Posts

Paket Wajah AMA Korean Skincare Cream Pemutih Wajah Permanen Krim Whitening Glowing Korea Jepang

Hari Jumat: Kesempatan Bertaubat dan Memulai Hal Baru

Image
  Hari Jumat: Kesempatan Bertaubat dan Memulai Hal Baru  – Cara menjadikan hari ini sebagai awal perubahan hidup. Hari Jumat bukan sekadar hari terakhir dalam pekan, tetapi hari di mana langit dibuka, rahmat Allah melimpah, dan doa tak ditolak. Bagi jiwa-jiwa yang merasa jauh, lelah, dan ingin pulang kepada Rabb-nya, Jumat adalah panggilan lembut dari langit untuk memulai kembali.  Bukankah kita semua pernah tersesat dalam dosa dan kelalaian? Namun Allah tidak pernah menutup pintu taubat-Nya. Mari kita renungkan kembali hari ini: apakah sudah menjadi pintu perubahan atau hanya rutinitas kosong yang berlalu? Jumat: Hari yang Diberkahi dan Mulia Hari Jumat bukan hanya "hari libur" atau hari bersantai, melainkan hari yang Allah pilih sendiri sebagai hari terbaik bagi umat ini. Dalam hadis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: " خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ .. ."  "Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah har...

Tidak Ada yang Abadi di Dunia Ini.

Image
Tidak Ada yang Abadi di Dunia Ini: Sebuah Renungan untuk Hati yang Lupa, Apa yang Kau Cari" Pernahkah kita berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia, lalu bertanya: “Apa yang sebenarnya aku kejar selama ini, ( Diri) apa yang kau cari?” Ada orang yang setiap hari lelah mengejar angka di rekeningnya, tapi tak sempat mengeja satu ayat pun dari Kitab-Nya. Ada pula yang begitu sibuk menghitung keuntungan, hingga tak sadar bahwa waktu shalat pun terus dikorbankan. Dunia ini memang memukau, tapi tak ada yang abadi darinya. Lalu… mengapa kita berpegangan begitu erat pada sesuatu yang pasti akan pergi? Dalil dan Kehidupan yang Menyadarkan 1. Dunia Ini Hanya Sementara, Tapi Banyak yang Lupa Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ" "Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (QS. Al-Hadid: 20) Tak sedikit yang terbuai oleh sorot lampu dunia. Gelar ditumpuk, pujian diburu, dan jaba...

Kisah Keteguhan Iman yang Abadi

Image
Di usia yang sangat tua, Nabi Ibrahim AS masih menyimpan harapan besar yang belum tercapai: memiliki seorang anak. Doanya yang panjang, tangisnya di malam hari, dan harapannya yang tak pernah padam akhirnya dikabulkan. Allah mengaruniakan kepadanya seorang anak yang shalih dan sabar, yakni Ismail AS. Namun kebahagiaan itu belum lama dirasakan. Justru ketika Ismail mulai tumbuh menjadi anak yang mulai menemani dan menyejukkan hati, turunlah perintah yang paling mengguncang jiwa: menyembelih anaknya sendiri sebagai bentuk ketaatan kepada Allah . Sungguh ujian yang luar biasa. Dari seorang ayah yang telah lama merindukan anak, kini harus menyerahkan sang buah hati kepada perintah Tuhan tanpa ragu. Dan Ismail AS, yang sejak kecil tumbuh tanpa banyak waktu bersama sang ayah karena perintah Allah juga, kini diminta untuk berserah diri sepenuhnya—bahkan dengan nyawanya. Tetapi keduanya membuktikan: ketaatan kepada Allah lebih utama dari segalanya. Mereka lulus dari ujian itu dengan kemuliaan...

Kala Rasulullah Menangis di Tengah Malam

Image
Di saat malam menutup bumi, dan manusia tenggelam dalam lelapnya dunia, seorang manusia paling mulia justru berdiri tegak — sendirian — di hadapan Tuhannya. Tubuhnya bergetar, suaranya lirih, matanya basah oleh tangis yang tulus. Itulah Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Manusia pilihan yang dosanya telah diampuni — yang seandainya ia tidur sepanjang malam pun, tak seorang pun berani menegurnya. Tapi justru malam baginya adalah saat paling sakral untuk kembali kepada Allah, bukan untuk meminta dunia, melainkan menangis karena takut akan murka-Nya dan rindu pada rahmat-Nya . Aisyah radhiyallahu ‘anha, istri tercintanya, menyaksikan malam-malam seperti itu. كَانَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يُصَلِّي ... فَإِذَا مَرَّ بِآيَةٍ فِيهَا رَحْمَةٌ سَأَلَ،  وَإِذَا مَرَّ بِآيَةٍ فِيهَا عَذَابٌ تَعَوَّذَ "Jika beliau berdiri shalat malam, dan membaca ayat yang berisi rahmat, maka beliau memohon kepada Allah; dan jika melewati ayat tentang azab, beliau memohon perlindungan....

Wahai Hati yang Tenang

Image
(Renungan untuk Jiwa yang Gelisah dan Pencari Ketenangan) Di tengah dunia yang penuh kecemasan ini, banyak hati yang gelisah. Ada yang gelisah karena takut akan murka Tuhannya. Ada pula yang gelisah karena kemiskinan, karena perut anak-anak yang belum terisi. Ada yang gelisah karena tamak tak bertepi, dan ada yang terjerembab dalam rasa bersalah yang berlebihan, merasa dosanya terlalu besar untuk diampuni. Namun wahai jiwa, tidakkah engkau dengar panggilan Allah untukmu? يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً فَادْخُلِي فِي عِبَادِي وَادْخُلِي جَنَّتِي (QS. Al-Fajr: 27-30) "Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dalam keadaan ridha dan diridhai. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku." Inilah seruan bagi setiap jiwa yang kembali. Allah menyebutnya "nafsun mutmainnah" — jiwa yang tenang. Jiwa yang tak lagi gelisah karena dunia, tak lagi takut karena dosa, sebab ia ...

KALLĀ: Sebuah Teguran yang Terlupakan

Image
Dalam hidup ini, sering kali manusia sibuk dengan dunia: mencari rezeki, mengejar impian, membangun nama, namun lupa pada satu hal yang paling utama— untuk apa kita diciptakan . Terkadang manusia merasa sudah berbuat cukup, sudah banyak amal, sudah banyak memberi, padahal Allah menyampaikan satu ayat teguran, yang jika direnungkan... bisa membuat dada terasa sesak. Allah berfirman dalam QS. ‘Abasa: 23: كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَا أَمَرَهُ Kallā, lammā yaqḍi mā amarah “Jangan begitu! Belumlah ia melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya.” Kata “Kallā” bukan sekadar “tidak”. Dalam bahasa Arab Al-Qur’an, “Kallā” adalah bentuk teguran tegas . Teguran bagi mereka yang mengabaikan kebenaran , terutama orang-orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan . Tapi apakah hanya untuk mereka? Ataukah kita pun termasuk yang terkena teguran ini? Allah berikan kita akal, hati, nikmat hidup, makanan, udara, tapi adakah kita sungguh-sungguh telah menunaikan perintah-Nya? Adakah ...

Sujud Satu Ayat: Ketika Dahi Menyentuh Bumi, Langit pun Terbuka

Image
Kadang-kadang kita membaca Al-Qur’an hanya dengan mata. Bibir bergerak, tapi hati tak tersentuh. Namun, ada ayat-ayat yang menggetarkan langit, yang membuat para sahabat Nabi tak mampu berdiri atau duduk setelah mendengarnya—mereka langsung meletakkan dahi mereka ke tanah, bersujud dalam tunduk yang paling dalam. Itulah sujud tilawah, sujud satu ayat yang menggetarkan jiwa. Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW ketika membaca ayat sajdah, beliau langsung sujud. Para sahabat yang mendengarnya pun ikut sujud, meskipun mereka tak sedang dalam shalat. Bahkan saking penuhnya rasa tunduk, disebutkan: "...hingga tak satu pun dari kami mendapatkan tempat untuk meletakkan dahinya." (HR. Bukhari) Bayangkan, sahabat-sahabat yang penuh cinta kepada Al-Qur’an itu , ketika mendengar satu ayat saja, bukan sekadar berkata “MasyaAllah,” atau “bagus sekali ayat ini,” tapi langsung rebah, meletakkan wajah di tanah. Mereka tahu bahwa ayat itu bukan sekadar bacaan, melainkan seruan dari Tuhan seme...