Saturday, January 28, 2023

Dunia itu Cobaan Hidup.



Dunia itu merupakan cobaan hidup, baik itu merupakan kebaikan maupun hal-hal yang buruk. Karena hal itu sudah menjadi suatu sunnatullah, bahwa manusia akan di uji dengan segala sesuatu, baik yang menyenangkan hatinya maupun yang membencikan hatinya.

Maka jadikanlah diri kita pandai-pandai menyikapi cobaan, terhadap Allah. 

Qodar semua makhluk telah tertulis lima puluh ribu tahun sebelum langit dan bumi diciptakan. Semua yang terjadi, baik itu cobaan baik dimana kita dalam keadaan sehat, rezeki lancar, usaha baik, anak istri baik baik, alhamdulillah itu namanya cobaan baik, maupun sebaliknya kita menghadapi cobaan yang buruk, badan sakit sakitan, rezeki seret tidak lancar, anak anak bermasalah, istri bermasalah, itu cobaan. 

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.(QS Al-Anbiyaa(21):35)
Menurut Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma mengatakan, tentang ayat ini dimaksudkan,“Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan serta maksiat, petunjuk dan kesesatan.”

Dan biasanya orang mengira yang buruk-buruk itu barulah namanya cobaan. Kalau yang baik-baik bukan cobaan. Keliru. Itulah sebabnya orang suka lupa pada Tuhannya, ketika mereka mendapat cobaan baik. Persangkaan mereka bahwa Allah sedang sayang kepada mereka, dapat berkah banyak, punya kedudukan yang bagus, semua usaha sukses. Ketika pendapat itu ada pada diri manusia, mereka bisa lupa aturan Tuhan. Selagi aturan Allah dan Rasul saw tidak dipatuhi orang akan berbuat sekehendaknya tak terkecuali pada orang yang beriman apalagi yang tidak beriman.

Orang tidak menyadari bahwa dunia itu adalah cobaan, ketika dia sedang dalam kesuksesan dalam segala hal. Baru ketika menghadapi masalah , barulah dia akan menyadari dia sedang mengalami cobaan. Karena  salah paham yang namanya cobaan adalah hal-hal buruk yang menimpa dirinya itu sebagai cobaan, kalau sedang mengalami hal-hal yang baik bukan cobaan.

Namun seberapa jauh orang memahami dunia itu cobaan hidup, hubungannya dalam menjalani kehidupan. Bagaimana pula kita menyikapi hidup ketika mendapatkan cobaan. 

Keyakinan tentang kehidupan itu adalah cobaan harus dipahamkan sungguh. Masalahnya dampak cobaan dunia terhadap masing masing diri sangat besar. Ada yang berakhir dengan kebaikan yang banyak ada juga yang tragis. Semua tergantung seberapa jauh orang membina keimanannya.

Kehidupan di dunia adalah kehidupan yang fana, kehidupan yang membujuk, kehidupan fatamorgana, sedang kehidupan yang hakiki adalah kehidupan akhirat sebagus-bagusnya kehidupan dan kekal. Orang hanya bisa merasakannya bila dia menempa keimanannya menjadi lebih baik.

Kalau orang mau hidup di akhiratnya baik dia harus berbuat baik kehidupan di dunia.

Sebagian orang berlari mencari motivasi dirinya agar bersabar dengan merenungkan ayat ayat seperti "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Q.S Al-Baqarah, ayat 286). 

Atau mengambil hikmah dari ungkapan bahwa "Cobaan itu pasti akan berakhir". Ungkapan ataupun ayat itu benar semuanya.

Ada banyak hal yang dapat kamu jadikan sebagai tambahan kekuatan jiwa, saat menghadapi cobaan atau masalah yang datang menghampiri, satu di antaranya dengan membaca dan merenungkan kata-kata motivasi Islami, nasihat Islami.

Kata-kata motivasi Islami  banyak berisi nasihat baik dari tokoh terkenal atau pedoman Islam, yaitu Al-Qur'an dan Hadis.

Dalam menjalani hidup ini kita tidak dapat lepas dari percobaan dari Allah Yang Maha Kuasa. Akan tetapi, seberat apa pun cobaan yang kamu terima, pasti akan berakhir.

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Q.S Al-Baqarah: 286).

Apa pun cobaan yang kamu terima, selalu kembalilah kepada Allah SWT karena kamu harus meyakini bahwa hanya Dia yang dapat membantumu di saat susah.

Selalu mengucap istighfar dan hamdallah, serta bersikap sabar dan tenang pada saat menghadapi masalah,  dapat membantumu kuat dan bertahan dari cobaan yang sedang kamu hadapi hingga berlalu dari kehidupanmu.

Perhatikan juga Surat dan ayat-ayat berikut seperti Surat QS 3:14, QS 21: 35, QS 10 :54-58, banyak lagi yang lain dan cara yang lain bisa dipraktekkan.

Apapun itu semua, mungkin saja ada orang yang membutuhkan ini siapa tahu. Semoga saja bisa menjadi bahan renungan dan penyemangat dalam mengharungi hidup yang fana ini.



The world is a trial of life, both good and bad things. Because it has become a 

sunnatullah, that man will be tested with everything, both those that please him 

and those that hate him.

So make ourselves clever in dealing with trials, towards Allah. The qadar of all creatures was written fifty thousand years before the heavens and the earth were created. Everything that happens, whether it's a good trial where we are in good health, good luck, good business, good wife and children, alhamdulillah it's a good trial, or vice versa we face bad trials, the body is sickly, the sustenance doesn't go smoothly, children problem, wife problem, it's a trial.

Every soul shall taste death. We will test you with bad and good as a trial. And you will be returned only to Us. (QS Al-Anbiyaa (21): 35)
According to Ibn 'Abbas Radhiyallahu anhuma said, regarding this verse it is meant, "We will test you with difficulties and pleasures, health and disease, wealth and poverty, lawful and unlawful, obedience and immorality, guidance and misguidance."

And usually people think that the bad ones are called trials. If something is good, it's not a trial. Wrong. That's why people tend to forget their God, when they get a good trial. Their assumption is that Allah loves them, gets many blessings, has a good position, all efforts are successful. When that opinion exists in human beings, they can forget God's rules. As long as the rules of Allah and the Messenger of Allah are not obeyed, people will do whatever they want, including those who believe, let alone those who do not believe.

People do not realize that the world is a trial, when he is in success in all things. Only when facing a problem, will he realize he is going through a trial. Because of the misunderstanding that the name of a trial is that the bad things that happen to him are a trial, if you are experiencing good things it is not a trial.

But how far do people understand the world is the trials of life, the relationship in living life. How do we respond to life when we get trials.

The belief about life is that trials must be understood truly. The problem is that the impact of the world's trials on each is very large. There are those that end with good, there are many that are tragic. It all depends on how far people build their faith.

Life in this world is a mortal life, a seducing life, a mirage life, while the real life is the life in the afterlife as good as possible and eternal. People can only feel it when he forges his faith to be better.

If a person wants to live in a good afterlife, he must do good in this world.

Some people run to find their motivation to be patient by contemplating verses like "God does not burden a person but according to his ability." (Q.S Al-Baqarah, verse 286).

Or take the lesson from the saying that "The ordeal will definitely end". That saying or verse is all true.

There are many things that you can use as additional strength for your soul, when facing trials or problems that come your way, one of which is by reading and meditating on Islamic motivational words, Islamic advice.

Many Islamic motivational words contain good advice from well-known figures or Islamic guidelines, namely the Qur'an and Hadith.

In living this life we cannot be separated from trials from Allah Almighty. However, no matter how hard the ordeal you receive, it will definitely end.

 "Allah does not burden a person but according to his ability." (Q.S Al-Baqarah: 286).

Whatever trials you receive, always return to Allah SWT because you have to believe that only He can help you in difficult times.

 Always saying the phrase "thayyibah", what we call "istighfar" and "hamdallah", as well as being patient and calm when facing problems, can help you become strong and survive the trials you face until they pass from your life.

Also pay attention to the following Surahs and verses such as Surah 3:14, QS 21: 35, QS 10:54-58, many others and other ways that can be practiced.

Whatever it all, maybe there are people who need this who knows. Hopefully it can be material for reflection and encouragement in living this mortal life.





Wednesday, January 25, 2023

Jangan Tanya Kapan Kiamat




Sama bertanya mereka kepadamu Muhammad, kapan kiamat, kalau engkau benar. Pertanyaan yang sengaja disampaikan oleh kaum kafir Quraisy pada saat itu dengan sikap mendustakan dan nada tidak percaya sama sekali datangnya kiamat. Katakan saja Muhammad, Ilmu nya Kiamat ada disisi Allah. Allah Swt Yang Maha Mengetahui.Tak seorang pun diberi tahu tentang kapan hari kiamat terjadi, tidak juga aku.

Tapi aku diberi tahu tanda tandanya kiamat. Aku diberi tahu yang terpenting adalah agar mengingatkan kalian semua, akan hari yang amat besar itu akan menyentuh kepada semua makhluk utamanya manusia.

Hari yang penuh gunjang ganjing, semua mata melotot ketakutan, semua bayi dalam kandungan keluar tanpa terasa dengan sendirinya, mereka seperti orang mabok, mereka tidak mabok tapi siksa Allah sangat berat. Manusia berlarian seperti belalang, gunung akan meletus semua berterbangan seperti kapas, bintang bintang rontok , langit pecah semua mati. Kemudian dibangkitkan lagi, dimulailah hari pembalasan. Semua dibangunkan dalam keadaan ketakutan kecuali orang orang yang waktu di dunianya beriman akan ada Malaikat yang membisikkannya, jangan takut jangan susah engkau orang yang luhur orang yang beriman.

Karena itu apa persiapanmu pada hari yang amat besar itu. Hari ini dimana semua amal dibalas. Tak ada yang kuasa pada hari itu kecuali Allah Yang Maha Kuasa.

Padahal ajal pati datang sewaktu waktu, ketika itu datang putuslah semua tak ada yang bisa dibawa untuk mempertanggung jawabkan amalanmu selama di dunia kecuali cuma tiga, amal jariah, ilmu yang manfaat dan anak yang solih yang mendoakan orang tuanya.

Karena itu saudaraku, semoga kita menjadi orang yang diberikan Allah hidayah, agar bisa menjalani hidup ini dengan cara yang benar. Jalan yang di ridhoi , jalan yang penuh berkah yang bisa mendampingi kita ketika kembali kesisiNya

Wahai ingatlah manusia, jangan terpengaruh kehidupan dunia, sehingga engkau mengabaikan kehidupan akhirat. Akhirat itu lebih baik dan kekal kamu selamanya( QS 87 :17 )

Pada hari pembalasan itu, tak ada setapak kaki bisa bergerak tanpa izin Allah, bahkan pada hari ini, mulut yang suka mencari alasan alasan keadaan terkunci, tangan yang berbicara, kaki menjadi saksi dengan apa saja yang kamu amalkan.( QS 36 : 65)

Sehingga ada diri yang bicara pada kulitnya, hai kulit mengapa kau ceritakan tentangku, apa yang kau kerjakan sendiri, sedang aku saja tidak menceritakannya. Kulit berkata, bukan kuasaku bukan kehendakku, tapi Allah lah yang telah menyebabkan aku bisa bicara untuk menjadi saksi kita.(QS 41:21)

Oleh karena itu berkaca dengan kesombongan orang-orang kafir Quraisy zaman dulu, kejadian-kejadian yang dialami ummat dulu yang meremehkan Nabinya. Kita, orang-orang sekarang yang lebih lemah dibanding orang dulu, hendaklah mau tunduk dan patuh pada Allah dan Rasul Nya gar selamat dunia dan akhirat. Jangan lagi seperti kafir Quraisy yang sombong, kapan hari kiamat kalau kau benar, Allah perintah kepada Nabi SAW agar mengatakan ilmunya hari kiamat tentang kapan datangnya, itu hanya Allah lah Yang Maha tahu. (QS 67: 24-25).

Mudah mudahan kita dijadikan Allah tetap jadi orang yang beriman, berbekal buat hari yang amat agung, sebaik baik nya bekal adalah taqwa. Allah Maha Mengetahui.

 

 

Both of them asked you Muhammad, when will the end of the world be, if you are right. The question that was deliberately asked by the infidels of Quraysh at that time with a believable attitude and a tone of complete disbelief about the coming of the end of the world. Just say Muhammad, the Knowledge of Doomsday is with Allah. Allah SWT is the All-Knowing. Nobody was told when the Day of Judgment would occur, not even me.

But I was told the signs of the apocalypse. I am told the most important thing is to remind all of you that this very great day will touch all creatures especially humans.

The day was full of ups and downs, all eyes bulged with fear, all the babies in the womb came out without being felt by themselves, they were like drunken people, they were not drunk but God's punishment was very heavy. Humans run like locusts, mountains will erupt, all fly like cotton, the stars fall, the sky breaks, all die. Then resurrected again, begins the day of vengeance. All are awakened in a state of fear except for those who in their world believe that there will be an Angel who whispers them, don't be afraid, don't be difficult, you are a noble person, a believer.

So what are your preparations for that great day. Today is where all charity is rewarded. No one has power on that day except Allah Almighty.

Even though the death of starch comes at any time, when it comes it breaks up, nothing can be brought to account for your deeds while in the world except for only three, charity, beneficial knowledge and pious children who pray for their parents.

Because of that my brother, may we become people who are given guidance by Allah, so that we can live this life in the right way. The path that is blessed, the path that is full of blessings that can accompany us when we return to His side

O remember people, do not be influenced by the life of this world, so that you ignore the afterlife. The hereafter is better and you will last forever (Surah 87:17)

On the Day of Judgment, no foot can move without Allah's permission, even today, mouths that like to find reasons are locked, hands that speak, feet bear witness to whatever you practice. (QS 36: 65)

So that there is a self that talks to the skin, O skin, why do you tell about me, what you do yourself, while I just don't tell it. The skin says, not my power not my will, but it is Allah who has caused me to be able to speak to be our witness. (QS 41:21)

Therefore, looking in the mirror with the pride of the Quraysh infidels in the past, the incidents experienced by the ummah in the past underestimated their Prophet. We, today's people who are weaker than before, should be willing to submit and obey Allah and His Messenger in order to be safe in this world and the hereafter. Don't be like the arrogant Quraish infidels, when is the Day of Judgment if you are right, Allah ordered the Prophet SAW to tell his knowledge about when the Day of Judgment will come, that only Allah is the All-Knowing. (QS 67: 24-25).

Hopefully we are made by Allah to remain faithful people, equipped for a very great day, the best provision is taqwa. Allah is All-Knowing.

 

 



Sunday, January 22, 2023

Sabarlah, Berlatih Untuk Sabar, Dapatkan Hasilnya.






Sabarlah, berlatihlah untuk sabar, dapatkan hasilnya. Sabar secara Islami memiliki keutamaan dan manfaat yang sangat besar.  Dengan sabar masalah yang kita hadapi jadi terasa lebih ringan, dengan sabar masalah yang kita hadapi bisa diselesaikan dengan lebih efektif, dengan sabar masalah yang kita hadapi dapat diselesaikan tanpa menyisakan rasa sakit hati atau menimbulkan rasa sakit hati lainnya, dengan sabar pula kita akan senantiasa menjalani kehidupan dengan akan lebih tenang dan tenteram tanpa merasa gelisah apalagi ber-muram hati atau hal-hal menimulkan syakwasangka yang merusak amalan itu sendiri.

Karena sabar adalah termasuk perilaku mulia yang sangat perlu untuk di lakukan oleh seluruh ummat manusia. Kemuliaan orang yang sabar, dia punya pengaruh secara magneted kepada orang sekitarnya, orang menjadi rukun saling harga menghargai. Dia menyadari orang berbuat baik atau orang ingin berbuat baik bisa terjadi karena kehendak Tuhan Allah yang Maha Mengetahui.

Orang yang sabar sadar sepenuhnya, bahwa ia tidak memiliki kendali atas perilaku, perkataan maupun presepsi orang lain, begitu juga dengan kesalahan orang lain. Dia biasanya tidak memiliki niat buruk maupun niat untuk membalas dendam. Sebaliknya, mereka akan selalu menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.

 

Memang kata sabar mudah diucapkan tapi aplikasinya dalam kehidupan butuh kesungguhan, namun bukan tidak mungkin dilakukan. Karena ada unsur illahiah disitu, ada perintah dari Tuhan yang punya syariat yang wajib dilaksanakan. Dan disitu ada rakhmat pertolongan dari Allah Maha Pencipta makhluknya, yang melaksanakan perintahNya, sehingga melaksanakan sesuatu yang butuh kesabaran, itu dapat dilakukan. Disisi lain Sabar adalah salah satu terapi penyakit hati. Sunnatullah. 

Ketika seseorang yang mendapat musibah dapat  menghadapinya dengan ikhlas dan sabar, maka Allah akan menaikkan  derajat keimanannya dan menyediakan pahala baginya menjadi salah satu keutamaan sabar. Allah SWT tidak akan pernah memberikan cobaan atau ujian yang berat di luar batas kemampuan umatNya. Maka dari itu, kita harus bersyukur ketika Allah memberikan ujian yang bertanda bahwa Allah masih menyayangi umatNya.

“…Dan bersabarlah kalian, karena Allah beserta orang-orang yang sabar”. (QS. Al-Anfal : 46)

 

Allah memutar hari antara manusia ( QS 3: 140 ) , terkadang manusia ada pada suatu keadaan dibawah dan terkadang manusia itu dalam suatu keadaan diatas. Manfaatkan sebaik baiknya ketika anda diatas itu masa peak anda masa puncak anda  yang tak mungkin kembali. Mintalah jadi orang yang ahli sabar dan jadi orang yang ahli syukur ketika ada dimasa puncak, sehingga kenikmatan itu terus bertambah dan bertambah (QS 14:7      )

Demikian ketika ujian itu bisa dilewati ( sunnatullah) tak bisa dihindari, kita lalui dengan baik bisa mengatasi diri untuk tidak sampai mengeluh, berjuang berbuat sabar, dan menikmati apa yang Allah turunkan yang sekedar mencoba keimanan hambanya,  ini membuat kita menjadi lebih mendewasakan diri, baik buat kita. Insya Allah, semoga Allah memberi kekuatan. Penjabaran diri kalau Sabar itu bentuk kemampuan pengendalian diri sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan yang putaran akhirnya mencerminkan kekokohan jiwa orang yang dimilikinya. Semakin tinggi kesabaran yang seseorang miliki maka semakin kokoh juga ia dalam menghadapi segala macam masalah yang terjadi dalam kehidupan. Semoga Allah mendengarkan dan mengabulkan doa hambaNya. Allah mengabulkan orang yang minta diampuni dosanya betapapun besar dosanya. ( Muslim juz 4 hal 39)
Demikian semoga nasihat Islami ini bermanfaat.

 


Be patient, and practice to be patient, and get the results. Patience in Islam, it has enormous virtues and benefits. With patience the problems we are facing become lighter, with patience the problems we face can be solved more effectively, with patience the problems we are facing can be solved without leaving hurt feelings or causing other heartache, with patience too we will always live life with a calmer and more serene will without feeling anxious let alone gloomy or things that cause doubts that undermine the practice itself.


Because patience is one of the noble behaviors that all human beings really need to do. The glory of a patient person, he has a magnetic influence on the people around him, people become harmonious with mutual respect. He realized that people do good or people want to do good, it can only happen because of the will of God, Allah, the All-Knowing.


A patient person is fully aware that he has no control over the behavior, words or perceptions of others, as well as the mistakes of others. He usually has neither ill will nor intent for revenge. On the contrary, they will always establish good relations with other people.


 


Indeed, the word patience is easy to say but its application in life requires sincerity, but it is not impossible to do. Because there is a divine element there, there are orders from God who has a shari'a that must be implemented. And there is the grace of help from Allah, the Creator of his creatures, who carries out His commands, so that doing something that requires patience can be done. On the other hand Patience is one of the therapies for liver disease. Sunnatullah.


When someone who gets a disaster can face it sincerely and patiently, then Allah will raise the degree of his faith and provide a reward for him to be one of the virtues of being patient. Allah SWT will never give a trial or test that is beyond the limits of the ability of His people. Therefore, we must be grateful when Allah gives a test that is marked that Allah still loves His people.


“…And be patient, for Allah is with those who are patient.” (QS. Al-Anfal: 46)


 


Allah rotates the day between humans (QS 3: 140), sometimes humans are in a state below and sometimes humans are in a state above. Make the best use of it when you are above your peak, a state at your highest, which is impossible to return. Ask to be a patient expert and be a grateful person when there are peak times, so that the pleasure continues to increase and increase (QS 14:7)


Thus when the test can be passed (sunnatullah) it cannot be avoided, we can go through it well and be able to overcome ourselves so as not to complain, struggle to be patient, and enjoy what Allah sends down which is just to try the faith of his servant, this makes us more mature ourselves, good for us. God willing, may God give strength. Self-explanation if Patience is a form of self-control ability as an attitude that has high value and which ultimately reflects the strength of the person's soul. The higher the patience that a person has, the stronger he is in dealing with all kinds of problems that occur in life. May Allah hear and grant the prayers of His servant. Allah grants those who ask to be forgiven for their sins, no matter how great their sins. (Muslim chapter 4 page 39)

So hopefully this Islamic advice is useful.

Wednesday, January 18, 2023

Ibadah lah dengan cara ihsan, engkau akan khusyuk solatnya, tenang jiwanya.

 



Ibadah lah cara ihsan, engkau akan khusyuk beribadah khususnya solat dan merasakan ketenangan dalam menjalani hidup. Begitu juga ibadah lainnya, karena yang dimaksud ibadah disini bukan saja solat seperti diterangkan dibawah.

Tiba-tiba saja seorang laki-laki muncul menghadap Rasul. Tak seorang sahabat pun yang mengenalnya. Dia tidak ada tanda-tanda datang dari jauh, pakaiannya putih bersih, rambutnya hitam rapih. Dia berkata, " wahai Muhammad  beritahu aku tentang Islam". Nabi menjawab begitu saja, dan setelah dijawab Nabi, tamu itu menjawab," bener engkau". Dia bertanya lagi tentang iman. "Wahai Muhammad kabari aku tentang Iman." Nabi menjawab masalah iman itu apa. Tamu asing itu lagi membenarkan apa yang disampaikan Nabi. Dia bertanya lagi,

"Ya Muhammad beritahu saya tentang Ihsan". Rasul SAW menjawab;

"Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu." (HR Muslim, no.8)


Jadi ibadah apapun yang engkau lakukan bersikaplah engkau bahwa perbuatanmu sedang dilihat Allah.

Perbuatanmu ada yang kontrol, walaupun dalam kasat mata engkau tidak bisa melihat pada yang mengawasimu.

Orang yang minta dikasi tahu, malah membenarkan, para sahabat nabi penasaran. 

Orang itu pergi begitu saja, setelah menanyakan tentang hari kiamat. 


Hai Umar, coba panggil orang itu tadi, para sahabat Rasulullah SAW mencari, tapi orang itu sudah lenyap. 


Sahabatku baru saja Malaikat itu datang mengajari kita tentang beragama Islam. 


Apa yang kita ambil dari pelajaran ini. Utamanya tentang ibadah dan ihsan. 


Ibadah itu bukan hanya solat dan mengaji. 

Ibadah berarti merendahkan diri dan tunduk

pada Allah SWT, dalam segala amalan baik, secara Alquran dan Al-Hadist. 

Ulama fikih, ibadah adalah bentuk pekerjaan yang bertujuan memperoleh ridha Allah SWT dan mendambakan pahala di akhirat. 

Secara etimologi, ibadah berarti merendahkan diri dan tunduk


Sedangkan, secara bahasa, ibadah berasal dari kata 'abd yang berarti hamba.


Perintah untuk beribadah tercantum dan dijelaskan dalam Al-Quran. Salah satunya sebagaimana yang tertulis dalam QS. Al-Anbiya: 25 yang artinya,


"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku." (QS. Al Anbiya: 25)


Ibadah dalam syariah Islam adalah ketaatan atau ketundukan seorang hamba secara khusus kepada Allah SWT yang diklasifikasikan menjadi beberapa mcam ibadah. Mulai dari berdasarkan hukum syariah, kualitas, keberadaan 'illah di dalamnya, ruang lingkup hingga jenis perbuatan hamba.


Ibadah dalam bentuk perkataan atau lisan. Misalnya seperti zikir, doa, dan baca Al-Quran.

Ibadah dalam bentuk perbuatan yang tidak ditentukan bentuknya. Seperti misalnya membantu atau menolong orang lain.

Ibadah dalam bentuk pekerjaan yang sudah ditentukan bentuknya. Misalnya sholat, puasa, zakat dan ibadah haji.

Ibadah yang tata cara dan pelaksanaannya berbentuk menahan diri. Sebagai contoh puasa, iktikaf dan ihram.

Ibadah yang berbentuk menggugurkan hak. Contohnya: memaafkan kesalahan orang lain dan membebaskan hutang seseorang.


Kita tidak terlalu jauh membahasnya, sekadar memahami, bahwa dalam ibadah ujud apapun haruslah di upayakan dengan cara ihsan, sehingga kita tersambung pada Allah SWT dalam penjelasan dari nabi. Bahwa, Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu. 

Kita mengharap ridho Allah, bukan supaya dilihat orang. Amalan akan sia sia saja pahala tidak ada. Dan akan sangat menyakitkan bila orang tidak memperdulikanya. Didunia tidak akan nyaman, hati selalu tidak nyaman akibatnya akan timbul penyakit baik lahiriah maupun batiniah. Cobalah berlatih seperti yang ditunjukkan oleh Rasulullah SAW. Insya Allah akan bahagia dunia dan akhirat.





Sunday, January 15, 2023

Allah Swt menjamin rezki makhluk Nya.



Allah Swt menjamin rezki makhluk Nya seperti dalam Al-Quran pada surat Hud ayat 6, Allah Swt telah menyampaikan firmannya, kalau Allah menjamin rezki semua makhluknya, khususnya manusia. Jangankan manusia ulat yang kecil tinggal di dasar laut dan buta lagi Allah menjamin rezkinya. 


 وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

( Surat Hud ayat 6 )

Seperti kisah pada Nabi Sulaiman. Pada suatu hari, Nabi Sulaiman Alaihi Salam duduk di suatu tepian pantai. Beliau melihat ada seekor semut yang berjalan menuju laut dengan membawa butir makanan. Dan terus mengawasi semut kecil itu semakin mendekati lautan.


Segera ketika semut itu sudah tiba di laut luas, tiba-tiba muncullah seekor katak mengeluarkan kepalanya dari air. Ia membuka mulutnya dan masuklah semut itu ke dalam mulut katak. Lalu mereka masuk kembali ke dalam air. Nabi Sulaiman luar biasa takjub dengan kejadian ini. Dia berpikir sejenak lalu dikagetkan ketika katak yang muncul kembali ke daratan. Katak itu membuka mulutnya dan keluarlah semut itu tanpa membawa butir makanan yang sebelumnya semut itu bawa. Karena keingin tahuan yang sangat penasaran, Nabi Sulaiman memanggil si semut dan bertanya darimana dia dan apa yang dia telah lakukan?


Dia menjawab, “Wahai nabi Allah, sungguh di dasar lautan yang kau lihat ini ada batu karang yang berlubang. Di dalam lubang itu ada seekor ulat kecil yang buta. Dan Allah menciptakannya dalam keadaan demikian. Dia pun tidak mampu keluar dari tempat itu untuk mencari makan. Kemudian Allah menugaskanku untuk mengantarkan rezeki pada ulat itu. Aku membawa makanan untuknya sementara Allah telah menyediakan katak sebagai kenderaanku untuk mengantarku ke dalam mencapai ulat yang malang itu. Dengan katak itu aku menjadi aman dari air laut. Dia meletakkanku di lubang karang dan aku memasukinya. Setelah aku memberi makanan itu kepada ulat kecil dan buta, aku kembali masuk ke dalam mulut katak dan dia mengantarkanku keluar dari lautan.”


Kemudian Nabi bertanya, “Apakah kamu mendengar ada ucapan, tasbih dari ulat itu?” Semut menjawab, “Iya, dia berkata, Wahai yang tidak Melupakanku dengan rezeki-Nya di lubang lautan ini. Janganlah Engkau lupakan hamba-hamba-Mu yang mukmin dengan rahmat-Mu,” Sahabat Ali bin Abi tholib pernah ditanya, “jika pintu pencarian rezeki seseorang telah ditutup, darimana ia akan memperoleh rezekinya?”

Beliau menjawab, “Sebagaimana ajalnya akan datang, begitupula rezekinya akan sampai kepadanya.” Jika tidak ada seorang pun yang mampu menghalangi datangnya ajal, begitupula tidak ada yang mampu menghalangi datangnya rezeki dari Allah.

Kisah menginspirasi kita ketika seorang Ayah gelisah melihat prilaku anak kesayangannya.

"Nak, kalau engkau tidak bersungguh sungguh belajar bersekolah, nanti bila ayah sudah tidak ada engkau makan apa? Ayah sudah tua nak!". Padahal Allah berfirman,

Tidak suatu makhlukpun (termasuk manusia)  di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya.( Surat Hud ayat:6 )

Wahai para ayah lihat pesan Allah itu. Didiklah anak kita sejak dini ibadah, sehingga jadi alim, faqih, akhlaqul karimah, akhirnya bisa mandiri. Insya Allah rezeki akan menyertainya. Allah Maha Kuasa!


Wednesday, July 28, 2021

Ketika Saat itu Tiba


Ketika saat itu tiba, ketika itu matahari dilipat. Dan ketika itu bintang-bintang rontok. Dan ketika itu gunung-gunung berterbangan hingga saling bertabrakan. 

Dan ketika onta yang hamil dibiarkan tak diperdulikan lagi,( padahal sebelumnya betapa tingginya nilai onta hamil dimata manusia) 


Dan ketika hewan-hewan dikumpulkan, (hubungannya juga dengan QS6:38)

Hewan-hewan liar dikumpulkan maksudnya semua hewan ,dalam tafsir Ibnu Katsir, Ibnu Abbas mengatakan semua hewan dikumpulkan bahkan sampai lalatpun dikumpulkan kemudian di qisos. Contoh didunia hewan kijang dikalahkan oleh harimau.
Nanti di hari kiamat harimau dikalahkan oleh kijang. Kemudian mati hancur jadi debu ( hubungan nya dengan QS78:40) , dimana orang-orang kafir dalam keadaan suasana siksa dan ketakutan dengan berat siksa yang akan dihadapi, melihat binatang bisa mati jadi debu, merekapun mengatakan " duh kerusakanku, jadikanlah aku menjadi tanah saja." atau " ya laitani kuntu turoba."

Dan ketika air laut  dikeringkan. 
Keterangannya ada tiga. 1.Dihari kiamat airlaut itu dikeringkan. 2. Yang lain Dalam Sunan Abu Daud, dibawah laut itu ada api. pada hari kiamat nanti air laut itu dikeringkan dan api dinyalakan. 3. Keterangan yang lain air laut dijalankan sehingga campur dengan air tawar.


Dan ketika tiap diri digandengkan. 

1) Dalam riwayat menyebutkan, orang iman yang solih digandeng dengan orang iman yang solih,

Orang kafir digandeng dengan orang yang kafir, 

orang Yahudi digandeng dengan orang Yahudi, 

orang Nasrani digandeng dengan orang Nasrani. 

2) Roch digandeng dengan jasadnya

3) Manusia dengan amalannya. 

4) Orang iman digandeng dengan bidadari

    Orang kafir digandeng dengan syaiton

Dan ketika tiap anak perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, dimana dosanya ia dibunuh. 

Dahulu kebiasaan orang-orang jahiliyah ketika mempunyai anak perempuan merasa malu, sehingga mereka mengubur nya hidup-hidup. 


Dan ketika itu catatan-catatan amalan dibentangkan. Dan ketika langit di hilangkan. Ketika neraka jahim di nyalakan. Dan ketika 

surga di dekatkan kepada penghuninya.  

Akan mengetahui masing-masing diri  atas apa-apa yang telah mengerjakan dirinya. 

Aku ( Allah ) bersumpah, maka demi bintang yang berjalan mundur. 

Bintang yang berjalan mundur ada lima,- Bintang zuhal, Bintang almustari, Bintang alfirich, Bintang az zuharoh dan Bintang 'athorid. 

Demi bintang yang tenggelam. Dan demi malam yang bergeser sedikit demi sedikit. Dan demi waktu subuh ketika terang cahayanya.

Sesungguhnya Al-Quran niscaya ucapan utusan yang mulia. Yang mempunyai kekuatan disisi yang mempunyai Arsy yang berpangkat. Yang di toati malaikat-malaikat lainnya disana yang dipercaya Allah Swt. Itulah Malaikat Jibril. 

Dan tidaklah teman kalian ( Nabi Rasulullah SAW) itu gila, itu tidak. Dan niscaya sungguh dapat melihat (siapa) Nabi Muhammad Saw pada malaikat ( Jibril ) di pejajahan di angkasa dengan jelas, waktu itu nabi melihat Jibril dalam ujud aslinya dengan sayap sebanyak enamratus sayap. Tidak ada Dia ( Nabi Muhammad SAW) terhadap wahyu itu disimpan tidak dsampaikan, itu tidak. Dan tidak juga itu ( Alquran ) ucapannya syaiton yang dilaknat, itu tidak.

Maka mau kemana kalian pergi orang-orang yang kafir yang tidak percaya pada Allah? Tidaklah  Alquran itu kecuali peringatan untuk  orang-orang seluruh alam. Alquran itu bagi orang (yang atas izin Allah )  bahwa menghendaki satu-satunya kamu sekalian memahami pada Alquran, kalau dengan izin Allah, bisa menetapi kalian. Dan tidak menghendaki untuk mengerjakan kebenaran kecuali bahwa menghendaki ( siapa) Allah Tuhan seluruh alam. 




Sambil mendengarkan ayat-ayat surat At Takwir yang dilantunkan Abdul Rahman Sudais yang keterangannya sudah disampaikan diatas, pelajaran apa yang kita bisa diambil dalam kita menjalani hidup ini.

Bahwa keadaan kiamat seperti itu. Orang-orang yang beriman diterangkan sudah dimatikan lebih dulu menjelang kiamat dengan cara Allah mengirimkan angin yang tenang mencari orang orang beriman kemudian dimatikan.

Binatang saja di qisos, kemudian dimatikan jadi tanah. Ketika itu orang orang kafir minta dijadikan debu seperti binatang itu.

Kalau saja kita semua mau mempelajari Ayat ayat Nya Allah, tidak nanti kita akan merasakan susah baik di dunia terutama di akhirat. Karena kita akan tau menjalani hidup ini karena masing-masing mengerti hukum Allah mana yang boleh mana yang tidak. Tidak nanti kita saling menghujat satu sama lain,karena kita tau sebagai hamba Allah harus bertatakrama. Kebahagiaan Dunia itu cuma cobaan dari Allah, yang sukses menghadapinya serta bisa menempatkan hukum Allah sebagaimana mestinya, akan mendapatkan pahala akhirat dengan derajat yang paling luhur dan dalam kebahagiaan yang kekal disisi Allah. Nabi Rasulullah SAW sudah menjadi saksi ummat zaman akhir, keadaan Surga dan Neraka ketika isro mi'raj. Sangat luas di bentangkan dituturkan secara mendetail di kedua kitab sucinya orang Islam Dalam AlQuran dan Alhadist. Andaikata semua kita diberi hidayah betapa isi kitab ini merupakan kewajiban bagi manusia untuk mempelajarinya, pastilah kita semuanya berlomba-lomba mempelajarinya dan mengamalkannya. Tapi ketentetuan Allah sudah menjadi hukum. Farikum fil jannah wa farikum fisy syair, sebagian dari kamu sekalian akan kutempatkan di surga sebagian dari kalian akan menghuni neraka.

Apakah hati kita tak tergerak untuk mohon dengan sungguh pada Allah agar bahagia di dunia tapi bahagia juga di akhirat?

Mudah-mudahan yang singkat ini bisa menjadi pemicu untuk merenung lebih dalam lagi dalam hakikinya hidup ini. Amin.





Sunday, July 11, 2021

Kembalilah, Tidak Ada Yang Abadi Di Dunia



Kembalilah, tidak ada yang abadi di dunia ini. Bila orang ingin mengisi kehidupannya semata mata memikirkan dunia saja, itu artinya dia dalam keadaan, sebagaimana mengharungi dunia, dunia itu ibarat lautan yang tidak bertepi. Itu artinya anda tidak akan pernah berhenti akan berputer terus tidak akan ada pernah puas, lagi dan lagi.😥

Sedang kehidupan dunia itu sendiri bersifat fana, dan terus berubah akhirnya mati. Bukan saja manusia tapi makhluk apapun adanya didunia ini akan ada  akhir masa edarnya. Orang akan berakhir jika jatah rezekinya sudah habis.Terus kemana mereka perginya, jadi tanah (?) ,selesai, begitu ?

Ada baiknya kita bersikap arif bijaksana mengisi kehidupan dunia.

Kalau sebab bukan kiamat, tentulah manusia itu yang mengakhiri masa hidupnya. Dan masa kehidupan masing masing makhluk berbeda tergantung jatah umur yang dimiliki satu sama lain. Dan tak ada pula yang mengetahui dimana dia berlabuh selamanya dan kapan.

Maka itu kembalilah! Sebelum waktu itu datang, berbekallah. Andai anda diberi umur yang panjang , umur manusia yang pernah ada adalah 1000 tahun, untuk zaman sekarang susah mencari orang yang berumur dua ratus tahun. Selagi umur ideal, kenikmatan yang diperoleh bisa dirasakan, pun ada batasnya. Setelah umur seratus tahun apa yang dirasakan, masih syukur bila tidak pikun dan masih syukur sendi tulang lutut dan pinggang bisa diajak keadaan tegak kokoh.

Lantas bila anda memang sudah punya keyakinan akan adanya kematian akan hadir sewaktu waktu, kapan saja, tak seorangpun tau,  mengapa tidak berbekal. Riwayat kejadian dunia dapat ditelusuri dimana mana. Riwayat manusia pertama dapat ditelusuri . Riwayat orang orang dulu yang umurnya panjang panjang dan kuat kuat dapat dicari, bukti bukti ada di meseum atau di depan mata. Segala sebab akibatnya sudah diriwayatkan.
Kembalilah, tak ada yang abadi, jadilah orang yang arif setidaknya untuk diri sendiri, berbekallah.
Sesungguhnya manusia tidak bisa lahir ke dunia kalau belum mengaku bahwa Allah adalah Tuhannya. Kemudian orang tuanyalah yang berperan menentukan anak itu menyembah siapa tuhannya.
Ketika kita berbicara tentang Tuhan, maka kita akan bicara kehidupan akhirat. Dalam kehidupan bermayarakat kita bergaul dengan orang orang dari segala level status socialnya. Sayangnya ada orang yang status socialnya tinggi tidak diikuti kepahaman agama yang kuat, sementara orang terlanjur sudah mengagungkannya. Sehingga ketika dia berbicara tentang urusan akhlak umpamanya, bisa jadi dia melenceng dari aturan agama. Bahkan keberadaan surga dan neraka saja, dikatakan " sok tau, seperti pernah melihat surga neraka saja, beraninya menentukan orang masuk surga atau neraka!" Kita mengelus dada dengan ucapan ini. Kalau ditanggapi kita akan termasuk seperti dia, karena kita sudah tau bahwa kepahaman agamanya tidak kuat. Tentu demikian itu ucapan orang yang kepahaman agamanya tidak kuat. Sementara kita hidup berbangsa harus bersatu. Kalau ditanggapi akan membuat keonaran hidup berbangsa. Doakan saja semoga Allah memberi hidayah, itu lebih baik. Ada saatnya dan tempat , kapan kita berdakwah. Jangan kecewa, apalagi marah, orang tidak bisa beriman bila Allah tidak memberi hidayah. Dalam riwayat atau dalam firman Allah, Allah sudah mengingatkan Nabi SAW. "Muhammad engkau tidak bisa memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai, tapi Aku lah 

(Allah) yang memberi hidayah kepada orang yang Aku kehendaki". ( QS 28:56)

 

Maka itu kembalilah, kembali ke jalan yang haq, ke jalan yang di ridhoi Allah Swt.Semua orang harusnya paham mana jalan yang di ridhoi Allah Swt. Tentulah Kitab Suci Alquran yang jadi sumbernya. Andai satu satunya kita mau menderes mengulang ulang ilmunya, dari apa yang didapatnya, Insya Allah Rahmat dan pertolongan Allah ada bersamanya.


Kembalilah, hidup didunia cuma sebentar


Bila diri sedang tenggelam dalam urusan dunia semata, setelah dilalui serasa kehidupan dunia itu cuma  sebentar. Lebih lagi serasa dunia itu hanya mainan belaka, nyata, tapi fatamorgana. Siapapun dia orang nya, tak kan mungkin mampu, menikmati apa yang dia capai. Memiliki belum tentu bisa menikmati. 

Itulah tak ada yang abadi di dunia. Dulu orang dilahirkan keadaan bayi kemudiaan berangsur berubah jadi balita, remaja, dewasa, orang tua, lansia, mati. Yang kita miliki juga, harta atau tahta berubah tak ada yang kekal. Bahkan sangat lelah, dikumpul kumpul harta demi harta, belum menikmati sudah berakhir. Kadang harta dan tahta dicapai dengan jalan nekad dan dilalah tercapai, ironisnya si pemilik mengalami strook, bercampur diabetis, dan ,osteoporosis menghinggapinya, nikmat macam apa kalau sudah begitu. Diri kita adalah cermin apa yang kita lakukan atau apa yang kita amalkan.

Selama kita mengisi kehidupan ini dengan niat kehidupan dunia semata, dapatnya hanya kesombongan, akan menyusul ketamakan, dalam kehidupan sering curiga, gilirannya akan berduka, menderita lahir batin, yang berkepanjangan selama hidup, mudah mudahan kita tidak seperti itu.

Pikirkan kalau sombong itu akan melekat pada dirinya tanpa disadari, sedang orang lain kena dampaknya. Ini kata orang lingkungan kita.
Orang bijak akan merasa malu jika tindakannya tidak lebih baik dari kata-katanya. Lebih mudah untuk melawan ribuan orang bersenjata lengkap daripada melawan kesombongan diri sendiri. Tak ada musuh yang perlu kamu takuti dalam kehidupanmu, melainkan kesombonganmu. Terlalu sombong untuk berpikir kamu tidak membutuhkan teman, terlalu naif untuk berpikir semua orang adalah temanmu. Percayalah, manusia yang sombong akan ditundukkan dan orang yang angkuh akan direndahkan.

Kemudian ketamakan itu biasanya lupa bahwa dia adalah hamba Allah, dan bahkan dengan sifat tamaknya sesorang menjadi hamba terhadap nafsu duniawi, dia diperbudak oleh kemewahan dunia, merasa bangga karena bisa mendapatkan apa yang diinginkannya, tanpa disadari bahwa sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang merugi di akhirat kelak.

Semua itu sebab cintanya kepada dunia secara berlebihan dan lupa terhadap kehidupan akhirat.

Ketidaktauan seseorang tentang perubahan prilaku dirinya sombong dan tamak, membawa imbas terhadap orang lain. Prilaku dirinya menjadi orang lain menjauhi dirinya atau bersikap merasa merendahkan. Sehingga timbullah prasangka jelek satu sama lain. Mau tak mau akan berdampak kepada keluarga. Sehingga suasana jelek ini akan saling terpaut. Maka lama kelamaan timbullah stress, dipicu lewat kelelahan yang merasa tidak dihargai. Kadang kadang tidak senantiasa usaha bisnis atau pekerjaan selalu mulus.

Masalah dikarenakan lingkungan yang tidak menyenangkan dan membuat ia sulit melalui masa stres dalam hidupnya. Ketika berada di lingkungan yang tidak nyaman, ia akan merespons negatif pemikiran dan perilaku orang lain, serta lebih rentan terhadap stres yang berkelanjutan.

Selain itu, curiga berlebihan juga punya self-esteem yang rendah, sehingga mudah khawatir dengan lingkungan sekitar. Itu terus berakselerasi dalam kehidupannya.

Bila tidak ada perbaikan sifat tersebut akan mengganggu kehidupan sehari-hari, baik bagi individu maupun orang-orang di sekitarnya.

Secara teori orang ini akan menghilangkan kemampuan imunitas dirinya, sehingga akan rentan terhadap penyakit.

 

Tidak sama bagi setiap orang yang saat mengalami tekanan batin, tentu bisa berbeda-beda. Namun, penderita tekanan batin umumnya akan mengalami beberapa tanda tanda berikut:

Mudah marah dan frustasi, cemas, khawatir, atau gugup berlebihan. Menghindar dari orang atau tidak mau bertemu orang lain.

Perhatian mudah teralihkan atau sulit berkonsentrasi. Lebih jauh ( maaf ) hasrat seks atau libido berkurang. Beberapa kasus ditemukan, ada orang yang mengalami tekanan batin juga merasakan sakit kepala, tubuh terasa tidak ada semangat serasa tidak berenergi, dada nyeri, dan tidur terganggu.

Maka itu kembalilah, sadarlah, hidup di dunia itu cuma sebentar. Antara dunia dan alam barzah sangat dekat.



Orang mulai mencari cari cara, untuk mengatasi tekanan batin Yang berilmu mengatakan, kita perlu mencari tahu terlebih dulu hal apa yang menjadi pemicu munculnya kondisi tersebut.

Saran saran umumpun muncul. Sebagian mengusulkan supaya menjauhkan diri dari hal tersebut pemicunya. Kemudian ada tip tip lain yang di anjurkan.

Berolahraga memang selalu memberikan manfaat, bisa membuat suasana hati akan menjadi lebih baik dan stres pun dapat berkurang. Olahraganya bisa apa saja, berenang atau berjalan kaki. Lakukan rutin selama 30 menit setiap harinya, yang penting terasa sehat tak usah ingin jadi juara dadakan.

 

Yang lain memperhatikan konsumsi makanan urusan gizi yang seimbang. Beberapa nutrisi memang terasa berperan penting untuk meringankan keluhan yang dirasakan saat mengalami tekanan batin. Biasanya makanan yang mengandung omega-3, karbohidrat kompleks, protein, dan vitamin, seperti vitamin C dan vitamin D sangat mencocoki untuk dikonsumsi.

 

Mulai berlatih untuk istirahat yang sehat, mendapatkan tidur yang berkualitas. Istirahat lewat bermain ponsel, nonton TV, berkomputer bukanlah istirahat itu hanya menguras energi saja tanpa terasa.

 

Belajar curhat secara bijak. Karena harus pandai memilah milah siapa teman curhat. Kapan dilakukan dan dimana harus juga jadi pertimbangan, kalau tidak ingin menjadi ruwet. Sebab kalau bisa curhat dilakukan dengan baik akan mendapatkan suasana hati yang baik.

Adalagi yang menganjurkan mengadakan aktivitas yang menenangkan relatif membaca buku, relaksasi, berlibur.

Biasanya saran saran , anjuran anjuran diatas, jarang yang berhasil kecuali dia kembali kepada Tuhannya, Allah Swt. Disitu ada Rahmat pertolongan yang tak dimengerti manusia kecuali dengan bahasa iman. Dia dapat melakukan sesuai petunjuk dari Allah Swt dan contoh contoh yang sudah dipraktekkan Nabi Muhammad Saw, pasti benarnya. Kalau punya keyakinan kuat cara ini pasti berhasil. Hanya untuk kembali seperti ini harus ada yang menuntun. Yang menuntun harus bener ilmunya, jangan asal disebut kiai. Jangan juga dicampuri politik atau kepentingan lainnya, yang tak ada hubungannya dengan pendekatan diri pada Allah Swt.

Maka Kembalilah, tak ada yang abadi di dunia ini. Jangan terulang lakon lakon yang menjadikan diri kita jauh dari Tuhan. Karena Tuhan itu tidak pernah tidur, mengantukpun tidak. Manusia sering salah paham terhadap Tuhan mentang mentang dia tidak melihatnya.


Kembalilah,  Agama itu jangan ditinggal

Semua orang tentunya ingin mencari kebahagian, tetapi dalam mencari kebahagiaan tidak akan tercapai bila tidak kembali pada petunjuk Allah. Kalau agamanya ditinggal kita tidak punya barometer lagi apa yan kita capai. jadi agamanya jangan di tinggal. Karena kebahagiaan itu bukan kumpulnya harta pada kita.

Kembalilah menetapi agama dengan benar, itu sebagai penuntun mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Kita tidak bisa sekehendak kita dalam mengisi kehidupan dunia ini.

Kebahagiaan dunia cuma sebentar hanya kebahagiaan akhirat yang kekal, tak ada kebahagiaan dunia yang abadi.

Orang bijak mengatakan carilah dunia akhiratmu dengan pendekatan ilahiah, jadi dalam mengejar keduniaan kita tidak meninggalkan spiritual ( teologis).

Pertama-tama banyaklah bersyukur pada Allah, secara teori dan praktek, ucapan dan perbuatan, atas apa yang kita dapat, keberadaan diri kita, syukur kepada perantara yang menyebabkan kita hadir didunia ( ibu dan ayah ), syukur atas segala nikmat yang kita terima. Sebab hakikatnya itu nikmat karunia Allah.

Allah memberikan petunjuk lewat firmannya "

وَ اِذۡ تَاَذَّنَ رَبُّکُمۡ لَئِنۡ شَکَرۡتُمۡ لَاَزِیۡدَنَّکُمۡ وَ لَئِنۡ کَفَرۡتُمۡ اِنَّ عَذَابِیۡ لَشَدِیۡدٌ

Wa-idz taadz-dzana rabbukum la-in syakartum aziidannakum wala-in kafartum inna ‘adzaabii lasyadiidun;

"Dan ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka pasti azab-Ku sangat berat.” QS.14:7

Ketika anda memperoleh nikmat tak pernah bersyukur mengabaikan pengumaman Allah ini, bahkan tanpa bersyukur anda mendapat harta berlimpah, maka jangan salah paham terhadap orang yang sedang di lulu, atau disungkun Allah Swt. atau apapun itu istilahnya. Anda tidak pernah merasakan nikmat terhadap gelimang harta ,tahta, dan semua kesuksesan yang di sungkunkan untuk anda. Cobaan berat bila itu terjadi. Kita bisa lupa pada kebenaran. Anda tidak bisa apa apa ketika nikmat itu ditarik kembali secara tiba tiba, yang ada hanya penyesalan. Jangan sampai. Kembalilah ke jalan yang benar. Allah dan Rasul Nya pasti benarnya.

Dalam menggapai kebahagiaan dunia akhirat  kita tidak bisa memisahkan Aspek Usaha  dan Aspek Teologis (Spiritual), bahkan kalau sakit sekalipun kita tidak bisa meninggalkan aspek medis dan aspek spiritualnya

Jangan mengutamakan salah satunya. Jika hanya Usaha dunia yg diutamakan, yg terjadi adalah Kesombongan. Jika hanya Teologis yg dikedepankan, yg terjadi adalah Kebodohan

Banyak sekali tuntunan Allah kepada manusia melalui firman-firmannya:

“Allah akan meninggikan derajatnya orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.“ (QS 58 :11 )

 “Mencari ilmu itu wajib atas semua muslim,baik laki-laki atau perempuan”( HR.Ibnu Majah )

Orang berusaha haruslah dengan ilmu. "man aroda dunya fa alaihi bi ilmi waman aroda akhirati fa alaihi bi ilmi   , waman arodahuma faalaihi bi ilmi" ( Imam Syafi'i )

Barangsiapa ingin dunia maka harus dengan ilmunya, barangsiapa ingin akhirat harus dengan ilmunya, barangsiapa ingin keduanya harus dengan ilmunya.

Kemudian Dalam suatu hadist kudsi Allah sudah menuntun kita, Allah berfirman "ya ibnu adam khalaqtuka li'ibadati fala tal'ab, watakaffaltu birizqika fala tat'ab ( Ahmad)

Wahai anak turun Adam kujadikan kalian agar beribadah kepadaku maka jangan main-main kalian, dan aku akan cukupi kalian dengan rezeki dari ku maka jangan ngoyo kalian.

Usaha cara Teologis, tidak saja berdampak dapat pahala besar buat kebahagiaan akhirat, tapi juga dampak kebahagiaan dunia membuat kita sehat dan waras artinya sehat jasmani rohani yang membuat semangat berusaha dengan cara sehat jasmani rohani.

- Memperbanyak Istighfar, karena akan membuat hati bersih, yang akan meningkatkan sistem imun, menjadikan kita produktif.  “Dan tidaklah (pula) Allah akan mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS 8: 33).

-  Memperbanyak lah sedekah.  Berdasarkan studi oleh Jorge Moll dari National Institutes of Health terbukti bahwa ketika seseorang melakukan donasi atau sedekah, beberapa area di otak yang terkait dengan kenyamanan. Koneksi sosial, dan rasa percaya, turut aktif sehingga menciptakan efek positif terhadap perasaannya. Juga membuat otak melepaskan hormon endorfin, memproduksi hormon dopamin serta oksitosin yang mampu meningkatkan imunitas tubuh dan mengurangi stres. Ini berarti daya juang kita menjadi kuat.

Orang memperbanyak sedekah, “Sedekah itu menutup tujuh puluh pintu kejahatan.”

- Sabar terhadap semua skenario Allah ini. Sabar dalam arti tetap ber-ikhtiar melakukan langkah pencegahan.

Sabar dan Sholat sesungguhnya menjadi kunci utama peningkatan sistem imun, sesuai Al Quran Surat Al Baqarah 153, “Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah SABAR dan SHOLAT sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Menimbulkan kepercayaan diri yang tinggi, berimbas sikap orang yang positif di sekeliling kita, bisa mendongkrak daya jual daerah pemasaran kita

- Selalu mengingat Allah, dengan berdzikir. Karena saat mengingat Allah, hati menjadi tenang, otak merelesae hormon oksitosin yang akan meningkatkan sistem imun.

الَّذِيْنَ امَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ اَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبَ  ( QS 13:28)

Alladzina amanu wathmainnu qulubuhum bidzikrillahi ala bidzikrillahi tathmainnul qulub

Tubuh akan memproduksi Natural Killer Cell (NK Cell), saat seseorang berada dipuncak spiritualitas nya karena selalu mengingat Allah. Dengan demikian bisa jadi ahli yang kreatif dibidangnya.

- Berdoa Tanpa Henti, terutama 1/3 malam yang akhir, menghilangkan stress dan membuat bahagia, memunculkan Hormon Kebahagiaan. "Tidak ada yang dapat mencegah takdir, kecuali doa.” (HR. Al-Hakim).

Akan menimbulkan Percaya diri, bersikap tenang, pemberani, dapat menikmati rasa bahagia. 

 Mudah-mudahan yang sedikit ini bisa bermanfaat bagi kita semua, semoga Allah selalu memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua. Aamiin.


Tuesday, June 15, 2021

Menjadi Sehat Itu Mahal


Menjadi Sehat Itu Mahal

Nikmat sehat akan lebih terasa apabila kita pernah merasakan sakit berat kemudian sembuh*


*Sesungguhnya nikmat sehat merupakan kenikmatan yang sangat mahal dan hampir-hampir tiada bandingannya.* 


Betapa berharganya  

nikmat sehat ini Sehingga didalam sebuah hadits, Nabi shollallohu 'alaihi wasallam telah menjelaskan :


مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا. رواه الترمذي وابن ماجه: حسن


*“Barangsiapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan sehat badannya, aman pada keluarganya dan dia memiliki makanan pokoknya pada hari itu, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya.”* (HR.Tirmidzi dan Ibnu  Majah: hasan)


*Kita melihat kenyataan manusia rela mengeluarkan biaya besar untuk berobat, ini bukti nyata mahalnya kesehatan yang merupakan kenikmatan dari Alloh Ta’ala.* 


*Akan tetapi kebanyakan manusia lalai dari kenikmatan kesehatan ini, dia  baru ingat jika kesehatan hilang darinya.*


Kebanyakan manusia tertipu jika Alloh berikan nikmat, 


padahal semua nikmat yang diberikan  oleh Alloh akan dipertanggung jawabkan.

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,


لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلاَهُ. رواه الترمذي : حسن صحيح


“Kedua kaki seorang hamba tidaklah berpindah pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai empat hal :

(1) umurnya, untuk apakah ia habiskan (2) ilmunya, apakah  telah ia amalkan (3) hartanya, bagaimana cara ia mendapatkannya dan dalam hal apa ia belanjakan (4) badannya, untuk apakah ia gunakan.”

(HR. At-Tirmidzi : Hasan shohih).


*Ingatlah bahwa 4 hal di atas akan ditanya kelak pada hari kiamat, yaitu umur, ilmu, harta dan badannya.*

*Ketika seseorang mendapatkan nikmat namun tidak ia gunakan untuk taat, maka itu adalah musibah.* 


Diantara sekian banyak nikmat yang telah Alloh berikan, ada dua nikmat yang manusia lalai darinya. Nikmat tersebut adalah kesehatan dan waktu luang.


Sebagaimana sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam,


نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ. رواه البخاري


“Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR.Bukhori)


*1. Kesehatan :*

Banyak manusia yang sehat, namun tertipu dengan kesehatannya.

Ia tak gunakan kesehatannya untuk taat, namun untuk maksiat.


Sementara di luar sana ada sebagian 

orang yang ingin melakukan ketaatan, namun tak mampu melakukannya dikarenakan sakit yang di derita.


Padahal badan yang sehat akan ditanyakan, digunakan untuk apa. 

Apakah digunakan untuk mendatangi pengajian ataukah mendatangi tempat-tempat maksiat.

Barulah ia tersadar ketika terbaring lemah tak berdaya karena sakit, sehingga sesal pun tak terelakkan.


*2. Waktu luang :*

Waktu adalah sesuatu yang terus berputar dan tak akan kembali lagi.

Oleh karena itu betapa banyak manusia yang tersesali oleh waktu. Waktunya hanya berlalu begitu saja, tanpa ada manfaat dan faidahnya. Hidupnya hanya menghabiskan waktu dan menyisakan penyesalan umur.


Waktu ibarat pedang bermata dua, jika digunakan untuk kebaikan, maka baik pula. Sebaliknya, jika digunakan untuk keburukan, maka dampak buruk akan terjadi di kemudian hari.


Betapa tidak, sebagian orang ada  yg menghabiskan    waktunya hanya untuk maksiat 

Tatkala ia sudah senja, maka ia baru sadar, menangisi masa tuanya karena ia tak menghabiskan waktu dan umurnya untuk taat kepada Alloh.


*KESEHATAN  ADALAH MAHKOTA YANG BERTENGGER DI ATAS KEPALA ORANG SEHAT DAN HANYA BISA DILIHAT  OLEH ORANG YANG SAKIT*


*Kesehatan diibaratkan "Mahkota" karena ia adalah kekayaan yg amat berharga*


*hanya karena letaknya di atas kepala sendiri sulit bagi seseorang utk melihatnya*


*Tak banyak yang  bisa mensyukuri  keberadaannya dan merasakan nikmatnya* 


*Sebaliknya, bagi orang yang menderita sakit mereka dapat melihat Mahkota kesehatan tersebut karena merasakan langsung* 


Manfaatkanlah lima perkara sebelum  datang lima perkara.


Jika di masa muda, sehat, kaya, waktu senggang sulit untuk beribadah, maka jangan harap selain waktu tersebut bisa semangat.

Ditambah lagi jika benar-benar telah datang kematian, bisa jadi yang ada hanyalah tinggal penyesalan dan tangisan.


Dari Ibnu ‘Abbas rodhiyallohu ‘anhuma, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah menasehati seseorang,


اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ.المستدرك على الصحيحين للحاكم


“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara


*(1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,*


*(2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,*


*(3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,*


*(4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,*


*(5) Hidupmu sebelum datang matimu.”* (HR. Al Hakim)


*"Jika waktu muda sudah malas beribadah, jangan harap waktu tua bisa giat beribadah.*


*Jika waktu sehat saja sudah malas beribadah, jangan harap ketika susah saat sakit bisa semangat beribadah.*


*Jika saat kaya sudah malas sodakoh, jangan harap ketika miskin bisa mengeluarkan hartanya untuk jalan kebaikan.*


*Jika ada waktu luang enggan sambung ngaji, jangan harap saat sibuk bisa duduk atau menyempatkan diri untuk sambung ngaji.*


*Jika hidup sudah malas beribadah apa sekarang mau tunggu mati?*


*Lihatlah mereka yang menyesal,*


وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ . وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ . سورة المنافقون ١١ - ١٠


“Dan infaqkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Tuhan-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersodakoh dan aku termasuk orang-orang yang sholih?” Dan Alloh sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Alloh Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Munafiqun: 10-11).


Semoga kita semua senantiasa didalam perlindungan Alloh dlm keadaan sehat wal'afiat ttp didlm hidayah-Nya sampai  akhir hayat kita dlm keadaan husnul khotimah.Aamiin YRA🙏