Thursday, June 18, 2015

Manfaatkan bulan puasa untuk meningkatkan keimanan.

Manfaatkan bulan puasa untuk meningkatkan keimanan. Di bulan ini banyak orang yang berusaha untuk memperbaiki dirinya masing-masing. Buktinya, orang yang tadinya tidak pernah ke mesjid atau jarang pergi ke mesjid, kini berusaha meluangkan waktu beribadah ke mesjid. Sebagai muslim seharusnya wajib menetapi lima rukun Islam sebagai agama yang diyakininya. Di bulan puasa banyak orang menjalankan puasa, walaupun tadinya tidak pernah sembahyang. Pada hari biasa banyak orang yang tidak perduli dengan Alquran apalagi Alhadist ,pada bulan puasa ini setidaknya mereka mau mendengar. Bahkan banyak yang tidak mengerti apa itu alquran apa itu alhadist, mereka banyak tidak tau kalau itu adalah buku tuntunan sebagai Muslim, buku pedomannya dalam menetapi agama yang diyakininya.
Ironi memang! Sementara kita menjunjung tinggi sila pertama Pancasila, Ketuhanan yang maha Esa dan diperkuat dalam Undang Undang Dasar 1945, tapi setiap hari media memberitakan pelanggaran moral, pembunuhan sadis, penyakit masyarakat dimana mana, berita berita korupsi di kalangan pejabat. Masyarakatnya pada tidak akur, dewan perwakilan rakyat tidak akur, sesama partai tidak akur. Apakah di keluarganya atau dirumah tangganya juga pada tidak akur? Sesama agama saja pada tidak akur, apalagi berbeda agama. Satu etnis saja tidak akur, apalagi beda etnis. Lantas mau apa, mau kemana ? Mau keluar sebagai bangsa Indonesia. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Benar kata pepatah : Kebun tetangga selalu lebih hijau dan menggiurkan".
Manfaatkan bulan puasa untuk meningkatkan keimanan. Keimanan yang kita miliki, walaupun yang sedikit ini; ini adalah tetap namanya sebagai pemberian Allah SWT. Mari sama-sama kita mensyukurinya! Bagaimana cara mensyukurinya? Bulan yang Allah taburkan pahala yang berlipat, kita berusaha sungguh-sungguh untuk memahami agama yang kita yakini ini, barangkali saja Allah mengabulkan doa kita, sehingga hidup didunia barokah dan akhirat kita kelak juga barokah.
Mengapa begitu pentingnya keimanan?. Semua ummat beragama pasti meyakini bahwa setelah menjalani kehidupan dunia, semua insan manusia pastilah akan menjalani pada kehidupan akhirat. Pahami itu.
Semua yang kita amalkan di dunia ini pasti ada rewards dan punishment nya di kehidupan akhirat. Kalau amalannya baik rewardnya surga, kalau amalannya jelek punishment nya siksa neraka. Tegasnya amal baik di dunia, di akhiratnya masuk surga, beramal jelek didunia , di akhiratnya masuk neraka. Tidak ada barang gratis, semua amalan didatangkan dan akan diminta pertanggung jawabannya. Perhatikan nasihat Luqman kepada putranya.
“ Wahai anakku jika ada perbuatanmu semisal seberat biji sawi ( kau simpan) di batu atau dilangit atau dibumi, niscaya akan mendatangkan Allah dengan amal perbuatanmu” ( Q 31:16)

Yakin pasti sudah pada tahu, hanya mereka tidak dapat hidayah taufik.
Lewat Alquran dan Alhadist kita akan menjadi tahu bahwa lima puluh ribu tahun sebelum bumi dan langit diciptakan takdir makhluk sudah ditulis lebih dulu. Allah menciptakan pena dan perintah, " Tulislah!". Pena menjawab, " Apa yang aku tulis?", Allah perintah, "tulislah takdir segala sesuatu sampai datangnya hari kiamat"
 Yang ditulis ini takdir tentang urusan dunianya dan takdir tentang iman dan kafirnya satu satunya orang. Tepat, pertanyaan hati anda.
"Tak seorangpun yang tahu tentang takdirnya". Itulah sebabnya manusia harus berhati hati, waspada, bahasa agamanya mutawari, karena kita tidak tahu apa takdir kita. Apakah kita ditakdirkan iman atau kafir di akhir hayat kita.

Jangan sampai kesuksesan dunia menyilaukan kita, atau membutakan mata kita, seolah olah karena harta yang kita miliki,  Allah ridho dengan kita, padahal kita beramal jelek dan sembrono dalam beribadah.
Syukur kalau anda sudah tahu dengan hadis berikut ini.

(hadist Ahmad)
Dari Abdilah bin Mas'ud dia berkata bahwa bersabda Rasul SAW, sesungguhnya Allah membagi ahklak kamu sekalian sebagaimana Allah memberi rezeki diantara kamu sekalian, dan sesungguhnya Allah memberi dunia kepada orang yang dicintai dan kepada orang yang tidak di cintai nya, dan Allah memberi Agama hanya kepada orang yang Allah cintai saja, maka barang siapa yang diberi agama oleh Allah maka sesungguhnya Allah cinta kepadanya. Pastilah orang itu masuk surga nya Allah.
   
Jadi masalah kesenangan dunia harta,tahta, wanita, Allah akan memberi kepada siapa saja tidak perduli dia iman atau tidak beriman. Tapi Allah tidak akan memberi agama kepada orang yang Allah tidak cintai. Ingat itu.
Sekarang coba kita ukur diri kita, apakah kita ini ada gejala orang iman atau gejala orang tidak iman? berikut ayatnya : 


"faman yuridi allaahu an yahdiyahu yasyrah shadrahu lil-islaami waman yurid an yudhillahu yaj'al shadrahu dhayyiqan harajan ka-annamaa yashsha''adu fii alssamaa-i kadzaalika yaj'alu allaahu alrrijsa 'alaa alladziina laa yu/minuuna." (Q 6:125 )

Maka barangsiapa yang menghendaki Allah mendapat hidayah Nya, - Maka Allah  melapangkan dadanya untuk Islam; - Dan barangsiapa menghendaki Allah orang itu tersesat, menjadikan Allah  dada mereka sempit , seolah-olah mereka disuruh naik ke langit: Demikianlah menjadikan Allah hukuman pada mereka yang tidak mau iman (Q 6:125 )

Andaikata kita orang yang paling bahagia di dunia, semua serba kecukupan dan semua keinginan dapat dipenuhi, fakta menunjukkan kebahagiaan itu hanya dapat dinikmati hanya sekitar seratus tahunan. Sudah itu harta anak istri ditinggal. harta jadi rebutan yang masih hidup, istri yang sangat cantik menikah lagi. Padahal waktu masih hidup kita bersusah payah sampai lupa pada Allah dan peraturannya. Kemudian kita akan menjalalani perjalanan akhirat teramat panjang dan berat sebelum menerima ganjaran perbuatan di dunia, apakah reward atau punishment, apakah kita dimasukkan ke surga atau disiksa di neraka. Masya Allah. Semoga Allah memberi hidup dalam keadaan iman yang barokah, didunia barokah, mati dimasukkan ke surga, amiin!
 Anda tentu pernah mengetahui cerita Fir'aun, manusia yang pernah ada berumur seribu tahun. Kerajaannya luas, istananya indah, wanitanya cantik cantik jangan ditanya lagi, kaya raya berlimpah, semua keinginanannya keturutan, tidak pernah sakit, sehat terus , gagah terus selama hidupnya. Tapi selama hidupnya di takdirkan orang yang syirik, dan bakal pemimpinnya kafir di akhirat nanti. Selama hidupnya didunia yang demikian senang, ketika dineraka ditanyakan " apakah kamu selama hidupmu di dunia bahagia"? Jawabnya " tidak", saya tidak pernah senang. Demikian itu beratnya siksa yang dialami kalau orang sampai jatuh kedalam siksa neraka. Semoga menjadi bahan renungan bagi kita semua dalam bulan ramadhon yang penuh berkah ini.

 Memperkuat ayat ( Q 6:125) diatas, suatu hadist  ( abu Daud) mengatakan,
"Sesungguhnya Allah yang maha Luhur, ketika menciptakan hamba untuk ( masuk) surga, maka Allah menjadikan dia mengamalkan amalan ahli surga sehingga dia mati tetap mengamalkan amalan ahli surga, maka Allah memasukkannya ke surga sebab amalan tersebut. Dan ketika mencipta hamba untuk ( masuk) neraka , maka Allah menjadikan dia mengamalkan amalan ahli neraka sehingga dia mati tetap dalam keadaan mengamalkan amalan ahli neraka, maka Allah memasukkannya ke neraka sebab amalannya tersebut."


Ketuhanan Yang Maha Esa adakah suatu solusi pencerahan?

 Sebagai warga bangsa kita bersyukur pada Allah, bahwa negeri ini punya falsafah Pancasila dengan menempatkan sila "Ketuhanan Yang Maha Esa", didudukkan pada urutan pertama. Itu artinya apa, kesan kita orang bijak yang pernah ada negeri ini paham benar dan merumuskan dengan ketulusan yang mendalam bahwa bila warga bangsanya akan aman, makmur ,sejahtera bila warga bangsanya mempunyai keyakinan Tuhan Yang Maha Esa. Kalau Sila pertama ini ditinggalkan, atau dijadikan "hiasan" mulut belaka, bagaimanapun kaya rayanya negeri itu, pastilah akan carut marut. Tidak akan ada ketenangan hidup. Siapa kuat dia menang, hukum rimba tersembunyi di kehidupan modern. hukum akan dijadikan mainan, konsumsi bisnis bagi yang punya dan merasa kuat. Padahal Allah tidak pernah tidur.
 Warga akan tertindas di gelimangan harta dunia , melupakan Illahi Rabbi sang maha "Pengasih", sampai punishment menghampiri mereka, tanpa solusi pemuka negeri ini.

Kiranya suatu solusi yang perlu ditinjau lagi. Setuju! Negara memberikan kebebasan beragama sesuai keyakinan warga bangsa. Tapi kalau ketaatan beragamanya dibiarkan dibebaskan sesuai maunya, tak ada tanggung jawab dan tak ada yang bertanggung jawab, tanpa ada petunjuk yang jelas, bagaimana agar warga bangsa ini betul betul mentaati agama yang dipeluknya, ya seperti fakta yang sekarang. Katanya beragama, tapi tak pernah sembahyang, tidak puasa, minum minuman yang dilarang, malah melakukan  lebih parah dari itu. Kadang kadang ibadah, tapi melanggar jalan terus. Siapa yang tanggung jawab , warga semacam ini. Harus ada pemikiran membuat suatu solusi. Bagaimana agar warga toat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Umpama dari rumah tangga, harus bagaimana dan seterusnya. Jangan sampai yang sudah beribadah baik, diganggu pula, difitnah karena politik dan alasan lainnya.

 Harus ada tata caranya, harus ada yang bertanggung jawab. Kalau beragama hanya ditinggal di KTP, negeri kita tidak pernah aman, tidak akan ada ceria di anak turun kita. Yang ada hanya ketakutan tanpa kepastian jalan keluarnya.
 Dibulan puasa yang penuh ganjaran pahala , saatnya kita merenungkan baik baik bahwa hidup di dunia cuma sebentar. Semua amalan kita, baik ucapan , perbuatan, sikap kita akan didatangkan dan akan di hisab.
 Dunia yang kita bertempat tinggal sebentar ini ( paling-paling 100 tahun ) , adalah hanya "jembatan", hanyalah tempat " nandur ( bahasa Jawa)" bercocok tanam kemudian panen di akhirat, setelah itu akan ada perjalanan yang sangat berat di kampung akhirat sebelum di vonis ke surga atau ke neraka. Tanpa orang yang beragama punya keyakinan seperti ini, tanpa warga bangsa tidak mempunyai kepahaman yang kuat pada agamanya, negeri kita akan terus mengalami kekacauan, seperti fakta diatas. Semoga semua ini bisa mendatangkan kebaikan bagi kita semua, maka Manfaatkan bulan puasa untuk meningkatkan keimanan kita masing masing. Semoga Allah paring ( Jawa) memberikan barokah buat kita semua, amiin!.






















Wednesday, March 11, 2015

Maunya apa, dasar manusia penuh misteri.

Ribut lagi, ribut lagi, Maunya apa, dasar manusia penuh misteri. Sudah waktunya berhenti jadi ketua, diakali, diperpanjang, berhasil. Ingin jadi presiden tak ada yang mau bekerjasama pada hal perolehan suara nomer dua punya. Jadi wakil presiden juga ga laku, ga ada yang mau diajak kerjasama. Pikir punya pikir , buat siasat bergabung dengan partai yang perolehannya dibawah partainya, bencanapun dimulailah. Kader kader yang ga mau ikut di pecat, padahal potesial. Ga pada mikir dirinya sudah pada gaek gaek masiiiih saja ingin berkuasa. Malu ah, tapi untuk kekuasaan harta tahta dan mungkin wanita, cara apa saja yang penting kuasa. Pertarungan demi pertarungan dilakukan, munas disana, disini ada munas juga. Ribut lagi, Maunya apa, dasar manusia penuh misteri, Hayyo...lho..tidak saling mengakui, ujung ujungnya masing masing ke pengadilan. Pengadilan disuruh islaah, kagak mau juga. Pengadilan lagi pengadilan lagi. Oh mahkamah partai, ayo saling menantang ke mahkamah partai, ribut lagi ribut lagi, Maunya apa, dasar manusia penuh misteri. Score menunjukkan 2 - 0, ah enggak 2 -2, aaaaah  siapa bilang 0 - 0. Si Udin yang gatau apa apa, mana bolanya bah... itu yang hitam kan jadi bola. Tambah bingung. Apa sih yang dicari maaaas, mas.Mas Ical sudah tua, mas Nurdin yang dulu suka bikin ribut di pssi sekarang bikin ribut lagi disini, juga sudah tua , sudah puas bahkan, mas markam atau mas marham ah ga tau deh, terlalu banyak ngomong kesannya licik, bosen mendengar dan melihatnya, mbok sudah , kasih kesempatan sama yang muda muda yang penuh energic gak neka neko. Partai demikian hebohnya hancur berantakan ditangan anda. Sudahlah itukan cuma urusan dunia. Anda anda dunia juga sudah hebat dunianya, perusahaan nya gede gede berhasil kecuali lumpur lapindo, anak anaknya pada berhasil punya perusahaan TV swasta yang terkenal nomer satu yang dulu bikin heboh nyewa lembaga survey pemilu enggak genah. Bola mau mulai nih , rame, jangan pemanasan di pengadilan melulu, di lapangan.

 Maunya apa, dasar manusia penuh misteri, jangan menikuti hawa nafsu


Maunya apa, dasar manusia penuh misteri. Ah pokok sudah hebat, jangan mengikuti hawa nafsu mas mas, ga ada sudahnya, bisikan iblis syaiton laknat jahanam jangan di turuti hancur kitanya, ketika kita kalah dia bersorak mempermalukan kita, kemudian dia akan mendramatisir kekalahan dan rasa malu kita, sehingga kita keluar rel, saling menghancurkan. Sabar mas, banyak syukur, sabar mas emas, banyak syukur, Aduh yang punya mas hampir sejuta harganya segram, pasti mas Ical banyak masnya, lumayan hiburan. Tapi tuh si Udin kalau mau beli rumah dapat bonus, bonusnya dikasi istri,  cantik lagi. ayo balapan siapa dulu dia dapat. Mas , hidup ini cuma sebentar tidak terasa, apalagi kalau sedang dicoba senang . Wah waktu berlalu seperti berlari. Setahun serasa sebulan, bulan serasa sehari, sehari serasa sebentar saja. Sudah itu mau kemana.fa aina tadzhabun. Pasti ke akhirat Mas. Dari pada bikin ribut Mas,  Maunya apa, dasar manusia penuh misteri, ga usah ikut ikutan. Siksa neraka sangat pedih mas, penuh penderitaan yang tak ada contoh bandingannya didunia ini. Mending berzikir mengingat Allah, hati jadi tenang. Urusan dunia melulu bikin darah tinggi. Dikumpul dikumpul harta setiap hari, sudah banyak menumpuk ga ke itung , kemudian ditinggal mati, sempat juga belum, dinikmati. Di surga yang dibawa amalan mas, kalau harta yang ditumuk tumpuk itu, jadi santapan, rayahan orang yang ditinggal. Istri yang cantik juga bakal kawin lagi, sing pinter sing pinter, jangan mengikuti hawa nafsu, maumu apa , jangan kaya manusia umum yang penuh misteri. Lihat yang berikut ini dari Allah,


 yaa ayyuhaa alladziina aamanuu laa tattabi'uu khuthuwaati alsysyaythaani waman yattabi' khuthuwaati alsysyaythaani fa-innahu ya/muru bialfahsyaa-i waalmunkari walawlaa fadhlu allaahi 'alaykum warahmatuhu maa zakaa minkum min ahadin abadan walaakinna allaaha yuzakkii man yasyaau waallaahu samii'un 'aliimun[24:21]

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.



Nah, mudah mudahan pada sabar ya, banyak syukur. Apalagi yang pakai sorban, malu, bicara kasar di depan umum, ditonton berjuta juta orang, jadi saksi tau, jelek lagi, sampai dipukul orang didepan umum. Gak pantes tau, pakai sorban bicara gak akhlakul karimah mengganggu sobat sobat yang lain dapatnya laknat padahal seharusnya rahmat. Yaaahh semoga jadi bahan renungan










Tuesday, March 10, 2015

Rukun, dan Menciptakan Kerukunan.



Ibarat kata pepatah rambut sama hitam tapi hati berlainan. Demikian itu keadaan perilaku manusia pada umumnya. Walau si manusia kelihatannya baik, tapi pendapat dan pikirannya berbeda beda. Rukun, dan menciptakan kerukunan adalah suatu hal sangat fundamental untuk dipahami dan diupayakan oleh semua pihak. Kita bisa lihat biar mereka berada dalam satu partai, tetap berselisih tanpa rukun , dan menciptakan kerukunan tak mungkin bersatu pasti gontok gontokan. Biar orang berada dalam satu etnis, tetap saja berbeda pendapat tanpa rukun dan menciptakan kerukanan tidak mungkin bersatu. Bahkan berada dalam satu agamapun tetap saja ribut, kadang kadang agamanya itu sendiri dipeributkan, aneh, begitu nyatanya, tanpa rukun, dan menciptakan kerukunan bisa bisa pemeluknya bisa murtad dari agamanya. Nah apabila dibawa ke scope nasional, lebih luas lagi permasalahan, beda suku, beda agama, beda kultur, beda geograpi wong deso wong kuto, beda pendidikan, beda harta tahta jadi cenderung akan timbul perbedaan. Dan selagi perbedaan ada dimana, disitu akan timbul perpecahan disitu akan perlu upaya rukun dan menciptakan kerukunan di optimalkan secara merata di kalangan masyarakat. 

 Apakah Rukun, dan Menciptakan Kerukunan mendatangkan manfaat atau mudhorot?


Mulai dari individu individu dalam anggota keluarga rukun dan menciptakan kerukunan itu harus dibina sejak dini. Akhlak anggota keluarga dalam satu bahasa harus dapat menerima dan memahami manisnya suasana rukun, dan menciptakan kerukunan adalah sudah menjadi jiwa masing masing anggota keluarga. Bila anggota masyarakat di level rukun tetangga dan rukun warga sudah paham tentang rukun dan bagaimana rukun adalah sudah menjadi bagian dalam kehidupan, menciptakan kerukunan dalam scope nasional bukanlah hal yang tidak mungkin. Dalam hal rukun dan menciptakan kerukunan bukan tidak ada dalil acuan hukumnya, ikuti berikut ini. Allah berfirman,
Innamaaal muminuuna ikhwatun fa-ashlihuu bayna akhawaykum waittaquu allaaha la'allakum turhamuuna [49:10]
Sesungguhnya Orang-orang beriman itu  bersaudara. Maka itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) diantara saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
Nah Anda ingin mendapat rahmat Allah berbuat rukunlah. Tidak itu saja, kita lihat apa sabda rasulullah SAW tentang hal ini,
tuftachu abwabul jannah kulla yaumits nainin wa khomisin fayughfiru fii dzalikal yaumaini likulli 'abdin la yusyriku billahi syaian illa man baina akhihi syachna u fayuqolu andhiru hadzayni chatta yash tholicha
Sabda rasulullahSAW, dibuka pintu-pintu surga setiap hari senin dan kamis , maka diampuni dalam demikian kedua hari itu setiap hamba kecuali yang syirik pada Allah walau sedikit, kecuali orang yang diantara saudaranya ada dendam. Dikatakan, menunggulah kalian pada keduanya sampai keduanya berdamai. ( Abu Daud )
Jadi amat sangat berbahayanya orang yang tidak rukun, di dunianya tidak tentram, di akhiratnya tidak bisa masuk surga akibatnya kena siksa. Melihat dalil dan hukum diatas, Apakah Rukun, dan Menciptakan Kerukunan mendatangkan manfaat atau mudhorot? Semoga menjadi bahan renungan.



Baca juga:
Bagaimana menciptakan kerukunakan.
Bagaimana mewujudkan kerukunan dalam keluarga
Bagaimana membina anak yang mandiri dan berakhlak


Tuesday, March 3, 2015

Zuhud, apa zuhud?

Zuhud, apa zuhud, mengapa zuhud, apa mulianya sikap hati yang zuhud. Dunia makin lama semakin "hijau", segala apa kebutuhan duniawi  manusia tersedia, dengan mutu yang semakin fantastis. Kebutuhan jasmani rohani makin meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya, bagi masing masing diri. Sampai dimana tempat pemberhentian dari apa yang ingin dicapai? Tidak ada. Kecuali mati. Selagi dia bernafas, dia akan kejar dimanapun berada. Berbagai kemajuan dibidang teknologi selain membawa manfaat bagi kehidupan manusia juga membawa manfaat negatif. Kemaksiatan , kerusakan moral, pelanggaran-pelanggaran syariat agama justru semakin merajalela. Semuanya jadi cobaan berat bagi semua orang utamanya generus bangsa. Bagaimana realita ini menjadi tantangan orang yang punya moral, utamanya yang beriman.
Selagi ketamakan kerakusan keserakahan dibiarkan berkembang, jangan heran kalau kriminalitas dimana mana disegala aspek kehidupan. Andaikata saja orang Indonesia yang mayoritas muslim mau memahamkan dirinya dalam agama yang di anutnya, tidak nanti negeri ini menjadi semeraut dari segala macam kejahatan. Karena Muslim punya acuan yang kuat pada Kitab Sucinya yang membimbing ummat manusia.

Ingat surga dan neraka dan mati akan menumbuhkan sifat zuhud

Ingatlah bahwa mati datangnya sewaktu waktu, setiap saat dapat terjadi, dalam keadaan bagaimana saja, dimana saja. Karena itu dimana saja dalam keadaan bagaimanapun selalulah menetapkan diri dalam toat pada aturan Allah dan RasulNya, mengingat kesempatan hidup di dunia sewaktu waktu akan dicabut. Maka simak kata hadist berikut,

kafa bilmauti wa 'ithon, wakafa bilyaqiini ghinan ( Tabroni )
Cukuplah mati sebagai nasehat dan cukuplah keyakinan sebagai kekayaan.

Seseorang yang memperbanyak ingat surga dan neraka dan mati akan menumbuhkan sifat zuhud dalam hatinya , yaitu sikap hati yang sederhana terhadap nikmat duniawi. Karena kenikmatan sorga disisi Allah diyakini jauh lebih besar dari pada  kenikmatan duniawi. Sehingga kecintaannya pada akhirat mampu mengalahkan kesenangan duniawi. Bila mendapat nikmat dunia, orang itu bersyukur dan menikmati peparing atau anugerah Allah itu secara sederhana. Dia kemudian akan berusaha memanfaatkan nikmat yang diperolehnya di jalan Allah. Karena dia yakin dengan cara itu akan mendapat derajat yang tinggi di sorga. Lihat juga hadist yang memperluas cakrawala keimanan mengapa sifat zuhud itu penting.

'an abi dzrin 'anin nabiyi SAW qolaz zahadatu fid dunya laisat bitachrimil chalali wala idlo'atil mali walakinnaz zahadata fid dunya an la takuna bima fi yadaika autsaqo mimma fi yadayil lahi wa an takuna fi  tsawabil mushibati idza anta ushibta biha arghaba fiha lau annaha ubqiyat laka (Tirmidzi)

Yang dikatakan muzhid di dalam urusan dunia bukanlah mengharamkan barang yang halal dan bukan menyia-nyiakan  harta, akan tetapi yang dikatakan muzhid di dalam urusan dunia adalah bahwa engkau tidak menganggap apa apa yang ada did alam kedua tanganmu lebih kuat dari pada apa apa yang ada di dalam tangan Allah dan bahwa engkau di dalam pahala musibah ketika mendapat musibah (itu) lebih senang bagimu seandainya ditetapkan di dalam musibah.

Sifat hati yang zuhud akan mengontrol keserakahan dunia

Selagi ketamakan kerakusan keserakahan dibiarkan berkembang, jangan heran kalau kriminalitas dimana mana disegala aspek kehidupan. Sifat hati yang zuhud akan mengontrol keserakahan dunia, selagi orang punya keyakinan yang kuat tentang kekuasaan Allah. Sudah banyak bukti akan kekuasaan Allah, akan tetapi kalau manusianya punya keimanan yang tipis, maka mudah terpengaruh akan kehendak hawa nafsu yang membimbingnya. Padahal yang namanya cobaan itu bukanlah masalah yang jelek menimpanya saja. Kebaikan yang diperolehnya dari harta tahta adalah cobaan. Dunia semuanya adalah cobaan, racun bagi yang tidak beriman. Maka beragamalah dengan cara yang benar agar anda tak terhanyut ke kanan kekiri oleh buruknya zaman pengaruhnya terhadap akhlak manusia. Semoga menjadi bahan renungan.








Thursday, November 20, 2014

Di Neraka cuma sebentar?


Di Neraka cuma sebentar?

Pendapat ini pasti mengherankan bagi yang belum pernah mendengar, atau belum pernah ketemu dengan "makhluk" yang ngomong seperti ini. Ternyata ada di dalam masyarakat yang berkembang pendapat yang" mengagumkan" ini. "Di neraka cuma sebentar nanti semua orang akhirnya masuk ke sorga", katanya. Siapa yang bilang! Inilah pendapat yang merusak. Urusan agama Allah, dibuat semau perutnya, tanpa dasar hukum. Sementara dikalangan masyarakat, orang melihat pakai tolak ukur pada status sosial yang bicara, kaya berpangkat berpendidikan. Kalau orang seperti itu yang bicara di telanlah mentah mentah, apalagi ditambah sudah pakai sorban  tiga meter kaya sorbannya orang afgan.Berapa lama di neraka atau sorga perhatikan dalil dibawah



wayasta'jiluunaka bial'adzaabi walan yukhlifa allaahu wa'dahu wa-inna yawman 'inda rabbika ka-alfi sanatin mimmaa ta'udduuna

[22:47] Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah sebagaimana seribu tahun menurut perhitunganmu.

Memang enak.?! Huh, payah. Asal ngomong. Janji Allah dibuat mainan. Padahal wakdalahi haq
Jangan dibilang cuma sebentar, umpama orang sampai masuk neraka sehari saja bilangan akhiratnya, sebagaimana 1000 tahun berdasarkan hitungan dunia. Dan tak ada dalilnya orang disiksa cuma sehari, apalagi sampai dihukumi orang yang tidak beriman, kekal. Jadi janganlah bermain main dengan hukum Allah. Allah itu bahkan mengetahui keadaan hati manusia



ya'lamu maa fii alssamaawaati waal-ardhi waya'lamu maa tusirruuna wamaa tu'linuuna waallaahu 'aliimun bidzaati alshshuduuri

[64:4] Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati manusia.


Hendaknya sudah mengaku Muslim jangan tanggung memahami muslimnya.



yaa ayyuhaa alladziina aamanuu udkhuluu fii alssilmi kaaffatan walaa tattabi'uu khuthuwaati alsysyaythaani innahu lakum 'aduwwun mubiinun

[2:208] Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

Ibarat mandi jangan kepalang basah. Mandilah yang bener, "masuklah kedalam Islam itu semuanya", , jangan sepotong sepotong menjalankan syariat Islam. Jangan sampai, cocok diakalnya dikerjakan, kalau tidak akur cuek, tidak dilaksanakan.

Apalagi cap Islamnya hanya di KTP, kasihan. Dikalangan kita saat ini sangat menyakitkan, kalau punya gelar "ulama" baru boleh berhujah, tapi anak kecil walaupun dalilnya benar sah, tidak dianggap. Betul betul kacau Islamnya. Pada hal dalilnya, "lihatlah apa yang disampaikan, jangan melihat orang yang menyampaikan".
Seharusnya kalau haq, terimalah walau datangnya dari anak yang masih bau kencur. Tapi kalau tidak haq walau titelnya semeter, sorbannya kaya gulungan awan dilangit, wou jangan, dosa itu . Maka setiap Muslim harus mempelajari kitabnya dengan cara benar , jangan rokyu.Jangan ikut ikutan, jangan katanya katanya. Ukuran belajar ilmu quran hadis bukan urusan pak kiai, tapi kewajiban bagi satu satunya ummat muslim, ente pahami tuh,.

Tak ada tempat yang enak di neraka, dan tidak ada waktu senggang di neraka, menetapilah agama dengan benar, mumpung Allah masih mengasi nafas.



inna alladziina kafaruu bi-aayaatinaa sawfa nushliihim naaran kullamaa nadhijat juluuduhum baddalnaahum juluudan ghayrahaa liyadzuuquu al'adzaaba inna allaaha kaana 'aziizan hakiimaan

[4:56] Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hancur, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

Jadi terus menerus begitu, disiksa, yang sakitnya tidak pernah berhenti sekejappun. Sabar tidak sabar siksa jalan terus. Istilah jawanya tidak kurub, artinya sebab kesenangan dunia yang anda peroleh anda menangkan dengan meninggalkan kewajiban pada Allah, dibandingkan siksanya, Ouw tidak seimbang, naudzbillah, kembalillah.


Tidak ada yang namanya kafir masuk sorga, yang ada masuk neraka, kekal abadi selamanya. Yang namanya Muslim "ada harapan" masuk sorga, mengapa " ada harapan", karena sepanjang muslim itu yang beriman dan beramal solih. Walaupun Muslim, ukurannya tetap "beriman dan beramal solih".
Berdasarkan dalil, yang masuk sorga itu adalah orang yang beriman dan dia beramal solih.

Kemudian walaupun dia beriman bukan berarti dia bebas dari ancaman masuk neraka, sepanjang orang yang beriman itu berbuat dosa sadar atau tidak sadar, sengaja atau tidak sengaja, dan sepanjang dosanya belum ditobati keburu mati dipanggil Allah, tetap masuk neraka. Orang iman seperti inilah nanti, yang akhirnya akan masuk sorga juga. Bukan asal Muslim, hendaknya hal ini jadi bahan renungan bagi kita semua, yang suka menunda nunda beramal ibadah.

Baca : Menjadi Pebinis Herbal dan Produk Halal  
,
Ingatlah, semua kita berjalan diatas qodarnya. Jauh sebelum bumi dan langit diciptakan, qodar makhluk sudah ditetapkan, 50000 tahun sebelum langit dan bumi ada.
Masalahnya apakah qodar kita menjadi orang iman atau orang kafir, tidak ada yang tahu.
Apakah tidak sebaiknya, kalau sudah mengetahui dengan ketentuan Allah ini, tentunya sebagai hamba yang beriman tentulah "susah", setidak tidaknya "waspada", apakah aku ini bakal dihukumi orang iman atau orang kafir.Coba perhatikan ayat berikut,



faman yuridi allaahu an yahdiyahu yasyrah shadrahu lil-islaami waman yurid an yudhillahu yaj'al shadrahu dhayyiqan harajan ka-annamaa yashsha''adu fii alssamaa-i kadzaalika yaj'alu allaahu alrrijsa 'alaa alladziina laa yu/minuuna

[6:125] Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

Dari ayat ini kita bisa kita ukur diri kita masing masing, apakah kita dikasi hidayah Allah atau tidak. Kalau iya ya bersyukur, ibadahnya lebih getol, kalau tidak mencocoki, cepat berusaha, karena Allah tidak merubah nasib suatu kaum, sampai orang itu berusaha merubahnya sendiri. Bagaimana! ngeri gak. Ente galih baik baik.
Jangan sibuk ngurusi orang, kesalahan orang dicari cari, diri sendiri tidak dikoreksi, kuman diseberang lautan tampak, gajah dipelupuk mata tak tampak, kata pepatah, bukan dalil lho.


Selagi agama bagi pemeluk Muslim ini tidak diurusi dengan baik, maka negeri kita ini tidak akan berhenti dari kekacauan. Keramahtamahan bangsa ini hanya tinggal legenda saja. Pembinaan harus dimulai dari keluarga utama orang tua, kemudian anak anak . "Contoh" adalah guru yang paling baik keteladanan akan menjadi inspirasi bagi masyarakat. Program apapun yang baiknya luar biasa dari negara, tapi kalau masyarakatnya akhlaqnya sudah diabaikan, niatnya sudah jelek. Elit elit bangsa hanya mementingkan kelompok sendiri. Ga taulah apakah masih ada anugerah Allah pada negeri ini.


Sabda Rasulullah SAW: Innallah ta'ala idza kholaqol 'abda liljannatis ta'kmalahu bi'amali ahlil jannati hatta yamuta 'ala 'amlin min a'kmali ahlil jannati fayudkhiluhu bihil jannata wa idza khlaqol 'bda linnaris ta'kmalahu bia'kmali ahlinnari hatta yamutu 'ala 'amalin min a'kmali ahlilnnari fayudkhiluhu bihinnara ( rowahu abu Daud )


Sesungguhnya Allahyang Mahaluhur, ketika mencipta hamba untuk ( masuk) sorga, maka Allah menjadikandia mengamalkan amalan ahli sorga sehingga dia mati tetap dalam keadaan mengamalkan amalan ahli sorga, maka Allah memasukkannya ke sorga sebab amalan tersebut.
Dan ketika mencipta hamba untuk (masuk) neraka, maka Allah menjadikan dia mengamalkan amalan ahli neraka sehingga dia mati tetap dalam keadaan mengamalkan amalan ahli neraka, maka Allah memasukkannya ke neraka sebab amalan tersebut.


Hadist ini memperkuat ayat diatas. Maka apakah belum saatnya  yang sudah terlanjur jadi Muslim, mempersungguh ibadahnya. Kalau sampai mampir dineraka menyesal campur sakit yang sakitnya tak ada bandingannya didunia ini.
Satu satunya Orang yang paling ringan siksanya di neraka adalah Abu Tholib berkat pembelaannya pada Rasulullah, tapi itupun dikasi sandal dari api , otaknya mendidih.
Siksaan macam apa yang ada didunia seperti itu. Tak ada! Maka itu sadarlah. di Neraka tidak sebentar. Kalau dia orang Islam beriman dan beramal solih, mati masih membawa dosa karena belum sempat bertaubat, mampir di neraka.
Di ayat yang lain disebutkan orang di neraka itu lamanya berahkob ahkob. Satu ahkob 30 juta tahun.
Apalagi kafir, munafiqun, pasiqun, muslim musliman, kholidina fiha.
Jadi tidak ada yang enak. Jadi lah Muslim yang toat pada Allah dan RasulNya, Insya Allah selamat.

Jangan ikut ikutan latah melanggar pula. Paling sedikit tunjukkanlah akhlaqul karimahnya muslim. Tidak saling menghujat, saling menghina, saling merendahkan tidak saja sesama anak bangsa tapi malah sesama muslim sendiri sama berani melakukan.

Memang Allah ada dimana perasaanmu! Koreksi lagi amal ibadahmu sesuai ga dengan tuntunan Allah dan Rasul.Apa tidak takut, kalau dia mengamalkan amalan ahli neraka berarti di diciptakan Allah jadi penghuni neraka? Belajar lah ilmu quran hadist dengan cara benar, hasilnya pasti benar, dan Allah pasti menunjukkan dan memberi pertolongan. Mudah mudahan manfaat.













Thursday, November 13, 2014

Menjaga keimanan

hmramly::Sekedar Informasi, Menjaga keimanan, Ahklakul karimah, budi luhur,kesehatan, lansia sehat,Kesehatan Lansia, Psikologi Lansia, pasien Geriatri dan Psikogeriatri, Gerontologi, aspek fisiologis, psikologis, sosial, kultural, ekonomi,  anti-aging therapies , berita berita. Mengaku iman pasti dicoba, Jadi Orang kaya Cobaan, jadi orang miskin juga cobaan. Mengikat keimanan, mempersungguh, mengagungkan, syukur dan berdoa,Ciptakan kerukunan mulai dari keluarga sampai dalam bermasyarakat. Belajar menerampilkan bertuturkata baik, Sabar keporo ngalah, Jujur dana amanah, tidak merusak kehormatan hak asasi sesama, saling menghargai dan saling memperhatikan. Ciptakan generus yang solih, alim dan faqih, berakhlaqul karimah, dan mandiri, serta punya tobiat luhur, Jujur, amanah, rukun, kompak, kerjasama yang baik, mujhid muzhid, wujudkan falsafah roda berputar, yang lemah dibantu, yang tidak bisa diberi pelajaran, yang lupa diingatkan, yang salah diarahkan pada kebenaran dan disuruh bertaubat.Harus punya keyakinan yang kuat pada Allah dan Rasul, setelah mati ada kampung akhirat sorga dan neraka. Perjalanan akhirat itu sangat panjang penuh penderitaan sebelum ditempatkan di sorga atau dineraka, kecuali orang yang berimanSebagai Muslim harus tahu bahwa punya buku pegangan utama ,Alquran dan alhadist. Muslim wajib meningkatkan ilmu, ilmu dunia utamanya ilmu akhirat karena ilmu akhiratmu bakal ditanya.Berlatih bersangka baik (husnudhon) jangan bersangka jelek (syakudhon). Paham teori praktek, mana halal mana harom, mana sah mana tidak sah, mana iman mana kafir, mana pahala mana dosa, mana menikah mana berzinah, mana suci mana tidak suci, mana mahrom mana bukan mahrom, mana pahala mana dosa, mana membawa kesorga mana membawa keneraka. Koreksilah dirimu sebelum kamu dikoreksi Allah. Alasan alasanmu didunia hanya mendatangkan penyesalan disisiNya.Penyesalan itu datangnya belakangan dan tidak ada gunanya kalau sudah disisi Allah. Berdoalah, mungkin qodar anda dapat berobah. Karena tidak ada yang bisa merobah qodar Allah kecuali dengan doa.Jagalah hati, makhmumil qolbi.Awal dari kehancuran manusia bila ia lebih mencintai dunia dan takut mati, wahnun.




Menjaga Keimanan







Dunia sudah "tua", artinya tanda tanda kerusakan jaman telah jelas terlihat, ciri ciri yang dikemukakan oleh Junjungan kita Nabi SAW sudah terwujud dimana mana. Tanpa menjaga keimanan anda dengan cara yang kuat, bisa bisa, pagi anda iman sore anda tak terasa sudah mengkufuri Allah, sore seseorang iman tak terasa paginya sudah keluar dari agamanya. Apalagi kenyataan dimana mana rumah tangga, agama bagi anggota keluarga dibiarkan begitu saja. Orang tua tidak hirau dengan urusan agama anak anaknya, mau paham syukur mau tidak paham situlah. Ibarat orang didesa melepas ayam kampung peliharrannnya, dibiarkan mencari makan sendiri. Pagi kandang dibuka, sore ayam datang sendiri masuk kandang, kandang ditutup. Begitu juga agama si fulan si painem mboh ora weruh. Yang penting pergi sekolah, sekolah sekolah. Tak salah kalau Jokowi mencanangkan revolusi mental.   Menjaga keimanan tidaklah mudah. Karena "hijaunya" dunia merupakan cobaan teramat berat. Perobahan dunia seisinya, kelakuan makhluk manusianya merupakan cobaan yang sangat serius. Penemuan penemuan ilmu, penemuan segala sesuatu untuk kesenangan dunia, tidak memperhatikan halal haram cobaan berat. Semua yang terwujud, kebanyakan bukanlah di wujudkan dari orang yang paham agama, sehingga tidak mempertimbangkan urusan hukum Allah. Jadi ironi di negeri ini yang katanya mayoritas Muslim pembinaan agama manusia sejak lahir tidak terurus dengan baik, sejak lahir. Agama yang dipeluk dalam suatu keluarga berkembang begitu saja, ibarat melepas ayam kampung tadi, cari makan sendiri, besar sendiri, bertumbuh sendiri, masuk kandang sendiri kalau mau. Orang tua merasa puas, ketika menikah mengucapkan kalimah syahadat Islam seremonial, puas mantab. Waktu lahir dibuatlah akte kelahiran dengan bangga "agama : Islam", sahlah Islamnya. Tanpa tau tetek bengek ilmunya. Yang pentingkan niat saya. Merasa bereslah Islamnya. Mengaji alif, ba, ta... iqro..tammat, Top bereslah keimanannya. Baca Alquran dari surat Alfatihah sampai tammat surat Annas, bereslah Islamnya. Tanpa tau apa arti yang dibaca, makna , keterangan, asbabul nuzulnya, sudah pol. Dalam keadaan seperti itu naik Haji, tambah pol tambah merasa terhormat, pakai sorban keren.  Wah itu makna arti itu urusan orang di pasantren, Subhanallah, begitu ya. Sembahyang atau sudah solat, merasa pol, tanpa tahu ilmunya, yang penting gue sudah solat, Allah kan Maha tahu, itu dalilnya.
matsalu alladziina hummiluu alttawraata tsumma lam yahmiluuhaa kamatsali alhimaari yahmilu asfaaran bi/sa matsalu alqawmi alladziina kadzdzabuu bi-aayaati allaahi waallaahu laa yahdii alqawma alzhzhaalimiina ( Q 62:5)
Gambarannya orang orang yang membawa kitab Taurot, kemudian dia tidak membawa pada kitab sebagaimana himar membawa kitab. Demikian itu sejelek jeleknya gambaran kaum yang mendustakan ayatayat Allah. Adapun Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang aniaya.

Demikian itu harus menjadi renungan bagi Muslim, orang dulu saja yang tidak paham pada Taurot saja sama hukumnya orang yang mendustakan ayat Allah, apalagi Alquran yang menjadi tuntunan utama setiap Muslim. Himar membawa kitab, tau apa himar dengan isi kitab, kalau itu terjadi pada manusia jadilah dia tergolong orang yang mendustakan agama.
Maka itu saatnya bertaubat, mulailah meningkatkan kepahaman agama. Apalagi saat sekarang sangat berat menjalankan agama dengan cara benar, bukan fitnah saja, tapi juga  semua apa yang terjadi diluar hampir semua bertentangan dengan kehendak Allah dan Rasul. Kalau kita sebagai orang tua tidak punya kepahaman yang kuat, bagaimana pula anak anak yang kita lahirkan merupakan amanah Allah.
Cobalah memahami ini, Mengikat keimanan, caranya , mempersungguh. Yang namanya mempersungguh itu tidak asal asalan. Asal hatinya Islam, Allah tahu hatiku adalah Islam. Tidak begitu. Yang namanya "iman" qoulun wa fiklun" , ya ucapan ya perbuatan. Nah ini Allah tahu kalau kita mempersungguh.
Kemudian mengagungkan, kalau orang mengagungkan tentu tidak meremehkan, contoh, ketika ada waktu solat tiba, sementara ada tamu "bisnis", ya solat dulu, tamunya diajak solat juga, jangan terus mau diajak berkhayal dapat untung gede. 
Berusaha syukur, baik ucapan maupun perbuatan. Ucapan , mengucapkan alhamdulillah. Perbuatan, contoh bila dapat rejeki, tidak dimakan semua. Sebab sebagian dari rejeki itu ada titipan Allah untuk orang lain, prakteknya infaq, sodaqoh sesuai kepahaman.
Dan berdoa, dalam suatu hadist diterangkan otaknya ibadah itu adalah doa. Coba anda pikirkan. Di ayat lain orang yang tidak mau berdoa dihukumi orang yang sombong. Jangan semua pakai ratio, kita tidak tau apa yang terjadi di depan, dan kita juga tidak tau tentang qodar kita. Dengan doa inilah merupakan penjagaan dari keimanan kita terhadap apa yang bakal terjadi didepan.
Ciptakan kerukunan mulai dari keluarga sampai dalam bermasyarakat. Belajar menerampilkan bertuturkata baik, Sabar keporo ngalah, Jujur dana amanah, tidak merusak kehormatan hak asasi sesama, saling menghargai dan saling memperhatikan. Ciptakan generus yang solih, alim dan faqih, berakhlaqul karimah, dan mandiri, serta punya tobiat luhur, Jujur, amanah, rukun, kompak, kerjasama yang baik, mujhid muzhid, wujudkan falsafah roda berputar, yang lemah dibantu, yang tidak bisa diberi pelajaran, yang lupa diingatkan, yang salah diarahkan pada kebenaran dan disuruh bertaubat.
Kiranya mudah mudahan bisa manfaat, amiin.

Thursday, October 30, 2014

Gara gara "ayat ayat syetan"

hmramly::Sekedar Informasi, Menjaga keimanan, Ahklakul karimah, budi luhur,kesehatan, lansia sehat,Kesehatan Lansia, Psikologi Lansia, pasien Geriatri dan Psikogeriatri, Gerontologi, aspek fisiologis, psikologis, sosial, kultural, ekonomi,  anti-aging therapies , berita berita. Mengaku iman pasti dicoba, Jadi Orang kaya Cobaan, jadi orang miskin juga cobaan. Mengikat keimanan, mempersungguh, mengagungkan, syukur dan berdoa,Ciptakan kerukunan mulai dari keluarga sampai dalam bermasyarakat. Belajar menerampilkan bertuturkata baik, Sabar keporo ngalah, Jujur dan amanah, tidak merusak kehormatan hak asasi sesama, saling menghargai dan saling memperhatikan. Ciptakan generus yang solih, alim dan faqih, berakhlaqul karimah, dan mandiri, serta punya tobiat luhur, Jujur, amanah, rukun, kompak, kerjasama yang baik, mujhid muzhid, wujudkan falsafah roda berputar, yang lemah dibantu, yang tidak bisa diberi pelajaran, yang lupa diingatkan, yang salah diarahkan pada kebenaran dan disuruh bertaubat.Harus punya keyakinan yang kuat pada Allah dan Rasul, setelah mati ada kampung akhirat sorga dan neraka. Perjalanan akhirat itu sangat panjang penuh penderitaan sebelum ditempatkan di sorga atau dineraka, kecuali orang yang beriman. Sebagai Muslim harus tahu bahwa punya buku pegangan utama ,Alquran dan alhadist. Muslim wajib meningkatkan ilmu, ilmu dunia utamanya ilmu akhirat karena ilmu akhiratmu bakal ditanya.Berlatih bersangka baik (husnudhon) jangan bersangka jelek (syakudhon). Paham teori praktek, mana halal mana harom, mana sah mana tidak sah, mana iman mana kafir, mana pahala mana dosa, mana menikah mana berzinah, mana suci mana tidak suci, mana mahrom mana bukan mahrom, mana pahala mana dosa, mana membawa kesorga mana membawa keneraka. Koreksilah dirimu sebelum kamu dikoreksi Allah. Alasan alasanmu didunia hanya mendatangkan penyesalan disisiNya.Penyesalan itu datangnya belakangan dan tidak ada gunanya kalau sudah disisi Allah. Berdoalah, mungkin qodar anda dapat berobah. Karena tidak ada yang bisa merobah qodar Allah kecuali dengan doa.Jagalah hati, makhmumil qolbi.Awal dari kehancuran manusia bila ia lebih mencintai dunia dan takut mati, wahnun.


Gara gara "ayat ayat syetan" 

Gara gara "ayat ayat syetan" yang mungkin dibuat "syetan" rakyat negeri potensi terpecah, bisa "perang saudara" model timur tengah. Naudzubillah!
Gara gara ayat ayat syetan dapat dipastikan keniscayaan muncul DPR "Tandingan" dimana mana daerah, itu artinya seluruh negeri ini akan ribut. DPR bukan lagi perwakilan rakyat tapi menjadi dewan perwakilan parpol. Orang dipinggir jalan bilang sekarang tidak ada DPR RI tapi yang ada DPR Koalisi Merah Putih.
Kemana Pancasilamu, kemana musyawaroh mufakatmu, kemana budayamu, kemana hati nuranimu, kemana Indonesiamu.
Kalau adalah jalan bagi rakyat untuk mencabut perwakilannya di DPR pasti akan dilakukan. Tapi bukan tidak mungkin revolusi jalanan berkobar, mengusir anda anda yang tidak mengutamakan persatuan Indonesia, yang tidak mengutamakan kesejahteraan rakyat.
Ayat ayat syetan ini, di cek dari falsafah Pancasila tidak kena, ditinjau dari prinsip berdemokrasi itu diabaikan, kata pakar tatanegara.
Kita  tidak tahu apakah masih ada berkah yang akan diberikan Allah Swt akan negeri ini. Kalau tidak, "media" perpecahan rakyat dari atas sampai bawah sudah terwujud oleh otak otak "syetan", yang tidak memikirkan persatuan bangsa. Keserakahan ketamakan tidak akan berhenti walau dunia ini sudah dimiliki seseorang, hanya mati atau keimananlah yang bisa membimbing manusia jauh dari perbuatan hawa nafsu. Mudah mudahan Allah masih melindungi bangsa dan negeri ini, Allah maha kuasa. Dibawah ini informasi tentang ayat ayat syetan itu, mudah mudahan ada solusinya agar dimusnahkan.....



Apa Jadinya Negeri Ini Kalau DPR,MK dan MPR Dikuasai Kartel Politik?
thekompasiana.blogspot.com


“Siapa yang salah kalau tiba-tiba terjadi suatu kondisi di negeri ini dimana DPR, MPR dan MK

dikuasai satu golongan tertentu? Tentu yang bersalah adalah pemimpin-pemimpin tertinggi yang

ada sesaat tragedi itu akan terjadi”. Mereka lah yang dengan sengaja membuat negeri ini menjadi

milik dari golongan tertentu”.


Tanda-tanda kearah itu kelihatannya sudah ada. Sejak tanggal 8 Juli 2014 telah terjadi

sekelompok partai membentuk Oligarki dan merubah satu UU yang kita kenal dengan nama UU MD3.

Pada saat itu sudah banyak pihak yang memprotes UU tersebut. Sebut saja KPK, ICW dan lain-

lainnya sudah bersuara tentang pasal-pasal yang memberi kekebalan hukum terhadap para

Legislatif. Tetapi protes itu sekedar protes karena keesokannya harinya masyarakat Indonesia

akan melaksanakan Pemilu Presiden.


Liciknya kelompok tersebut adalah mengesahkan suatu UU sehari sebelum Pemilu Presiden digelar

dimana seluruh mata 250 juta penduduk yang ada sedang terkonsentrasi pada Pesta Demokrasi 5

tahunan ini. Tanggal 8 Juli sampai tanggal 22 Juli 2014 bisa dikatakan tidak ada seorangpun

dari masyarakat kita yang memperhatikan dengan teliti tentang UU yang baru tersebut.


Bahkan Lebih liciknya lagi, kelompok itu berusaha dengan sengaja memperpanjang masa Pemilu

dengan mengajukan Gugatan abal-abal ke Mahkamah Konstitusi sehingga bisa dikatakan penentuan

Pemenang Pemilu mundur waktunya hingga tanggal 22 Agustus 2014 sesuai dengan Hasil Putusan MK

yang memperkuat Penetapan Pemenang Pilpres 2014 oleh KPU.


Bila melihat materi gugatan yang abal-abal, Rekapitulasi Perhitungan suara yang asal-asalan,

Saksi-saksi yang tidak berkompeten dan lain-lainnya mungkin bisa dikatakan Gugatan itu hanyalah

gugatan yang dilandasi emosional dan ambisi untuk berkuasa saja. Meskipun ada 2 Hakim Kontitusi

yang berasal dari kelompok licik tersebut tetapi karena gugatannya kurang masuk akal dan tidak

kuat argumennya sehingga sangat sulit bagi MK untuk mencari dalil-dalil yang dapat mengabulkan

Gugatan tersebut.


Selanjutnya, sesaat setelah Putusan MK dikeluarkan, kembali lagi Kelompok Licik ini beraksi

dengan memperpanjang masalah Pilpres ke PN dan PTUN. Bahkan mereka juga membuat wacana Pansus

Pilpres di DPR yang membuat masyarakat merasa kesal karena Pilpres 2014 sepertinya tidak usai-

usai juga.


Analisa saya mengatakan bahwa Wacana Pansus Pilpres dan gugatan ke PN dan PTUN yang salah

alamat itu sengaja ditiupkan kelompok ini agar rencana licik utamanya berjalan lancar. Mereka

hanya mengulur-ulur waktu hingga sampai pada saat pergantian Parlemen. Apa rencana licik itu?

UU MD3 tentunya.


A) PLAN A, PLAN B dan PLAN C.


Kelompok Licik ini sejak awal memang mentargetkan PEREBUTAN KEKUASAAN. Koalisi ini atau

kelompok licik ini sejak awal dibangun untuk mengalahkan Kekuatan / Elektabilitas dari Jokowi

dan PDIP. Mirip seperti Poros Tengah pada tahun 1999 yang berhasil merampok kemenangan Megawati

dan PDIP paska lengsernya Soeharto. Secara licik Poros Tengah yang dibangun Amin Rais

mendalilkan kekuatan kelompok Islam untuk merebut Kursi Presiden. PKB dijadikan ujung tombaknya

dan Gus Dur diangkat untuk menjadi Presiden. Tetapi kemudian setelah Gus Dur tidak bisa

dikendalikan kelompok ini maka Gus Dur pun dijatuhkan.


Kembali ke Kelompok Licik ini, kita sama-sama ingat bahwa setelah Pemilu Legislatif digelar

dengan kemenangan PDIP (awal Mei 2014), maka Provokator Licik tahun 1999 tersebut turun gunung

dan mendeklarasikan sebuah Koalisi dengan nama Koalisi Indonesia Raya. Kali ini partai Gerindra

yang dijadikan ujung tombaknya dengan mendukung Prabowo menjadi Calon Presiden.


Pada saat pertama dideklarasikan, Koalisi ini ditolak mentah-mentah oleh PKB karena mengingat

peristiwa tahun 1999. Begitu juga dengan Golkar yang belum mau bergabung karena ARB masih

memiliki ambisi besar untuk menjadi Calon Presiden.


Tetapi kemudian setelah ARB pontang-panting kelelahan mencari teman koalisi tanpa hasil, maka

bergabunglah ARB dan Golkar ke Kelompok licik ini. Mereka juga berhasil menggaet partai

Demokrat karena beberapa hal yang mendukung. Ada Ibas Yudhoyono yang terkait hubungan keluarga,

ada kelompok kecil yang membenci Jokowi dan ada SBY yang selama 10 tahun merupakan “musuh” dari

Megawati.


Jadilah Kelompok licik dengan kekuatan politik yang sangat besar yang kemudian menamakan

dirinya Koalisi Merah Putih. Mereka langsung melakukan Grand Design untuk MEREBUT KEKUASAAN.


Untuk merebut Kekuasaan secara terstruktur, massif dan sistematis tentu memerlukan beberapa

rencana besar dengan segala resiko dan varian-variannya. Kemungkinan mereka sudah membuat 3

Plan besar pada saat itu yaitu Plan A, Plan B dan Plan C.


Plan A adalah Merebut Kekuasaan Eksekutif dengan cara memenangkan Pilpres 2014 dengan berbagai

cara, apapun caranya. Dan kita semua menjadi saksi begitu masifnya Black Campaign dilakukan

oleh kelompok ini. Begitu juga memanggil Konsultan Politik dari Amerika dan lain-lain

sebagainya.


Selain melakukan Plan A, kelompok ini juga sejak awal melakukan Plan B sekaligus yaitu Merebut

Kekuasaan Legislatif.Seperti yang sudah dituliskan diatas, Paska Pemilu Legislatif Kelompok ini

sudah berhitung kekuatan kelompoknya di Parlemen. Mereka langsung menyusun rencana besar untuk

menguasai Kekuasaan Legislatif. Secara licik mereka mengesahkan UU MD3 pada saat sehari sebelum

Pilpres digelar sehingga luput dari perhatian siapapun di luar mereka.


Selanjutnya yang terjadi ternyata Plan A (memenangkan Pilpres/ kekuasaan eksekutif) gagal

sehingga Plan B (merebut kekuasaan Legislatif ) harus dilakukan segera secara sistimatis dan

terstruktur. Lihatlah upaya-upaya mereka membuat wacanan-wacana Pansus Pilpres yang secara

logika tidak masuk akal karena masa kerja DPR sudah mau berakhir. Begitu juga dengan gugatan-

gugatan abal-abal ke PN dan PTUN. Semua itu dilakukan untuk mengelabui khalayak ramai sehingga

tidak jeli melihat ada “serangan besar” yang sudah dilakukan oleh mereka, yaitu UU MD3 yang

sangat-sangat memfasilitasi kelompok ini untuk berkuasa di Parlemen. #ItuSudahDiatur.


Dan ketika Plan B dilaksanakan, kembali lagi mereka melancarkan serangan dengan menggulirkan

Plan C yaitu Menguasai Birokrasi-birokrasi Daerah. Plan C ini mungkin tidak direncanakan sejak

awal, tetapi pada saat Sidang Gugatan di MK berjalan dan kelihatanya hasilnya tidak akan sesuai

dengan harapan, maka kelompok licik inipun mulai mencari cara untuk memperkuat Plan B.


Dan berhasil! Mereka mendapatkan celah dari RUU Pilkada yang sedang dibahas di DPR. Sangat

nyata mereka mempergunakan kesempatan ini dimana tadinya seluruh partai pendukung kelompok ini

menolak Pilkada Tak Langsung. Tetapi melihat peluang untuk berkuasa di Birokrasi-birokrasi

daerah,maka berbaliklah partai-partai kelompok ini untuk menggulirkan UU Pilkada Tak Langsung.


Sayangnya Plan C ini sangat sulit dilakukan karena 3 hal. Yang pertama, begitu banyaknya

penolakan-penolakan keras baik dari masyarakat maupun tokoh-tokoh/ kepala-kepala daerah yang

ada. Dan Kedua, Plan C ini akan menghancurkan nama besar SBY dan Demokrat yang merupakan salah

satu pendukung Kelompok licik ini. Dan factor ketiga adalah secara konstitusi, UU Pilkada Tidak

Langsung ini sangat lemah dasar hukumnya sehingga mudah dipatahkan di Mahkamah Konstitusi

meskipun 2 hakim konstitusi berasal dari kelompok ini.


Dan karena Plan C tidak dapat dilaksanakan,maka dibuatlah sebuah sandiwara dengan judul Dagelan

Politik 26 September dan dilanjutkan lagi dengan Dagelan Politik Perppu.


B) MAHKAMAH KONSTITUSI ADALAH LEMBAGA YANG BERMASALAH.


Sebenarnya sudah banyak orang yang paham bahwa Benteng Keadilan terakhir negeri ini yaitu

Mahkamah Konstitusi sudah lama di intervensi oleh Pemerintah maupun Elit-elit jahat negeri ini.

Sejak Prof. Mahfud MD yang menjadi Ketua nya, sebenarnya Mahkamah Konstitusi ini sudah

bermasalah.


Kita masih ingat jelas bahwa pada tahun 2011 Mahfud MD dan Hakim-hakim Konstitusi tidak berdaya

untuk meneggakkan Hukum! Mahfud dan para Hakim Konstitusi bersikap aneh dalam menghadapi

Gugatan Lily Wahid dan Efendi Khoiri yang menggugat Hak Recall Partai.


Pasal 213 Ayat 2 dari UU No. 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (sekarang terkait UU

MD3) yang mengatur tentang Hak Recall sebenarnya memang Pasal Yang sangat Berbahaya . Ayat 2

Pasal 213 dari UU No.27 Tahun 2009 sebenarnya bisa disebut dengan Ayat-ayat Setan.


Ayat-ayat ini begitu sering dijadikan senjata pamungkas Parpol untuk mengendalikan Fraksi-

fraksinya di DPR. Dengan Senjata ini maka setiap anggota DPR harus tunduk dengan apa kata Elit

Partainya. Kalau tidak menurut atau melawan kehendak Elit Parpol, maka anggota DPR tersebut

diRecall alias Dipecat alias diganti dengan kader lainnya.


Kita saksikan sama-sama pada tahun 2011 dimana Gugatan yang diajukan oleh Lily Wahid dan Efendi

Choiri yang dipecat PKB karena bersebrangan soal Hak Angket Mafia Pajak, ternyata oleh MK

dibawah pimpinan Mahfud MD diabaikan sama sekali. Lily Wahid tidak pernah dipanggil oleh MK

selama 7 bulan berkas gugatan di MK. Setelah itu tiba-tiba MK menyatakan menolak gugatan Lily

Wahid tanpa ba bi bu.


Lily Wahid tidak bisa berbuat apa-apa karena Pasal 24C ayat (1) UUD 1945 mengatakan Putusan MK

adalah Final dan Mengikat. Dan Ketua MK pada saat itu adalah Mahfud MD yang berasal dari PKB.


Bohong kalau Mahfud MD tidak mengetahui dan memahami bahwa pasal 213 ayat 2 UU No.27 tahun 2009

adalah Ayat Setan yang sangat berbahaya bagi Demokrasi bangsa ini. Tapi yang terjadi adalah

Intervensi dari penguasa terlalu kuat sehingga Mahfud pun tidak bisa berbuat apa-apa.


Dan setelah periode Mahfud MD, Pemimpin nasional kita dan juga Parlemen kita tetap tidak

berubah! Mereka masih saja mengintervensi Mahkamah Konstitusi dengan menyelundupkan kader-kader

Partai Politiknya. Dan terjadilah Malapetaka Dasyat dengan Terungkapnya manusia paling jahat se

Indonesia yaitu Akil Mochtar. Ambruk sudah kepercayaan masyarakat terhadap Pilar Terkuat

keadilan bangsa ini yaitu Mahkamah Konstitusi.


Tapi setelah peristiwa memalukan Akil Mochtar itu, masih saja saat ini 2 orang Hakim Konstitusi

berasal dari partai politik yaitu Hamdan Zoelva dari PBB dan Patrialis Akbar dari PAN. Kedua

partai tersebut adalah anggota Kelompok Licik tersebut diatas.


Dan ketika MK harus memutuskan Gugatan Prabowo tentang Hasil Pilpres 2014, para Hakim

Konstitusi meskipun 2 diantaranya berasal dari KMP tetapi sangat sulit mengatur untuk

mengabulkan Gugatan Prabowo dimana gugatan tersebut begitu lemah dalam substansinya maupun

materi gugatannya.


Tetapi lihatlah yang terjadi seminggu yang lalu bagaimana cara MK menolak Gugatan PDIP tentang

UU MD3. Dari 9 Hakim konstitusi yang ada, 2 orang menyetujuinya dan 7 orang menolaknya. Dan

dari 7 Hakim Konstitusi yang menolak gugatan UU MD3, 2 diantaranya berasal dari partai politik

pendukung Kelompok Licik ini. Malah salah satunya adalah Ketua Mahkamah Konstitusi. Tidak heran

maka kemudian 5 Hakim Konstitusi yang lain bisa dipengaruhi oleh kedua hakim yang berasal dari

Parpol pendukung Koalisi Jahat itu.


Jelas sekali secara logika normal bahwa UU MD3 meskipun tidak bertentangan dengan Konstitusi

tetapi UU MD3 ini sangat memfasilitasi akan terbentuknya Oligarki di Parlemen. Dengan pemilihan

Ketua DPR dan 4 Wakilnya yang harus diusung 5 Fraksi maka secara tidak langsung kondisi

tersebut menyebabkan terjadinya suatu kelompok yang amat dominan.


Kelompok atau koalisi dominan di DPR ini akan selalu dapat mengalahkan Koalisi yang lain yang

merupakan Koalisi Minoritas. Dan bisa dikatakan untuk kedepannya kelompok Dominan ini akan

selalu memenangkan setiap Voting yang dilakukan oleh Sidang-sidang DPR sehingga semua

Keputusan-keputusan DPR di masa mendatang ditentukan oleh Koalisi Dominan.


Sangat-sangat heran kalau Para Hakim Konstitusi tidak mempertimbangkan hal tersebut pada

Gugatan UU MD3 oleh PDIP. Belum lagi masalah kekebalan hukum anggota Dewan yang difasilitasi UU

MD3 yang buruk ini. Itulah sekali lagi dapat disimpulkan Mahkamah Konstitusi hanya menjadi alat

dari partai-partai politik untuk berkuasa.


Jangan lupa pula bahwa dengan Ayat-ayat Setan yang menjadi Senjata Pamungkas Parpol yaitu Hak

Recall ditambah dengan UU MD3 maka DPR kita bukan lagi Dewan Perwakilan Rakyat tetapi berubah

wujud menjadi Dewan Perwakilan Parpol.


Siapa pihak yang menciptakan kondisi seperti itu? Siapa lagi kalau bukan SBY dan DPR 2009-2014.


Dan Hari Ini akan terjadi lagi sebuah Drama Politik yang akan menetapkan siapa Pimpinan-

pimpinan di MPR. Akankah kembali Kelompok Licik itu berhasil menempatkan kelomponya sebagai

Pimpinan DPR?


Kalau memang mereka berhasil lagi maka betapa buruknya situasi politik Indonesia untuk masa-

masa mendatang. Dan Negara ini akan menjadi milik dari Segelintir Elit Politik yang menamakan

dirinya Koalisi Merah Putih.


Salam Kompasiana.







Sumber : http://ift.tt/1CNNOou







Apa Jadinya Negeri Ini Kalau DPR,MK dan MPR Dikuasai Kartel Politik?
Apa Jadinya Negeri Ini Kalau DPR » MK dan MPR Dikuasai Kartel Politik? » Politik »

Apa Jadinya Negeri Ini Kalau DPR,MK dan MPR Dikuasai Kartel Politik?



“Siapa yang salah kalau tiba-tiba terjadi suatu kondisi di negeri ini dimana DPR, MPR dan MK

dikuasai satu golongan tertentu? Tentu yang bersalah adalah pemimpin-pemimpin tertinggi yang

ada sesaat tragedi itu akan terjadi”. Mereka lah yang dengan sengaja membuat negeri ini menjadi

milik dari golongan tertentu”.


Tanda-tanda kearah itu kelihatannya sudah ada. Sejak tanggal 8 Juli 2014 telah terjadi

sekelompok partai membentuk Oligarki dan merubah satu UU yang kita kenal dengan nama UU MD3.

Pada saat itu sudah banyak pihak yang memprotes UU tersebut. Sebut saja KPK, ICW dan lain-

lainnya sudah bersuara tentang pasal-pasal yang memberi kekebalan hukum terhadap para

Legislatif. Tetapi protes itu sekedar protes karena keesokannya harinya masyarakat Indonesia

akan melaksanakan Pemilu Presiden.


Liciknya kelompok tersebut adalah mengesahkan suatu UU sehari sebelum Pemilu Presiden digelar

dimana seluruh mata 250 juta penduduk yang ada sedang terkonsentrasi pada Pesta Demokrasi 5

tahunan ini. Tanggal 8 Juli sampai tanggal 22 Juli 2014 bisa dikatakan tidak ada seorangpun

dari masyarakat kita yang memperhatikan dengan teliti tentang UU yang baru tersebut.


Bahkan Lebih liciknya lagi, kelompok itu berusaha dengan sengaja memperpanjang masa Pemilu

dengan mengajukan Gugatan abal-abal ke Mahkamah Konstitusi sehingga bisa dikatakan penentuan

Pemenang Pemilu mundur waktunya hingga tanggal 22 Agustus 2014 sesuai dengan Hasil Putusan MK

yang memperkuat Penetapan Pemenang Pilpres 2014 oleh KPU.


Bila melihat materi gugatan yang abal-abal, Rekapitulasi Perhitungan suara yang asal-asalan,

Saksi-saksi yang tidak berkompeten dan lain-lainnya mungkin bisa dikatakan Gugatan itu hanyalah

gugatan yang dilandasi emosional dan ambisi untuk berkuasa saja. Meskipun ada 2 Hakim Kontitusi

yang berasal dari kelompok licik tersebut tetapi karena gugatannya kurang masuk akal dan tidak

kuat argumennya sehingga sangat sulit bagi MK untuk mencari dalil-dalil yang dapat mengabulkan

Gugatan tersebut.


Selanjutnya, sesaat setelah Putusan MK dikeluarkan, kembali lagi Kelompok Licik ini beraksi

dengan memperpanjang masalah Pilpres ke PN dan PTUN. Bahkan mereka juga membuat wacana Pansus

Pilpres di DPR yang membuat masyarakat merasa kesal karena Pilpres 2014 sepertinya tidak usai-

usai juga.


Analisa saya mengatakan bahwa Wacana Pansus Pilpres dan gugatan ke PN dan PTUN yang salah

alamat itu sengaja ditiupkan kelompok ini agar rencana licik utamanya berjalan lancar. Mereka

hanya mengulur-ulur waktu hingga sampai pada saat pergantian Parlemen. Apa rencana licik itu?

UU MD3 tentunya.


A) PLAN A, PLAN B dan PLAN C.


Kelompok Licik ini sejak awal memang mentargetkan PEREBUTAN KEKUASAAN. Koalisi ini atau

kelompok licik ini sejak awal dibangun untuk mengalahkan Kekuatan / Elektabilitas dari Jokowi

dan PDIP. Mirip seperti Poros Tengah pada tahun 1999 yang berhasil merampok kemenangan Megawati

dan PDIP paska lengsernya Soeharto. Secara licik Poros Tengah yang dibangun Amin Rais

mendalilkan kekuatan kelompok Islam untuk merebut Kursi Presiden. PKB dijadikan ujung tombaknya

dan Gus Dur diangkat untuk menjadi Presiden. Tetapi kemudian setelah Gus Dur tidak bisa

dikendalikan kelompok ini maka Gus Dur pun dijatuhkan.


Kembali ke Kelompok Licik ini, kita sama-sama ingat bahwa setelah Pemilu Legislatif digelar

dengan kemenangan PDIP (awal Mei 2014), maka Provokator Licik tahun 1999 tersebut turun gunung

dan mendeklarasikan sebuah Koalisi dengan nama Koalisi Indonesia Raya. Kali ini partai Gerindra

yang dijadikan ujung tombaknya dengan mendukung Prabowo menjadi Calon Presiden.


Pada saat pertama dideklarasikan, Koalisi ini ditolak mentah-mentah oleh PKB karena mengingat

peristiwa tahun 1999. Begitu juga dengan Golkar yang belum mau bergabung karena ARB masih

memiliki ambisi besar untuk menjadi Calon Presiden.


Tetapi kemudian setelah ARB pontang-panting kelelahan mencari teman koalisi tanpa hasil, maka

bergabunglah ARB dan Golkar ke Kelompok licik ini. Mereka juga berhasil menggaet partai

Demokrat karena beberapa hal yang mendukung. Ada Ibas Yudhoyono yang terkait hubungan keluarga,

ada kelompok kecil yang membenci Jokowi dan ada SBY yang selama 10 tahun merupakan “musuh” dari

Megawati.


Jadilah Kelompok licik dengan kekuatan politik yang sangat besar yang kemudian menamakan

dirinya Koalisi Merah Putih. Mereka langsung melakukan Grand Design untuk MEREBUT KEKUASAAN.


Untuk merebut Kekuasaan secara terstruktur, massif dan sistematis tentu memerlukan beberapa

rencana besar dengan segala resiko dan varian-variannya. Kemungkinan mereka sudah membuat 3

Plan besar pada saat itu yaitu Plan A, Plan B dan Plan C.


Plan A adalah Merebut Kekuasaan Eksekutif dengan cara memenangkan Pilpres 2014 dengan berbagai

cara, apapun caranya. Dan kita semua menjadi saksi begitu masifnya Black Campaign dilakukan

oleh kelompok ini. Begitu juga memanggil Konsultan Politik dari Amerika dan lain-lain

sebagainya.


Selain melakukan Plan A, kelompok ini juga sejak awal melakukan Plan B sekaligus yaitu Merebut

Kekuasaan Legislatif.Seperti yang sudah dituliskan diatas, Paska Pemilu Legislatif Kelompok ini

sudah berhitung kekuatan kelompoknya di Parlemen. Mereka langsung menyusun rencana besar untuk

menguasai Kekuasaan Legislatif. Secara licik mereka mengesahkan UU MD3 pada saat sehari sebelum

Pilpres digelar sehingga luput dari perhatian siapapun di luar mereka.


Selanjutnya yang terjadi ternyata Plan A (memenangkan Pilpres/ kekuasaan eksekutif) gagal

sehingga Plan B (merebut kekuasaan Legislatif ) harus dilakukan segera secara sistimatis dan

terstruktur. Lihatlah upaya-upaya mereka membuat wacanan-wacana Pansus Pilpres yang secara

logika tidak masuk akal karena masa kerja DPR sudah mau berakhir. Begitu juga dengan gugatan-

gugatan abal-abal ke PN dan PTUN. Semua itu dilakukan untuk mengelabui khalayak ramai sehingga

tidak jeli melihat ada “serangan besar” yang sudah dilakukan oleh mereka, yaitu UU MD3 yang

sangat-sangat memfasilitasi kelompok ini untuk berkuasa di Parlemen. #ItuSudahDiatur.


Dan ketika Plan B dilaksanakan, kembali lagi mereka melancarkan serangan dengan menggulirkan

Plan C yaitu Menguasai Birokrasi-birokrasi Daerah. Plan C ini mungkin tidak direncanakan sejak

awal, tetapi pada saat Sidang Gugatan di MK berjalan dan kelihatanya hasilnya tidak akan sesuai

dengan harapan, maka kelompok licik inipun mulai mencari cara untuk memperkuat Plan B.


Dan berhasil! Mereka mendapatkan celah dari RUU Pilkada yang sedang dibahas di DPR. Sangat

nyata mereka mempergunakan kesempatan ini dimana tadinya seluruh partai pendukung kelompok ini

menolak Pilkada Tak Langsung. Tetapi melihat peluang untuk berkuasa di Birokrasi-birokrasi

daerah,maka berbaliklah partai-partai kelompok ini untuk menggulirkan UU Pilkada Tak Langsung.


Sayangnya Plan C ini sangat sulit dilakukan karena 3 hal. Yang pertama, begitu banyaknya

penolakan-penolakan keras baik dari masyarakat maupun tokoh-tokoh/ kepala-kepala daerah yang

ada. Dan Kedua, Plan C ini akan menghancurkan nama besar SBY dan Demokrat yang merupakan salah

satu pendukung Kelompok licik ini. Dan factor ketiga adalah secara konstitusi, UU Pilkada Tidak

Langsung ini sangat lemah dasar hukumnya sehingga mudah dipatahkan di Mahkamah Konstitusi

meskipun 2 hakim konstitusi berasal dari kelompok ini.


Dan karena Plan C tidak dapat dilaksanakan,maka dibuatlah sebuah sandiwara dengan judul Dagelan

Politik 26 September dan dilanjutkan lagi dengan Dagelan Politik Perppu.


B) MAHKAMAH KONSTITUSI ADALAH LEMBAGA YANG BERMASALAH.


Sebenarnya sudah banyak orang yang paham bahwa Benteng Keadilan terakhir negeri ini yaitu

Mahkamah Konstitusi sudah lama di intervensi oleh Pemerintah maupun Elit-elit jahat negeri ini.

Sejak Prof. Mahfud MD yang menjadi Ketua nya, sebenarnya Mahkamah Konstitusi ini sudah

bermasalah.


Kita masih ingat jelas bahwa pada tahun 2011 Mahfud MD dan Hakim-hakim Konstitusi tidak berdaya

untuk meneggakkan Hukum! Mahfud dan para Hakim Konstitusi bersikap aneh dalam menghadapi

Gugatan Lily Wahid dan Efendi Khoiri yang menggugat Hak Recall Partai.


Pasal 213 Ayat 2 dari UU No. 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (sekarang terkait UU

MD3) yang mengatur tentang Hak Recall sebenarnya memang Pasal Yang sangat Berbahaya . Ayat 2

Pasal 213 dari UU No.27 Tahun 2009 sebenarnya bisa disebut dengan Ayat-ayat Setan.


Ayat-ayat ini begitu sering dijadikan senjata pamungkas Parpol untuk mengendalikan Fraksi-

fraksinya di DPR. Dengan Senjata ini maka setiap anggota DPR harus tunduk dengan apa kata Elit

Partainya. Kalau tidak menurut atau melawan kehendak Elit Parpol, maka anggota DPR tersebut

diRecall alias Dipecat alias diganti dengan kader lainnya.


Kita saksikan sama-sama pada tahun 2011 dimana Gugatan yang diajukan oleh Lily Wahid dan Efendi

Choiri yang dipecat PKB karena bersebrangan soal Hak Angket Mafia Pajak, ternyata oleh MK

dibawah pimpinan Mahfud MD diabaikan sama sekali. Lily Wahid tidak pernah dipanggil oleh MK

selama 7 bulan berkas gugatan di MK. Setelah itu tiba-tiba MK menyatakan menolak gugatan Lily

Wahid tanpa ba bi bu.


Lily Wahid tidak bisa berbuat apa-apa karena Pasal 24C ayat (1) UUD 1945 mengatakan Putusan MK

adalah Final dan Mengikat. Dan Ketua MK pada saat itu adalah Mahfud MD yang berasal dari PKB.


Bohong kalau Mahfud MD tidak mengetahui dan memahami bahwa pasal 213 ayat 2 UU No.27 tahun 2009

adalah Ayat Setan yang sangat berbahaya bagi Demokrasi bangsa ini. Tapi yang terjadi adalah

Intervensi dari penguasa terlalu kuat sehingga Mahfud pun tidak bisa berbuat apa-apa.


Dan setelah periode Mahfud MD, Pemimpin nasional kita dan juga Parlemen kita tetap tidak

berubah! Mereka masih saja mengintervensi Mahkamah Konstitusi dengan menyelundupkan kader-kader

Partai Politiknya. Dan terjadilah Malapetaka Dasyat dengan Terungkapnya manusia paling jahat se

Indonesia yaitu Akil Mochtar. Ambruk sudah kepercayaan masyarakat terhadap Pilar Terkuat

keadilan bangsa ini yaitu Mahkamah Konstitusi.


Tapi setelah peristiwa memalukan Akil Mochtar itu, masih saja saat ini 2 orang Hakim Konstitusi

berasal dari partai politik yaitu Hamdan Zoelva dari PBB dan Patrialis Akbar dari PAN. Kedua

partai tersebut adalah anggota Kelompok Licik tersebut diatas.


Dan ketika MK harus memutuskan Gugatan Prabowo tentang Hasil Pilpres 2014, para Hakim

Konstitusi meskipun 2 diantaranya berasal dari KMP tetapi sangat sulit mengatur untuk

mengabulkan Gugatan Prabowo dimana gugatan tersebut begitu lemah dalam substansinya maupun

materi gugatannya.


Tetapi lihatlah yang terjadi seminggu yang lalu bagaimana cara MK menolak Gugatan PDIP tentang

UU MD3. Dari 9 Hakim konstitusi yang ada, 2 orang menyetujuinya dan 7 orang menolaknya. Dan

dari 7 Hakim Konstitusi yang menolak gugatan UU MD3, 2 diantaranya berasal dari partai politik

pendukung Kelompok Licik ini. Malah salah satunya adalah Ketua Mahkamah Konstitusi. Tidak heran

maka kemudian 5 Hakim Konstitusi yang lain bisa dipengaruhi oleh kedua hakim yang berasal dari

Parpol pendukung Koalisi Jahat itu.


Jelas sekali secara logika normal bahwa UU MD3 meskipun tidak bertentangan dengan Konstitusi

tetapi UU MD3 ini sangat memfasilitasi akan terbentuknya Oligarki di Parlemen. Dengan pemilihan

Ketua DPR dan 4 Wakilnya yang harus diusung 5 Fraksi maka secara tidak langsung kondisi

tersebut menyebabkan terjadinya suatu kelompok yang amat dominan.


Kelompok atau koalisi dominan di DPR ini akan selalu dapat mengalahkan Koalisi yang lain yang

merupakan Koalisi Minoritas. Dan bisa dikatakan untuk kedepannya kelompok Dominan ini akan

selalu memenangkan setiap Voting yang dilakukan oleh Sidang-sidang DPR sehingga semua

Keputusan-keputusan DPR di masa mendatang ditentukan oleh Koalisi Dominan.


Sangat-sangat heran kalau Para Hakim Konstitusi tidak mempertimbangkan hal tersebut pada

Gugatan UU MD3 oleh PDIP. Belum lagi masalah kekebalan hukum anggota Dewan yang difasilitasi UU

MD3 yang buruk ini. Itulah sekali lagi dapat disimpulkan Mahkamah Konstitusi hanya menjadi alat

dari partai-partai politik untuk berkuasa.


Jangan lupa pula bahwa dengan Ayat-ayat Setan yang menjadi Senjata Pamungkas Parpol yaitu Hak

Recall ditambah dengan UU MD3 maka DPR kita bukan lagi Dewan Perwakilan Rakyat tetapi berubah

wujud menjadi Dewan Perwakilan Parpol.


Siapa pihak yang menciptakan kondisi seperti itu? Siapa lagi kalau bukan SBY dan DPR 2009-2014.


Dan Hari Ini akan terjadi lagi sebuah Drama Politik yang akan menetapkan siapa Pimpinan-

pimpinan di MPR. Akankah kembali Kelompok Licik itu berhasil menempatkan kelomponya sebagai

Pimpinan DPR?


Kalau memang mereka berhasil lagi maka betapa buruknya situasi politik Indonesia untuk masa-

masa mendatang. Dan Negara ini akan menjadi milik dari Segelintir Elit Politik yang menamakan

dirinya Koalisi Merah Putih.


Salam Kompasiana.







Sumber : http://ift.tt/1CNNOou