bepergian pakai mobil dari mobil mewah, kapal pesiar mewah, jet mewah dan semua tersedia dengan dilengkapi kemudahan dan kenyaman.Gilanya zaman paham maunya manusia. Sampai manusia terjun bebas didalamnya. Begitu juga dengan tempat tinggal, tidak cukup satu, sekarang orang punya rumah rumah mewah, untuk tempat tinggal, untuk istirahat, untuk bersenang senang dari rumah biasa sampai rumah bak istana yang gemerlapan yang assesorisnya aduhai membuat orang berdecak. Sarana prasarana juga ter...

Mencari tahu tentang Promol12

 Promol12 HPAI Promol12 Probiotik Mikro Organisme Lokal yang terdiri dari 12 Jenis MOL (Mikro Organisme Lokal) untuk pupuk, pakan ternak, pakan ikan, penghancur kotoran dll Nama Produk : Promol12 Harga Jual Konsumen : 250.000 Isi Kemasan : 1000 gram Berat Kemasan : 1025 gram Atau Beli Via SMS atau WA 085295270482 BELI Promol12 VIA SMS Pemakaian Promol Promol Untuk Kebutuhan Sehari-hari Promol memang sangat bagus digunakan untuk meningkatkan kualitas pakan ternak dan pupuk. Namun bukan hanya itu, banyak manfaat promol untuk keperluan sehari-hari. Luar biasa manfaatnya. APLIKASI PROMOL NO. 7: LARUTAN UNTUK BURUNG DAN HEWAN PELIHARAAN KECIL Mungkin ada yang suka memilihara burung, hamster, di rumahnya. Bahan-bahan :  1. Promol 1 gr 2. Wadah 3. Air 1 ltr Larutkan promol dalam wadah dng air trsb, aduk2 rata. Diamkan 1 jam, larutan siap di berikan untuk : a. Untuk minum b. Semprot pakan c. Semprot untuk mandi d. Semprot untuk bersihkan ka...