Posts

Paket Wajah AMA Korean Skincare Cream Pemutih Wajah Permanen Krim Whitening Glowing Korea Jepang

Sikdam Hasim Gayo, musibahmu berkahmu

Image
Sikdam Hasim Gayo, musibahmu berkahmu, walau sebagai penyandang disabilitas. Allah menunjukkan kekuasaanNya lewatmu, adakah orang mau belajar dari cerita dirimu? Seharusnya iya. Gayo cerita hampir saja saya memilih bunuh diri ketika musibah ini menghampiri dirinya, katanya. Ibuku jualah yang membangkitkan semangat hidupku. Ibuku yang mulia dan berkah.Gayo mencari jalan syukur pada Allah , katanya, dengan musibahku ini Allah mewujudkan mimpi mimpiku. Dengan musibahku Allah menjadikan aku berguna buat orang lain. Sebelumnya dia menjadi terkenal, sampai bisa menyampaikan pidatonya didepan para bangsawan di kerajaan Inggris; kesehariannya Gayo berkeliling mendidik bahasa Inggris kepada orang orang yang "lemah" tanpa dibayar. Sampai sampai keluarganya menegurnya, supaya jangan berbuat demikian. Tapi dia memilih diam, dan menyerahkan pilihannya pada Allah. Dia yakin Allah maha Melihat , Allah tidak pernah tidur. Allah menciptakan manusia dengan rejekinya. Kini Gayo sudah terken...

Golkar, aduh, ibarat piring retak..

Golkar, aduh, ibarat piring retak... Kegaduhan golkar sudah "mereda". Cermin ke depan orang dibawah sudah mengira ngira.... ( negatif?). Sudah jangan pada sak udhon ah. " Gak soalnya sayang kang". Emang kenapa?". " Lho akang apa ga lihat rekam jejak po?. " " Lho .. rekam jejak?", rekam jejak siapa?. Nggak ah nanti jadi ngarasani, dosa. Lebih jelek lagi dosa mendosakan. Becik ketitik , olo ketoro. Apa itu. Ya itu. Jaman sekarang apa yang bisa ditutupi. Dinding saja bisa ngomong. Mas Sudah, cari jalan taqwa saja. Mari kita mendidik anak anak kita dengan cara baik. Utamakan akhlak, biar kelak kita punya pemimpin jujur, amanah dan akhlaqul karimah. Generus harus kita bekali faham agama faqih, ber akhlaqul karimah dan mandiri.Kita sabar saja dulu biar generasi abu abu sekarang ini habis, tapi kita harus kasi tameng pada generus, jangan sampai menerima  warisan jelek sekarang. "Pesan " Rasul SAW barang siapa menghendaki dunia harus de...

Minat Baca versus peradaban gadget

Minat Baca versus peradaban gadget kolaborasi seru. Anak itu baru kelas dua SD, pulang sekolah dirumah tak ada orang. Bisa masuk rumah kalau kakaknya yang kelas lima pulang membawa kunci rumah. Kedua orang tuanya sibuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup buat tujuh anak. Kalau  kakaknya yang di SMP pulang sekolah barulah disiapkan makan siang. Tapi ketika hidangan tersedia, yang di siapkan untuk makan siang, tak ada satu pun dirumah. Dicari lagi, sedang asik nonton game temannya pakai tablet. Menjelang jam empat sore sang ayah pulang. Tak satupun orang ditemui dirumah padahal pintu depan rumah sampai pintu belakang rumah semua terbuka. Tak lama melintas anak tetangga pulang dari Masjid. Kesempatan bertanya apakah dia tau si "Bijak" ada dimana, sambil titip mengharap bantuan memanggilkan. Ada ditempat si Awang. Itu lokasi terkenal kumpulan anak anak beradu main game Kalau yang satu ada di Iin sedang seru seruan meladeni teman facebook. Sementara itu program generus...

Yuyun, siapa lagi, haruskah...?

Yuyun, siapa lagi, haruskah...? Geger..., terkejut,....kecewa, ...kesel,   sedih, menderita......, geram..., entah apalagi, tergantung warga yang perduli. Semuanya pada sibuk dengan argumentasinya, " mengapa harus terjadi", "apa yang salah". Baik dari warga masyarakat awam sendiri sampai, para pakar, para cerdik cendekiawan, ataupun penegak hukum, dari pemerintah dan tuan tuan yang mewakili rakyat. Padahal sudah terjadi ratusan atau ribuan kali apalagi kalau dihitung sejak berdirinya negera ini. Apa mau tetap " anget-anget tai ayam?". "Hallo, seriuslah man!" Negara ini telah diperjuangkan oleh pejuang bangsa dengan berdarah-darah untuk merdeka. Negarawan negeri ini sejak awal sudah sangat bijak menetapkan Pancasila sebagai dasar negara, masih kurang apa lagi. Dan menetapkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama. Apa arti dan maksudnya diletakkan pada sila pertama? Tentulah Negarawan itu kalau bisa bangun dari kuburnya, teriak-teriak ...

Pak Jokowi, intoleransi dan sara, buat rakyat menderita.

Pak Jokowi, intoleransi dan sara, buat rakyat menderita. Kata orang, negara ini ibarat suatu keluarga besar. Penghuninya punya macam-macam kelakuan dan keinginan, ada yang baik ada yang "nakal". Ada yang punya kepahaman yang sama tapi ada yang berbeda dari orang tuanya. Apakah karena dia "nakal" atau karena dia punya pemahaman yang berbeda menjadi bukan keluarga? Tentu tidak. Selagi dia anak tentulah keluarga dan tentulah jadi tanggung jawab orang tua. Sebagai orang tua yang baik, pastilah dia bertindak arif dan bijaksana. Demikian halnya dengan negara. Warganya ada yang baik ada yang "nakal", tapi itu tetap warganya. Hendaknya ini menjadi kepahaman semua warga. Indonesia ditakdirkan terdiri dari banyak etnis dan agama , bermacam kultur dan adat istiadat. Apakah dengan beda agama beda suku, beda kultur bukan warga Indonesia? Tentu tidak! Berkahnya warga Indonesia mayoritas memeluk agama Islam. Kenapa "berkah", karena seharusnya orang Islam pa...

Jangan biarkan nafsu anda mendera anda

Jangan biarkan nafsu anda mendera anda, bila anda ingin bahagia di dunia dan akhirat.Tak seorangpun manusia dimuka bumi ingin menderita di dunia. Itu terbukti, semua orang dengan segala cara mencukupi segala keinginannya. Tak tau lagi mana keinginan mana kebutuhan. Deraan hawa nafsu, telah banyak mengambil korban, tapi sedikit sekali orang yang mau belajar dari pengalaman hidupnya. Kilaunya dunia membutakan mata akan hari akhirat. Walau dimata terlihat setiap hari orang dikuburkan, belum membuat kebanyakan orang untuk sadar,kemana orang akan berakhir.  Betapa luasnya Allah menyampaikan yang tertera didalam Alquran, bahwa betapa semua amal perbuatan akan dibalas dan akan di hisab. Tak peduli sebesar apapun amalan bahkan walau sebesar bijinya sawi pasti ada reward dan punishment nya. Berulangkali Allah menyampaikan betapa dahsyat hari kiamat itu. Betapa pedihnya siksa Allah, mulai siksa kubur,siksa hari kiamat, siksa hari pembalasan dan siksa hari hari berikutnya sebelum ditempatka...

Gerhana dan perilaku manusianya di zaman akhir

Image
Gerhana dan bagaimana perilaku "manusianya zaman akhir", menyikapinya, sepertinya elok untuk disimak. Gerhana matahari total yang terjadi di Indonesia saat ini, telah menjadi bahan berita luas. Indonesia telah memanfaatkannya dengan baik untuk meningkatkan kepariwisataannya. Momen ini dimanfaatkan oleh semua orang dengan berbagai kepentingan. Ada yang mengatakan " ingin melihat pengaruh gerhana terhadap kehidupan hewan" , ada yang mengobservasi pengaruhnya terhadap " tumbuhan dan kehidupan manusia". Ada yang ingin mengukur kemampuannya untuk mengambil gambar pada momen yang bagus, lengkap dengan segala peralatannya. Ada yang melihat keindahannya saja, Ada yang "mencari-cari" ketakjubannya. Ada yang ikut-ikutan sebagai penggembira saja. Pada tahun 1983 telah terjadi juga Gerhana matahari total , artinya itu sekitar 33 tahun yang lalu. Jadi, kita juga akan dapat melihat gerhana matahari total selanjutnya kemungkinan 33 tahun lagi. Gerhana...