Sunday, July 11, 2021

Kembalilah, Tidak Ada Yang Abadi Di Dunia



Kembalilah, tidak ada yang abadi di dunia ini. Bila orang ingin mengisi kehidupannya semata mata memikirkan dunia saja, itu artinya dia dalam keadaan, sebagaimana mengharungi dunia, dunia itu ibarat lautan yang tidak bertepi. Itu artinya anda tidak akan pernah berhenti akan berputer terus tidak akan ada pernah puas, lagi dan lagi.😥

Sedang kehidupan dunia itu sendiri bersifat fana, dan terus berubah akhirnya mati. Bukan saja manusia tapi makhluk apapun adanya didunia ini akan ada  akhir masa edarnya. Orang akan berakhir jika jatah rezekinya sudah habis.Terus kemana mereka perginya, jadi tanah (?) ,selesai, begitu ?

Ada baiknya kita bersikap arif bijaksana mengisi kehidupan dunia.

Kalau sebab bukan kiamat, tentulah manusia itu yang mengakhiri masa hidupnya. Dan masa kehidupan masing masing makhluk berbeda tergantung jatah umur yang dimiliki satu sama lain. Dan tak ada pula yang mengetahui dimana dia berlabuh selamanya dan kapan.

Maka itu kembalilah! Sebelum waktu itu datang, berbekallah. Andai anda diberi umur yang panjang , umur manusia yang pernah ada adalah 1000 tahun, untuk zaman sekarang susah mencari orang yang berumur dua ratus tahun. Selagi umur ideal, kenikmatan yang diperoleh bisa dirasakan, pun ada batasnya. Setelah umur seratus tahun apa yang dirasakan, masih syukur bila tidak pikun dan masih syukur sendi tulang lutut dan pinggang bisa diajak keadaan tegak kokoh.

Lantas bila anda memang sudah punya keyakinan akan adanya kematian akan hadir sewaktu waktu, kapan saja, tak seorangpun tau,  mengapa tidak berbekal. Riwayat kejadian dunia dapat ditelusuri dimana mana. Riwayat manusia pertama dapat ditelusuri . Riwayat orang orang dulu yang umurnya panjang panjang dan kuat kuat dapat dicari, bukti bukti ada di meseum atau di depan mata. Segala sebab akibatnya sudah diriwayatkan.
Kembalilah, tak ada yang abadi, jadilah orang yang arif setidaknya untuk diri sendiri, berbekallah.
Sesungguhnya manusia tidak bisa lahir ke dunia kalau belum mengaku bahwa Allah adalah Tuhannya. Kemudian orang tuanyalah yang berperan menentukan anak itu menyembah siapa tuhannya.
Ketika kita berbicara tentang Tuhan, maka kita akan bicara kehidupan akhirat. Dalam kehidupan bermayarakat kita bergaul dengan orang orang dari segala level status socialnya. Sayangnya ada orang yang status socialnya tinggi tidak diikuti kepahaman agama yang kuat, sementara orang terlanjur sudah mengagungkannya. Sehingga ketika dia berbicara tentang urusan akhlak umpamanya, bisa jadi dia melenceng dari aturan agama. Bahkan keberadaan surga dan neraka saja, dikatakan " sok tau, seperti pernah melihat surga neraka saja, beraninya menentukan orang masuk surga atau neraka!" Kita mengelus dada dengan ucapan ini. Kalau ditanggapi kita akan termasuk seperti dia, karena kita sudah tau bahwa kepahaman agamanya tidak kuat. Tentu demikian itu ucapan orang yang kepahaman agamanya tidak kuat. Sementara kita hidup berbangsa harus bersatu. Kalau ditanggapi akan membuat keonaran hidup berbangsa. Doakan saja semoga Allah memberi hidayah, itu lebih baik. Ada saatnya dan tempat , kapan kita berdakwah. Jangan kecewa, apalagi marah, orang tidak bisa beriman bila Allah tidak memberi hidayah. Dalam riwayat atau dalam firman Allah, Allah sudah mengingatkan Nabi SAW. "Muhammad engkau tidak bisa memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai, tapi Aku lah 

(Allah) yang memberi hidayah kepada orang yang Aku kehendaki". ( QS 28:56)

 

Maka itu kembalilah, kembali ke jalan yang haq, ke jalan yang di ridhoi Allah Swt.Semua orang harusnya paham mana jalan yang di ridhoi Allah Swt. Tentulah Kitab Suci Alquran yang jadi sumbernya. Andai satu satunya kita mau menderes mengulang ulang ilmunya, dari apa yang didapatnya, Insya Allah Rahmat dan pertolongan Allah ada bersamanya.


Kembalilah, hidup didunia cuma sebentar


Bila diri sedang tenggelam dalam urusan dunia semata, setelah dilalui serasa kehidupan dunia itu cuma  sebentar. Lebih lagi serasa dunia itu hanya mainan belaka, nyata, tapi fatamorgana. Siapapun dia orang nya, tak kan mungkin mampu, menikmati apa yang dia capai. Memiliki belum tentu bisa menikmati. 

Itulah tak ada yang abadi di dunia. Dulu orang dilahirkan keadaan bayi kemudiaan berangsur berubah jadi balita, remaja, dewasa, orang tua, lansia, mati. Yang kita miliki juga, harta atau tahta berubah tak ada yang kekal. Bahkan sangat lelah, dikumpul kumpul harta demi harta, belum menikmati sudah berakhir. Kadang harta dan tahta dicapai dengan jalan nekad dan dilalah tercapai, ironisnya si pemilik mengalami strook, bercampur diabetis, dan ,osteoporosis menghinggapinya, nikmat macam apa kalau sudah begitu. Diri kita adalah cermin apa yang kita lakukan atau apa yang kita amalkan.

Selama kita mengisi kehidupan ini dengan niat kehidupan dunia semata, dapatnya hanya kesombongan, akan menyusul ketamakan, dalam kehidupan sering curiga, gilirannya akan berduka, menderita lahir batin, yang berkepanjangan selama hidup, mudah mudahan kita tidak seperti itu.

Pikirkan kalau sombong itu akan melekat pada dirinya tanpa disadari, sedang orang lain kena dampaknya. Ini kata orang lingkungan kita.
Orang bijak akan merasa malu jika tindakannya tidak lebih baik dari kata-katanya. Lebih mudah untuk melawan ribuan orang bersenjata lengkap daripada melawan kesombongan diri sendiri. Tak ada musuh yang perlu kamu takuti dalam kehidupanmu, melainkan kesombonganmu. Terlalu sombong untuk berpikir kamu tidak membutuhkan teman, terlalu naif untuk berpikir semua orang adalah temanmu. Percayalah, manusia yang sombong akan ditundukkan dan orang yang angkuh akan direndahkan.

Kemudian ketamakan itu biasanya lupa bahwa dia adalah hamba Allah, dan bahkan dengan sifat tamaknya sesorang menjadi hamba terhadap nafsu duniawi, dia diperbudak oleh kemewahan dunia, merasa bangga karena bisa mendapatkan apa yang diinginkannya, tanpa disadari bahwa sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang merugi di akhirat kelak.

Semua itu sebab cintanya kepada dunia secara berlebihan dan lupa terhadap kehidupan akhirat.

Ketidaktauan seseorang tentang perubahan prilaku dirinya sombong dan tamak, membawa imbas terhadap orang lain. Prilaku dirinya menjadi orang lain menjauhi dirinya atau bersikap merasa merendahkan. Sehingga timbullah prasangka jelek satu sama lain. Mau tak mau akan berdampak kepada keluarga. Sehingga suasana jelek ini akan saling terpaut. Maka lama kelamaan timbullah stress, dipicu lewat kelelahan yang merasa tidak dihargai. Kadang kadang tidak senantiasa usaha bisnis atau pekerjaan selalu mulus.

Masalah dikarenakan lingkungan yang tidak menyenangkan dan membuat ia sulit melalui masa stres dalam hidupnya. Ketika berada di lingkungan yang tidak nyaman, ia akan merespons negatif pemikiran dan perilaku orang lain, serta lebih rentan terhadap stres yang berkelanjutan.

Selain itu, curiga berlebihan juga punya self-esteem yang rendah, sehingga mudah khawatir dengan lingkungan sekitar. Itu terus berakselerasi dalam kehidupannya.

Bila tidak ada perbaikan sifat tersebut akan mengganggu kehidupan sehari-hari, baik bagi individu maupun orang-orang di sekitarnya.

Secara teori orang ini akan menghilangkan kemampuan imunitas dirinya, sehingga akan rentan terhadap penyakit.

 

Tidak sama bagi setiap orang yang saat mengalami tekanan batin, tentu bisa berbeda-beda. Namun, penderita tekanan batin umumnya akan mengalami beberapa tanda tanda berikut:

Mudah marah dan frustasi, cemas, khawatir, atau gugup berlebihan. Menghindar dari orang atau tidak mau bertemu orang lain.

Perhatian mudah teralihkan atau sulit berkonsentrasi. Lebih jauh ( maaf ) hasrat seks atau libido berkurang. Beberapa kasus ditemukan, ada orang yang mengalami tekanan batin juga merasakan sakit kepala, tubuh terasa tidak ada semangat serasa tidak berenergi, dada nyeri, dan tidur terganggu.

Maka itu kembalilah, sadarlah, hidup di dunia itu cuma sebentar. Antara dunia dan alam barzah sangat dekat.



Orang mulai mencari cari cara, untuk mengatasi tekanan batin Yang berilmu mengatakan, kita perlu mencari tahu terlebih dulu hal apa yang menjadi pemicu munculnya kondisi tersebut.

Saran saran umumpun muncul. Sebagian mengusulkan supaya menjauhkan diri dari hal tersebut pemicunya. Kemudian ada tip tip lain yang di anjurkan.

Berolahraga memang selalu memberikan manfaat, bisa membuat suasana hati akan menjadi lebih baik dan stres pun dapat berkurang. Olahraganya bisa apa saja, berenang atau berjalan kaki. Lakukan rutin selama 30 menit setiap harinya, yang penting terasa sehat tak usah ingin jadi juara dadakan.

 

Yang lain memperhatikan konsumsi makanan urusan gizi yang seimbang. Beberapa nutrisi memang terasa berperan penting untuk meringankan keluhan yang dirasakan saat mengalami tekanan batin. Biasanya makanan yang mengandung omega-3, karbohidrat kompleks, protein, dan vitamin, seperti vitamin C dan vitamin D sangat mencocoki untuk dikonsumsi.

 

Mulai berlatih untuk istirahat yang sehat, mendapatkan tidur yang berkualitas. Istirahat lewat bermain ponsel, nonton TV, berkomputer bukanlah istirahat itu hanya menguras energi saja tanpa terasa.

 

Belajar curhat secara bijak. Karena harus pandai memilah milah siapa teman curhat. Kapan dilakukan dan dimana harus juga jadi pertimbangan, kalau tidak ingin menjadi ruwet. Sebab kalau bisa curhat dilakukan dengan baik akan mendapatkan suasana hati yang baik.

Adalagi yang menganjurkan mengadakan aktivitas yang menenangkan relatif membaca buku, relaksasi, berlibur.

Biasanya saran saran , anjuran anjuran diatas, jarang yang berhasil kecuali dia kembali kepada Tuhannya, Allah Swt. Disitu ada Rahmat pertolongan yang tak dimengerti manusia kecuali dengan bahasa iman. Dia dapat melakukan sesuai petunjuk dari Allah Swt dan contoh contoh yang sudah dipraktekkan Nabi Muhammad Saw, pasti benarnya. Kalau punya keyakinan kuat cara ini pasti berhasil. Hanya untuk kembali seperti ini harus ada yang menuntun. Yang menuntun harus bener ilmunya, jangan asal disebut kiai. Jangan juga dicampuri politik atau kepentingan lainnya, yang tak ada hubungannya dengan pendekatan diri pada Allah Swt.

Maka Kembalilah, tak ada yang abadi di dunia ini. Jangan terulang lakon lakon yang menjadikan diri kita jauh dari Tuhan. Karena Tuhan itu tidak pernah tidur, mengantukpun tidak. Manusia sering salah paham terhadap Tuhan mentang mentang dia tidak melihatnya.


Kembalilah,  Agama itu jangan ditinggal

Semua orang tentunya ingin mencari kebahagian, tetapi dalam mencari kebahagiaan tidak akan tercapai bila tidak kembali pada petunjuk Allah. Kalau agamanya ditinggal kita tidak punya barometer lagi apa yan kita capai. jadi agamanya jangan di tinggal. Karena kebahagiaan itu bukan kumpulnya harta pada kita.

Kembalilah menetapi agama dengan benar, itu sebagai penuntun mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Kita tidak bisa sekehendak kita dalam mengisi kehidupan dunia ini.

Kebahagiaan dunia cuma sebentar hanya kebahagiaan akhirat yang kekal, tak ada kebahagiaan dunia yang abadi.

Orang bijak mengatakan carilah dunia akhiratmu dengan pendekatan ilahiah, jadi dalam mengejar keduniaan kita tidak meninggalkan spiritual ( teologis).

Pertama-tama banyaklah bersyukur pada Allah, secara teori dan praktek, ucapan dan perbuatan, atas apa yang kita dapat, keberadaan diri kita, syukur kepada perantara yang menyebabkan kita hadir didunia ( ibu dan ayah ), syukur atas segala nikmat yang kita terima. Sebab hakikatnya itu nikmat karunia Allah.

Allah memberikan petunjuk lewat firmannya "

وَ اِذۡ تَاَذَّنَ رَبُّکُمۡ لَئِنۡ شَکَرۡتُمۡ لَاَزِیۡدَنَّکُمۡ وَ لَئِنۡ کَفَرۡتُمۡ اِنَّ عَذَابِیۡ لَشَدِیۡدٌ

Wa-idz taadz-dzana rabbukum la-in syakartum aziidannakum wala-in kafartum inna ‘adzaabii lasyadiidun;

"Dan ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka pasti azab-Ku sangat berat.” QS.14:7

Ketika anda memperoleh nikmat tak pernah bersyukur mengabaikan pengumaman Allah ini, bahkan tanpa bersyukur anda mendapat harta berlimpah, maka jangan salah paham terhadap orang yang sedang di lulu, atau disungkun Allah Swt. atau apapun itu istilahnya. Anda tidak pernah merasakan nikmat terhadap gelimang harta ,tahta, dan semua kesuksesan yang di sungkunkan untuk anda. Cobaan berat bila itu terjadi. Kita bisa lupa pada kebenaran. Anda tidak bisa apa apa ketika nikmat itu ditarik kembali secara tiba tiba, yang ada hanya penyesalan. Jangan sampai. Kembalilah ke jalan yang benar. Allah dan Rasul Nya pasti benarnya.

Dalam menggapai kebahagiaan dunia akhirat  kita tidak bisa memisahkan Aspek Usaha  dan Aspek Teologis (Spiritual), bahkan kalau sakit sekalipun kita tidak bisa meninggalkan aspek medis dan aspek spiritualnya

Jangan mengutamakan salah satunya. Jika hanya Usaha dunia yg diutamakan, yg terjadi adalah Kesombongan. Jika hanya Teologis yg dikedepankan, yg terjadi adalah Kebodohan

Banyak sekali tuntunan Allah kepada manusia melalui firman-firmannya:

“Allah akan meninggikan derajatnya orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.“ (QS 58 :11 )

 “Mencari ilmu itu wajib atas semua muslim,baik laki-laki atau perempuan”( HR.Ibnu Majah )

Orang berusaha haruslah dengan ilmu. "man aroda dunya fa alaihi bi ilmi waman aroda akhirati fa alaihi bi ilmi   , waman arodahuma faalaihi bi ilmi" ( Imam Syafi'i )

Barangsiapa ingin dunia maka harus dengan ilmunya, barangsiapa ingin akhirat harus dengan ilmunya, barangsiapa ingin keduanya harus dengan ilmunya.

Kemudian Dalam suatu hadist kudsi Allah sudah menuntun kita, Allah berfirman "ya ibnu adam khalaqtuka li'ibadati fala tal'ab, watakaffaltu birizqika fala tat'ab ( Ahmad)

Wahai anak turun Adam kujadikan kalian agar beribadah kepadaku maka jangan main-main kalian, dan aku akan cukupi kalian dengan rezeki dari ku maka jangan ngoyo kalian.

Usaha cara Teologis, tidak saja berdampak dapat pahala besar buat kebahagiaan akhirat, tapi juga dampak kebahagiaan dunia membuat kita sehat dan waras artinya sehat jasmani rohani yang membuat semangat berusaha dengan cara sehat jasmani rohani.

- Memperbanyak Istighfar, karena akan membuat hati bersih, yang akan meningkatkan sistem imun, menjadikan kita produktif.  “Dan tidaklah (pula) Allah akan mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS 8: 33).

-  Memperbanyak lah sedekah.  Berdasarkan studi oleh Jorge Moll dari National Institutes of Health terbukti bahwa ketika seseorang melakukan donasi atau sedekah, beberapa area di otak yang terkait dengan kenyamanan. Koneksi sosial, dan rasa percaya, turut aktif sehingga menciptakan efek positif terhadap perasaannya. Juga membuat otak melepaskan hormon endorfin, memproduksi hormon dopamin serta oksitosin yang mampu meningkatkan imunitas tubuh dan mengurangi stres. Ini berarti daya juang kita menjadi kuat.

Orang memperbanyak sedekah, “Sedekah itu menutup tujuh puluh pintu kejahatan.”

- Sabar terhadap semua skenario Allah ini. Sabar dalam arti tetap ber-ikhtiar melakukan langkah pencegahan.

Sabar dan Sholat sesungguhnya menjadi kunci utama peningkatan sistem imun, sesuai Al Quran Surat Al Baqarah 153, “Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah SABAR dan SHOLAT sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Menimbulkan kepercayaan diri yang tinggi, berimbas sikap orang yang positif di sekeliling kita, bisa mendongkrak daya jual daerah pemasaran kita

- Selalu mengingat Allah, dengan berdzikir. Karena saat mengingat Allah, hati menjadi tenang, otak merelesae hormon oksitosin yang akan meningkatkan sistem imun.

الَّذِيْنَ امَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ اَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبَ  ( QS 13:28)

Alladzina amanu wathmainnu qulubuhum bidzikrillahi ala bidzikrillahi tathmainnul qulub

Tubuh akan memproduksi Natural Killer Cell (NK Cell), saat seseorang berada dipuncak spiritualitas nya karena selalu mengingat Allah. Dengan demikian bisa jadi ahli yang kreatif dibidangnya.

- Berdoa Tanpa Henti, terutama 1/3 malam yang akhir, menghilangkan stress dan membuat bahagia, memunculkan Hormon Kebahagiaan. "Tidak ada yang dapat mencegah takdir, kecuali doa.” (HR. Al-Hakim).

Akan menimbulkan Percaya diri, bersikap tenang, pemberani, dapat menikmati rasa bahagia. 

 Mudah-mudahan yang sedikit ini bisa bermanfaat bagi kita semua, semoga Allah selalu memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua. Aamiin.


Tuesday, June 15, 2021

Menjadi Sehat Itu Mahal


Menjadi Sehat Itu Mahal

Nikmat sehat akan lebih terasa apabila kita pernah merasakan sakit berat kemudian sembuh*


*Sesungguhnya nikmat sehat merupakan kenikmatan yang sangat mahal dan hampir-hampir tiada bandingannya.* 


Betapa berharganya  

nikmat sehat ini Sehingga didalam sebuah hadits, Nabi shollallohu 'alaihi wasallam telah menjelaskan :


مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا. رواه الترمذي وابن ماجه: حسن


*“Barangsiapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan sehat badannya, aman pada keluarganya dan dia memiliki makanan pokoknya pada hari itu, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya.”* (HR.Tirmidzi dan Ibnu  Majah: hasan)


*Kita melihat kenyataan manusia rela mengeluarkan biaya besar untuk berobat, ini bukti nyata mahalnya kesehatan yang merupakan kenikmatan dari Alloh Ta’ala.* 


*Akan tetapi kebanyakan manusia lalai dari kenikmatan kesehatan ini, dia  baru ingat jika kesehatan hilang darinya.*


Kebanyakan manusia tertipu jika Alloh berikan nikmat, 


padahal semua nikmat yang diberikan  oleh Alloh akan dipertanggung jawabkan.

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,


لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلاَهُ. رواه الترمذي : حسن صحيح


“Kedua kaki seorang hamba tidaklah berpindah pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai empat hal :

(1) umurnya, untuk apakah ia habiskan (2) ilmunya, apakah  telah ia amalkan (3) hartanya, bagaimana cara ia mendapatkannya dan dalam hal apa ia belanjakan (4) badannya, untuk apakah ia gunakan.”

(HR. At-Tirmidzi : Hasan shohih).


*Ingatlah bahwa 4 hal di atas akan ditanya kelak pada hari kiamat, yaitu umur, ilmu, harta dan badannya.*

*Ketika seseorang mendapatkan nikmat namun tidak ia gunakan untuk taat, maka itu adalah musibah.* 


Diantara sekian banyak nikmat yang telah Alloh berikan, ada dua nikmat yang manusia lalai darinya. Nikmat tersebut adalah kesehatan dan waktu luang.


Sebagaimana sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam,


نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ. رواه البخاري


“Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR.Bukhori)


*1. Kesehatan :*

Banyak manusia yang sehat, namun tertipu dengan kesehatannya.

Ia tak gunakan kesehatannya untuk taat, namun untuk maksiat.


Sementara di luar sana ada sebagian 

orang yang ingin melakukan ketaatan, namun tak mampu melakukannya dikarenakan sakit yang di derita.


Padahal badan yang sehat akan ditanyakan, digunakan untuk apa. 

Apakah digunakan untuk mendatangi pengajian ataukah mendatangi tempat-tempat maksiat.

Barulah ia tersadar ketika terbaring lemah tak berdaya karena sakit, sehingga sesal pun tak terelakkan.


*2. Waktu luang :*

Waktu adalah sesuatu yang terus berputar dan tak akan kembali lagi.

Oleh karena itu betapa banyak manusia yang tersesali oleh waktu. Waktunya hanya berlalu begitu saja, tanpa ada manfaat dan faidahnya. Hidupnya hanya menghabiskan waktu dan menyisakan penyesalan umur.


Waktu ibarat pedang bermata dua, jika digunakan untuk kebaikan, maka baik pula. Sebaliknya, jika digunakan untuk keburukan, maka dampak buruk akan terjadi di kemudian hari.


Betapa tidak, sebagian orang ada  yg menghabiskan    waktunya hanya untuk maksiat 

Tatkala ia sudah senja, maka ia baru sadar, menangisi masa tuanya karena ia tak menghabiskan waktu dan umurnya untuk taat kepada Alloh.


*KESEHATAN  ADALAH MAHKOTA YANG BERTENGGER DI ATAS KEPALA ORANG SEHAT DAN HANYA BISA DILIHAT  OLEH ORANG YANG SAKIT*


*Kesehatan diibaratkan "Mahkota" karena ia adalah kekayaan yg amat berharga*


*hanya karena letaknya di atas kepala sendiri sulit bagi seseorang utk melihatnya*


*Tak banyak yang  bisa mensyukuri  keberadaannya dan merasakan nikmatnya* 


*Sebaliknya, bagi orang yang menderita sakit mereka dapat melihat Mahkota kesehatan tersebut karena merasakan langsung* 


Manfaatkanlah lima perkara sebelum  datang lima perkara.


Jika di masa muda, sehat, kaya, waktu senggang sulit untuk beribadah, maka jangan harap selain waktu tersebut bisa semangat.

Ditambah lagi jika benar-benar telah datang kematian, bisa jadi yang ada hanyalah tinggal penyesalan dan tangisan.


Dari Ibnu ‘Abbas rodhiyallohu ‘anhuma, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah menasehati seseorang,


اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ.المستدرك على الصحيحين للحاكم


“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara


*(1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,*


*(2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,*


*(3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,*


*(4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,*


*(5) Hidupmu sebelum datang matimu.”* (HR. Al Hakim)


*"Jika waktu muda sudah malas beribadah, jangan harap waktu tua bisa giat beribadah.*


*Jika waktu sehat saja sudah malas beribadah, jangan harap ketika susah saat sakit bisa semangat beribadah.*


*Jika saat kaya sudah malas sodakoh, jangan harap ketika miskin bisa mengeluarkan hartanya untuk jalan kebaikan.*


*Jika ada waktu luang enggan sambung ngaji, jangan harap saat sibuk bisa duduk atau menyempatkan diri untuk sambung ngaji.*


*Jika hidup sudah malas beribadah apa sekarang mau tunggu mati?*


*Lihatlah mereka yang menyesal,*


وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ . وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ . سورة المنافقون ١١ - ١٠


“Dan infaqkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Tuhan-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersodakoh dan aku termasuk orang-orang yang sholih?” Dan Alloh sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Alloh Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Munafiqun: 10-11).


Semoga kita semua senantiasa didalam perlindungan Alloh dlm keadaan sehat wal'afiat ttp didlm hidayah-Nya sampai  akhir hayat kita dlm keadaan husnul khotimah.Aamiin YRA🙏

Tuesday, June 23, 2020

Jangan biarkan waktu berlalu begitu saja

Jangan biarkan waktu berlalu begitu saja. 
Sebab, kita tidak tau sampai berapa umur kita. Namun berapa pun umur kita, pasti kita ada aktivitas. Coba perhatikan, 
 
 

*Mengapa kita memerlukan herbal suplemen*
                          ------ 0------
Pernah anda tahu, bahwa berdasar kan kajian ilmiah, Allah menjadikan tubuh kita terdiri dari lebih kurang 60 trilyun cel yang setiap saat berganti, seperti misalnya cel darah merah , itu umurnya lebih kurang 120 hari, jadi dalam satu tahun kita telah berganti 3 kali.
Lambung dilindungi 500.000 dinding sel yang setiap menit mengelupas, sel nya diganti setiap 3 hari. 
Sel permukaan usus kecil juga mengalami pengikisan, dan berganti dengan sel baru setiap dua hari sekali. 

Untuk membangun cel antara lain diperlukan protein , lemak, vitamin, mineral. 
Tubuh memerlukan HGH yang cukup, sebagai hormon pekerja membangun cel cel baru.

 Dari mulai bayi sampai umur 21th hormon pertumbuhan ini ada berlimpah. Setelah itu seiring bertambahnya umur hgh tidak pernah bertambah lagi hingga umur 40 hanya tinggal 25 % saja. Berapa umur kita sekarang. Orang sehat tidak memanjangkan umur, orang sakit tidak memendekkan umur, karena umur ditangan Allah Swt. 
Tapi berapa pun umur kita, kita perlu sehat buat beraktifitas rohani jasmani. 

 Selanjutnya, Apa jadinya bila hgh ini tidak mencukupi untuk membangun cel, jadilah asupan yang anda makan sebagai bahan materi cel, hanya bertumpuk ditubuh. hingga terlihat anda menjadi gemuk dan gendut. 
Zat zat ini akan jadi masalah jika tidak diuraikan, padahal itu tugas HGH. Kita tau, sementara semakin bertambah umur semakin berkurang HGH. 

Sama dengan membangun suatu bangunan diperlukan semen pasir koral dan sebagai nya. Ketika pekerja tidak mencukupi, bahan itu akan bertumpuk dan bangunan tidak terwujud dengan baik.

Begitu juga tubuh kita. Rambut memutih, kulit mulai mengeriput, daya ingat kurang, daya lihat melemah. 
Diperlukan beberapa suplemen yang menimbulkan SPIRIT, ENZYM, KECUKUPAN HORMONE, dan mendukung ACTIVATE. 
Itu bisa ada pada Health Coffee, NGreen, Deep Squa dan Minyak Herbal Sinergy, buat kesehatan lymfatik ,sebagai suplemen tambahan sehari hari. 
Pola makan dan pola hidup harus sehat.

Lambung seperasaan dengan tuannya. Jika tuannya dalam keadaan tidak nyaman seperti marah, sedih, takut, gelisah, tegang, dan stress, maka lambung akan enggan bekerja. Hal ini ditandai dengan meningkatnya asam lambung sampai tiga kali dari keadaan normal. Asam lambung ini dapat mengikis dinding lambung dan melemahkan kerja lambung. Jumlah asam lambung yang sangat tinggi bisa menyebabkan luka pada lambung (maka disebutlah anda keadaan maag ) 


Solusi terbaik untuk konsumsi suplemen herbal ini, 
kita mendafar, efektif buat bisnis dapat diskon variatif sd 30%
 dan konsumsi sendiri jadi lebih irit. Mdh mdhan pada memahami.

*Inilah perbedaan Pengobatan cara herbal dengan pengobatan cara alopati*
Alopati praktek medis yang digunakan Barat, yang kita kenal selama ini. 

Alopati: Menggunakan bahan kimia sintetis, 
Bersifat toksin (   racun ), 
Symptomatic treatment (  mengobati gejala ), 
Ada efek samping, 
Bersifat destruktif, 
Mengobati focus pada fisik. 

*Sementara pengobatan herba :*
Menggunakan bahan alamiah, 
 Bersifat probiotik, 
 Meningkatkan imunitas tubuh, 
Causatif treatment ( mengobati sumber penyebab penyakit ), 
Munculnya DOC Direction of Cure, 
Bersifat konstruktif, 
Mengobati secara menyeluruh, fisik, mental, emosi dan spiritual 

*Artinya selama ini, kita seumur hidup dengan secara tak sadar kita telah menumpuk racun di mana tubuh*, yang melemahkan sistem imunitas pemberian Allah Swt, yang dirusak oleh tangan kita sendiri. 
Karena itu hijrahlah ke herbal, pahami sifat herba.
*SAATNYA HIJRAH KE HERBAL CARA KEDOKTERAN ISLAM*

*Pengadaan obat herba dengan memasukkan pertimbangan paham Herbalis*

Paham Herbalis

Penyakit bukan disebabkan oleh kuman, virus, bakteri, atau mikroba lain, tetapi penyakit muncul akibat lemahnya sistem *imunitas tubuh.* 
Jadi dengan paham ini, pengobatan cara herba untuk:
a. Membantu penyembuhan kekuatan fitrah (sistem imunitas) 
b. Mengembalikan keseimbangan tubuh, jadi bukan hanya mengobati gejala. 
c. Mengatasi kekurangan zat makanan, vitamin, mineral, dan unsur unsur penting yang diperlukan tubuh. 
d. Mencegah munculnya penyakit baru. 


TOKSEMIA

Kondisi dimana tubuh mengalami keracunan akibat berbagai macam racun yang masuk dan menumpuk didalam tubuh selama beberapa waktu yang lama. 
Bila tidak diatasi, *menurunkan sistem imunitas tubuh* dan menurunkan fungsi organ, yang menyebabkan *penyakit degeneratif*

Faktor faktor yang menyebabkan TOKSEMIA:

a. Pencemaran Udara
b. Pencemaran Air
c. Makanan siap saji
d. Hasil Pertanian yang beracun
e. Kebiasaan buruk
f. Obat obatan Kimia
g. Tekanan hidup/stress

*DETOKSIFIKASI*

Berarti program penghilangan racun yang terkumpul dalam tubuh. 
*Setiap pengobatan yang tidak dimulai dengan proses detoks sukar untuk disembuhkan secara total.*
Bagian penting untuk di detoksifikasi adalah usus (colon), hati (liver), darah (blood), ginjal (kidney), dan limfa (lymfatik). 



 
*Maka itu hijrah lah ke pengobatan cara
 herbal.*
PRODUK HERBAL NYA SANGAT BAIK. 
BISNISNYA JUGA BAIK. 
*BARANGKALI ADA YANG MAU MENAMBAH USAHANYA.*
SYARAT DAFTAR:
- Nama alamat sesuai KTP No KTP
- Email
- Rekg Bank
- No HP aktif
- Biaya daftar, kartu dan buku petunjuk = 30rb saja. Kalau mau murah 10rb cara virtual account, sama saja valid
Dengan adanya kartu, dapat discount variatif sd 30%. Sekali gus buat konsumsi sendiri jadi lebih murah. 
Setelah jadi reseller atau member atau agen silakan bergabung dengan group herbal berkah, untuk berbagi ilmu dan pengalaman. https://chat.whatsapp.com/HLp0aD43NHwEHSmknF9z9L





Monday, June 8, 2020

MENGAPA GAMAT Kapsul


Mengapa orang banyak mengkonsumsi Gamat Kapsul. Begini, 
Kita tidak bisa menghindari tua, tapi selagi kita bernafas kita tidak bisa menghindari tidak beraktivitas, setidaknya ibadah. Sementara qodrat Illahi, hgh yang disediakan Membangun cel cel seiring bertambah umur tidak mencukupi lagi. Itu sebab nya kulit anda mengkriput, daya ingat kita berkurang, daya lihat mata lemah, emosi Dan seterusnya berubah. Ketika pada masa muda kita tidak memperhatikan pola makan dan pola hidup yang baik, artinya tidak dilaksanakan secara sehat. Bukan tidak mungkin anda ditemani penyakit degeneratif yang memberatkan. Hati-hati ketika umur 40an tubuh anda menjadi gemuk atau ketika umur 50an perut anda menjadi gendut. "Lambang kemakmuran?",tidak, atau boleh jadi. Tapi yang pasti asupan anda sehari hari telah menjadi material yang bertumpuk didalam tubuh, seharus nya menjadi pengganti cel cel yang rusak. Tapi kita tidak sadar. Pola makan tidak berobah, sementara hormon hgh sudah tidak mencukupi. 
Alhamdulillah, Inisiatif para ilmuwan, menemukan GAMAT KAPSUL untuk mengatasi itu semua. Apalagi dikombinasi dengan herbal lain yang kami Sediakan. Seperti PDO, MADU ASLI PREMIUM, PEGAGAN. Apalagi anda mau membersih kan racun terlebih dahulu dari dalam tubuh. Detoksifikasi, proses cleansing (pembersihan) dan balancing ( penyeimbang) akan menyebabkan tubuh kita menjadi harmoni.
Anda pasti tau kalau " Toksemia", keadaan tubuh mengalami keracunan, akibat banyak nya racun yang masuk dalam tubuh selama hidup kita. Ini bila tidak segera disadari untuk diatasi, akan melemahkan imunitas tubuh, yang cenderung berteman dengan penyakit degeneratif. 
Yang menyebabkan toksemia: pencemaran udara, pencemaran air, dari makanan siap saji, hasil pertanian yang beracun, kebiasaan buruk, obat obatan kimia, tekanan hidup. Maka itu kita perlu bebenah diri. 



Insya Allah, dengan izin Allah anda sehat sampai lansia


*Gamat Kapsul*

KAPSUL GAMAT : EKSTRAK GAMAT

merupakan produk yang terbuat dari Gamat pilihan yaitu Gamat Emas atau Teripang Emas (Golden Sea Cucumber). Berbentuk ekstrak yang diolah secara higienis dan modern serta bebas dari bahan kimia sintetis.

MANFAAT & KEGUNAAN :

Teripang adalah istilah yang diberikan untuk hewan invertebrata Holothuroidea yang dapat dimakan. 

  • Teripang merupakan spesies terpilih dari 1200 spesies gamat di dunia. Khasiat hewan laut filum Echinodermata telah dikenal berbagai bangsa di dunia sejak ratusan tahun. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), teripang memiliki kandungan gizi lengkap, antara lain: *9 jenis karbohidrat, 59 jenis asam lemak, 19 jenis asam amino, 25 komponen vitamin, 10 jenis mineral, dan 5 jenis sterol. Semua bersatu-padu membangun kekebalan tubuh dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak*.

Teripang Emas (Golden Sea Cucumber) merupakan satu-satunya spesies yang mengandung Gamapeptide (tidak ditemukan pada spesies lain). *Gamapeptide sendiri bermanfaat untuk mencegah inflamasi, mengurangi rasa sakit, 3 kali mempercepat penyembuhan luka, mengaktifkan pertumbuhan dan mengaktifkan sel-sel, membuat kulit lebih muda dan meningkatkan kecantikan, menstabilkan emosi, memelihara sirkulasi darah agar tetap lancar. Informasi lebih jauh atau
*Order WA 085295270482*

Sunday, September 15, 2019

Memahami Bersyukur pada Allah


Syukur adalah ungkapan kebahagian seseorang pada Allah Swt atas karunia nikmat Allah baik lahir maupun bathin yang dianugerahkan padanya. Orang Islam yang telah beriman dan beramal sholih mempunyai kewajiban buat bersyukur pada nikmat yang diperolehnya. Wujud dari kesyukuran diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dalam ucapan dan perbuatan. Pribadi-pribadi ummat yang mengamalkan kesyukuran ditandai dengan wajah yang cerah, sederhana, humble disukai dalam masyarakat utama di kalangannya. Dia akan mempunyai wajah penuh yoni dan berwibawa. Orang disampingnya dan sekitarnya akan merasa nyaman dan mengalami ketenangan bersamanya.
Allah akan menjanjikan pahala dan rahmat yang banyak pada orang yang banyak bersyukur pada Allah Swt. Sebaliknya orang yang tidak bersyukur, tidak akan pernah merasakan nikmat apapun yang dikarunia Allah kepadanya, walaupun nikmatnya berlimpah. Dia akan terus menguber mengejar nikmat yang tak berujung sampai datang stempel dia sebagai orang yang ahli tidak bersyukur dari Allah. Janji Allah orang yang tidak bersyukur akan dicabut semua kenikmatan yang diberikan dan dia akan mengalami ganjaran Allah siksa didunia dan sudah pasti di akhirat. 
Kita hidup ditengah-tengah pelbagai macam keyakinan beragama . Sedang dalam satu keyakinan yang sama tingkat kepahamannya juga berbeda beda. Kadang-kadang seorang yang status sosialnya tinggi kepahaman agamanya kurang, sementara dia menjadi idola masyarakat sekitarnya karena status sosialnya, belum paham bersyukur pada Allah. Dan itu akan berpengaruh banyak pada masyarakat sekitarnya. Itu sudah mesti. Sehingga praktek syukur tidak berjalan, sesuai kaidah agama.
Untuk ketentraman bermasyarakat, maka kita tidak bisa memaksakan orang harus bersyukur begini dan begitu. Tapi kita bisa praktek melalui diri kita masing-masing. Dalam keluarga, contoh praktek syukur baik ucapan dan perbuatan, adalah pelajaran yang terbaik. Orang bisa bersyukur karena hidayah Allah. Atau dia sudah di qodar Allah menjadi ahli syukur. Orang tidak bersyukur, dunia dan akhiratnya akan sengsara. Secercah keimanan macam apa pun, manfaatkan untuk meningkatkan kepahaman agama yang diyakini, agar vonis Allah tidak menimpa pada diri. Karena hukum Allah itu akan menjadi kenyataan.



Mencari kepahaman tentang bersyukur.


Adalah sikap yang arif bila mau mencari kepahaman tentang bersyukur pada Allah Swt, apalagi itu orang Islam yang beriman dan beramal solih. Kepahaman bersyukur akan meningkat seiiring bertambahnya kepahaman beragama. Kepahaman agama akan bertambah apabila ilmunya semakin hari semakin bertambah. Sayangnya, kepahaman ilmu agama tidak sama dengan mencari kepahaman ilmu urusan dunia. Ilmu urusan dunia orang bisa mendapatkan dengan otodidak, tidak demikian dengan urusan ilmu agama yang harus ditempuh lewat guru yang ada musnadnya. Apabila tidak demikian orang akan berkata "katanya katanya", yang muncul adalah dosa. Amalannya itu tidak ada yoninya buat dirinya. Dalil-dalil pada Alquran dan Alhadist itu adalah ilmu. Dalil-dalil di dalamnya kalau dipahami di yakini di amalkan lambat laun bisa mendarah daging didalam jiwa yang mengantar kita dekat pada Allah atas izin Allah. Sehingga kepahaman bersyukur pada Allah bukan masalah lagi. Mendapat nikmat itu dari Allah wajib hukumnya untuk bersyukur
وَّاشْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ

Bersyukurlah kamu atas nikmatku (Allah) jika ada kalian orang-orang yang menyembah kepadaku ( Allah ) ( QS.16 :114)
Jadi jika Tuhan kalian adalah Allah, ya bersyukurlah pada Allah atas nikmat yang kalian terima.

Orang kebanyakan takut nikmatnya hilang, sehingga sangat gigihnya mengumpulkan nikmat demi nikmat. Sehingga dirinya bergelimang nikmat yang tiada tara. Namun tidak pernah bersyukur, dia tidak akan pernah merasakan puas dengan nikmatnya. Padahal nikmatnya akan hilang ketika dia tidak mensyukuri nikmat itu. Dia tidak akan pernah merasakan bahagia dengan nikmat itu , sepanjang dia tidak menyadari bahwa nikmat itu semua dari Allah sebagai anugerah Allah padanya.

وَمَا بِكُمْ مِّنْ نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ 

Segala nikmat yang kau dapatkan adalah dari Allah (QS.16:53)
Jadi jangan dikira, nikmat yang diperolehnya sebab upaya dirinya semata , atau  karena keahliannya semata.

Kita tidak syukur akan di hukumi orang yang sombong. Seperti  dicontohkan Allah, bahwa pada waktu dia menderita dia berdoa pada Allah dengan dempe-dempe merendahkan diri dan hatinya pada Allah. Ketika Allah menolong padanya kemelaratan diganti dengan kenikmatan, dia bukannya bersyukur, malah mengucapkan " kenikmatan ini aku peroleh karena kemampuanku karena ilmuku". Padahal itu semua cobaan dari Allah ( QS.39:49 ) 

Jangan seperti itu, segala kenikmatan yang kau dapatkan dari Allah. Seandainya dia paham bahwa kalau dia mau bersyukur pada Allah dengan cara ucapan dan perbuatan, maka Allah menjanjikan nikmatnya akan ditambah, tapi kalau tidak mau bersyukur Allah mengingatkan siksa Allah sangat pedih. Pilih yang mana ?

لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ


Niscaya jika bersyukur kamu sekalian padaku ( Allah ) niscaya menambah aku (Allah ) pada nikmat yang sudah kuberikan, tapi jika tidak bersyukur kamu sekalian padaku ( Allah ) ( kuingatkan ) sesungguhnyaa siksaku ( Allah ) sangatlah pedih. (QS. 14:7)

Kita sebagai orang Islam di beri hidayah oleh Allah sehingga bisa beriman dan bisa beramal solih, kalau sadar lebih lagi kesyukurannya. Karena sebagian dari kita ada yang belum bisa bersyukur, ada yang belum menetapi iman apalagi bisa menetapi amal solih. Terlebih lagi Allah mengingatkan kalau keimanan itu lebih lagi kenikmatannya dari pada harta yang kita kumpul-kumpulkan.

قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ


Katakanlah Muhammad, dengan keutamaan Allah dan Rakhmat-Nya, maka dengan demikian itu ( keutamaan dan rakhmat Allah ) seyogyanyalah orang-orang yang beriman itu bergembira. ( Karena) Dia ( keutamaan dan rakhmat Allah ) itu lebih bagus dari apa-apa yang mereka kumpulkan.(QS.10:58)
Karena itu mau kemana kita berpihak, apakah masih mau semata mata mengikuti perasaan kita, hati kita , hawa nafsu kita. Bayangkan bagaimana beruntungnya kita orang Islam, semua memakai dalil, memakai ilmu bukan angan-angan, bukan kira-kira tapi terukur. Selagi kita mau mengedepankan Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW sebagai petunjuk pedoman hidup Insya Allah hidup akan tenang, kita tidak mengira ngira tentang urusan dunia dan akhirat. Kita punya barometer hidup ukuran yang baik memilah milah mana yang benar mana salah dalam kehidupan. Hidup akan terasa lebih bermakna.


Aplikasi bersyukur dalam kehidupan Ummat Islam



Bagaimana aplikasi syukur dalam kehidupan, itu paling penting. Karena al imanu qaulun wa fiklun, yang disebut dia beriman tergantung pada ucapannya dan juga perbuatannya. Tidak bisa disebut iman kalau hanya ucapan, tapi harus disertai dengan amalan atau perbuatan. Hidup kita perlu mengharap ridho Allah. Kalau kita ridho pada Allah, Allahpun akan ridho pada kita. Kita simak ayat berikut :


وَلَا يَرْضٰى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَۚ وَاِنْ تَشْكُرُوْا يَرْضَهُ لَكُمْۗ


...Dan Allah tidak ridho terhadap hambanya yang kufur, tapi jika kamu sekalian hamba yang bersyukur aku ( Allah ) ridho pada kamu sekalian atas kesyukuran kalian....( QS. 39:7)



Jadi apa yang dimaksud ridho pada Allah? Ridho pada Allah ya ridho apa yang sudah di atur Allah, apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang. Yang diperintahkan langsung dikerjakan, yang dilarang jangan di dekati, jauhi sejauh-jauhnya. Dengan demikian orang akan dekat rakhmat Allah.
Menceritakan nikmat adalah bagian dari syukur dari nikmat yang diperoleh. Sering ditemui dalam masyarakat yang diceritakan hanyalah berita susah saja, nyaris tak ada kebahagiaan sedikitpun. Tapi ketika dia menerima kebahagiaan tak berani menceritakan. Menceritakan nikmat tentunya pada waktu sikon dan keadaan tertentu yang menggiring kita untuk menceritakan nikmat. Dan dalam hal menceritakan tentulah dengan niat hati karena Allah, bukan niat pamer, tapi semata-mata tapi bentuk kesyukuran pada Allah, dan menggugurkan kewajiban sebagai orang yang beriman.
Kepada Nabi saw sendiri Allah perintahkan , " adapun dengan nikmat dari Tuhanmu ( Muhammad ) maka ceritakanlah." Disini artinya Nabi Muhammad diperintahkan bersyukur. Ketika Nabi keadaan anak yatim karena orang tua beliau meninggal, beliau
 diramut pamannya Abu Tholib. Pada waktu sebelum jadi Nabi belum tahu ilmu, kemudian Allah mengangkatnya jadi Nabi. Yang ketiga keadaan melarat Allah memberikan Nabi kecukupan.

وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
Adapun dengan nikmat dari Tuhanmu ( Muhammad ) maka ceritakanlah.(QS.93:11)

Dalam suatu hadist ( Albaihaqi ) Rasul SAW bersabda seperti ini,

ألْحَمْدُ رَأْسُ الشُکْرِ مَا شَکَرَ اللٌٓه عَبٍْدٌ لا يَحْمَدُهُ # رواه البيه‍قى
 Memuji (pada nikmat Allah) adalah puncaknya kesyukuran, seorang hamba yang tidak memuji pada Allah, belum disebut bersyukur kepada-Nya  

Dicontohkan oleh Nabi merasa bersyukur nya pada Allah atas nikmat hidayah yang Allah berikan, beliau meningkatkan amal ibadahnya. Beliau meningkatkan solat lailnya, sampai sampai kakinya bengkak. Sehingga Aisyah istri beliau tidak sampai hati melihatnya, berkata, " mengapa engkau lakukan demikian padahal Allah sudah mengampuni dosa-dosamu baik yang lampau maupun yang akan datang?" Beliau menjawab :

أَفلاَ اکُوْنُ عَبْدًا شَکُوْرًا. # رواه  النسائ
a fala akun 'abdan syakuron
Apakah maka tidak ada aku seorang hamba yang ahli syukur ?

Seorang yang sudah beragama Islam dan beriman dan beramal sholih, tentu terbiasa seperti ini, maksudnya bersyukur teori praktek, baik ucapan maupun perbuatan. Dia tahu ilmunya tidak angan angan atau mereka-reka, dia yakin segala sesuatu nikmat yang dia  terima semata-mata dari Allah bukan yang lain selain Allah.

Umpama memperoleh rezeki dia tahu mana haknya mana bukan haknya. Yang bukan haknya dia infak dia sadaqoh atau yang lainnya. (QS 2:3 )

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۙ

( Jadi yang disebut orang beriman ) orang-orang yang beriman mereka dengan barang yang gaib ( umpama kiamat), menetapi solat, dan dari apa-apa memberi rezeki Aku ( Allah ) pada mereka, menginfakkan mereka.

Demikian itu kalau kita membiasakan bersyukur sebagai menetapi yang menjadi perintah Allah, maka akan dijauhkan sifat takabur dan sombong. Membanggakan diri melewati batas ( ujub) . Seperti yang dilakukan Qorun yang hidup pada zaman nabi Musa as. Bahwa katanya, dia diberi kekayaan ini karena kemampuan ilmuku yang kumiliki. Dia tidak yakin semua itu dari Allah. Akhirnya kita semua sudah tahu , dia bersama-sama hartanya sak istananya di ambleskan kedalam bumi terus sampai hari kiamat. Jadi jangan coba-coba mencari harta qorun tidak bakal ketemu, intermezo.

Jadi jadilah kita orang syukur. Orang yang syukur jauh dari sifat tamak, sifat yang tidak pernah puas dengan nikmat yang ada padanya masih ingin nikmat yang dimiliki orang lain. Orang yang syukur hatinya bersih tidak dengki. Dia selalu gembira berapa pun nikmat yang diberikan padanya, dia ridho akan ketentuan Allah. Sehingga biasanya dia jadi orang yang sehat jasmani maupun rohani. Semoga barokah. 









Thursday, August 29, 2019

Bagaimana Menyikapi Qodar Allah ?



Qodar adalah segala sesuatu ketentuan Allah Swt kepada semua makhluk, sesuatu yang bakal terjadi atau tidak, ada atau tidak ada, akhlaknya makhluk, rezekinya makhluk , termasuk khususnya manusia. Qodar adalah hal yang wajib di imani bagi semua yang beragama Islam. Allah menciptakan segala sesuatu (makhluq) kemudian Allah menentukan qodar atas makhluq tersebut (QS.25:2). Rasulullah memperkuat : " Allah telah menulis semua ketetapan (qodar) Allah atas semua makhluq lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi (Alhadist  Muslim )
Kepahaman orang dalam menetapi agama berbeda-beda, sehingga tidak mudah menyikapi qodar Allah, umumnya orang perlu bimbingan atau nasehat yang sejuk. Itupun adakalanya orang bisa menerima nasihat dan lebih banyak sulit menerima pemahaman, sehingga tidak sedikit yang berdampak buruk terhadap kehidupannya sebagai Muslim. 
Semua orang yang beragama Islam tentunya berdoa minta kebahagiaan hidup di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat. Kenyataannya kebahagiaan yang diterima relatif dan bermacam-macam. Itu semua karena manusia menjalani qodarnya masing-masing. 
Qodar itu akan datang silih berganti pada tiap orang. Adakalanya orang dalam keadaan merasa nikmat bahagia, tiba-tiba dia dapat musibah. Dilain pihak ada orang selalu berbuat kebenaran tanpa sebab bisa terpeleset berbuat salah, sudah tak sengaja berbuat salah teraniaya lagi.
Sebagai orang Islam punya keyakinan bahwa hidup itu tidak di dunia saja. Tapi ada kehidupan yang kekal yaitu di akhirat. Hari yang tidak ada akhirnya. Adapun tempat di akhirat itu hanya ada dua, seperti telah sama kita ketahui yaitu daerah Surga dan daerah Neraka. Dimana orang bertempat nanti di akhirat,  tergantung hasil pertanggung jawaban apa yang kita perbuat di dunia. Ini juga harus diyakini bahwa tidak ada satu amalan baik atau buruh sekecil apapun yang terlewat, pasti akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah.  Allah Maha Kuasa, Allah mampu melakukan itu semua. Karena itu sebagai makhluk kita harus pandai-pandai menyikapi hidup. Hidup itu adalah cobaan, untuk menguji Allah mana mereka yang bagus amalannya. Harus kita pahami kehidupan yang hakiki itu adalah akhirat. Jangan sampai tidak sukses, hidup di dunia tidak lama. Maka bersikap ariflah atas qodar Allah yang sedang kita jalani dan yang akan kita jalani. 


Pemahaman terhadap qodar Allah.



Seberapa jauh pemahamannya tentang qodar Allah, tergantung pada kepahaman agamanya masing-masing. Termasuk letak orang bisa bahagia itu juga ada pada bagaimana orang menyikapi qodar dirinya yang sedang terjadi dan yang akan di jalani. Andaikata saja mau bertanya "siapa yang tahu akan qodar Allah pada dirinya? Lantas mau apa setelah tahu bahwa kita akan menjalani qodar kita sendiri,  dan mengerti tak seorangpun pernah tahu akan qodar  dirinya ?". Dan pertanyaan itu bisa dijawab dengan baik, Insya Allah orang dapat menjalani kehidupannya dengan baik. 
Kemudian belajar dari pengalaman hidup sendiri dan pengalaman hidup orang lain bahwa, sepanjang hidup tak selamanya orang itu nikmat bahagia, dan tidak juga orang selamanya mendapat cobaan menderita hidup susah. Dilain pihak tidak selamanya orang yang  dalam kebenaran itu benar terus, adalanya dia berbuat salah. Bukan mustahil orang yang selalu berbuat pelanggaran bisa kembali jadi orang baik. 

Masalahnya adalah bagaimana orang menyikapi takdir Allah yang dijalaninya. Apakah ini sangat penting, tentu saja sepanjang orang tidak tau akan takdir dirinya. Coba perhatikan rumah sakit orang yang sakit dari segala macam penyakit. Apakah mereka mau seperti itu ? Tentu tidak. Di rumah sakit jiwa juga penuh orang orang yang menderita. Kenapa itu semua, pernahkah ia terpikir bakal seperti itu ? Di ruang tahanan tak kurang komplek nya orang yang bermasalah dari orang biasa sampai penggede nya negeri ini. Pernahkah ia terpikir bakal seperti itu? 
Mengapa itu semua bisa terjadi? Karena semua orang akan menjalani takdir yang telah ditetapkan Allah Swt.

 
وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهٗ تَقْدِيْرًا..................

Allah menciptakan semua makhluknya kemudian Allah membuat qodar masing-masing makhluk ( QS.25:2 )

Seharusnya ini tidak sulit menjalani qodar walau ini masalah bagi semua orang. Sepanjang orang mau mencari kepahaman tentang agamanya, Allah akan mendatang kepahaman itu dengan mudah sesuai kehendak Allah. Selagi  orang yakin akan ke esaan Allah Swt, dia mesti meyakini petunjuk Allah. 
Mestinya orang Islam yakin petunjuk Allah yang di patrikan pada Alquranul Karim. Dan AlQuran itu diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, lewat Malaikat Jibril. Itu harus diyakini. Masya Allah nya, sayangnya, semua ini tergantung hidayah Allah. Kalau Allah menghendaki, orang akan menerima petunjuk itu semua. Tapi kalau Allah tidak menghendaki orang untuk menerima petunjuk, dia akan merasa seolah di seluruh naik kelangit. ( QS.6:125) 
Agar orang tidak serampangan menerima agama Allah, orang diwajibkan agar ucapan dan prilakunya disesuaikan dengan petunjuk Allah Rasulnya. Ibadahnya juga harus disesuaikan dengan petunjuk Allah dan Rasulnya. Kalau itu semua benar, pastilah orang itu punya yoni punya wibawa karena ada rakhmat Allah disitu. Sayangnya, Masya Allahnya itu semua tergantung hidayah Allah pada masing-masing diri. Lantas apa ?

Ketika Allah menciptakan pena dan menyuruh pena menulis qodar semua makhluk, itu

terjadi limapuluh ribu tahun sebelum bumi langit di ciptakan 
Allah Swt. Hai pena tulislah.

Apa yang kutulis ? Tulislah qodar semua makhluk.


Dalam hadist yang lain ( Muslim ) Rasul SAW bersabda 

كَتَبَ الله مَقَادِيرَ الخَلاَءِقِ السَّمَاواتِ والا رضَ بِخَمْسِينَ ألْفَ سَنَةٍ

        Allah telah menulis semua qodar atas seluruh makhluknyalimapuluhribu tahun
        sebelum Allah menciptakanlangit dan bumi ( alhadist Muslim )
Karena kita tidak tahu akan takdir kita, maka sebagai nasehat kita perlu menjaga agama kita menjaga keimanan kita. Kapan seseorang akan meninggalkan dunia, tak ada yang tau sementara kenyaktaannya semua orang dari segala umur bisa mati sewaktu-waktu. 


وَمَا يُعَمَّرُ مِنْ مُّعَمَّرٍ وَّلَا يُنْقَصُ مِنْ عُمُرِهٖٓ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ

Tidaklah seorang ditambah umurnya atau dikurangi kecuali ( sudah ditetapkan ) didalam kitab ( Al lauhul mahfudh. Sesungguhnya demikian itu mudah bagi Allah. ( QS.35:11)

Karena setelah kematian akan ada kehidupan lagi sebagian akan di tempatkan di Surga dan sebagian akan di tempatkan di Neraka tergantung amalan masing-masing. 

Kita sebagai makhluk Allah supaya hidup kita tenang dan penuh rahmat berlatih ridho 

dengan qodar Allah.

Dalam hadist yang lain ( Tabroni)  Nabi Saw bersabda :


مَنْ لَمْ يَرضَ بِقَضاَ ءِ الله وَيُؤْمِنْ بِقَدَرِ الله فَلْيَلْتَمِسْ إلٰه‍ًا غَيْرَ الله


Barang siapa tidak ridho dengan hukum Allah dan tidak percaya dengan qodar Allah 

hendaklah dia mencari Tuhan selain Allah

Maka itu sebagai orang Islam yang sudah beriman, seyogyanyalah kita meningkatkan

 kepahaman agama, karena hidup penuh cobaan baik yang menyenangkan maupun yang

 membencikan. Jangan terlena dengan qodar nikmat bahagia, atau terhanyut dengan 

qodar musibah yang mendera, jangan sampai tenggelam dalam qodar salah ataupun 

merenungi nasib diri ketika dapat qodar dianiaya. 

Belajarlah bagaimana menyikapi qodar ini dengan baik agar sukses di dunia dan di 

akhirat. 




Menyikapi beberapa qodar Allah


Mendung tak selamanya kelabu. Begitulah irama hidup. Nada-nada sinar bahagia menyeriak didalam mensirnakan kekelabuan hidup berangsur-angsur pulih bercahya tapi pasti. Keluarga itu baru saja sukses melalui cobaan hidup setelah sekian tahun merana.
Beruntunglah jadi orang Islam yang sudah beriman penuh dan beramal sholih, mengingat namanya " pati" itu datang bisa kapan saja. Dengan bekal keimanan dan taqwa , Allah pasti menepati janjinya, di dunia bahagia dan di akhirat pasti di tempat yang bahagia. 
Tetapi sudah menjadi nas nya Allah orang Islam yang beriman dan beramal sholih pasti di coba, baik berupa cobaan yang menyenangkan maupun berupa cobaan yang membencikan

وَبَلَوْنٰهُمْ بِالْحَسَنٰتِ وَالسَّيِّاٰتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ......


Dan kami ( Allah ) mencoba kepada mereka ( orang-orang beriman ) dengan kebaikan-kebaikan ( hal-hal yang menyenangkan) dan kejelekan-kejelekan ( hal-hal yang membencikan mereka) agar mereka kembali pada Allah ( mengikuti peraturan Allah ) ( QS.7:168)

Dengan berimannya seseorang Allah akan terus memberi cobaan pada sehingga ucapan dan perilaku dari hari ke sehari bertambah baik sesuai dengan kehendak Allah. Dengan adanyaa cobaan itu Allah mengingatkan agar sadar dan mengarahkan, sehingga dia bisa memperbaiki kekurangannya, menyadari kelemahannya, sehingga dia menjadi lebih baik lagi.

Orang-orang zaman dulu , pengikut nabi-nabi dahulu , kaum-kaum  sebelum Nabi Muhammad juga, Allah memberi cobaan kekurangan , sakit, senang-senang dan lain sebagainya, agar mereka tunduk dengan seruan ajakan Nabinya. Tapi kebanyakan mereka terus saja dengan kelalaiannya, sehingga sampai pada puncak senang-senang dalam kelalaian, tiba-tiba Allah mendatangkan siksa, dan mereka kebingungan tidak tahu mau lari kemana, mau minta tolong kepada siapa, seperti sebagian kaum Luth, kaum Nuh, kaum Ad. (QS.6:42-44)

Sementara kita di era sekarang,  kalau orang-orang beriman sama mengatakan zaman akhir,  karena sepertinya Allah membuka pintu dunia, diperkuat dengan kemajuan zaman dengan teknologi semakin canggih. Semua hiasan dunia, manusianya hartanya dari barang dan jasanya, yang pernah ada semakin indah, yang belum pernah ada, terwujud, penemuan penemuan baru segala yang di angan-angan ada betul terwujud. Dan orang dengan bernafsunya eager, suka sekali ingin memilikinya. Mereka pun berpacu menggapai, dan umumnya hampir terwujud semua. Mereka senang senang dari satu ke lainnya kemewahan dunia. Bahwasanya hidup itu adalah cobaan nyaris terlupakan. Padahal cobaan tidak pernah berhenti bagi diri semua. 
Ketika nikmat itu tidak disyukuri, Allah akan menarik kembali nikmat itu darinya dengan cara Allah. Dia tidak bisa merasakan itu nikmat, dia terus menguber yang lebih bagus dan yang lebih bagus lagi. Sehingga dalam perburuannya yang tak kenal lelah Allah menjatuhkan sakit pada dirinya. Harta dan semua kemewahan yang tadi dia kumpul-kumpul tak bisa mencukupi untuk menyembuhkan penyakitnya. Sementara nafas masih ada, ajal belum sampai, kebutuhan standardpun tak dapat dipenuhi lagi. 

Orang beriman nikmat-nikmat seperti itu dia syukuri, sehingga Allah memberikan pahala Surga yang banyak.  Dia infak dia sadaqoh untuk menetapi ayat ( QS.2:3 )

 ۙالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ


Walau dia infak dia sadaqoh, rezekinya bukannya habis, malah seperti air sumur yang di timba lagi ditimba lagi, tak kunjung habis malah bening bersinar. Begitulah cara Allah menerima syukur dari orang orang yang beriman yang bersyukur pada Nya. Itulah cara menyikapi qodar nikmat dari Allah Swt.

Adakalanya di tengah-tengah mengenyam kenikmatan yang banya rezeki dari Allah, datang orang yang bertanya : " Bapak hebat bisnisnya berhasil ". Si bapak menjawab dengan bangga :" La iyalah, kalau mau berhasil seperti itu, karena perjuangan saya tak kenal lelah. Apalagi itu anak saya sudah ahli ahli semua, karena ilmunya dia ikut memajukan bisnis saya." Belum lagi kering air ludah si bapak mengutarakan kebanggaan kesuksesan bisnisnya, ada telpon. Kemudian matanya melotot, lemas seperti orang kehilangan akal. Belakangan diketahui, kalau ada berita musibah, anak yang dibangga-banggakan nya terjadi kecelakaan ada di ICU. Di Rumah Sakit ramai bukan main. Dilalah kersane Allah , supir sang anak selamat hanya luka-luka kecil, si anak luka parah dan koma. Wah si bapak jangan tanya lagi mendamprat si supir , pecat kamu,polisi periksa. Pokoknya cari kesalahan orang lain.

Seharusnya kalau di jalan taqwa, ketika dipuji seperti itu, ucapkan syukur rendah hati " alhamdulillah semua atas izin Allah". Kalau perlu yang muji diingatkan , pak jangan buat saya tergelincir, semua itu milik Allah kita hanya di pinjami, ada giliranya pak. Ini pak ada sedikit, tolong belikan oleh-oleh untuk keluarga, sampaikan salam saya buat keluarga dan anak-anak. Silakan mampir kerumah pak bawa keluarga. Dan ketika dapat telpon tentang musibah lebih dulu dia mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, kemudian berdoa. Insya Allah semua akan berjalan dalam rahmat Allah, tenang, damai, sangka baik pada Allah. Belum tentu ada yang salah dalam suatu musibah, keluar sudah berdoa, di jalan ya banyak ingat Allah, berjalan sesuai aturan, tapi kalau qodar musibah datang tetap akan terjadi ,  harus kita sikapi dengan ingat pada Allah , tata hati ridho, tak usah merasa terhina, jangan merasa malu, tetapkan hati sobar, tawakal , dan mengucapkan :
"Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun" dan berdoa
"Allahumma 'jurnii  fii mushiibatii wa akh lifli khoiron minha"
( Alhadist Muslim )

Bahkan diterangkan ia akan mendapatkan ganti dari  Allah lebih baik dari pada apa yang menjadi musibah itu.


Jadi sebenarnya kita tidak perlu sedih berlebihan, karena sesungguhnya di balik musibah itu ada kebaikan yang disediakan Allah terhadap hambanya. Dijelaskan lebih jauh bahwa seandainya pahala musibah itu di perlihatkan Allah, pastilah mereka minta di beri musibah lagi.
Maka itu menyikapilah dengan baik atas qodar apapun yang menimpa diri kita, nanti hidup kita akan tenang dan damai dan penuh anugerah Allahu Taala. Bersiaplah dengan hidup yang baru.
Sebagai ilustrasi yang lain bisa jadi dalam persaingan bisnis, dimana dua pihak saling memperebutkan tender besar. Satu telah berusaha dengan segala cara sedangkan pihak lain tetap jujur sesuai aturan yang berlaku. Tapi yang berjalan lurus malah kalah tender. Apakah yang berusaha dengan segala cara itu menjadi menang, dan dia jadi orang benar disisi Allah, ya tidak, karena dia sedang menjalan qodarnya sebagai orang yang menghalalkan secara. Dia akan menerima ganjaran yang setimpal atas penganiayaan yang dia lakukan. Dan orang yang berjalan lurus sesuai aturan itu, justru di coba Allah dengan kalah, diapun sedang menjalani qodarnya. Tapi yakinlah dia justru akan mendapatkan kebaikan yang banyak. Bagaimana sikap kita ? Kembali perhatikan dalil diatas. Disamping itu kalau itu terjadi sesama mengaku orang yang menetapi agama Islam, maka supaya hasibu qobla antuhasibu, koreksilah diri masing masing sebelum Allah mengoreksi diri kita. Kalau sampai menunggu dikoreksi Allah alangkah sengsaranya, tidak ada jalan untuk kembali ke dunia agar bertaubat dan berbuat baik, tidak akan. Mumpung masih hidup tingkatkanlah kepahaman agama, periksa diri, berusahalah untuk mengikuti aturan yang dibuat Allah dan Rasulnya. Allah tidak pernah tidur, mengantuk pun tidak. Bagi Allah tidak ada kesulitan merekam segala perbuatan manusia baik yang samar maupun yang tampak sekecil apapun. Allah tidak menyia-nyiakan amalannya orang yang berbuat baik. Semua yang dijanjikan Allah dalam Alquran pasti akan di wujudkan. Waspadalah pati itu datangnya setiap waktu, tidak mengukur dari umurnya, tidak mengukur dari sehat dan sakit.  

Kita manusia tidak ada yang tahu akan qodar kita. Sekarang keadaan bagus, mungkin didepannya sebenarnya bakal jelek. Yang sekarang jelek belum tentu selama hidupnya akan jelek. Maka mengisilah pada kehidupan ini dengan baik dengan tawakal ilallah. Satu lagi yang perlu anda yakini bahwa tidak ada yang bisa merubah qodar kecuali dengan doa. Dari sekarang berdoalah yang baik baik sesuai yang anda impikan dan jadilah orang Islam yang beriman sungguh sungguh dengan cara benar agar doanya diterima. Berbahagialah anda bisa menerima semua ketentuan Allah dan Rasul karena itu adalah pertanda anda di qodar baik. Alhamdulillah mudah mudahan manfaat dan mendatangkan kebaarokahan. Amiin.